Aspirasi Warga di Balik Mimbar: Kapolda Sumsel Ubah Masjid Ar-Rahman Jadi Ruang Dialog Terbuka
RadarLokal — Suasana khidmat usai salat Jumat di Masjid Ar-Rahman, Jalan Rimbo Mulyo, Kelurahan Talang Betutu, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, mendadak berubah menjadi hangat dan komunikatif. Bukan sekadar rutinitas ibadah, masjid ini menjadi saksi bisu sebuah pertemuan penting antara pemegang kebijakan keamanan tertinggi di Sumatera Selatan dengan rakyat jelata yang ingin suaranya didengar tanpa sekat birokrasi.
Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Sandi Nugroho, turun langsung memimpin program Jumat Curhat, sebuah inisiatif dialog terbuka yang dirancang untuk menyerap aspirasi, keluhan, hingga harapan masyarakat. Tidak sendiri, sang jenderal bintang dua ini didampingi oleh jajaran petinggi lainnya, mulai dari Wakapolda Sumsel, Irwasda, hingga pejabat utama Polda Sumsel dan unsur Forkopimcam Sukarami. Kehadiran para petinggi korps bhayangkara ini menegaskan bahwa setiap keluhan warga bukanlah angin lalu, melainkan prioritas yang harus segera dicarikan solusinya.
Mendengar Tanpa Sekat di Serambi Masjid
Program Polda Sumsel ini dikemas dengan gaya yang jauh dari kesan kaku atau formalitas keprotokolan. Duduk bersila bersama warga, Irjen Sandi Nugroho menciptakan ruang setara di mana masyarakat merasa nyaman untuk berbicara jujur. Narasi yang dibangun adalah tentang kedekatan emosional, di mana polisi hadir bukan sebagai sosok yang ditakuti, melainkan sebagai kawan bercerita yang siap membantu.
Forum ini merupakan manifestasi nyata dari visi Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan). Melalui pendekatan komunikasi dua arah ini, kepolisian berupaya menjadikan aspirasi masyarakat sebagai fondasi utama dalam menyusun strategi pelayanan publik. Di Kelurahan Talang Betutu, warga tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini untuk menuangkan isi hati mereka terkait berbagai persoalan hidup sehari-hari.
Aspirasi Masyarakat: Antara Bantuan Sosial dan Keberlanjutan
Salah satu warga yang menyampaikan suaranya adalah Muhammad Khadafi. Dengan nada penuh apresiasi, ia mengucapkan terima kasih atas berbagai bantuan sosial yang selama ini telah disalurkan oleh Polda Sumsel ke wilayahnya. Namun, Khadafi juga memberikan catatan penting agar program pemberdayaan masyarakat ini tidak bersifat sesaat atau ‘hit and run’. Ia berharap bantuan tersebut memiliki mekanisme berkelanjutan dan benar-benar tepat sasaran bagi warga yang paling membutuhkan.
Menanggapi hal tersebut, Irjen Sandi Nugroho memberikan jaminan bahwa setiap bantuan akan terus dievaluasi. Menurutnya, akurasi data adalah kunci agar bantuan sosial mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat. Ia juga memastikan bahwa koordinasi dengan jajaran di tingkat bawah akan diperketat guna memastikan tidak ada warga yang terlewatkan dalam program-program kemanusiaan mendatang.
Inovasi Ketahanan Pangan Melalui Budidaya Ikan
Dialog semakin menarik ketika Habibullah, seorang warga setempat, melontarkan ide segar mengenai ketahanan pangan berbasis komunitas. Ia mengusulkan agar kolam-kolam milik masyarakat yang selama ini kurang produktif dapat diberdayakan kembali sebagai sarana budidaya ikan. Habibullah melihat potensi ekonomi lokal yang besar jika kepolisian dan pemerintah daerah bersedia memberikan pendampingan teknis maupun dukungan sarana.
Tak hanya soal pangan, Habibullah juga menyinggung persoalan krusial lainnya: akses air bersih. Bagi warga Talang Betutu, musim kemarau seringkali menjadi momok yang menyulitkan karena terbatasnya pasokan air. Menanggapi dua poin ini, Kapolda Sumsel menyambut baik ide kolam ikan tersebut. Beliau menilai gagasan ini sangat strategis untuk memperkuat ekonomi keluarga. “Kami sangat terbuka terhadap gagasan produktif masyarakat. Yang penting konsep pengelolaannya jelas agar manfaatnya dirasakan dalam jangka panjang,” tegas Sandi.
Infrastruktur Rusak dan Ancaman Keamanan Malam Hari
Persoalan infrastruktur turut menjadi sorotan dalam pertemuan tersebut. Adiansyah, warga lainnya, melaporkan kondisi sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan cukup parah. Hal ini diperburuk dengan minimnya lampu penerangan jalan di beberapa titik permukiman. Kondisi jalan yang gelap dan berlubang bukan hanya menghambat mobilitas ekonomi warga, tetapi juga menciptakan celah bagi terjadinya tindakan kriminalitas di malam hari.
Kapolda menyadari sepenuhnya bahwa keamanan lingkungan sangat bergantung pada kondisi infrastruktur yang memadai. Jalan yang terang dan mulus secara alami akan menekan angka potensi tindak kejahatan jalanan. Sandi berjanji akan meneruskan keluhan infrastruktur ini kepada pemerintah daerah dan instansi terkait, mengingat kewenangan perbaikan jalan berada di bawah ranah eksekutif daerah, namun Polri akan tetap mengawal aspirasi tersebut hingga ada tindak lanjut nyata.
Intelijen Sosial: Mendengar dari Akar Rumput
Irjen Sandi Nugroho menginstruksikan kepada seluruh jajaran Bhabinkamtibmas, Kapolsek, hingga Kapolres untuk tetap aktif berada di tengah masyarakat. Ia menyebut program Jumat Curhat sebagai bentuk “Intelijen Sosial Modern”. Dengan mendengar langsung dari warga di tingkat RT dan RW, kepolisian mendapatkan gambaran nyata mengenai dinamika lapangan yang tidak mungkin hanya didapat dari laporan di atas meja.
“Polri harus hadir dalam seluruh dimensi kehidupan masyarakat, tidak hanya saat ada masalah kriminalitas. Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran kami, mulai dari urusan air bersih hingga penerangan jalan. Ini adalah komitmen kami untuk menjadi pelindung yang nyata,” ujar Sandi dengan tegas. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun kepercayaan publik (public trust) yang lebih kuat terhadap korps seragam cokelat tersebut.
Sinergi Lintas Sektoral Demi Solusi Konkret
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Nandang Mu’min Wijaya, menambahkan bahwa kegiatan di Palembang ini akan menjadi agenda prioritas yang terus digulirkan. Baginya, momen ketika seorang Kapolda duduk bersama warga di dalam masjid tanpa sekat protokoler adalah bentuk pengabdian yang paling jujur. Hal ini menunjukkan bahwa Polri ingin meruntuhkan dinding pembatas antara aparat dan rakyat.
Sebagai langkah tindak lanjut, Polda Sumsel akan segera melakukan pemetaan terhadap seluruh aspirasi yang terkumpul dari kegiatan di Masjid Ar-Rahman ini. Hasil pemetaan tersebut akan dibawa ke meja koordinasi lintas sektor bersama Pemerintah Daerah, BUMD, dan instansi terkait lainnya. Harapannya, solusi yang dihasilkan bukan sekadar janji manis, melainkan aksi nyata yang dapat dirasakan langsung oleh warga Kelurahan Talang Betutu dan sekitarnya, demi mewujudkan Sumatera Selatan yang lebih aman, sejahtera, dan kondusif.