Misteri ‘Planet Permen Kapas’: NASA Temukan Dua Raksasa Gas Super Ringan di Sistem TOI-791

Kevin Wijaya | RADAR LOKAL
28 Jun 2026, 06:11 WIB
Misteri 'Planet Permen Kapas': NASA Temukan Dua Raksasa Gas Super Ringan di Sistem TOI-791

RadarLokal — Alam semesta selalu memiliki cara unik untuk mengejutkan para penghuni Bumi. Baru-baru ini, sebuah penemuan luar biasa kembali mengguncang dunia astronomi ketika Satelit Survei Exoplanet Transit (TESS) milik NASA berhasil mengidentifikasi keberadaan dua planet raksasa yang sangat tidak biasa. Meski memiliki dimensi fisik yang menyamai atau bahkan melampaui keperkasaan Jupiter, kedua planet ini justru memiliki karakteristik yang sangat kontradiktif: mereka luar biasa ringan, dengan kepadatan yang diibaratkan oleh para ilmuwan menyerupai tekstur permen kapas.

Temuan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam eksplorasi luar angkasa untuk memahami keragaman sistem planet yang tersebar di galaksi Bimasakti. Kedua objek angkasa yang kini menjadi pusat perhatian para peneliti ini mengorbit sebuah bintang bernama TOI-791. Bintang ini diketahui memiliki kemiripan karakteristik dengan matahari kita, namun terletak pada jarak yang sangat fantastis, yakni sekitar 1.113 tahun cahaya dari Bumi. Jarak yang sedemikian jauh tersebut tidak menghalangi kecanggihan teknologi TESS untuk menangkap fenomena transiting, yakni momen ketika sebuah planet melintas di depan bintang induknya dan menyebabkan penurunan kecerahan cahaya yang ritmis.

Baca Juga Realme C100i: Gebrakan Baru HP 3 Jutaan dengan Baterai Monster 8.000 mAh dan Durabilitas Militer
Realme C100i: Gebrakan Baru HP 3 Jutaan dengan Baterai Monster 8.000 mAh dan Durabilitas Militer

Mengenal TOI-791b dan TOI-791c: Si Raksasa Tanpa Bobot

Dalam laporan penelitian yang diterbitkan baru-baru ini, kedua planet tersebut diberi kode identifikasi TOI-791b dan TOI-791c. Secara kasat mata, jika kita bisa melihatnya dari dekat, keduanya akan tampak seperti raksasa gas yang mengintimidasi. Namun, angka-angka statistik yang mereka miliki menceritakan kisah yang berbeda. Planet pertama, TOI-791b, memiliki diameter yang hampir identik dengan Jupiter. Namun, secara mengejutkan, massanya hanya sekitar 3% dari massa Jupiter. Bayangkan sebuah objek sebesar planet terbesar di tata surya kita, namun dengan berat yang jauh lebih ringan daripada inti gas padat pada umumnya.

Tak berhenti di situ, planet kedua yang disebut TOI-791c memberikan teka-teki yang lebih besar bagi para ilmuwan teknologi astronomi. Ukuran fisiknya tercatat lebih besar daripada Jupiter, menjadikannya salah satu raksasa di sistem tersebut. Akan tetapi, massa planet ini hanya sebesar 5,9% dari total massa Jupiter. Kondisi ini membuat para ahli mengkategorikan keduanya sebagai planet ‘super-puff’ atau planet yang sangat mengembang. Kepadatan mereka yang sangat rendah mengindikasikan bahwa atmosfer kedua planet ini kemungkinan besar terdiri dari hidrogen dan helium yang sangat tebal namun tidak termampatkan secara padat seperti pada planet gas lainnya.

Baca Juga Dendam Lama Bersemi di Pengadilan: Greg Brockman Ungkap Ketegangan Fisik dengan Elon Musk Terkait Masa Depan OpenAI

Tarian Gravitasi dan Mekanisme Penentuan Massa

Menentukan massa sebuah objek yang berada ribuan tahun cahaya jauhnya tentu bukan perkara mudah. Dalam kasus sistem TOI-791 ini, para ilmuwan menggunakan teknik yang sangat presisi yang melibatkan interaksi gravitasi antara kedua planet tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun oleh tim peneliti dari RadarLokal, diketahui bahwa kedua planet ini terkunci dalam sebuah pola orbit yang unik, di mana mereka saling tarik-menarik satu sama lain secara berkala.

Saat keduanya mengorbit bintang induknya, gaya tarik gravitasi yang saling memengaruhi ini menyebabkan variasi waktu transit (Transit Timing Variations/TTVs). Hal ini berarti planet-planet tersebut tidak melintasi bintang induknya dalam jadwal yang benar-benar kaku, melainkan terkadang sedikit lebih cepat atau lebih lambat akibat tarikan dari tetangganya. Dengan mengamati pergeseran waktu yang sangat kecil namun konsisten ini, ilmuwan seperti George Dransfield dari Universitas Oxford dapat menghitung dengan akurat berapa massa yang dimiliki oleh masing-masing planet tersebut.

Baca Juga Mega-Merger Elon Musk: Strategi Ambisius Penyatuan Tesla dan SpaceX Menuju Kekuatan AI Tanpa Tanding
Mega-Merger Elon Musk: Strategi Ambisius Penyatuan Tesla dan SpaceX Menuju Kekuatan AI Tanpa Tanding

“Hanya sedikit sekali planet dengan kategori ‘super-puff’ atau super mengembang yang telah kita temukan sejauh ini. Menemukan dua planet dengan karakteristik langka seperti ini dalam satu sistem yang sama adalah sebuah anugerah ilmiah yang luar biasa,” ungkap George Dransfield dalam sebuah pernyataan resmi. Penemuan ini membuka tabir baru mengenai bagaimana misteri alam semesta dapat dijelaskan melalui dinamika orbit yang kompleks.

Signifikansi Ilmiah dan Tantangan Teori Pembentukan Planet

Mengapa penemuan planet ‘permen kapas’ ini begitu penting? Bagi para ahli astrofisika, keberadaan TOI-791b dan TOI-791c menantang model tradisional mengenai pembentukan planet. Selama ini, teori yang umum diterima menyatakan bahwa planet raksasa gas biasanya terbentuk dengan inti padat yang cukup besar untuk menarik gas di sekitarnya. Namun, dengan kepadatan yang serendah itu, timbul pertanyaan besar: bagaimana planet-planet ini bisa mempertahankan atmosfer gas yang begitu luas tanpa memiliki inti yang cukup berat untuk menahannya secara gravitasi?

Baca Juga Menantang Krisis Populasi: Ambisi Besar Korea Selatan Membangun ‘Tentara AI’ di Garis Depan
Menantang Krisis Populasi: Ambisi Besar Korea Selatan Membangun ‘Tentara AI’ di Garis Depan

Selain itu, periode orbit kedua planet ini tergolong cukup panjang dibandingkan dengan banyak planet ekstrasurya lain yang pernah ditemukan. TOI-791b membutuhkan waktu sekitar 139 hari untuk menyelesaikan satu putaran penuh mengelilingi bintangnya, sementara TOI-791c membutuhkan waktu 232 hari. Jarak orbit yang relatif jauh dari bintang induknya mungkin berperan dalam menjaga atmosfer mereka agar tidak “tertiup” oleh angin bintang, namun hal ini masih memerlukan penelitian lebih mendalam melalui simulasi komputer dan observasi lanjutan.

Para peneliti berharap dapat menggunakan instrumen yang lebih kuat, seperti Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST), untuk membedah komposisi kimia atmosfer planet-planet ini. Mengetahui apakah ada uap air, metana, atau unsur lain dalam atmosfer ‘permen kapas’ tersebut akan memberikan petunjuk berharga tentang sejarah pembentukan mereka. Apakah mereka terbentuk di lokasi mereka saat ini, atau apakah mereka bermigrasi dari bagian luar sistem planet yang lebih dingin?

Baca Juga Eksplorasi Mendalam Xiaomi Buds 6: Harmoni Audio Premium dalam Balutan Desain Titan Grey yang Elegan
Eksplorasi Mendalam Xiaomi Buds 6: Harmoni Audio Premium dalam Balutan Desain Titan Grey yang Elegan

Masa Depan Penelitian Exoplanet

Keberhasilan misi TESS dalam mendeteksi planet di sistem TOI-791 membuktikan bahwa kita baru saja menggores permukaan dari kekayaan informasi yang ada di galaksi kita. Setiap penemuan planet luar surya baru memberikan perspektif baru tentang posisi Bumi di alam semesta. Meskipun kedua planet raksasa ini sangat tidak ramah bagi kehidupan seperti yang kita kenal—mengingat ketiadaan permukaan padat dan tekanan atmosfer yang ekstrem—mereka berfungsi sebagai laboratorium alami bagi ilmuwan untuk mempelajari hukum fisika dalam kondisi yang ekstrem.

Hingga saat ini, komunitas astronom dunia terus memantau pergerakan di sistem TOI-791. Para peneliti di seluruh dunia mulai menyusun proposal observasi untuk mempelajari bagaimana rotasi planet-planet ini memengaruhi bentuk fisik mereka. Mengingat kepadatannya yang sangat rendah, ada kemungkinan bahwa rotasi yang cepat dapat membuat planet-planet ini berbentuk sedikit lonjong atau pipih di bagian kutubnya, sebuah fenomena yang akan sangat menarik untuk dibuktikan secara visual maupun matematis.

Dengan teknologi yang terus berkembang, impian untuk memahami asal-usul sistem planet yang jauh bukan lagi sekadar angan-angan. Melalui kolaborasi internasional dan dedikasi para ilmuwan, rahasia di balik planet permen kapas ini perlahan namun pasti akan terungkap, memberikan kontribusi besar bagi khazanah ilmu pengetahuan manusia di masa depan.

Penemuan ini mengingatkan kita semua bahwa di luar sana, di antara ribuan cahaya bintang yang kita lihat setiap malam, terdapat dunia-dunia yang jauh lebih aneh dan menakjubkan daripada apa pun yang pernah kita bayangkan sebelumnya. Sistem TOI-791 hanyalah satu dari sekian banyak sistem yang menunggu untuk ditemukan, dipelajari, dan dikagumi oleh generasi penjelajah masa depan.

Kevin Wijaya

Kevin Wijaya

Tech enthusiast yang selalu terdepan dalam mencoba gadget terbaru. Mengulas sisi menarik dunia digital di Radar Inet.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *