Manuver Besar Haji Isam: Borong Saham PACK Senilai Rp 936 Miliar demi Ekspansi Bisnis Nikel

Sarah Amalia | RADAR LOKAL
13 Mei 2026, 16:11 WIB
Manuver Besar Haji Isam: Borong Saham PACK Senilai Rp 936 Miliar demi Ekspansi Bisnis Nikel

RadarLokal — Jagat pasar modal Indonesia kembali dikejutkan oleh pergerakan strategis dari salah satu tokoh bisnis paling berpengaruh asal Kalimantan Selatan, Samsudin Andi Arsyad atau yang lebih dikenal dengan sapaan Haji Isam. Pengusaha yang kerap dijuluki ‘Crazy Rich Kalsel’ ini dilaporkan telah melakukan aksi korporasi besar dengan memborong miliaran lembar saham dari PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK). Langkah ini tidak hanya menegaskan dominasinya di sektor komoditas, tetapi juga menandakan optimisme tinggi terhadap masa depan industri nikel di tanah air.

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi fantastis ini secara resmi dieksekusi pada pertengahan Mei 2026. Haji Isam secara langsung mengambil alih kepemilikan saham dalam jumlah yang sangat masif, sebuah langkah yang jarang dilakukan oleh investor individu dalam skala sebesar ini tanpa melalui konsorsium atau perusahaan holding. Keputusan ini seolah memberikan sinyal kuat kepada pasar mengenai potensi laten yang dimiliki oleh emiten berkode PACK tersebut.

Baca Juga Ketegasan Menkeu Purbaya: Dua Pejabat Dicopot Akibat Sengkarut Restitusi Pajak yang Tak Terkendali
Ketegasan Menkeu Purbaya: Dua Pejabat Dicopot Akibat Sengkarut Restitusi Pajak yang Tak Terkendali

Rincian Transaksi: Investasi Hampir Satu Triliun Rupiah

Tidak tanggung-tanggung, total saham yang diakuisisi oleh Haji Isam mencapai angka 6.836.867.700 lembar. Transaksi ini dilakukan pada harga pelaksanaan sebesar Rp 137 per saham. Jika kita melakukan kalkulasi matematis secara mendalam, total dana segar yang dikucurkan oleh pemilik Jhonlin Group ini mencapai Rp 936,65 miliar, atau hampir menyentuh angka satu triliun rupiah. Angka ini tentu bukan jumlah yang kecil bagi sebuah investasi saham personal.

Melalui aksi beli yang agresif ini, Haji Isam kini secara resmi menggenggam hak suara sebesar 21,12% atas PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. Status kepemilikan ini bersifat langsung dengan tujuan utama murni untuk investasi jangka panjang. Hal ini menunjukkan bahwa Haji Isam tidak sekadar melakukan spekulasi jangka pendek, melainkan melihat adanya nilai fundamental yang kuat dalam operasional bisnis PACK yang berfokus pada perdagangan nikel.

Baca Juga Babak Baru Merek AIWA di Indonesia: PT Winn Appliance Tegaskan Dominasi Sebagai Pemegang Lisensi Tunggal
Babak Baru Merek AIWA di Indonesia: PT Winn Appliance Tegaskan Dominasi Sebagai Pemegang Lisensi Tunggal

Reaksi Pasar: Saham PACK Langsung Melejit Hingga ARA

Kehadiran nama besar seperti Haji Isam di jajaran pemegang saham utama tentu saja menjadi sentimen positif yang sangat kuat bagi para pelaku pasar. Sesaat setelah informasi ini menyebar ke publik, pergerakan harga saham PACK di lantai bursa langsung menunjukkan tren euforia. Para investor ritel maupun institusi tampaknya berebut untuk ikut mencicipi ‘efek Haji Isam’ yang selama ini dikenal selalu membawa keberuntungan pada aset-aset yang disentuhnya.

Sepanjang sesi perdagangan, saham PACK terpantau bergerak menguat secara konsisten hingga akhirnya menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA). Harga saham melonjak sekitar 9,86% dan bertengger di level Rp 312 per lembar saham. Lonjakan ini jauh melampaui harga beli awal Haji Isam, yang berarti secara on paper, sang konglomerat sudah mencatatkan keuntungan yang sangat signifikan hanya dalam waktu singkat.

Baca Juga Masa Depan Manajer Kopdes Merah Putih: Transformasi Status Pegawai BUMN Menuju Profesionalisme Koperasi
Masa Depan Manajer Kopdes Merah Putih: Transformasi Status Pegawai BUMN Menuju Profesionalisme Koperasi

Volume perdagangan PACK juga mencatatkan angka yang luar biasa, yakni mencapai 645,12 miliar lembar dengan nilai transaksi total menembus Rp 196,78 miliar. Frekuensi perdagangan yang tercatat sebanyak 18.811 kali menunjukkan betapa likuid dan diminatinya saham ini setelah masuknya taipan asal Kalimantan tersebut ke dalam struktur permodalan perusahaan.

Mengapa Nikel? Strategi di Balik Pilihan Haji Isam

Keputusan Haji Isam untuk fokus pada emiten yang bergerak di sektor komoditas nikel bukanlah tanpa alasan. Sebagaimana diketahui, nikel merupakan salah satu komoditas primadona dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan ambisi pemerintah Indonesia untuk menjadi pusat ekosistem baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) dunia. Nikel adalah komponen kunci dalam pembuatan katoda baterai yang dibutuhkan oleh jutaan mobil listrik di masa depan.

Baca Juga Luka Bekasi Timur dan Asa yang Tersisa: KAI Pastikan Jaminan Pendidikan Bagi Anak Korban Kecelakaan Kereta
Luka Bekasi Timur dan Asa yang Tersisa: KAI Pastikan Jaminan Pendidikan Bagi Anak Korban Kecelakaan Kereta

PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk sendiri memposisikan diri sebagai pemain penting dalam rantai pasok nikel. Dengan masuknya dukungan finansial dan jaringan bisnis yang dimiliki Haji Isam, PACK diprediksi akan memiliki daya tawar yang lebih tinggi dalam peta persaingan industri pertambangan dan perdagangan mineral di Indonesia. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat ekspansi perusahaan, baik dalam hal peningkatan volume perdagangan maupun penjajakan ke sektor hilirisasi yang lebih menguntungkan.

Profil Haji Isam dan Gurita Bisnisnya

Nama Haji Isam memang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia, khususnya di sektor pertambangan batu bara dan perkebunan sawit. Melalui bendera Jhonlin Group, ia telah membangun kekaisaran bisnis yang mencakup transportasi udara, pelabuhan, hingga pengolahan minyak goreng. Keberaniannya dalam mengambil keputusan besar di pasar modal seringkali dianggap sebagai indikator arah tren ekonomi ke depan.

Baca Juga Langkah Strategis Prabowo Benahi Tata Kelola Makan Bergizi Gratis: Menkeu Purbaya Minta Publik Hentikan Polemik
Langkah Strategis Prabowo Benahi Tata Kelola Makan Bergizi Gratis: Menkeu Purbaya Minta Publik Hentikan Polemik

Langkah investasi di PACK ini juga dilihat sebagai bagian dari diversifikasi portofolio bisnisnya. Dengan mulai melirik sektor nikel, Haji Isam tampak ingin mengurangi ketergantungan pada batu bara dan mulai beralih ke komoditas ‘hijau’ yang lebih berkelanjutan secara ekonomi dan lingkungan. Ini selaras dengan tren global di mana para pemain besar di sektor energi fosil mulai mengalihkan modal mereka ke sektor mineral kritis yang menunjang transisi energi.

Dampak Bagi Pemegang Saham Publik

Bagi para investor publik, masuknya tokoh sekaliber Haji Isam ke dalam PACK memberikan rasa aman atau sense of security tersendiri. Kehadiran pemegang saham pengendali yang memiliki profil keuangan kuat biasanya diikuti dengan perbaikan tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance) dan akses yang lebih mudah terhadap pendanaan perbankan. Namun, para analis tetap mengingatkan agar investor tetap waspada terhadap volatilitas pasar yang mungkin terjadi setelah lonjakan harga yang begitu drastis.

Dinamika di pasar modal memang selalu menarik untuk diikuti, terutama ketika melibatkan aksi korporasi dari para tokoh ‘market mover’. Langkah Haji Isam ini kemungkinan besar akan memicu pergerakan serupa dari investor lain yang ingin mencari peluang di sektor nikel yang sedang naik daun.

Masa Depan PACK dalam Ekosistem Ekonomi Indonesia

Melihat perkembangan terbaru ini, PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk memiliki peluang emas untuk bertransformasi menjadi salah satu pemain utama di sektor perdagangan mineral nasional. Dengan suntikan dana dan dukungan strategis dari Haji Isam, perusahaan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas jangkauan pasarnya, baik di dalam negeri maupun ekspor ke pasar internasional seperti China dan Eropa yang permintaannya terhadap nikel terus meroket.

Kondisi ekonomi Indonesia yang terus didorong menuju hilirisasi industri memberikan angin segar bagi perusahaan seperti PACK. Pemerintah telah berkali-kali menekankan bahwa Indonesia tidak boleh lagi hanya mengekspor bahan mentah, melainkan harus memberikan nilai tambah pada setiap komoditas yang dihasilkan dari buminya. Dengan visi yang sejalan dengan program pemerintah, investasi Haji Isam di PACK bisa dikatakan sebagai langkah visioner yang menempatkan dirinya di garis depan revolusi industri mineral tanah air.

Sebagai kesimpulan, pembelian saham PACK oleh Haji Isam senilai Rp 936 miliar adalah bukti nyata bahwa sektor nikel masih menjadi primadona investasi di Indonesia. Aksi korporasi ini tidak hanya mengubah struktur kepemilikan perusahaan, tetapi juga memberikan energi baru bagi pasar modal Indonesia untuk terus bertumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global. Mari kita tunggu langkah strategis berikutnya dari sang konglomerat dalam mengawal pertumbuhan emiten nikel ini di masa yang akan datang.

Sarah Amalia

Sarah Amalia

Analis ekonomi muda yang hobi membedah tren pasar dan strategi UMKM. Pengisi utama kolom Radar Finance.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *