Penghormatan Terakhir Sang Prajurit Sejati: Presiden Prabowo Subianto Dijadwalkan Hadiri Pemakaman Ryamizard Ryacudu

Dimas Pratama | RADAR LOKAL
31 Mei 2026, 22:18 WIB
Penghormatan Terakhir Sang Prajurit Sejati: Presiden Prabowo Subianto Dijadwalkan Hadiri Pemakaman Ryamizard Ryacudu

RadarLokal — Suasana duka menyelimuti jagat militer dan politik tanah air menyusul kabar berpulangnya salah satu putra terbaik bangsa, mantan Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu. Sebagai bentuk penghormatan tertinggi terhadap dedikasi almarhum bagi kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan hadir langsung dalam upacara pemakaman militer yang akan digelar di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.

Kehadiran Presiden Sebagai Bentuk Penghormatan Sahabat Seperjuangan

Kepastian mengenai rencana kehadiran orang nomor satu di Indonesia tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Dudung Abdurachman. Dalam keterangannya usai melayat ke rumah duka yang berlokasi di kawasan Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Dudung menyebutkan bahwa Presiden memiliki ikatan emosional dan profesional yang sangat kuat dengan almarhum.

Baca Juga Tragedi Kali Cikaret: Detik-Detik Masjid Nurul Hikmah Bogor Ambruk Tergerus Longsor Tebing 6 Meter
Tragedi Kali Cikaret: Detik-Detik Masjid Nurul Hikmah Bogor Ambruk Tergerus Longsor Tebing 6 Meter

“Informasi terkini yang kami terima, Insyaallah Bapak Presiden akan hadir memberikan penghormatan terakhir secara langsung. Beliau sangat menghargai jasa-jasa almarhum bagi negara ini,” ujar Dudung di hadapan awak media pada Minggu (31/5/2026). Kehadiran Prabowo bukan sekadar formalitas kenegaraan, melainkan simbol solidaritas antar-prajurit yang telah lama tumbuh sejak masa tugas mereka di militer.

Perlu diketahui bahwa Prabowo Subianto dan Ryamizard Ryacudu merupakan rekan satu angkatan di militer Indonesia. Hubungan yang terjalin selama puluhan tahun tersebut membuat kepergian Ryamizard menjadi kehilangan yang mendalam bagi sang Presiden. Keduanya tumbuh dalam didikan keras lembah Tidar dan bersama-sama menapaki tangga karier hingga mencapai posisi puncak di pemerintahan.

Baca Juga Nadiem Makarim Resmi Jadi Tahanan Rumah: Dari Jeruji Besi ke Pantauan Gelang Elektronik di Dharmawangsa
Nadiem Makarim Resmi Jadi Tahanan Rumah: Dari Jeruji Besi ke Pantauan Gelang Elektronik di Dharmawangsa

Ryamizard Ryacudu: Sosok Prajurit Tulen dan Bapak Reformasi TNI

Berbicara mengenai sosok Ryamizard Ryacudu tidak bisa dilepaskan dari citranya sebagai “Prajurit Sejati”. Sepanjang kariernya, ia dikenal sebagai sosok yang sangat memegang teguh disiplin dan profesionalisme. Salah satu warisan pemikiran terbesarnya yang hingga kini masih dirasakan dampaknya adalah kebijakan untuk mengembalikan TNI ke barak.

Dudung Abdurachman mengenang Ryamizard sebagai mentor yang tak pernah lelah menekankan pentingnya profesionalisme TNI. Menurutnya, almarhum adalah tokoh yang memastikan bahwa prajurit harus fokus pada tugas pokoknya sebagai garda terdepan pertahanan negara tanpa terseret arus politik praktis. “Beliau adalah prajurit pejuang. Beliau tidak kenal menyerah dalam membangun organisasi dan selalu menekankan agar setiap prajurit harus ahli di bidangnya masing-masing,” tutur Dudung dengan nada haru.

Baca Juga Membongkar Sisi Gelap Gemerlap Daan Mogot: Kasus Prostitusi Anak di Karaoke Jakarta Barat
Membongkar Sisi Gelap Gemerlap Daan Mogot: Kasus Prostitusi Anak di Karaoke Jakarta Barat

Karier cemerlang Ryamizard mencakup berbagai posisi strategis, mulai dari Pangdam Jaya, Pangkostrad, hingga menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Puncaknya, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Menteri Pertahanan pada periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo, sebuah posisi yang juga pernah dan kini diemban oleh Prabowo Subianto.

Kenangan Humanis di Medan Operasi Aceh

Selain ketegasannya, Ryamizard juga memiliki sisi humanis yang jarang diketahui publik secara luas. Dudung menceritakan pengalaman pribadinya saat bertugas di bawah komando Ryamizard ketika konflik di Aceh masih bergejolak. Saat itu, Dudung menjabat sebagai Komandan Batalyon, sementara Ryamizard memegang kendali kepemimpinan Angkatan Darat.

“Satu hal yang paling saya ingat dari arahan beliau adalah perspektifnya tentang kemanusiaan. Beliau menegaskan bahwa rakyat di Aceh bukanlah musuh kita. Pendekatan yang beliau instruksikan adalah pendekatan manusiawi. Beliau berpesan, jangan sampai ada keinginan untuk membunuh tanpa alasan yang benar-benar mendesak demi pertahanan diri,” kenang Dudung. Pesan ini menjadi prinsip dasar bagi banyak perwira dalam menjalankan tugas operasi di lapangan, yang lebih mengedepankan persatuan bangsa daripada sekadar kekuatan senjata.

Baca Juga Insiden Tabrakan Kereta di Bekasi: KA Purwojaya Lumpuh di Jatinegara, Penumpang Disodorkan Opsi Refund Tiket Penuh
Insiden Tabrakan Kereta di Bekasi: KA Purwojaya Lumpuh di Jatinegara, Penumpang Disodorkan Opsi Refund Tiket Penuh

Persiapan Pemakaman Militer di TMP Kalibata

Rencananya, prosesi pemakaman akan dilangsungkan dengan upacara militer penuh pada esok hari. Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata telah disiapkan sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi sang jenderal. Upacara militer ini merupakan tradisi sebagai bentuk apresiasi negara terhadap mereka yang telah mendarmabaktikan hidupnya untuk kedaulatan Indonesia.

Sejumlah pejabat tinggi negara, tokoh militer, serta kolega almarhum diprediksi akan memadati area TMP Kalibata guna memberikan penghormatan terakhir. Bagi banyak pihak, pemakaman ini bukan sekadar seremoni pelepasan jenazah, melainkan refleksi atas sejarah panjang pengabdian seorang patriot yang gigih menjaga keutuhan NKRI.

Kementerian Pertahanan juga telah menyatakan duka cita yang mendalam. Melalui pernyataan resminya, Kemhan menekankan bahwa dedikasi Ryamizard dalam memperkuat sistem pertahanan negara akan terus dikenang dan dijadikan teladan bagi generasi penerus di lingkungan militer.

Baca Juga Siasat Licin Pengedar Tangerang: Ganja dalam Pakan Ikan Berhasil Dibongkar Polda Metro Jaya
Siasat Licin Pengedar Tangerang: Ganja dalam Pakan Ikan Berhasil Dibongkar Polda Metro Jaya

Kedekatan Emosional Dudung dan Sang Jenderal

Dudung Abdurachman sendiri mengaku sangat kehilangan figur mentor sekaligus kakak. Ia mengungkapkan bahwa selama Ryamizard jatuh sakit, ia kerap meluangkan waktu untuk menjenguk, baik di kediaman pribadi maupun saat almarhum menjalani perawatan di rumah sakit. Hubungan dekat ini menunjukkan betapa Ryamizard dihormati tidak hanya karena pangkatnya, tetapi karena kepribadiannya yang hangat kepada juniornya.

“Saya merasa sangat kehilangan. Beliau adalah komandan yang luar biasa, namun juga bisa menjadi orang tua yang memberikan nasihat-nasihat bijak bagi kami yang lebih muda. Kedekatan ini yang membuat kepergian beliau terasa sangat menyesakkan dada,” tutup Dudung.

Meneruskan Estafet Perjuangan untuk Indonesia

Kepergian Ryamizard Ryacudu meninggalkan lubang besar dalam sejarah kepemimpinan militer Indonesia. Namun, nilai-nilai yang ia tanamkan tentang kedaulatan, profesionalisme, dan kemanusiaan diharapkan dapat terus dilanjutkan oleh para pemangku kebijakan saat ini, termasuk di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

Sebagai penutup, seluruh redaksi RadarLokal turut berduka cita atas kepergian Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi ujian ini. Selamat jalan, Sang Prajurit Sejati. Dedikasimu untuk negeri ini akan abadi dalam lembaran sejarah Indonesia.

Dimas Pratama

Dimas Pratama

Jurnalis lapangan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Fokus pada isu sosial dan kebijakan publik di Radar News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *