Skandal Penipuan WO Marwah di Jakarta Timur: 58 Calon Pengantin Gigit Jari, Kerugian Tembus Rp 2,6 Miliar

Dimas Pratama | RADAR LOKAL
31 Mei 2026, 06:12 WIB
Skandal Penipuan WO Marwah di Jakarta Timur: 58 Calon Pengantin Gigit Jari, Kerugian Tembus Rp 2,6 Miliar

RadarLokal — Mimpi indah menuju pelaminan seketika berubah menjadi mimpi buruk yang menyesakkan dada bagi puluhan pasangan di ibu kota. Sebuah skandal besar yang melibatkan jasa wedding organizer (WO) baru saja terbongkar di wilayah Jakarta Timur, menyisakan duka mendalam dan kerugian finansial yang sangat signifikan. Tak tanggung-tanggung, puluhan pasangan calon pengantin menjadi korban dari janji manis pengelola jasa pernikahan yang ternyata hanyalah fatamorgana.

Pihak kepolisian dari Polres Metro Jakarta Timur secara resmi merilis data mengejutkan terkait kasus dugaan penipuan calon pengantin ini. Berdasarkan hasil investigasi sementara, tercatat ada 58 pasangan yang telah menyetorkan uang tabungan mereka kepada sebuah vendor bernama WO Marwah. Namun, alih-alih mendapatkan dekorasi bunga yang cantik dan hidangan lezat di hari bahagia, mereka justru mendapati kenyataan pahit bahwa uang mereka telah raib dibawa kabur oleh sang pemilik.

Baca Juga Ketua KPK Setyo Budiyanto Ungkap Ironi Biaya Mahal Penjara Koruptor: Negara Harus Menanggung Makan dan Pakaian Mereka
Ketua KPK Setyo Budiyanto Ungkap Ironi Biaya Mahal Penjara Koruptor: Negara Harus Menanggung Makan dan Pakaian Mereka

Skala Kerugian yang Fantastis

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Alfian Nurrizal, mengungkapkan bahwa total kerugian yang dialami oleh para korban sangatlah besar. Dari pendataan yang dilakukan hingga akhir Mei 2026, akumulasi kerugian ditaksir mencapai angka Rp 2,6 miliar. Angka ini kemungkinan besar masih akan terus merangkak naik seiring dengan banyaknya korban baru yang mulai berani bersuara dan melapor ke pihak berwajib.

“Dari total 58 pasangan tersebut, polanya cukup menyedihkan. Ada dua pasangan yang sebenarnya sempat melaksanakan resepsi pernikahan, namun mereka harus menanggung malu karena fasilitas yang dijanjikan tidak pernah muncul di lokasi. Sementara itu, 56 pasangan lainnya benar-benar gagal total melaksanakan acara pernikahan karena seluruh biaya yang sudah disetor tidak berbekas,” ujar Kombes Alfian Nurrizal melalui keterangan resminya yang dikutip oleh tim redaksi kami.

Baca Juga Misi Damai Prabowo di KTT ASEAN: Menjahit Stabilitas Thailand-Kamboja dan Solusi Myanmar
Misi Damai Prabowo di KTT ASEAN: Menjahit Stabilitas Thailand-Kamboja dan Solusi Myanmar

Pihak kepolisian saat ini telah mengamankan 24 laporan resmi dengan rincian kerugian presisi sebesar Rp 2.658.885.000. Proses audit dan pemeriksaan saksi-saksi masih terus digencarkan untuk memetakan ke mana aliran dana raksasa tersebut dilarikan oleh para pelaku kasus penipuan Jakarta ini.

Duo Pelaku di Balik WO Marwah Berhasil Diamankan

Keberhasilan pihak Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur dalam mengendus keberadaan pelaku patut diapresiasi. Pelaku utama dari skandal ini ternyata adalah pasangan suami istri berinisial RM dan ER. Keduanya merupakan pemilik sekaligus otak di balik operasional WO Marwah yang berkantor di kawasan Jakarta Garden City (JGC).

Pasangan suami istri ini diduga kuat bekerja sama secara sistematis untuk menjaring para korban melalui promosi masif di media sosial. Gaya hidup mewah dan testimoni palsu diduga menjadi senjata utama mereka untuk meyakinkan para calon pengantin bahwa WO mereka adalah vendor yang profesional dan tepercaya. Kini, RM dan ER harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum dengan ancaman pasal penipuan dan penggelapan.

Baca Juga Dorong Inovasi dan Kesejahteraan, Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Siap Digelar: Inilah 4 Kategori Utamanya
Dorong Inovasi dan Kesejahteraan, Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Siap Digelar: Inilah 4 Kategori Utamanya

Kronologi Pilu: Dari Instagram Menuju Penyesalan

Salah satu cerita yang paling menyita perhatian datang dari pasangan Aldi (32) dan Feny (32), warga asal Bekasi yang harus kehilangan uang sebesar Rp 85,5 juta. Seperti kebanyakan milenial lainnya, pencarian vendor pernikahan mereka dimulai dari eksplorasi di jagat Instagram. Feny mengaku sangat tertarik dengan paket-paket yang ditawarkan oleh WO Marwah karena harganya yang kompetitif namun terlihat sangat mewah dalam portofolionya.

“Awalnya semua terlihat sangat meyakinkan. Kami melihat price list-nya masuk akal, fotonya bagus-bagus, dan komunikasinya lancar. Kami memutuskan untuk membayar uang muka (DP) terlebih dahulu agar tanggal pernikahan kami aman,” kenang Feny dengan nada getir. Kepercayaan mereka semakin diperkuat saat pihak WO mengundang mereka untuk melakukan sesi test food atau pengujian makanan.

Baca Juga Aksi Heroik Damkar Jakarta Timur: Evakuasi Pria Berbobot 150 Kg Demi Kesembuhan Medis
Aksi Heroik Damkar Jakarta Timur: Evakuasi Pria Berbobot 150 Kg Demi Kesembuhan Medis

Dalam acara test food tersebut, suasana dibuat seolah-olah WO Marwah adalah perusahaan besar. Feny melihat banyak staf yang sibuk bekerja, ada vendor dekorasi yang sedang memamerkan portofolio, makeup artist (MUA) yang mendemonstrasikan riasan, hingga pembawa acara (MC) yang menyapa tamu. “Kami benar-benar terbuai. Kami melihat contoh pelaminan dan mencicipi makanan prasmanan yang enak. Siapa yang menyangka itu semua hanyalah panggung sandiwara untuk menjerat korban lebih banyak lagi?” tambahnya.

Tanda-Tanda Kejanggalan di Detik Akhir

Ketidakberesan mulai tercium saat memasuki bulan April 2026, ketika Aldi dan Feny melunasi seluruh pembayaran. Kecurigaan semakin menguat ketika technical meeting (TM) yang seharusnya menjadi momen krusial untuk mematangkan konsep acara justru dilakukan secara terburu-buru melalui daring (online). Durasi rapat yang sangat singkat dan jawaban pihak WO yang mulai tidak konsisten membuat pasangan ini merasa ada yang tidak beres.

Baca Juga Prediksi Geopolitik: Dua Skenario Besar Jika Donald Trump Menolak Mentah-Mentah Proposal Damai Iran
Prediksi Geopolitik: Dua Skenario Besar Jika Donald Trump Menolak Mentah-Mentah Proposal Damai Iran

Puncaknya terjadi pada H-10 acara pernikahan. Feny mendapat telepon mengejutkan dari pengelola gedung Islamic Center Bekasi. Pihak gedung memberikan informasi yang membuat jantung mereka seolah berhenti berdetak: uang sewa gedung belum dilunasi oleh pihak WO Marwah. Padahal, Aldi dan Feny sudah menyetorkan seluruh biaya sewa gedung melalui WO tersebut jauh-jauh hari.

“Kami mencoba menghubungi RM dan ER berkali-kali, lewat telepon, WhatsApp, hingga pesan Instagram, tapi tidak ada respons sama sekali. Ponsel mereka tiba-tiba tidak aktif,” kata Aldi. Merasa ada yang tidak beres, mereka pun mendatangi kantor WO Marwah di JGC pada H-1 pernikahan. Namun, alangkah terkejutnya mereka saat mendapati kantor tersebut sudah dalam keadaan kosong melompong. Tak ada satu pun staf, apalagi pemilik yang bisa ditemui.

Modus Operandi yang Terorganisir

Berdasarkan analisis sementara, WO Marwah menggunakan strategi “gali lubang tutup lubang”. Dana dari calon pengantin baru digunakan untuk menutupi biaya operasional atau bahkan digunakan untuk kepentingan pribadi para pelaku. Modus ini jamak ditemui dalam investigasi kriminal terkait jasa pernikahan yang bermasalah.

Mereka memanfaatkan celah emosional para calon pengantin yang biasanya sedang dalam kondisi stres namun penuh harap dalam mempersiapkan hari besar. Dengan memberikan harga diskon jika melakukan pelunasan di awal, pelaku berhasil mengumpulkan modal besar dalam waktu singkat sebelum akhirnya menghilang tepat sebelum hari pelaksanaan acara.

Imbauan Polisi dan Langkah Antisipasi Ke Depan

Kapolres Metro Jakarta Timur mengimbau kepada masyarakat luas, khususnya bagi mereka yang merasa pernah menggunakan jasa WO Marwah atau merasa menjadi korban serupa, untuk segera melapor ke markas kepolisian terdekat. Data dari masyarakat sangat penting untuk memperkuat bukti-bukti di persidangan nantinya.

“Kami tidak akan berhenti di sini. Satreskrim akan terus mendalami kemungkinan adanya tersangka lain atau keterlibatan pihak vendor lain dalam jaringan ini. Kami ingin memastikan proses hukum berjalan transparan dan seadil-adilnya bagi para korban,” tegas Kombes Alfian.

Bagi Anda yang sedang merencanakan pernikahan, kasus ini menjadi pengingat keras agar lebih waspada dalam memilih vendor. Selalu lakukan pengecekan latar belakang secara mendalam, jangan hanya tergiur oleh harga murah di Instagram, dan jika memungkinkan, lakukan pembayaran secara bertahap atau gunakan sistem rekening bersama yang lebih aman. Jangan sampai momen sakral sekali seumur hidup hancur berkeping-keping karena ulah oknum tidak bertanggung jawab.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus ini atau mencari tips aman dalam memilih vendor, Anda dapat memantau berita terbaru melalui pencarian tips memilih wedding organizer agar terhindar dari kerugian di masa depan.

Dimas Pratama

Dimas Pratama

Jurnalis lapangan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Fokus pada isu sosial dan kebijakan publik di Radar News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *