Banten Menuju PON XXIII 2032: Strategi Kemandirian Infrastruktur dan Ambisi Menjadi Kiblat Olahraga Nasional

Dimas Pratama | RADAR LOKAL
22 Mei 2026, 12:10 WIB
Banten Menuju PON XXIII 2032: Strategi Kemandirian Infrastruktur dan Ambisi Menjadi Kiblat Olahraga Nasional

RadarLokal — Langkah besar kini tengah dipersiapkan oleh Pemerintah Provinsi Banten dalam menyambut perhelatan olahraga terbesar di tanah air. Provinsi yang dikenal sebagai gerbang barat Pulau Jawa ini telah resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII Tahun 2032 mendampingi Provinsi Lampung. Namun, yang menarik perhatian publik bukanlah sekadar status tuan rumahnya, melainkan komitmen kuat Pemprov Banten untuk tidak menggantungkan seluruh pembangunan fasilitas pada kucuran dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Keputusan berani ini mencerminkan kemandirian fiskal dan keseriusan Banten dalam mematangkan persiapan sejak jauh-jauh hari. Melalui keterlibatan aktif Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Banten mulai merancang cetak biru pembangunan yang progresif. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa setiap pembangunan infrastruktur yang dibangun tidak hanya siap digunakan saat kompetisi berlangsung, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat lokal.

Baca Juga Waspada! Jakarta Terancam Cuaca Ekstrem 13-17 Mei, RadarLokal Bedah Langkah Antisipasinya
Waspada! Jakarta Terancam Cuaca Ekstrem 13-17 Mei, RadarLokal Bedah Langkah Antisipasinya

Kemandirian Anggaran: Strategi Mengoptimalkan APBD

Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten, Arlan Marzan, menegaskan bahwa meskipun koordinasi dengan pemerintah pusat terus berjalan, pihaknya telah bergerak lebih dulu menggunakan modal internal daerah. Hingga saat ini, nominal bantuan dari pusat memang masih dalam tahap pengkajian dan penyusunan proposal, namun hal tersebut tidak menjadi penghambat untuk memulai langkah awal.

“Kami tidak ingin hanya menunggu. Sejak tahun 2026, sejumlah fasilitas penunjang sudah mulai dikerjakan secara bertahap menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten,” ujar Arlan. Fokus utama saat ini adalah memperkuat fondasi dasar di sekitar kawasan inti olahraga agar saat bantuan pusat turun, struktur utamanya sudah berdiri kokoh.

Baca Juga Kapolda Metro Jaya Naik Kasta ke Bintang Tiga: Era Baru Pelayanan Publik di Jantung Metropolitan
Kapolda Metro Jaya Naik Kasta ke Bintang Tiga: Era Baru Pelayanan Publik di Jantung Metropolitan

Langkah ini dinilai strategis oleh banyak pengamat. Dengan memulai lebih awal, Banten memiliki ruang evaluasi yang lebih luas dibandingkan jika harus mengebut pembangunan di tahun-tahun terakhir menjelang pembukaan. Manajemen anggaran yang tertata ini diharapkan mampu menghindari potensi pembengkakan biaya yang sering terjadi pada proyek-proyek skala besar yang dilakukan secara terburu-buru.

Revitalisasi Banten International Stadium (BIS) sebagai Pusat Perhatian

Salah satu aset yang akan menjadi permata dalam pelaksanaan PON XXIII mendatang adalah Banten International Stadium (BIS) yang berlokasi di Kota Serang. Stadion megah ini akan mendapatkan sentuhan pembenahan total, terutama pada aspek kawasan pendukungnya. Penataan sport center dan penambahan venue-venue cabang olahraga baru menjadi prioritas utama Dinas PUPR.

Baca Juga Era Baru Penegakan Hukum Digital: Operasi Patuh 2026 Perkuat ETLE untuk Transparansi Maksimal
Era Baru Penegakan Hukum Digital: Operasi Patuh 2026 Perkuat ETLE untuk Transparansi Maksimal

Arlan menjelaskan bahwa penataan tidak hanya menyasar pada area lapangan utama, tetapi juga fasilitas publik di sekitarnya. “Salah satu yang krusial adalah perluasan fasilitas parkir dan aksesibilitas penonton. Kami ingin memastikan kenyamanan pengunjung tetap terjaga meskipun volume massa sangat tinggi,” tambahnya. Revitalisasi ini dirancang agar BIS mampu bertransformasi menjadi kawasan olahraga terpadu yang memenuhi standar internasional.

Selain stadion utama, pembangunan venue untuk cabang olahraga spesifik juga tengah dipetakan. Pemilihan lokasi akan dipertimbangkan berdasarkan kemudahan akses dan potensi pengembangan wilayah, sehingga dampak ekonomi daerah dapat dirasakan secara merata di berbagai kabupaten dan kota di Banten.

Timeline Ambisius: Target Selesai 2030 demi Kesempurnaan

Banten tampaknya belajar dari pengalaman penyelenggaraan event olahraga sebelumnya di daerah lain yang sering terkendala masalah teknis akibat pembangunan yang mepet. Oleh karena itu, target penyelesaian infrastruktur ditetapkan pada tahun 2030, atau dua tahun sebelum api PON resmi dinyalakan.

Baca Juga Diplomasi Mendesak Kyiv: Zelensky Surati Donald Trump Terkait Kritisnya Stok Amunisi Pertahanan Udara
Diplomasi Mendesak Kyiv: Zelensky Surati Donald Trump Terkait Kritisnya Stok Amunisi Pertahanan Udara

“Target kami adalah tahun 2030 semua fasilitas sudah berdiri seratus persen. Tahun 2031 akan kami dedikasikan sepenuhnya untuk proses evaluasi dan penyempurnaan. Kami ingin ada uji coba atau test event sebelum hari-H,” tegas Arlan. Rentang waktu satu tahun untuk evaluasi dianggap sangat vital untuk menemukan potensi kekurangan, mulai dari kualitas rumput, pencahayaan, hingga sistem sanitasi di wisma atlet.

Rencana kerja yang detail ini sudah mulai disosialisasikan ke berbagai tingkat instansi terkait. Sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan pihak swasta diharapkan mampu mempercepat realisasi target tersebut tanpa mengabaikan kualitas mutu bangunan.

Keputusan Bersejarah di Musornaslub KONI 2026

Penunjukan Banten dan Lampung sebagai tuan rumah bersama tidak terjadi begitu saja. Keputusan ini merupakan hasil dari proses panjang yang dikukuhkan dalam rapat pleno Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI tahun 2026 yang berlangsung di Jakarta. Dengan Surat Keputusan (SK) KONI Pusat Nomor: 05/Musornaslub/2026, Banten resmi memegang tongkat estafet penyelenggaraan PON XXIII.

Baca Juga Misi Bersejarah ke Beijing: Donald Trump dan Upaya Menata Ulang Geopolitik Global Bersama Xi Jinping
Misi Bersejarah ke Beijing: Donald Trump dan Upaya Menata Ulang Geopolitik Global Bersama Xi Jinping

Gubernur Banten, Andra Soni, dalam berbagai kesempatan menyampaikan rasa bangganya atas kepercayaan ini. Baginya, menjadi tuan rumah PON bukan sekadar tentang gengsi olahraga, melainkan sebuah misi untuk mengangkat martabat daerah di kancah nasional. Prestasi olahraga Banten diharapkan bisa melonjak tajam seiring dengan ketersediaan fasilitas yang mumpuni di rumah sendiri.

“Ini adalah kehormatan sekaligus harapan besar bagi seluruh masyarakat Banten. Kami melihat ini sebagai peluang emas untuk memacu pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata dan investasi infrastruktur,” ungkap Andra Soni. Ia optimis bahwa euforia PON akan menyentuh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelaku UMKM hingga sektor industri besar.

Multiplier Effect: Dampak Luas Bagi Masyarakat Banten

Penyelenggaraan PON XXIII 2032 diprediksi akan membawa dampak ekonomi yang luar biasa bagi Banten. Ribuan atlet, ofisial, dan wisatawan olahraga akan membanjiri wilayah ini, yang secara otomatis akan menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, dan kuliner. Gubernur Andra Soni menekankan pentingnya sinergi antara akademisi dari perguruan tinggi dengan sektor industri untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten.

Sektor pariwisata Banten, mulai dari pesisir Anyer hingga wisata budaya di Baduy, juga berpotensi mendapatkan promosi gratis melalui kunjungan para tamu PON. Integrasi antara agenda olahraga dan paket wisata menjadi strategi yang sedang dimatangkan untuk memaksimalkan pendapatan daerah dari sektor non-pajak.

Di sisi lain, pengembangan atlet lokal menjadi perhatian serius. Dengan adanya fasilitas berstandar internasional, pembinaan atlet sejak usia dini dapat dilakukan dengan lebih intensif. Banten berambisi tidak hanya sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga sukses secara prestasi dengan menembus jajaran papan atas perolehan medali nasional.

Membangun Kolaborasi Lintas Sektor

Keberhasilan sebuah perhelatan sebesar PON tidak mungkin dicapai oleh pemerintah daerah sendirian. Andra Soni mengajak seluruh elemen, termasuk badan usaha milik daerah (BUMD) dan perusahaan swasta di wilayah industri Cilegon dan Tangerang, untuk ikut berkontribusi. Skema kemitraan atau CSR bisa menjadi salah satu jalan untuk mempercepat pembangunan fasilitas publik pendukung.

“Kami membuka pintu seluas-luasnya untuk kolaborasi. Baik itu dalam bentuk dukungan pendanaan, penyediaan fasilitas, hingga promosi bersama. Semangat kita adalah gotong royong untuk membawa nama baik Banten ke puncak tertinggi,” pungkasnya. Dengan perencanaan yang matang, komitmen anggaran yang mandiri, dan dukungan penuh dari masyarakat, Banten kini tengah berlari menuju sukses PON XXIII 2032.

Kini, publik tinggal menanti bagaimana transformasi fisik dan mental para atlet Banten dalam menyambut pesta olahraga tersebut. Yang pasti, Banten telah membuktikan bahwa mereka siap melangkah lebih depan, mandiri, dan profesional dalam mengukir sejarah baru di dunia olahraga Indonesia.

Dimas Pratama

Dimas Pratama

Jurnalis lapangan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Fokus pada isu sosial dan kebijakan publik di Radar News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *