Komitmen Tanpa Kompromi: Propam Perketat Disiplin Internal Lewat Gaktiblin di Berbagai Wilayah

Dimas Pratama | RADAR LOKAL
04 Jun 2026, 12:10 WIB
Komitmen Tanpa Kompromi: Propam Perketat Disiplin Internal Lewat Gaktiblin di Berbagai Wilayah

RadarLokal — Komitmen institusi Polri dalam menjaga integritas dan profesionalisme bukan sekadar slogan belaka. Melalui serangkaian kegiatan Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktiblin), tim Propam di berbagai daerah secara serentak melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh personelnya. Langkah preventif ini diambil sebagai garda terdepan untuk meminimalisir potensi pelanggaran, sekaligus memastikan bahwa setiap insan Bhayangkara tetap berada di jalur kode etik yang benar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Langkah Tegas di Polres Kukar: Dari Administrasi Hingga Penampilan

Di wilayah Kutai Kartanegara, genderang pendisiplinan ditabuh dengan intensitas tinggi. Berdasarkan pantauan lapangan, kegiatan Gaktiblin di Polres Kukar menyasar berbagai aspek fundamental yang seringkali dianggap remeh namun krusial bagi citra kepolisian. Pemeriksaan ini mencakup kelengkapan administrasi pribadi, sikap tampang, hingga ketepatan penggunaan seragam dinas yang harus sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Baca Juga Tragedi Malam di Tanah Sareal: Seorang Pemulung Tewas Mengenaskan Tersambar KRL di Bogor
Tragedi Malam di Tanah Sareal: Seorang Pemulung Tewas Mengenaskan Tersambar KRL di Bogor

Kasi Propam Polres Kukar, AKP Slamet Rijadi, menegaskan bahwa tujuan utama dari operasi ini adalah memastikan profesionalisme tetap terjaga. Dalam pelaksanaannya di lapangan apel Mapolres Kukar, setiap personel wajib menunjukkan identitas diri mulai dari KTP, SIM, NPWP, Kartu Anggota Polri (KTA), hingga STNK kendaraan mereka. Tak berhenti di situ, aspek estetika kedinasan seperti potongan rambut, kerapian seragam, hingga kelengkapan atribut menjadi poin penilaian yang sangat ketat.

“Kami tidak segan memberikan sanksi bagi anggota yang kedapatan melanggar, mulai dari teguran lisan hingga tindakan administratif tertulis. Jika ditemukan pelanggaran yang masuk kategori berat, proses hukum internal akan langsung berjalan sesuai ketentuan,” tegas AKP Slamet. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat kedisiplinan anggota di tingkat akar rumput.

Baca Juga Pelarian Berakhir di Phuket: Jejak Kelam WNI Otak Sindikat ‘Hybrid Scam’ yang Diburu Amerika Serikat
Pelarian Berakhir di Phuket: Jejak Kelam WNI Otak Sindikat ‘Hybrid Scam’ yang Diburu Amerika Serikat

Vigilansi Digital di Bandara I Gusti Ngurah Rai: Perang Terhadap Judi Online

Bergeser ke Pulau Dewata, pengawasan internal mengambil bentuk yang lebih modern dan adaptif terhadap tantangan zaman. Sipropam Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai melakukan langkah radikal dengan melakukan pemeriksaan mendalam terhadap telepon genggam (HP) milik personel. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan; maraknya fenomena judi online (judol) dan penyalahgunaan ruang digital menjadi perhatian serius pimpinan Polri.

Dipimpin langsung oleh Ipda I Gede Susandi, pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan tidak ada personel yang terjerumus dalam aktivitas ilegal di dunia maya, penggunaan narkoba, maupun penyimpanan konten yang bertentangan dengan norma hukum. Integritas digital kini menjadi parameter baru dalam menilai profesionalisme seorang polisi. Ipda Gede Susandi mengingatkan bahwa jejak digital yang negatif tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga mencoreng institusi secara keseluruhan.

Baca Juga Misi Damai Prabowo di KTT ASEAN: Menjahit Stabilitas Thailand-Kamboja dan Solusi Myanmar
Misi Damai Prabowo di KTT ASEAN: Menjahit Stabilitas Thailand-Kamboja dan Solusi Myanmar

Sinergi Polda Kalbar dan Polresta Pontianak: Pemeriksaan Menyeluruh

Di Kalimantan Barat, pengawasan dilakukan dengan skala yang lebih besar melalui asistensi langsung dari Bidpropam Polda Kalbar terhadap Polresta Pontianak. Operasi yang dipimpin oleh AKBP Bibit Waluyo ini menunjukkan bahwa pengawasan tidak hanya bersifat internal di tingkat Polres, tetapi juga melibatkan pengawasan hierarki yang lebih tinggi guna menjamin objektivitas.

Seluruh personel, mulai dari Pejabat Utama (PJU) hingga Kapolsek jajaran, tak luput dari pemeriksaan. Fokus utama dalam giat ini adalah pemeriksaan urine untuk mendeteksi dini penyalahgunaan narkoba. Kombes Pol Endang Tri Purwanto selaku Kapolresta Pontianak menyatakan bahwa Gaktiblin adalah instrumen penting untuk menjaga standar kualitas pelayanan publik. Dengan personel yang bersih dan disiplin, kepercayaan masyarakat terhadap Polri dijamin akan terus meningkat.

Baca Juga Harapan Olahraga Pupus: Warga Jakarta ‘Kecele’ Akibat Peniadaan Sementara CFD Rasuna Said
Harapan Olahraga Pupus: Warga Jakarta ‘Kecele’ Akibat Peniadaan Sementara CFD Rasuna Said

Menjaga Citra Positif di Maros: Kedisiplinan adalah Harga Mati

Di Sulawesi Selatan, Polres Maros juga tidak ketinggalan dalam memperketat pengawasan. Sidak Gaktiblin yang digelar di Mapolres Maros menitikberatkan pada kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP). Kasi Propam Polres Maros, AKP Zulkarnain, menekankan bahwa tidak ada toleransi bagi pelanggaran yang dapat menurunkan martabat kepolisian di mata warga.

Pemeriksaan administrasi dan sikap tampang dilakukan secara menyeluruh. Hal ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan budaya kerja yang patuh hukum. “Disiplin harus menjadi nafas dalam setiap tugas. Kami ingin memastikan bahwa setiap anggota yang turun ke lapangan adalah representasi terbaik dari Polri,” ujar AKP Zulkarnain saat memberikan arahan kepada personelnya.

Baca Juga Mendagri Tito Karnavian Tegaskan Larangan Rekrutmen Honorer Baru: Benahi Benang Kusut Belanja Pegawai di Daerah
Mendagri Tito Karnavian Tegaskan Larangan Rekrutmen Honorer Baru: Benahi Benang Kusut Belanja Pegawai di Daerah

Operasi Senyap di Polresta Magelang: Menertibkan Gaya Hidup dan Atribut

Salah satu aksi Gaktiblin yang paling menyita perhatian terjadi di Polresta Magelang. Dilakukan secara mendadak, operasi ini menyasar gaya hidup dan atribut yang tidak sesuai dengan Perkab Nomor 2 Tahun 2016. Dipimpin oleh AKP Risyanto, razia ini dimulai sejak pagi buta di gerbang Mako Penjagaan.

Uniknya, Propam Polresta Magelang memberikan atensi khusus pada tren mode yang melanggar aturan, seperti penggunaan celana seragam model ketat atau ‘pensil’. Bagi Polisi Laki-laki (Polki), aturan rambut rapi tanpa jenggot menjadi kewajiban mutlak. Sementara itu, bagi Polisi Wanita (Polwan), batasan panjang kuku maksimal 2 milimeter dan larangan penggunaan riasan wajah (makeup) yang berlebihan menjadi poin utama untuk menjaga estetika institusi.

Selain masalah penampilan, Propam juga melakukan penertiban terhadap kendaraan anggota. Penggunaan strobo, rotator, hingga pelat nomor rahasia pada kendaraan pribadi yang bukan peruntukannya langsung ditindak di tempat. Pemeriksaan ponsel pun dilakukan untuk memutus rantai keterlibatan anggota dalam pinjaman online (pinjol) ilegal serta jaringan judi online. Langkah komprehensif ini dilengkapi dengan tes urine mendadak yang bekerja sama dengan tim kesehatan (Sidokes).

Kesimpulan: Menuju Polri yang Presisi dan Berintegritas

Rangkaian kegiatan Gaktiblin di berbagai daerah ini membuktikan bahwa Polri sangat serius dalam melakukan pembersihan internal. Pengawasan yang dilakukan tidak hanya menyentuh aspek fisik dan administratif, tetapi juga sudah merambah ke aspek gaya hidup dan aktivitas digital anggota. Hal ini sejalan dengan visi Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan).

Dengan adanya tindakan tegas terhadap setiap bentuk pelanggaran etik, diharapkan setiap personel Polri mampu menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Masyarakat pun diharapkan dapat melihat bahwa Polri adalah institusi yang terbuka terhadap koreksi dan berkomitmen penuh untuk terus berbenah demi memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik bagi bangsa dan negara.

Melalui langkah-langkah konkret seperti yang dilakukan oleh tim Propam ini, fondasi kepercayaan publik diharapkan semakin kokoh, sehingga kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga kamtibmas dapat berjalan dengan lebih harmonis.

Dimas Pratama

Dimas Pratama

Jurnalis lapangan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Fokus pada isu sosial dan kebijakan publik di Radar News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *