Komitmen Hijau: Telkomsel Ubah Ribuan Kilometer Digiland Run 2026 Jadi Hutan Mangrove yang Menghidupkan Pesisir

Kevin Wijaya | RADAR LOKAL
23 Jun 2026, 18:11 WIB
Komitmen Hijau: Telkomsel Ubah Ribuan Kilometer Digiland Run 2026 Jadi Hutan Mangrove yang Menghidupkan Pesisir

RadarLokal — Jejak langkah ribuan pelari yang memadati jalanan ibu kota dalam ajang Digiland Run 2026 kini telah bertransformasi menjadi sebuah warisan lingkungan yang nyata. Bukan sekadar tentang pencapaian fisik atau medali di garis finis, Telkomsel secara resmi memulai langkah konkret untuk menghijaukan kembali pesisir Jakarta melalui penanaman perdana 1.000 pohon mangrove di Taman Wisata Alam (TWA) Angke, Jakarta Utara.

Inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari semangat ‘The RACEvolution’ yang diusung dalam ajang lari bergengsi tersebut. Sebuah kolaborasi apik antara gaya hidup sehat dan tanggung jawab terhadap lingkungan hidup, di mana setiap keringat yang menetes dikonversi menjadi akar yang menguatkan tanah pesisir. Penanaman ini menjadi simbol bahwa teknologi dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan demi masa depan bumi yang lebih baik.

Baca Juga Ronaldo Ukir Rekor Abadi di 6 Piala Dunia, Komentar ‘Avengers’ Zlatan Ibrahimovic Picu Amarah Fans
Ronaldo Ukir Rekor Abadi di 6 Piala Dunia, Komentar ‘Avengers’ Zlatan Ibrahimovic Picu Amarah Fans

Transformasi Energi: Dari Kilometer Menjadi Akar Kehidupan

Keberhasilan program ini berakar pada partisipasi masif masyarakat. Tercatat sebanyak 12.500 pelari ikut ambil bagian dalam Digiland Run 2026, menempuh jarak total yang fantastis, yakni 131.625 kilometer. Telkomsel menetapkan skema yang unik: setiap 5 kilometer yang ditempuh oleh pelari akan dikonversi menjadi satu bibit pohon mangrove.

Hasilnya, terkumpul komitmen penanaman total sebanyak 26.325 pohon yang akan disebar di berbagai titik strategis. Kick-off penanaman yang bertajuk ‘The RACEVolution Continues: From Every Step to Every Root’ ini menjadi bukti bahwa keterlibatan publik dalam restorasi mangrove dapat dilakukan melalui cara-cara yang kreatif dan inklusif. Jakarta Utara, yang seringkali berjuang melawan ancaman abrasi, dipilih sebagai lokasi awal untuk memberikan dampak perlindungan yang signifikan bagi ekosistem pesisir.

Baca Juga Solusi Cerdas Gamer Indonesia: Menguak Alasan VCGamers Jadi Pilihan Top Up Paling Hemat dan Aman
Solusi Cerdas Gamer Indonesia: Menguak Alasan VCGamers Jadi Pilihan Top Up Paling Hemat dan Aman

Pemilihan lokasi di Taman Wisata Alam Angke bukanlah tanpa alasan. Wilayah ini merupakan benteng alami terakhir Jakarta yang berfungsi sebagai sabuk hijau untuk menahan laju kenaikan air laut serta menyaring polusi udara. Dengan menambah populasi mangrove di sini, Telkomsel turut berkontribusi pada pemulihan keanekaragaman hayati lokal yang kian terhimpit oleh pembangunan kota.

Filosofi Telkomsel Jaga Bumi: Melayani dengan Hati untuk Lingkungan

Program penanaman pohon ini merupakan bagian integral dari gerakan besar bertajuk Telkomsel Jaga Bumi. Sejak diluncurkan pada tahun 2022, gerakan ini telah menjadi payung bagi berbagai inisiatif keberlanjutan perusahaan, mulai dari pengurangan emisi gas rumah kaca hingga pengolahan limbah plastik yang dihasilkan dari operasional bisnis telekomunikasi.

Baca Juga Dilema di Balik Layar Meta: Antara Ambruknya Moral Karyawan dan Janji Manis Camilan Kantor
Dilema di Balik Layar Meta: Antara Ambruknya Moral Karyawan dan Janji Manis Camilan Kantor

Abdullah Fahmi, VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, dalam keterangannya mengungkapkan bahwa bagi perusahaan, melayani masyarakat tidak hanya sebatas menyediakan konektivitas digital yang cepat. Lebih dari itu, Telkomsel berupaya menghadirkan dampak positif yang bisa dirasakan secara fisik dan jangka panjang oleh masyarakat luas.

“Melalui Telkomsel Jaga Bumi, kami ingin mempermudah setiap individu untuk berkontribusi bagi alam melalui aktivitas sehari-hari, seperti berlari atau menukarkan poin. Setiap langkah pelari di Digiland Run kini menjadi akar baru yang kami harapkan mampu menjaga pesisir Jakarta dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” ujar Fahmi. Langkah ini juga selaras dengan visi keberlanjutan bisnis yang mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Baca Juga ShopeeVIP x Duolingo: Revolusi Gaya Hidup Modern, Belanja Hemat Sambil Jago Bahasa Asing
ShopeeVIP x Duolingo: Revolusi Gaya Hidup Modern, Belanja Hemat Sambil Jago Bahasa Asing

Sinergi Teknologi dan Konservasi untuk Masa Depan

Menariknya, upaya pelestarian ini tidak dilakukan secara konvensional semata. Telkomsel menggandeng mitra strategis seperti Jejak.in untuk memastikan setiap pohon yang ditanam dapat dipantau pertumbuhannya secara digital. Hingga tahun 2025, kolaborasi ini telah berhasil menanam lebih dari 39.000 pohon di berbagai wilayah di Indonesia, yang semuanya terdokumentasi dengan baik dalam sistem pemantauan berbasis teknologi.

Selain penanaman dari ajang lari, Telkomsel juga membuka ruang bagi pelanggan setia untuk ikut serta melalui program penukaran Telkomsel Poin. Hal ini menciptakan ekosistem hijau di mana pelanggan merasa memiliki kontribusi langsung terhadap pengurangan emisi karbon. Inisiatif ini membuktikan bahwa transformasi digital dapat menjadi akselerator bagi gerakan pelestarian alam yang lebih transparan dan akuntabel.

Baca Juga Badai Harga RAM Menghantam Industri: Mengapa Nothing Terpaksa Membatalkan Peluncuran CMF Phone 2 Pro?
Badai Harga RAM Menghantam Industri: Mengapa Nothing Terpaksa Membatalkan Peluncuran CMF Phone 2 Pro?

Dalam acara penanaman perdana tersebut, suasana terasa penuh semangat kolaborasi. Lebih dari 100 peserta hadir, terdiri dari perwakilan TelkomGroup, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, rekan media, serta relawan internal. Mereka turun langsung ke lumpur pesisir untuk menanam bibit-bibit mangrove, sembari mengikuti sesi edukasi mengenai pentingnya ekosistem laut bagi mitigasi perubahan iklim global.

Mendukung Target Net Zero 2060 dan SDG Global

Langkah nyata Telkomsel ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang bernama GoZero%. Strategi ini berpilar pada tiga aspek utama: Save Our Planet, Empower Our People, dan Elevate Our Business. Dengan fokus pada pengurangan jejak karbon, Telkomsel berkomitmen mendukung target Pemerintah Indonesia menuju Net Zero Emission pada tahun 2060.

Kegiatan di TWA Angke ini secara langsung mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG), khususnya poin 13 tentang Aksi Iklim, poin 14 mengenai Ekosistem Laut, dan poin 15 terkait Ekosistem Darat. Mangrove dikenal sebagai penyerap karbon yang jauh lebih efektif dibandingkan hutan tropis daratan, menjadikannya aset vital dalam memerangi pemanasan global.

Ke depannya, ribuan pohon yang tersisa dari konversi jarak lari Digiland Run 2026 akan ditanam secara bertahap di berbagai wilayah pesisir lainnya di seluruh penjuru nusantara. Telkomsel memastikan bahwa gerakan ini tidak akan berhenti di Jakarta saja, melainkan akan terus menjalar ke daerah-daerah yang membutuhkan restorasi ekologi serupa. Masyarakat dapat memantau perkembangan dan transparansi program ini melalui laman resmi perusahaan.

Dengan semangat yang dibawa dari lintasan lari ke akar mangrove, Telkomsel membuktikan bahwa setiap langkah kecil, jika dilakukan bersama-sama, mampu menciptakan perubahan besar bagi wajah bumi. Inilah revolusi yang sesungguhnya—sebuah revolusi hijau yang tumbuh dari setiap langkah kaki menuju masa depan yang lebih asri dan berkelanjutan.

Kevin Wijaya

Kevin Wijaya

Tech enthusiast yang selalu terdepan dalam mencoba gadget terbaru. Mengulas sisi menarik dunia digital di Radar Inet.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *