Kilau Emas Antam Kembali Memikat: Melonjak Rp 44 Ribu dalam Sepekan, Simak Analisis Lengkapnya!

Sarah Amalia | RADAR LOKAL
10 Mei 2026, 18:12 WIB
Kilau Emas Antam Kembali Memikat: Melonjak Rp 44 Ribu dalam Sepekan, Simak Analisis Lengkapnya!

RadarLokal — Pasar logam mulia di tanah air kembali menunjukkan dinamika yang menarik perhatian para investor. Setelah sempat mengalami tekanan yang cukup signifikan di awal pekan, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) berhasil bangkit dan menutup pekan ini dengan catatan positif. Fenomena ini mempertegas posisi emas sebagai instrumen penyelamat nilai di tengah fluktuasi ekonomi yang tidak menentu.

Berdasarkan pantauan tim redaksi kami, pergerakan harga emas antam selama periode sepekan terakhir menunjukkan grafik yang menyerupai huruf ‘V’. Sempat terjatuh ke titik rendah, aset aman (safe haven) ini justru melesat hingga membukukan kenaikan total sebesar Rp 44.000 per gram. Jika dipersentasekan, penguatan ini mencapai sekitar 1,57% dari posisi awal pekan.

Baca Juga Strategi Belanja Mewah Tanpa Kuras Tabungan: Rahasia Koleksi Brand Internasional dengan Diskon Melimpah
Strategi Belanja Mewah Tanpa Kuras Tabungan: Rahasia Koleksi Brand Internasional dengan Diskon Melimpah

Awal Pekan yang Penuh Drama: Dari Pelemahan Tipis hingga Anjlok Dalam

Mengawali perdagangan pada Senin, 4 Mei 2026, kondisi pasar sebenarnya sudah memberikan sinyal waspada. Harga emas dibuka di level Rp 2.795.000 per gram. Angka ini mencerminkan koreksi tipis sebesar Rp 1.000 dibandingkan penutupan akhir pekan sebelumnya yang bertengger di angka Rp 2.796.000 per gram. Meski tipis, penurunan ini menjadi pembuka dari gelombang tekanan yang lebih besar.

Puncaknya terjadi pada hari Selasa, 5 Mei 2026. Para pelaku pasar dikejutkan dengan merosotnya harga emas hingga Rp 35.000 dalam satu hari saja. Penurunan drastis ini membawa harga emas ke level Rp 2.760.000 per gram. Bagi banyak investor pemula, momen ini mungkin terasa mengkhawatirkan, namun bagi para kolektor berpengalaman, ini seringkali dianggap sebagai momen ‘serok bawah’ untuk menambah portofolio investasi emas mereka.

Baca Juga Kebangkitan Raksasa Energi: Iran Pulihkan Operasional Tiga Platform Gas South Pars Pasca Serangan Udara Israel
Kebangkitan Raksasa Energi: Iran Pulihkan Operasional Tiga Platform Gas South Pars Pasca Serangan Udara Israel

Kebangkitan Signifikan dan Rekor Baru Mingguan

Namun, emas tidak butuh waktu lama untuk membuktikan kekuatannya. Memasuki hari Rabu, 6 Mei 2026, angin segar berhembus kencang. Secara mengejutkan, harga emas melonjak drastis sebesar Rp 63.000, yang langsung melambungkan posisinya ke level Rp 2.823.000 per gram. Lonjakan satu hari ini bahkan lebih dari cukup untuk menutupi kerugian yang terjadi pada hari Selasa.

Tren positif ini terus berlanjut hingga Kamis, 7 Mei 2026, di mana harga kembali merangkak naik ke level Rp 2.840.000 per gram. Inilah titik tertinggi sepanjang pekan tersebut. Meski pada Jumat harganya mengalami koreksi sangat tipis sebesar Rp 1.000 menjadi Rp 2.839.000 per gram, posisi ini bertahan stabil hingga Minggu, 10 Mei 2026. Stagnansi di akhir pekan ini memberikan waktu bagi pasar untuk bernapas sebelum memulai babak baru di pekan mendatang.

Baca Juga Awas Kena Pidana! Kenali Sanksi Berat dan Risiko Maut Menerobos Perlintasan Sebidang Kereta Api
Awas Kena Pidana! Kenali Sanksi Berat dan Risiko Maut Menerobos Perlintasan Sebidang Kereta Api

Sisi Lain Keuntungan: Harga Buyback Ikut Meroket

Tidak hanya harga jual yang mengalami kenaikan, bagi Anda yang berniat melakukan aksi ambil untung atau profit taking, kabar gembira juga datang dari sektor buyback (harga beli kembali). Selama sepekan, harga buyback Antam mencatatkan kenaikan yang bahkan lebih impresif secara nominal, yakni naik sekitar Rp 59.000 per gram.

Jika kita melihat data historis singkat, pada periode sebelumnya di bulan April, harga buyback sempat berada di level Rp 2.585.000 per gram. Kini, per hari Minggu ini, Antam mematok harga beli kembali di level Rp 2.644.000 per gram. Kenaikan harga buyback yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan harga jual menunjukkan bahwa permintaan pasar terhadap logam mulia fisik masih sangat kuat, sehingga margin antara harga jual dan beli tetap kompetitif bagi pemilik emas.

Baca Juga Menepis Stigma Destruktif: Bos Vale Indonesia Suarakan Pentingnya Tambang bagi Masa Depan Peradaban
Menepis Stigma Destruktif: Bos Vale Indonesia Suarakan Pentingnya Tambang bagi Masa Depan Peradaban

Pahami Aturan Pajak dalam Transaksi Emas

Penting bagi setiap investor untuk memahami bahwa setiap keuntungan yang diperoleh tentu bersinggungan dengan regulasi perpajakan yang berlaku di Indonesia. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024, terdapat ketentuan khusus mengenai transaksi emas batangan.

Setiap transaksi buyback yang dilakukan dengan nilai total di atas Rp 10.000.000 akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5%. Pajak ini bersifat final dan akan langsung dipotong dari total nilai transaksi yang Anda terima. Oleh karena itu, saat Anda berencana menjual kembali emas dalam jumlah besar, pastikan untuk menghitung komponen pajak ini agar estimasi dana bersih yang diterima tetap akurat sesuai rencana keuangan Anda.

Baca Juga Gebrakan Transmart Full Day Sale 2026: Rak Besi Serbaguna Turun Harga Drastis Jadi Rp 800 Ribuan!
Gebrakan Transmart Full Day Sale 2026: Rak Besi Serbaguna Turun Harga Drastis Jadi Rp 800 Ribuan!

Rincian Pergerakan Harga Emas Antam (4 – 10 Mei 2026)

Untuk memudahkan Anda memantau pergerakan harga emas secara mendetail, berikut adalah rangkuman harian selama sepekan terakhir:

  • Senin, 4 Mei 2026: Rp 2.795.000 per gram (Turun Rp 1.000)
  • Selasa, 5 Mei 2026: Rp 2.760.000 per gram (Turun Rp 35.000)
  • Rabu, 6 Mei 2026: Rp 2.823.000 per gram (Naik Rp 63.000)
  • Kamis, 7 Mei 2026: Rp 2.840.000 per gram (Naik Rp 17.000)
  • Jumat, 8 Mei 2026: Rp 2.839.000 per gram (Turun Rp 1.000)
  • Sabtu, 9 Mei 2026: Rp 2.839.000 per gram (Stagnan)
  • Minggu, 10 Mei 2026: Rp 2.839.000 per gram (Stagnan)

Analisis Naratif: Mengapa Emas Tetap Menjadi Primadona?

Kenaikan kumulatif sebesar Rp 44.000 dalam sepekan bukanlah angka yang kecil. Fenomena ini menunjukkan bahwa emas masih menjadi instrumen lindung nilai yang sangat dipercaya. Di tengah situasi global yang seringkali penuh ketidakpastian, banyak orang beralih dari aset berisiko tinggi menuju emas untuk menjaga daya beli uang mereka.

Karakteristik emas yang tahan terhadap inflasi menjadikannya pilihan utama dalam perencanaan keuangan jangka panjang, seperti dana pendidikan anak atau persiapan masa pensiun. Meskipun secara harian harga bisa bergejolak, secara jangka panjang, kurva harga emas cenderung menunjukkan tren kenaikan yang konsisten. Keberhasilan emas bangkit dari penurunan Rp 35.000 menjadi lonjakan Rp 63.000 di pekan ini adalah bukti nyata dari resiliensi aset ini di pasar finansial.

Kesimpulan dan Tips bagi Investor

Bagi Anda yang baru ingin memulai investasi aman, fluktuasi yang terjadi pekan ini memberikan pelajaran berharga: jangan panik saat harga turun. Penurunan harga justru seringkali menjadi kesempatan emas untuk membeli di harga yang lebih murah. Namun, tetap lakukan diversifikasi aset dan jangan menaruh seluruh dana Anda pada satu instrumen saja.

Dengan harga yang kini berada di level Rp 2,8 jutaan, emas Antam membuktikan bahwa nilainya tetap terjaga dan bahkan terus berkembang. Pastikan Anda selalu memantau perkembangan harga melalui sumber yang terpercaya dan melakukan transaksi di gerai resmi untuk menjamin keaslian serta mendapatkan harga terbaik sesuai standar pasar.

Tetap pantau pembaruan terkini seputar dunia ekonomi dan peluang investasi hanya di RadarLokal, mitra informasi Anda dalam memahami dinamika pasar yang terus berubah.

Sarah Amalia

Sarah Amalia

Analis ekonomi muda yang hobi membedah tren pasar dan strategi UMKM. Pengisi utama kolom Radar Finance.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *