Ekspansi Raksasa China di Kendal: PT Hoi Fu Suntik Investasi Rp 1,12 Triliun, Ribuan Lapangan Kerja Baru Menanti

Sarah Amalia | RADAR LOKAL
03 Mei 2026, 20:20 WIB
Ekspansi Raksasa China di Kendal: PT Hoi Fu Suntik Investasi Rp 1,12 Triliun, Ribuan Lapangan Kerja Baru Menanti

RadarLokal — Angin segar berembus kencang ke arah koridor industri Jawa Tengah. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal kembali membuktikan daya tariknya sebagai magnet investasi internasional. Kali ini, sebuah langkah besar diambil oleh raksasa produsen kemasan kertas asal Negeri Tirai Bambu, PT Hoi Fu Paper Packaging, yang secara resmi memancangkan tonggak sejarah baru di tanah air.

Melalui prosesi groundbreaking yang berlangsung khidmat pada Sabtu (2/5), perusahaan ini resmi memulai pembangunan pabrik manufaktur canggih mereka. Bukan sekadar angka di atas kertas, nilai investasi yang digelontorkan mencapai angka fantastis, yakni Rp 1,12 triliun. Kehadiran investasi ini dipandang bukan hanya sebagai angka pertumbuhan statistik, melainkan sebagai mesin baru bagi roda perekonomian masyarakat sekitar.

Baca Juga Nama Dirjen Bea Cukai Terseret Dugaan Suap Impor: Purbaya Yudhi Sadewa Angkat Bicara
Nama Dirjen Bea Cukai Terseret Dugaan Suap Impor: Purbaya Yudhi Sadewa Angkat Bicara

Komitmen Nyata Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Salah satu poin paling krusial dari masuknya investasi PT Hoi Fu adalah dampaknya terhadap ketersediaan lapangan kerja. Proyek mercusuar ini diproyeksikan mampu menyerap hingga 1.000 tenaga kerja dalam waktu dekat. Yang lebih menggembirakan, manajemen perusahaan berkomitmen untuk memprioritaskan warga lokal dengan komposisi mencapai 95% dari total kebutuhan sumber daya manusia.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menjelaskan bahwa proses rekrutmen ini tidak akan dilakukan secara serampangan, melainkan melalui tiga fase strategis yang terencana. Fase pertama akan menyerap 300 orang, disusul fase kedua sebanyak 500 orang, dan fase terakhir akan melengkapi sisa 200 tenaga kerja.

“Kehadiran industri ini juga berpotensi membuka perluasan kesempatan kerja tidak langsung. Kita bicara soal ekosistem. Sektor pendukung seperti logistik, transportasi, hingga UMKM di sekitar kawasan dipastikan akan ikut kecipratan berkah ekonomi ini,” ungkap Susiwijono dalam keterangan resminya yang diterima RadarLokal.

Baca Juga Bayang-Bayang Badai Efisiensi: Menilik Realitas 23.470 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Awal 2026
Bayang-Bayang Badai Efisiensi: Menilik Realitas 23.470 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Awal 2026

Visi Presiden Prabowo: Mengawal Investasi di Tengah Gejolak Global

Langkah ekspansi PT Hoi Fu ini terjadi di tengah dinamika geopolitik global yang penuh ketidakpastian. Namun, pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia tetap menjadi pelabuhan yang aman dan menjanjikan bagi para investor global.

Susiwijono menekankan bahwa arahan Presiden sangat jelas: pemerintah tidak boleh hanya sekadar menjadi penonton atau pemberi izin. Pemerintah harus aktif mengawasi, mendampingi, dan mengawal setiap investasi asing yang masuk agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi penguatan ekonomi nasional dan efisiensi di tingkat daerah.

Melalui forum percepatan investasi, berbagai hambatan yang kerap menghantui para pengusaha—mulai dari masalah perizinan, isu strategis lahan, hingga ketersediaan bahan baku—kini mendapatkan respons cepat dari pemangku kebijakan. Sinergi ini menjadi kunci utama mengapa KEK Kendal mampu berlari lebih kencang dibandingkan kawasan industri lainnya.

Baca Juga Pilar Ekonomi Nasional: Bagaimana Transformasi BUMN Menopang Pertumbuhan RI Hingga 5,61 Persen
Pilar Ekonomi Nasional: Bagaimana Transformasi BUMN Menopang Pertumbuhan RI Hingga 5,61 Persen

KEK Kendal: Tulang Punggung Ekonomi Jawa Tengah

Data menunjukkan bahwa keberhasilan KEK Kendal bukanlah sebuah kebetulan. Hingga triwulan pertama tahun 2026, kawasan ini telah mencatatkan akumulasi investasi yang menembus angka psikologis Rp 101,93 triliun. Angka yang sangat masif ini dibarengi dengan penyerapan tenaga kerja kumulatif mencapai 117.941 orang.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menyatakan rasa optimisme yang tinggi terhadap wajah masa depan wilayah yang dipimpinnya. Menurutnya, Kabupaten Kendal kini bukan lagi sekadar daerah penyangga, melainkan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah.

“Kami melihat potensi besar Kendal sebagai daerah penyangga ekonomi yang kuat. Dukungan penuh dari KEK Kendal terus mendorong masuknya arus modal. Kami berharap PT Hoi Fu Paper Packaging mampu memperkuat fondasi ekonomi lokal dan menjadi harapan baru bagi masyarakat kami untuk mendapatkan pekerjaan yang layak,” tutur Bupati Dyah dengan nada optimis.

Baca Juga Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Bantah Tudingan Pengelolaan APBN Ugal-ugalan, Sebut Defisit Hanya 0,7% Per Mei 2026
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Bantah Tudingan Pengelolaan APBN Ugal-ugalan, Sebut Defisit Hanya 0,7% Per Mei 2026

Efisiensi ICOR dan Pertumbuhan Ekonomi yang Eksponensial

Secara makro, performa ekonomi Kendal memang patut diacungi jempol. Pertumbuhan ekonomi kabupaten ini tercatat mencapai 9% secara tahunan (year on year). Kontribusinya terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah pun mencapai 24,33%, sebuah angka yang menunjukkan dominasi sektor industri dalam struktur ekonomi wilayah.

Indikator menarik lainnya adalah angka ICOR (Incremental Capital Output Ratio) Kabupaten Kendal yang berada di level 3,92. Dalam bahasa ekonomi yang lebih sederhana, angka ini mencerminkan tingkat efisiensi investasi yang sangat baik. Setiap modal yang masuk terbukti mampu menghasilkan output ekonomi yang optimal, menjadikannya salah satu yang tertinggi di Jawa Tengah.

Rencana Ekspansi 1.000 Hektare: Menjawab Kebutuhan Lahan

Keberhasilan menarik minat investor seperti PT Hoi Fu membawa tantangan baru, yakni keterbatasan lahan. Susiwijono mengungkapkan bahwa saat ini utilisasi lahan di KEK Kendal sudah hampir menyentuh angka 100%. Oleh karena itu, pemerintah tengah menggodok rencana ekspansi lahan seluas 1.000 hektare tambahan.

Baca Juga Langkah Berani Prabowo Subianto: Peresmian 13 Proyek Hilirisasi Strategis Bernilai Rp 116 Triliun
Langkah Berani Prabowo Subianto: Peresmian 13 Proyek Hilirisasi Strategis Bernilai Rp 116 Triliun

“Kami berkomitmen untuk terus mendorong pemberian insentif bagi pelaku usaha yang berminat menanamkan modalnya di sini. Ekspansi ini mendesak dilakukan agar momentum pertumbuhan ekonomi tidak terhenti karena kendala ketersediaan lahan,” tambah Susiwijono yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK.

Dengan adanya rencana perluasan ini, diharapkan akan lebih banyak lagi perusahaan manufaktur kelas dunia yang mengikuti jejak PT Hoi Fu. Sektor kemasan kertas sendiri dipilih karena memiliki keterkaitan yang kuat dengan industri e-commerce dan ekspor yang saat ini tengah naik daun. Produk kemasan ramah lingkungan kini menjadi standar global, dan pabrik di Kendal ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional.

Kesimpulan: Sinergi untuk Masa Depan

Pembangunan pabrik PT Hoi Fu Paper Packaging di Kendal adalah bukti nyata bahwa kolaborasi antara kebijakan pemerintah pusat yang pro-investasi, dukungan pemerintah daerah yang responsif, dan ketersediaan infrastruktur di KEK mampu menciptakan daya saing global. Bagi warga Kendal dan sekitarnya, ini adalah babak baru menuju kesejahteraan yang lebih merata melalui industrialisasi yang inklusif.

Di masa depan, RadarLokal akan terus memantau perkembangan proyek ini, memastikan bahwa janji penyerapan tenaga kerja lokal benar-benar terealisasi dan memberikan dampak positif bagi ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Sarah Amalia

Sarah Amalia

Analis ekonomi muda yang hobi membedah tren pasar dan strategi UMKM. Pengisi utama kolom Radar Finance.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *