Kisah Akhir ‘Bang Jago’ Dago: Usai Viral Palak Mobil Pelat B, Kini Tertunduk Lesu di Kantor Polisi

Dimas Pratama | RADAR LOKAL
31 Mei 2026, 20:21 WIB
Kisah Akhir 'Bang Jago' Dago: Usai Viral Palak Mobil Pelat B, Kini Tertunduk Lesu di Kantor Polisi

RadarLokal — Kota Bandung kembali dihebohkan dengan aksi tidak terpuji yang mencoreng citra pariwisata daerah. Sebuah rekaman video amatir yang memperlihatkan aksi arogan seorang pria di kawasan Dago Atas mendadak menjadi sorotan tajam di jagat maya. Pria yang belakangan dijuluki netizen sebagai ‘Bang Jago’ tersebut kedapatan melakukan tindakan intimidasi dan pemalakan terhadap seorang pengendara mobil asal Jakarta yang menggunakan nomor polisi pelat B. Namun, petualangan sang preman jalanan ini berakhir getir di balik jeruji besi setelah pihak kepolisian bergerak cepat merespons keresahan masyarakat.

Aksi Intimidasi di Balik Dinginnya Dago Atas

Peristiwa yang memicu gelombang kecaman ini terjadi pada Sabtu, 23 Mei 2026. Berlokasi di salah satu titik strategis kawasan Dago Atas, yang selama ini dikenal sebagai destinasi favorit pelancong, suasana berubah mencekam bagi seorang pengemudi mobil. Dalam video yang beredar luas, nampak seorang pria tanpa mengenakan baju, hanya berkalungkan syal, mendekati kendaraan korban dengan raut wajah penuh ancaman. Pria yang mengidentifikasi dirinya dengan nama ‘Demon’ tersebut langsung melancarkan aksi premanisme dengan menanyakan asal daerah sang pengemudi.

Baca Juga SMAN 1 Pontianak Tegaskan Sportivitas: Tolak Final Ulang LCC 4 Pilar MPR dan Dukung SMAN 1 Sambas ke Nasional
SMAN 1 Pontianak Tegaskan Sportivitas: Tolak Final Ulang LCC 4 Pilar MPR dan Dukung SMAN 1 Sambas ke Nasional

Begitu mengetahui korbannya adalah pendatang dari luar kota, Demon mulai melancarkan modus klasiknya. Ia meminta sejumlah uang dengan dalih sebagai ‘biaya keamanan’ agar perjalanan korban di wilayah tersebut tidak terganggu. Tak hanya sekadar meminta, nada bicara pelaku pun semakin meninggi, disertai dengan ancaman fisik terhadap aset milik korban. “Tambahin… tambahin… tambahin… mau hancur di depan? Udah koordinasi sama Demon,” ujar pelaku dalam rekaman tersebut dengan nada mengintimidasi.

Ketakutan nampak jelas menyelimuti korban saat pelaku terus mendesak agar diberikan uang tambahan. Pelaku bahkan tidak mematok nominal tertentu, asalkan nafsunya terpenuhi. “Terserah berapa aja mau Rp 50 ribu mau berapa terserah. Ya terserah aja,” cetus Demon sambil terus menempel di kaca jendela mobil, menciptakan situasi yang sangat tidak nyaman bagi siapa pun yang berada di posisi tersebut.

Baca Juga Skandal Miras di Tulungagung: Oknum Satpol PP Terancam Sanksi Berat Usai ‘Pesta’ Bareng Pencuri
Skandal Miras di Tulungagung: Oknum Satpol PP Terancam Sanksi Berat Usai ‘Pesta’ Bareng Pencuri

Polisi Bergerak Cepat Menangkap Sang Pelaku

Efek viral dari video tersebut ternyata menjadi bumerang mematikan bagi pelaku. Tak butuh waktu lama bagi jajaran kepolisian dari Polsek Coblong untuk mengendus keberadaan pria yang meresahkan tersebut. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan memetakan lokasi kejadian, petugas berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan berarti. Langkah cepat ini diambil guna memberikan rasa aman kembali kepada para wisatawan yang berkunjung ke kota bandung.

Kapolsek Coblong, Kompol Riki Erickson, mengonfirmasi keberhasilan jajarannya dalam membekuk Demon. Pelaku kini telah mendekam di ruang pemeriksaan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Berdasarkan dokumentasi yang diterima tim RadarLokal, kontras terlihat antara kegarangan pelaku saat melakukan pemalakan dengan kondisinya saat ini. Demon tampak tertunduk lesu di hadapan penyidik, menjauh dari citra ‘Bang Jago’ yang sebelumnya ia pamerkan di jalanan.

Baca Juga Strategi Besar Menuju Kemiskinan 0 Persen: Gus Ipul dan Stafsus Presiden Bedah Buku Saku Kesejahteraan 2026
Strategi Besar Menuju Kemiskinan 0 Persen: Gus Ipul dan Stafsus Presiden Bedah Buku Saku Kesejahteraan 2026

“Pelaku sudah kami amankan dan saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan intensif. Kami mendalami kronologi secara mendalam untuk memastikan motif dan keterlibatan pihak lain jika ada,” tegas Kompol Riki Erickson saat memberikan keterangan resmi mengenai kasus pemalakan yang sempat viral tersebut.

Euforia Juara yang Ternoda Minuman Keras

Hasil pemeriksaan awal mengungkap fakta yang cukup memprihatinkan. Aksi nekat Demon ternyata dilakukan di bawah pengaruh minuman keras alias miras. Ironisnya, tindakan kriminal ini terjadi di tengah suasana suka cita warga Jawa Barat dalam merayakan gelar juara Persib Bandung pada musim kompetisi 2025/2026. Di saat ribuan pendukung merayakannya dengan cara yang positif, oknum suporter seperti Demon justru memanfaatkan momentum tersebut untuk berbuat onar.

Baca Juga Trump Sebut Gencatan Senjata Iran di Ambang Kolaps: Akankah Operation Freedom Kembali Berlayar?
Trump Sebut Gencatan Senjata Iran di Ambang Kolaps: Akankah Operation Freedom Kembali Berlayar?

Menurut keterangan polisi, Demon dan beberapa rekannya sebelumnya sempat mengonsumsi minuman beralkohol bersama sebagai bagian dari perayaan kemenangan. Namun, karena kekurangan dana untuk menambah stok minuman, ia pun nekat melakukan aksi pemerasan di jalanan. “Motifnya karena pengaruh alkohol. Saat euforia tersebut mereka minum-minum, lalu saat kehabisan uang untuk membeli minuman lagi, mereka meminta paksa kepada pengguna jalan,” ungkap Kompol Riki.

Kejadian ini menjadi pengingat pahit bahwa euforia yang tidak terkendali dan konsumsi miras seringkali menjadi pemicu utama terjadinya tindak pidana di ruang publik. Pihak kepolisian pun sangat menyayangkan keterlibatan oknum suporter dalam kejadian ini, karena secara tidak langsung ikut mencoreng nama baik kelompok pendukung klub kebanggaan warga Bandung tersebut.

Baca Juga Manokwari Diguncang Gempa Magnitudo 4,5: Warga Rasakan Getaran Mirip Truk Melintas di Tengah Malam
Manokwari Diguncang Gempa Magnitudo 4,5: Warga Rasakan Getaran Mirip Truk Melintas di Tengah Malam

Pelajaran bagi Keamanan Pariwisata Bandung

Kasus ‘Bang Jago’ di Dago Atas ini menjadi perhatian serius banyak pihak, terutama terkait keamanan wisatawan. Bandung yang bergantung pada sektor jasa dan pariwisata sangat rentan terhadap isu-isu premanisme semacam ini. Satu kejadian yang viral bisa memberikan dampak negatif yang masif terhadap minat kunjungan wisatawan dari luar daerah, terutama dari Jakarta yang merupakan pasar utama.

Para pelaku usaha di kawasan Dago pun berharap agar patroli kepolisian lebih ditingkatkan, terutama pada saat akhir pekan atau momen-momen perayaan besar. Kehadiran petugas secara preventif dinilai jauh lebih efektif untuk mencegah niat jahat oknum-oknum yang ingin memanfaatkan situasi demi kepentingan pribadi.

Kini, masyarakat menanti sanksi hukum yang setimpal bagi Demon agar memberikan efek jera. Tidak ada tempat bagi premanisme di kota yang menjunjung tinggi nilai budaya dan kesopanan. Pihak kepolisian pun mengimbau kepada masyarakat dan wisatawan untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk intimidasi atau pemalakan yang dialami di jalanan agar dapat segera ditindaklanjuti secara hukum.

  • Polisi mengamankan pelaku setelah video pemalakan viral di media sosial.
  • Pelaku beraksi di kawasan Dago Atas dengan mengancam merusak mobil pelat B.
  • Miras menjadi faktor pendorong pelaku melakukan aksi nekatnya.
  • Polisi akan memperketat pengawasan di titik-titik rawan kriminalitas di Bandung.

Dengan tertangkapnya Demon, diharapkan kenyamanan di kawasan Dago Atas kembali pulih. Wisatawan pun diimbau untuk tetap waspada namun tidak perlu merasa takut berlebihan, karena aparat keamanan berkomitmen penuh untuk menjaga kondusivitas wilayah Bandung dari segala bentuk gangguan keamanan.

Dimas Pratama

Dimas Pratama

Jurnalis lapangan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Fokus pada isu sosial dan kebijakan publik di Radar News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *