Harapan Olahraga Pupus: Warga Jakarta ‘Kecele’ Akibat Peniadaan Sementara CFD Rasuna Said

Dimas Pratama | RADAR LOKAL
17 Mei 2026, 10:15 WIB
Harapan Olahraga Pupus: Warga Jakarta 'Kecele' Akibat Peniadaan Sementara CFD Rasuna Said

RadarLokal — Suasana Minggu pagi di kawasan bisnis Kuningan biasanya identik dengan deru mesin kendaraan dan hiruk-pikuk aktivitas perkantoran. Namun, harapan banyak warga untuk menikmati heningnya aspal tanpa polusi melalui agenda Car Free Day (CFD) di Jalan HR Rasuna Said pada Minggu (17/5/2026) harus berujung pada rasa kecewa. Alih-alih mendapatkan lintasan lari yang lengang, warga justru disuguhi pemandangan lalu lintas yang tetap normal dan padat.

Antusiasme yang Berujung Kebingungan di Koridor Kuningan

Sejak pukul 06.00 WIB, sejumlah warga dengan atribut olahraga pagi lengkap mulai terlihat di sekitar Stasiun LRT Kuningan dan sepanjang trotoar Jalan HR Rasuna Said. Ada yang mengenakan sepatu lari bermerek, membawa sepeda, hingga menuntun hewan peliharaan. Namun, pemandangan berbeda terlihat di badan jalan utama; kendaraan bermotor masih bebas melintas dengan kecepatan tinggi, tanpa ada barikade oranye yang biasanya menandai dimulainya kawasan bebas kendaraan.

Baca Juga Penghormatan Terakhir Sang Jenderal Rumput: Jejak Pengabdian Ryamizard Ryacudu untuk Pertahanan Indonesia
Penghormatan Terakhir Sang Jenderal Rumput: Jejak Pengabdian Ryamizard Ryacudu untuk Pertahanan Indonesia

Berdasarkan pengamatan tim lapangan di lokasi, arus warga yang datang seolah tak terbendung meskipun pengumuman peniadaan telah disebarluaskan melalui kanal resmi pemerintah. Banyak dari mereka yang merupakan warga dari luar wilayah Jakarta Selatan, yang sengaja datang menggunakan moda transportasi publik seperti LRT Jabodebek untuk merasakan sensasi baru berolahraga di antara gedung-gedung pencakar langit Kuningan.

Kisah Kecewa dari Pengguna LRT: ‘Zonk’ di Minggu Pagi

Salah satu warga yang merasa paling “kecele” adalah Ina (45), seorang ibu rumah tangga asal Depok. Ia sengaja memboyong kedua anaknya jauh-jauh dari pinggiran Jakarta demi menjajal CFD Rasuna Said yang sempat viral pada pelaksanaan perdana pekan lalu. Ina mengaku tidak mendapatkan informasi terbaru mengenai pembatalan agenda tersebut.

Baca Juga Langkah Berani Menteri LH Jumhur Hidayat: Menjinakkan El Nino dan Ancaman Karhutla di Indonesia
Langkah Berani Menteri LH Jumhur Hidayat: Menjinakkan El Nino dan Ancaman Karhutla di Indonesia

“Nyampe sini tadi pas kita turun dari LRT, kok rasanya aneh, ya? Masih banyak suara klakson dan kendaraan. Saya pikir mungkin jamnya yang mundur, tapi ternyata setelah jalan sedikit ke arah Plaza Festival, jalannya tetap dibuka untuk umum. Rasanya ya ‘zonk’ juga, jauh-jauh dari Depok malah kecele,” ujar Ina dengan nada kecewa saat ditemui di dekat Stasiun LRT Rasuna Said.

Ina yang awalnya berniat mendampingi anaknya, Nawal (18), untuk latihan lari jarak menengah, akhirnya hanya bisa pasrah. Karena kondisi jalan yang tidak memungkinkan untuk berlari di jalur utama, mereka terpaksa menyusuri trotoar yang cukup sempit untuk menampung volume pejalan kaki yang membludak. “Ya sudahlah, kita Car Free Day sendiri saja di trotoar, ngarang-ngarang saja jalurnya. Habis ini paling langsung cari sarapan lalu pulang,” tambah Ina sembari menenangkan anaknya yang tampak lesu.

Baca Juga Tragedi Dini Hari di Pamulang: Si Jago Merah Lahap Dua Rumah, Enam Warga Alami Luka Bakar Serius
Tragedi Dini Hari di Pamulang: Si Jago Merah Lahap Dua Rumah, Enam Warga Alami Luka Bakar Serius

Nawal: ‘Saya Pikir CFD-nya Belum Mulai’

Kekecewaan serupa juga diungkapkan oleh Nawal. Remaja yang baru pertama kali ingin mencoba rute Rasuna Said ini sempat mengira dirinya datang terlalu pagi. “Iya, masih bunyi-bunyi suara motor dan mobil. Padahal saya pengin coba pertama kali di sini karena bosan kalau di Sudirman terus. Ternyata malah ditiadakan,” kata Nawal. Baginya, kehadiran CFD di koridor ini sangat dinantikan sebagai alternatif baru untuk menyalurkan hobi gaya hidup sehat di tengah kota.

Waluyo dan Kerinduan akan Suasana Baru di Jakarta

Tak hanya warga jauh, warga yang tinggal relatif dekat seperti Waluyo (60) pun tak luput dari kebingungan. Pria paruh baya asal Bendungan Hilir ini mengaku sengaja berjalan kaki melewati kawasan Satrio untuk mencapai Rasuna Said. Ia sangat antusias setelah membaca berita tentang pembukaan CFD di lokasi baru tersebut pada pekan sebelumnya.

Baca Juga Skandal Predator Seksual Berkedok Kiai di Pati: PKB Desak Mabes Polri Tindak Tegas Pelaku Tanpa Ampun
Skandal Predator Seksual Berkedok Kiai di Pati: PKB Desak Mabes Polri Tindak Tegas Pelaku Tanpa Ampun

“Saya jalan dari Benhil, lewat Satrio, lalu ke sini. Loh, kok mana CFD-nya? Saya sempat bingung, apa saya salah hari? Minggu kemarin saya malah tidak tahu kalau ada acara di sini, baru tahu pas baca berita setelahnya. Sekarang pas saya datang ke lokasi, malah tidak ada,” tutur Waluyo sembari menyeka keringat.

Meski kecewa, Waluyo tetap mencoba berpikiran positif. Ia menilai keberadaan CFD di Rasuna Said adalah sebuah terobosan bagus untuk memecah kepadatan di kawasan Bundaran HI dan Sudirman. “Harusnya tetap digelar secara rutin. Orang tahunya kan cuma di HI atau Sudirman yang sudah sangat padat. Kalau di sini ada, warga punya opsi lain dan suasananya juga lebih segar karena banyak pohon di sisi jalan,” harapnya sebelum memutuskan untuk berjalan kaki kembali menuju rumahnya.

Baca Juga Tragedi Maut di Pasir Jaya: Seorang Wanita di Bogor Tewas Tertimpa Tebing Longsor Saat Perjalanan ke Warung
Tragedi Maut di Pasir Jaya: Seorang Wanita di Bogor Tewas Tertimpa Tebing Longsor Saat Perjalanan ke Warung

Mengapa CFD Rasuna Said Ditiadakan? Evaluasi Menjadi Kunci

Pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) bukannya tanpa alasan mengambil kebijakan ini. Penonaktifan sementara agenda Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di koridor HR Rasuna Said dilakukan berdasarkan hasil evaluasi mendalam dari pelaksanaan perdana yang digelar pada 10 Mei lalu.

Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa ada beberapa catatan teknis yang harus segera dibenahi demi menjamin keselamatan masyarakat. Beberapa poin krusial tersebut antara lain:

  • Ketiadaan Titik Putar (U-Turn): Belum tersedianya fasilitas titik putar yang memadai di sisi timur dan barat koridor menyulitkan pengaturan arus lalu lintas kendaraan yang terdampak.
  • Keamanan Jalur Transjakarta: Belum terpasangnya pembatas permanen atau semi-permanen yang memisahkan area lari warga dengan lajur bus Transjakarta, sehingga sangat berisiko terjadi kecelakaan.
  • Masalah Parkir Liar: Masih ditemukan banyak oknum yang memanfaatkan celah untuk membuka parkir liar di bahu jalan, yang justru mengganggu ruang gerak para pesepeda dan pelari.
  • Infrastruktur Jalan: Adanya perbedaan level ketinggian aspal pasca-pembongkaran tiang monorel yang dianggap membahayakan kaki pelari atau roda sepeda.
  • Penumpukan Massa: Konsentrasi massa yang terpusat di kawasan Plaza Festival memicu kepadatan yang tidak teratur, sehingga warga seringkali meluber hingga ke jalur busway.

Upaya Perbaikan dan Jadwal Mendatang

Syafrin menegaskan bahwa pihaknya tidak bermaksud menghapus agenda ini secara permanen. Sebaliknya, masa vakum ini digunakan untuk melakukan perbaikan fasilitas pendukung. Pemprov DKI juga tengah menggodok payung hukum yang lebih kuat sebagai landasan pelaksanaan HBKB di koridor tersebut agar memiliki standar keamanan yang sama dengan kawasan Sudirman-Thamrin.

“Kami ingin memastikan bahwa ketika CFD Rasuna Said kembali dibuka, warga bisa berolahraga dengan aman, nyaman, dan tertib tanpa perlu khawatir akan adanya gesekan dengan kendaraan bermotor atau fasilitas jalan yang rusak,” jelas Syafrin dalam keterangan resminya kepada tim Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Bagi warga yang sudah tidak sabar, harap bersabar sedikit lagi. Pemprov DKI menjadwalkan CFD di Jalan HR Rasuna Said akan kembali menyapa publik pada Juni 2026 mendatang. Rencananya, acara ini akan rutin digelar setiap hari Minggu mulai pukul 05.30 hingga 09.00 WIB dengan pengaturan yang lebih matang dan fasilitas yang lebih lengkap.

Tips Bagi Warga Jakarta Menghadapi Peniadaan CFD

Selama masa penantian hingga bulan Juni nanti, bagi Anda yang ingin tetap menjaga kebugaran, ada baiknya melakukan pengecekan berkala melalui akun media sosial resmi pemerintah atau portal berita terpercaya agar tidak terulang kejadian “kecele” seperti ini. Jakarta masih memiliki banyak titik alternatif untuk berolahraga, mulai dari taman kota hingga jalur pedestrian yang sudah direvitalisasi dengan baik.

Mari kita dukung upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menciptakan ruang publik yang lebih ramah lingkungan dan aman bagi semua. CFD bukan sekadar tempat berolahraga, melainkan simbol gaya hidup urban yang berkelanjutan dan sehat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dimas Pratama

Dimas Pratama

Jurnalis lapangan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Fokus pada isu sosial dan kebijakan publik di Radar News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *