Lumpuhkan Ancaman di Jalur Trans Papua, Anggota KKB Nopison Tebai Tewas dalam Kontak Tembak Sengit di Dogiyai

Dimas Pratama | RADAR LOKAL
11 Mei 2026, 04:14 WIB
Lumpuhkan Ancaman di Jalur Trans Papua, Anggota KKB Nopison Tebai Tewas dalam Kontak Tembak Sengit di Dogiyai

RadarLokal — Ketegangan kembali menyelimuti wilayah pegunungan Papua Tengah setelah pecah kontak senjata antara aparat keamanan dan kelompok separatis. Dalam insiden yang terjadi di Kabupaten Dogiyai tersebut, seorang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) bernama Nopison Tebai dilaporkan tewas setelah mencoba melawan petugas dengan senjata api. Peristiwa ini menambah daftar panjang konfrontasi bersenjata di wilayah yang dikenal sebagai salah satu titik rawan gangguan keamanan di Bumi Cenderawasih.

Aksi anarkis yang dipicu oleh kelompok tersebut bermula dari gangguan terhadap ketertiban umum di jalur strategis Trans Papua. Jalur ini merupakan urat nadi logistik dan mobilitas warga yang menghubungkan beberapa kabupaten di pegunungan tengah. Namun, ketenangan hari itu terusik ketika kelompok bersenjata mulai melakukan aksi premanisme dan serangan membabi buta terhadap pengguna jalan yang melintas.

Baca Juga Siasat Licik Penjual Obat Keras di Jakarta Barat: Warung Sembako Jadi Tameng Peredaran Tramadol dan Hexymer
Siasat Licik Penjual Obat Keras di Jakarta Barat: Warung Sembako Jadi Tameng Peredaran Tramadol dan Hexymer

Kronologi Penyerangan di Jalur Utama Dogiyai-Paniai

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim redaksi di lapangan, peristiwa mencekam ini terjadi pada hari Minggu, 10 Mei 2026. Fokus kejadian berada di jalan utama yang menghubungkan Dogiyai dan Paniai. Kejadian diawali dengan laporan masyarakat yang merasa terancam akibat adanya aksi penghadangan oleh sekelompok orang bersenjata. Tidak hanya mengancam nyawa, kelompok ini juga dilaporkan telah melakukan pengrusakan terhadap kendaraan milik warga sipil.

Setidaknya tiga unit mobil dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat serangan tersebut. Salah satu dari kendaraan yang menjadi sasaran adalah mobil patroli milik pihak kepolisian yang sedang memantau situasi keamanan Papua di area tersebut. Aksi perusakan ini dilakukan dengan cara melempari kendaraan serta melepaskan tembakan yang membuat para pengemudi dan penumpang panik menyelamatkan diri.

Baca Juga Sikap Tegas PSI: Tak Beri Bantuan Hukum untuk Grace Natalie dalam Kontroversi Video Jusuf Kalla
Sikap Tegas PSI: Tak Beri Bantuan Hukum untuk Grace Natalie dalam Kontroversi Video Jusuf Kalla

Merespons situasi darurat tersebut, aparat gabungan yang terdiri dari personel TNI dan Polri segera dikerahkan ke lokasi kejadian. Langkah cepat ini diambil untuk mencegah jatuhnya korban jiwa dari pihak warga sipil yang terjebak di area konflik. Personel bersenjata lengkap bergerak dengan taktik penyisiran guna mengidentifikasi keberadaan para pelaku yang bersembunyi di balik rimbunnya hutan di pinggiran jalan Trans Papua.

Kontak Tembak dan Tindakan Tegas Terukur

Kapolda Papua Tengah, Brigjen Jermias Rontini, dalam keterangan resminya menjelaskan bahwa ketika personel tiba di lokasi, mereka tidak disambut dengan sikap kooperatif. Sebaliknya, kelompok bersenjata tersebut langsung melepaskan rentetan tembakan ke arah petugas. Hal ini memicu baku tembak yang berlangsung cukup sengit di tengah medan yang sulit.

Baca Juga Tuntutan 18 Tahun Penjara, Nadiem Makarim: Saya Tidak Pernah Menyesal Mengabdi untuk Bangsa
Tuntutan 18 Tahun Penjara, Nadiem Makarim: Saya Tidak Pernah Menyesal Mengabdi untuk Bangsa

“Menindaklanjuti laporan warga, personel gabungan bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan penyisiran. Namun, setibanya di titik koordinat yang dilaporkan, aparat justru mendapat perlawanan sengit. Terjadi kontak tembak yang tidak terelakkan karena kelompok tersebut terus menembaki kendaraan petugas,” ungkap Brigjen Jermias Rontini saat menjelaskan kronologi kejadian.

Dalam upaya membela diri dan melindungi masyarakat, petugas melakukan tindakan tegas dan terukur. Di tengah desingan peluru, satu orang anggota kelompok penyerang berhasil dilumpuhkan. Belakangan, sosok yang tewas tersebut diidentifikasi sebagai Nopison Tebai, yang diduga kuat merupakan salah satu motor penggerak aksi gangguan keamanan di wilayah Dogiyai belakangan ini.

Penyisiran dan Temuan Barang Bukti di Lokasi

Setelah situasi berhasil dikendalikan dan kelompok lainnya melarikan diri ke dalam hutan, aparat keamanan melakukan pembersihan area (clearing) dan penyisiran di sekitar lokasi baku tembak. Hasil dari penyisiran tersebut cukup mengejutkan dan mengonfirmasi bahwa kelompok ini memang telah mempersiapkan aksi serangan dengan matang.

Baca Juga Drama Penangkapan Spesialis Rumah Kosong di Tanara: Berakhir Babak Belur Setelah Terjebak Saat Korban Pergi Kondangan
Drama Penangkapan Spesialis Rumah Kosong di Tanara: Berakhir Babak Belur Setelah Terjebak Saat Korban Pergi Kondangan

Aparat menemukan sejumlah barang bukti yang membahayakan, di antaranya:

  • Satu pucuk senjata api rakitan kaliber 5,56 mm yang masih berfungsi dengan baik.
  • Beberapa butir amunisi aktif kaliber 5,56 mm yang siap digunakan.
  • Berbagai jenis senjata tajam (sajam) dan sejumlah anak panah tradisional.
  • Dokumen-dokumen internal KKB yang berisi catatan penting terkait aktivitas kelompok mereka di wilayah Papua Tengah.

Temuan senjata api kaliber 5,56 mm menjadi sorotan utama karena kaliber tersebut merupakan standar militer yang mampu memberikan dampak fatal. Hal ini menunjukkan bahwa ancaman dari kelompok kriminal bersenjata di wilayah ini tidak bisa dipandang sebelah mata dan memerlukan penanganan yang sangat serius dari pemerintah pusat maupun daerah.

Baca Juga Safari Politik Jokowi Menuju 38 Provinsi: PSI Kritik Keras Pihak yang Terus Menebar Nyinyiran
Safari Politik Jokowi Menuju 38 Provinsi: PSI Kritik Keras Pihak yang Terus Menebar Nyinyiran

Dampak Psikologis bagi Warga dan Pengguna Jalan

Aksi kekerasan di jalan Trans Papua ini tentu saja meninggalkan trauma mendalam bagi warga lokal maupun para sopir lintas kabupaten. Jalur yang seharusnya menjadi simbol kemajuan pembangunan di Papua kini sering kali berubah menjadi jalur maut akibat ulah kelompok yang tidak bertanggung jawab. Kehadiran Nopison Tebai dan kelompoknya telah lama menjadi kekhawatiran bagi mereka yang menggantungkan hidup pada kelancaran transportasi darat.

Seorang warga yang sempat melintas sebelum kejadian menyebutkan bahwa suasana di lokasi memang terasa mencekam sejak pagi hari. Banyak kendaraan yang memilih untuk memutar balik atau menunggu di pemukiman terdekat karena mendengar adanya kabar penghadangan. Ketakutan ini bukan tanpa alasan, mengingat rekam jejak KKB yang sering kali melakukan aksi kekerasan tanpa pandang bulu.

Komitmen Aparat Jamin Stabilitas Keamanan

Pasca tewasnya Nopison Tebai, aparat gabungan kini memperketat penjagaan di sepanjang jalur Trans Papua, khususnya di titik-titik yang dianggap rawan penyergapan. Langkah preventif terus dilakukan melalui patroli rutin dan penguatan intelijen untuk memetakan pergerakan sisa-sisa anggota kelompok yang melarikan diri.

Brigjen Jermias Rontini menegaskan bahwa negara tidak akan kalah oleh aksi-aksi terorisme yang dilakukan oleh kelompok bersenjata. Beliau menghimbau masyarakat agar tetap tenang namun selalu waspada. Pihak kepolisian juga meminta dukungan penuh dari tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat untuk bersama-sama menjaga stabilitas daerah agar pembangunan di Papua Tengah tidak terhambat oleh gangguan keamanan.

“Kami akan terus mengejar anggota kelompok lainnya yang terlibat dalam penyerangan ini. Fokus kami adalah menjamin bahwa jalur Trans Papua aman bagi seluruh warga. Tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan bersenjata di wilayah hukum kami,” tegasnya dengan nada penuh komitmen.

Kejadian ini menjadi pengingat pahit bahwa tantangan keamanan di Papua Tengah masih sangat dinamis. Namun, keberhasilan aparat dalam melumpuhkan salah satu pelaku serangan diharapkan dapat memberikan efek jera dan mengurangi intensitas gangguan keamanan di masa mendatang. Kini, jenazah Nopison Tebai telah dievakuasi, dan situasi di Dogiyai perlahan mulai kembali kondusif meskipun aparat tetap dalam status siaga satu untuk mengantisipasi aksi balasan.

Dimas Pratama

Dimas Pratama

Jurnalis lapangan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Fokus pada isu sosial dan kebijakan publik di Radar News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *