Noda Hitam di Tengah Euforia: Polisi Cianjur Amankan Oknum Bobotoh Pembawa Sajam dan Miras Saat Konvoi Juara

Dimas Pratama | RADAR LOKAL
24 Mei 2026, 00:17 WIB
Noda Hitam di Tengah Euforia: Polisi Cianjur Amankan Oknum Bobotoh Pembawa Sajam dan Miras Saat Konvoi Juara

RadarLokal — Kemenangan besar seringkali membawa euforia yang meluap-luap, namun sayangnya, perayaan yang seharusnya menjadi pesta rakyat terkadang justru ternoda oleh perilaku tidak terpuji. Atmosfer penuh kebanggaan menyelimuti Jawa Barat saat tim kebanggaan, Persib Bandung, berhasil merengkuh gelar juara kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Namun, di tengah sorak-sorai kemenangan tersebut, sebuah catatan kelam muncul dari wilayah Cianjur.

Pihak kepolisian terpaksa mengambil tindakan tegas dengan mengamankan sejumlah oknum Bobotoh yang kedapatan melakukan pelanggaran hukum berat saat merayakan konvoi kemenangan. Bukannya membawa bendera kebesaran tim, oknum-oknum ini justru tertangkap tangan membawa senjata tajam (sajam) dan berada di bawah pengaruh minuman keras. Insiden ini tentu sangat disayangkan, mengingat besarnya cinta Persib dari jutaan penggemar sejatinya yang ingin merayakan secara damai.

Baca Juga Menuju Munas dan Konbes NU 2026: PBNU Sampaikan Apresiasi Mendalam kepada Ponpes Al Falah Ploso Kediri
Menuju Munas dan Konbes NU 2026: PBNU Sampaikan Apresiasi Mendalam kepada Ponpes Al Falah Ploso Kediri

Kronologi Ketegangan di Depan Mapolres Cianjur

Kejadian bermula ketika gelombang massa yang melakukan konvoi mulai memadati jalan-jalan protokol di Kabupaten Cianjur pada Sabtu (23/5/2026). Titik panas terjadi saat rombongan besar tersebut melintasi Jalan KH Abdullah bin Nuh. Lokasi ini menjadi sangat krusial karena tepat berada di depan markas Kepolisian Resor (Mapolres) Cianjur.

Suara bising dari ribuan kendaraan yang menggunakan knalpot tidak standar atau “brong” memecah ketenangan kota. Petugas yang sudah bersiaga sejak awal tidak tinggal diam melihat banyaknya kendaraan yang tidak mematuhi aturan lalu lintas. Langkah antisipatif segera diambil dengan melakukan penyekatan dan pemeriksaan mendalam terhadap peserta konvoi yang dianggap mencurigakan.

Baca Juga Tragedi Digital Pendidikan: Menelaah Carut-Marut PCMB 2026 Jabar dan Teguran Keras Komisi X DPR
Tragedi Digital Pendidikan: Menelaah Carut-Marut PCMB 2026 Jabar dan Teguran Keras Komisi X DPR

Hasilnya sangat mengejutkan. Saat petugas melakukan pemeriksaan acak, ditemukan botol-botol minuman keras yang disembunyikan di dalam jok sepeda motor. Kondisi para pengendara yang sudah tidak stabil akibat alkohol menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pengguna jalan lainnya di tengah kerumunan konvoi juara tersebut.

Aksi Nekat Pengemudi Mobil yang Nyaris Menabrak Petugas

Ketegangan tidak hanya terjadi pada pengendara roda dua. Sebuah mobil dengan nomor polisi F 1298 WL menjadi pusat perhatian saat mencoba menerobos barisan petugas. Alih-alih berhenti saat diperintahkan, pengemudi mobil tersebut justru tancap gas dan hampir mencelakai anggota kepolisian yang sedang bertugas di lapangan.

Setelah berhasil dihentikan secara paksa, petugas menemukan pemandangan yang memprihatinkan. Di dalam mobil tersebut terdapat seorang sopir dan dua orang penumpang yang semuanya dalam kondisi mabuk berat. Bau alkohol menyengat tercium dari dalam kabin kendaraan tersebut.

Baca Juga Ketegangan di Selat Hormuz: Iran Beri Peringatan Keras atas Rencana Inggris dan Prancis Kirim Kapal Perang
Ketegangan di Selat Hormuz: Iran Beri Peringatan Keras atas Rencana Inggris dan Prancis Kirim Kapal Perang

Tak berhenti di situ, penggeledahan lebih lanjut membuahkan temuan yang lebih berbahaya. Petugas menemukan senjata tajam berupa pisau yang disembunyikan di dalam mobil. Hal ini memicu kecurigaan bahwa oknum tersebut memang memiliki niat lain di luar sekadar merayakan kemenangan sepak bola. Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi membenarkan adanya penangkapan tersebut.

Dugaan Penyalahgunaan Obat Terlarang

Selain masalah minuman keras dan senjata tajam, polisi juga menaruh kecurigaan besar terhadap kondisi fisik para oknum yang diamankan. Saat dimintai keterangan, beberapa dari mereka memberikan jawaban yang tidak masuk akal atau “ngelantur”. Hal ini mengindikasikan bahwa mereka mungkin tidak hanya terpengaruh alkohol, tetapi juga zat adiktif lainnya.

Baca Juga Terobosan Ekonomi: Fraksi Golkar Dorong Obligasi Daerah Sebagai ‘Napas Baru’ Pembangunan Nasional
Terobosan Ekonomi: Fraksi Golkar Dorong Obligasi Daerah Sebagai ‘Napas Baru’ Pembangunan Nasional

“Kami sedang melakukan tes urine kepada mereka yang diamankan. Ada dugaan kuat mereka juga mengonsumsi obat-obatan terlarang karena saat diinterogasi, bicaranya sudah tidak sinkron dan melantur,” ujar AKBP Alexander Yurikho Hadi saat memberikan keterangan resmi kepada awak media di lokasi.

Langkah pemeriksaan medis ini menjadi sangat penting untuk menentukan pasal mana yang akan dikenakan kepada para pelaku. Polres Cianjur berkomitmen untuk tidak mentoleransi segala bentuk penyalahgunaan narkoba dan miras yang dapat memicu tindakan kriminalitas di ruang publik.

Pembersihan Knalpot Brong dan Penertiban Ratusan Motor

Dalam operasi penertiban konvoi kali ini, pihak kepolisian tidak hanya fokus pada pelanggaran pidana berat, tetapi juga ketertiban umum. Tercatat lebih dari 100 unit sepeda motor diamankan ke Mapolres Cianjur. Mayoritas kendaraan tersebut disita karena menggunakan knalpot bising yang sangat mengganggu kenyamanan warga sekitar.

Baca Juga Langkah Berani Menteri LH Jumhur Hidayat: Menjinakkan El Nino dan Ancaman Karhutla di Indonesia
Langkah Berani Menteri LH Jumhur Hidayat: Menjinakkan El Nino dan Ancaman Karhutla di Indonesia

Prosedur pengambilannya pun dibuat tegas. Kendaraan yang disita tidak bisa diambil begitu saja dengan membayar denda. Pemilik kendaraan diwajibkan membawa knalpot standar pabrikan dan menggantinya langsung di lokasi penyimpanan barang bukti di bawah pengawasan petugas lalu lintas.

“Ini adalah bentuk edukasi sekaligus efek jera. Kemenangan Persib adalah kegembiraan kita semua, tapi jangan sampai merampas hak orang lain untuk beristirahat dan mendapatkan ketenangan,” tambah Alexander. Penggunaan knalpot brong memang menjadi masalah klasik setiap kali ada kerumunan massa dalam jumlah besar.

Pesan Untuk Bobotoh: Rayakan dengan Martabat

Kapolres Alexander juga memberikan pesan mendalam bagi seluruh Bobotoh Cianjur. Ia menekankan bahwa keberhasilan Persib meraih gelar juara adalah sebuah prestasi besar yang harus dijaga kehormatannya. Tindakan oknum-oknum yang melanggar hukum justru hanya akan mencoreng nama baik kelompok suporter yang dikenal sangat loyal tersebut.

“Kami ingin memastikan perayaan gelar juara ini berjalan aman, tertib, dan berkesan positif. Jangan sampai gelar juara Persib, tim kebanggaan kita semua, dicederai oleh tindakan konyol segelintir oknum. Kita harus tunjukkan bahwa suporter Persib adalah suporter yang dewasa dan taat hukum,” tegasnya menutup pembicaraan.

Kini, para oknum yang diamankan harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di hadapan hukum. Penemuan senjata tajam dapat berimplikasi pada Undang-Undang Darurat dengan ancaman hukuman yang tidak main-main. Di sisi lain, ribuan Bobotoh lainnya diimbau untuk terus menjaga kondusivitas wilayah agar perayaan kemenangan ini tetap menjadi kenangan manis bagi seluruh warga Cianjur dan Jawa Barat pada umumnya.

Dimas Pratama

Dimas Pratama

Jurnalis lapangan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Fokus pada isu sosial dan kebijakan publik di Radar News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *