Transformasi Radikal Danantara: Memangkas Birokrasi BUMN demi Efisiensi Rp 50 Triliun Tanpa PHK

Sarah Amalia | RADAR LOKAL
13 Jun 2026, 22:11 WIB
Transformasi Radikal Danantara: Memangkas Birokrasi BUMN demi Efisiensi Rp 50 Triliun Tanpa PHK

RadarLokal — Wajah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kini tengah berada di ambang perubahan besar yang akan menentukan arah ekonomi Indonesia di masa depan. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, atau yang lebih dikenal sebagai Danantara, tengah bergerak cepat untuk merombak total struktur perusahaan plat merah yang selama ini dianggap terlalu gemuk dan birokratis. Langkah ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan sebuah misi transformasi untuk menciptakan entitas negara yang lebih lincah, profesional, dan mampu bersaing di panggung global.

Kebijakan perampingan ini sejatinya merupakan amanat strategis yang telah dicanangkan sejak awal pembentukan Danantara. Fokus utamanya adalah menyisir ribuan entitas di bawah naungan BUMN yang selama ini terfragmentasi ke dalam struktur yang sangat kompleks. Dengan menyatukan visi, Danantara berupaya mengonsolidasikan kekuatan ekonomi negara agar tidak lagi terbebani oleh beban operasional yang tidak perlu.

Baca Juga Obral Gila-Gilaan! Sarung Bantal Sofa Mewah Cuma Rp 20 Ribu di Transmart Full Day Sale
Obral Gila-Gilaan! Sarung Bantal Sofa Mewah Cuma Rp 20 Ribu di Transmart Full Day Sale

Menyisir Labirin 1.077 Entitas Menuju Struktur yang Ramping

Saat ini, ekosistem perusahaan negara Indonesia tercatat memiliki lebih dari 1.000 entitas, yang mencakup perusahaan induk (holding), anak perusahaan, hingga cucu dan cicit perusahaan. Struktur yang menyerupai labirin ini dinilai menjadi salah satu penghambat utama kecepatan pengambilan keputusan dan efisiensi anggaran. Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Hadityo Ganinduto, mengungkapkan bahwa penataan ulang ini adalah langkah mendesak untuk memastikan setiap aset negara memberikan nilai tambah yang nyata.

Berdasarkan paparan yang disampaikan kepada legislatif, Danantara menargetkan penyederhanaan yang drastis. Dari jumlah fantastis mencapai 1.077 entitas, rencananya akan dipangkas menjadi hanya sekitar 200 perusahaan saja. Angka ini dianggap sebagai titik ideal di mana kontrol manajemen dapat dilakukan secara lebih ketat dan integrasi antar-sektor dapat berjalan lebih harmonis. Penataan ini bertujuan untuk menghapus duplikasi fungsi yang selama ini sering terjadi di antara berbagai anak usaha BUMN.

Baca Juga Luka Bekasi Timur dan Asa yang Tersisa: KAI Pastikan Jaminan Pendidikan Bagi Anak Korban Kecelakaan Kereta
Luka Bekasi Timur dan Asa yang Tersisa: KAI Pastikan Jaminan Pendidikan Bagi Anak Korban Kecelakaan Kereta

Klik di sini untuk melihat lebih banyak informasi mengenai transformasi BUMN yang sedang berlangsung di Indonesia.

Kebocoran Efisiensi Rp 50 Triliun per Tahun

Salah satu alasan paling kuat di balik langkah berani ini adalah temuan mengenai potensi inefisiensi yang sangat besar. Struktur korporasi yang terlalu berlapis-lapis diperkirakan memicu pemborosan atau inefisiensi operasional hingga mencapai Rp 50 triliun setiap tahunnya. Nilai yang fantastis ini seharusnya dapat dialokasikan untuk investasi negara di sektor-sektor yang lebih produktif atau untuk memperkuat permodalan perusahaan inti.

“Kami di DPR memberikan dukungan penuh terhadap langkah Danantara ini. Tujuannya sangat gamblang, yaitu menciptakan efektivitas maksimal. Banyak anak dan cucu usaha yang saat ini eksistensinya sudah tidak relevan lagi dengan core bisnis perusahaan induknya. Perampingan ini adalah jalan keluar untuk memperkuat tata kelola dan memastikan tidak ada lagi ‘lemak’ yang membebani kinerja korporasi negara,” tegas Firnando dalam sebuah pernyataan resmi.

Baca Juga Gebrakan Washington di Timur Tengah: Penjualan Senjata Rp 149 Triliun dan Strategi Bypass Kongres
Gebrakan Washington di Timur Tengah: Penjualan Senjata Rp 149 Triliun dan Strategi Bypass Kongres

Komitmen Tanpa PHK: Menjaga Kesejahteraan Pekerja

Isu perampingan perusahaan seringkali identik dengan kekhawatiran akan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Namun, RadarLokal mencatat bahwa Danantara memberikan garansi yang kuat mengenai perlindungan tenaga kerja. Proses streamlining atau perampingan ini dipastikan tidak akan mengorbankan nasib para karyawan yang telah lama mengabdi di lingkungan BUMN.

Strategi yang diambil bukanlah dengan menutup paksa dan memulangkan pekerja, melainkan melalui konsolidasi, merger, dan penguatan sinergi bisnis. Dengan penyederhanaan struktur, pekerja justru akan diredistribusi ke pos-pos yang lebih strategis atau tetap berada dalam entitas baru hasil penggabungan yang lebih sehat secara finansial. Komitmen ini menjadi poin krusial yang membuat program Danantara mendapatkan dukungan luas, baik dari sisi politik maupun sosial.

Baca Juga Badai Rupiah di Tengah Kritik Pedas: Gubernur BI Perry Warjiyo Bertahan di Tengah Desakan Mundur DPR
Badai Rupiah di Tengah Kritik Pedas: Gubernur BI Perry Warjiyo Bertahan di Tengah Desakan Mundur DPR

Pelajari lebih lanjut tentang kebijakan perlindungan tenaga kerja dalam proses restrukturisasi korporasi.

Menciptakan Ekosistem BUMN yang Kompetitif di Level Dunia

Lebih dari sekadar penghematan, visi jangka panjang dari kebijakan ini adalah menjadikan BUMN sebagai pemain kunci di pasar internasional. Firnando menilai bahwa program perampingan ini akan mengelompokkan perusahaan berdasarkan sektor dan fungsinya secara lebih presisi. Tidak akan ada lagi tumpang tindih usaha di mana beberapa BUMN berebut pasar yang sama, yang justru merugikan kepentingan negara secara keseluruhan.

Dengan struktur yang hanya terdiri dari 200 perusahaan terintegrasi, setiap entitas diharapkan memiliki fokus bisnis yang tajam dan daya saing yang tangguh. Model pengelolaan ini mirip dengan apa yang diterapkan oleh lembaga investasi negara di negara-negara maju, di mana efisiensi dan profesionalisme menjadi panglima utama. Hal ini diharapkan dapat mendongkrak kontribusi BUMN terhadap dividen negara dan pertumbuhan ekonomi nasional secara signifikan.

Baca Juga Strategi Jitu bank bjb Perkuat Branding Digital, Borong Lima Penghargaan Bergengsi di Infobank-Isentia 2026
Strategi Jitu bank bjb Perkuat Branding Digital, Borong Lima Penghargaan Bergengsi di Infobank-Isentia 2026

Langkah Panjang Menuju Transformasi Berkelanjutan

Transformasi sebesar ini tentu tidak bisa diselesaikan dalam semalam. Ini adalah pekerjaan maraton yang membutuhkan konsistensi dan pengawasan ketat dari berbagai pihak, termasuk legislatif. Strategi yang dijalankan Danantara saat ini dinilai sudah berada di jalur yang tepat (on the track). Langkah-langkah konkret seperti likuidasi anak usaha yang tidak produktif dan penggabungan unit bisnis yang serupa sudah mulai memperlihatkan arah yang jelas.

Pada akhirnya, publik menantikan hasil nyata dari perampingan ini. BUMN yang lebih sehat, fokus, dan produktif bukan hanya impian di atas kertas, melainkan sebuah kebutuhan mendesak bagi Indonesia untuk melompat menjadi negara dengan kekuatan ekonomi yang diperhitungkan. Melalui tangan dingin Danantara, harapan agar perusahaan negara menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat luas kian terbuka lebar.

Ikuti perkembangan terbaru mengenai manajemen aset negara dan kebijakan ekonomi lainnya hanya di RadarLokal.

Sarah Amalia

Sarah Amalia

Analis ekonomi muda yang hobi membedah tren pasar dan strategi UMKM. Pengisi utama kolom Radar Finance.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *