Terobosan Baru: PS5 Berhasil Dikonversi Menjadi PC Linux, GTA V Hingga Spider-Man Kini Bisa Dimainkan!

Kevin Wijaya | RADAR LOKAL
03 Mei 2026, 14:23 WIB
Terobosan Baru: PS5 Berhasil Dikonversi Menjadi PC Linux, GTA V Hingga Spider-Man Kini Bisa Dimainkan!

RadarLokal — Batasan antara konsol permainan dan komputer pribadi (PC) kini semakin kabur. Dalam sebuah pencapaian teknis yang memukau komunitas teknologi global, seorang pengembang berbakat berhasil membuktikan bahwa PlayStation 5 (PS5), konsol flagship milik Sony, dapat dijinakkan untuk menjalankan sistem operasi Linux. Transformasi ini bukan sekadar eksperimen estetika, melainkan sebuah fungsionalitas nyata yang memungkinkan perangkat keras konsol tersebut menjalankan berbagai judul game PC populer dengan performa yang mengejutkan.

Lahirnya Era Baru Modifikasi Konsol

Dunia modifikasi konsol atau yang sering dikenal dengan istilah ‘scene hacking’ kembali digemparkan oleh karya terbaru Andy Nguyen. Setelah sebelumnya sempat memberikan bocoran tipis mengenai proyek ambisiusnya, Nguyen akhirnya merilis langkah-langkah teknis secara publik melalui platform GitHub. Melalui modifikasi ini, PS5 yang selama ini dikenal sebagai ekosistem tertutup, kini bisa dipaksa untuk ‘berpikir’ layaknya sebuah PC berbasis Ubuntu.

Baca Juga Adu Dimensi Galaxy Z Fold Wide vs Huawei Pura X Max: Siapa Jawara Tipis di Era Ponsel Lipat?
Adu Dimensi Galaxy Z Fold Wide vs Huawei Pura X Max: Siapa Jawara Tipis di Era Ponsel Lipat?

Keberhasilan ini menandai tonggak sejarah baru dalam eksploitasi perangkat keras generasi terkini. Dengan memanfaatkan arsitektur x86 yang serupa antara PS5 dan PC modern, Nguyen berhasil menjembatani celah yang selama ini dianggap mustahil oleh banyak pihak. Hasilnya? Sebuah mesin gaming yang jauh lebih fleksibel dari apa yang pernah dibayangkan oleh para insinyur di Sony saat merancang mesin ini di atas kertas.

Performa yang Melampaui Ekspektasi

Pertanyaan terbesar yang muncul tentu saja adalah mengenai performa. Apakah Linux di PS5 hanya sekadar bisa menyala, atau benar-benar bisa digunakan? Jawabannya sangat mengesankan. Dalam pengujian yang dilakukan, judul legendaris seperti Grand Theft Auto V (GTA V) dilaporkan mampu berjalan dengan sangat mulus. Berkat optimasi driver dan akses langsung ke perangkat keras, game open-world tersebut mampu menyentuh angka 60fps yang stabil, bahkan dengan fitur ray tracing yang telah ditingkatkan.

Baca Juga Mengenal FROST: Celah Keamanan Baru yang Mengintai Aktivitas Pengguna Melalui Kecepatan SSD
Mengenal FROST: Celah Keamanan Baru yang Mengintai Aktivitas Pengguna Melalui Kecepatan SSD

Tidak berhenti di situ, petualangan Peter Parker dalam game Spider-Man juga menunjukkan hasil yang memuaskan. Berjalan pada resolusi 1440p, game ini mampu mempertahankan performa 60fps tanpa kendala berarti. Hal ini membuktikan bahwa teknologi APU kustom berbasis AMD RDNA 2 di dalam PS5 memiliki potensi mentah yang luar biasa jika dilepaskan dari belenggu sistem operasi aslinya.

Mengenal ‘Soft Mod’: Keamanan vs Fleksibilitas

Penting untuk dicatat bahwa modifikasi yang diperkenalkan oleh Andy Nguyen ini bersifat soft mod. Artinya, seluruh perubahan dan instalasi sistem operasi Linux ini tidak bersifat permanen pada memori internal konsol. Jika pengguna mematikan konsol secara total atau melakukan restart, sistem akan kembali ke mode standar Sony. Ini adalah pendekatan yang relatif lebih aman dibandingkan modifikasi permanen yang berisiko merusak sistem selamanya.

Baca Juga Fakta Sebenarnya di Balik Viral Teror Pocong: Klarifikasi Rizky Yajibibowo dan Jeratan Hoaks Media Sosial
Fakta Sebenarnya di Balik Viral Teror Pocong: Klarifikasi Rizky Yajibibowo dan Jeratan Hoaks Media Sosial

Meski demikian, selama sesi Linux berjalan, pengguna diberikan kendali penuh layaknya menggunakan komputer desktop. Pengguna bisa melakukan browsing, menginstal aplikasi perkantoran, hingga tentu saja, menjalankan Steam atau platform distribusi game lainnya untuk memainkan koleksi game PC mereka langsung di ruang tamu menggunakan kontroler DualSense.

Syarat Ketat: Perang Melawan Versi Firmware

Namun, seperti halnya setiap eksploitasi keamanan, ada harga yang harus dibayar berupa keterbatasan akses. Nguyen mengungkapkan bahwa metode ini hanya berfungsi pada konsol PS5 versi disc yang masih menjalankan firmware lawas. Secara spesifik, celah keamanan ini hanya terbuka pada versi 3.xx atau 4.xx. Bagi pengguna yang rajin melakukan pembaruan (update) sistem ke versi 5.xx atau yang lebih baru, pintu untuk mencoba Linux di PS5 saat ini telah tertutup rapat.

Baca Juga Membongkar Rahasia Stefan Mandel: Pakar Ekonomi yang Menaklukkan Sistem Lotre 14 Kali dengan Matematika
Membongkar Rahasia Stefan Mandel: Pakar Ekonomi yang Menaklukkan Sistem Lotre 14 Kali dengan Matematika

“Dukungan untuk firmware versi yang lebih lama seperti 1.xx dan 2.xx mungkin akan kami tambahkan di masa mendatang, namun untuk saat ini fokus utama kami bukan ke sana,” jelas Nguyen dalam keterangannya. Hal ini menegaskan betapa berharganya konsol dengan firmware lama bagi para antusias modifikasi konsol di seluruh dunia.

Fungsionalitas dan Batasan Teknis Saat Ini

Eksperimen ini sudah mencakup fitur-fitur krusial yang membuatnya layak digunakan sehari-hari oleh para hobiis. Beberapa fitur yang sudah diimplementasikan antara lain:

  • Alokasi VRAM Kustom: Pengguna dapat mengatur berapa besar memori yang dialokasikan untuk kartu grafis virtual demi performa maksimal.
  • Kontrol Kipas: Sistem mampu mengelola suhu dengan mengatur kecepatan kipas secara otomatis maupun manual agar konsol tidak mengalami overheat saat menjalankan beban berat.
  • Dukungan Resolusi Tinggi: Saat ini sistem sudah mendukung penuh output gambar pada resolusi 1080p, 1440p, hingga 4K.
  • Konektivitas: Meskipun terkadang memerlukan restart pada adaptor WLAN di awal penggunaan, koneksi internet dapat berfungsi normal untuk keperluan download maupun bermain daring.

Meskipun begitu, masih ada beberapa batasan teknis. Saat ini, output gambar masih terkunci pada refresh rate 60Hz. Penggemar layar 120Hz mungkin harus sedikit bersabar karena Nguyen menjanjikan fitur tersebut akan hadir dalam pembaruan di masa depan, bersama dengan dukungan untuk 30Hz bagi mereka yang lebih mengutamakan stabilitas pada resolusi tinggi.

Baca Juga Menyingkap Rahasia Madagaskar: Pulau Tertua di Bumi yang Kini Berada di Ambang Kepunahan Massal
Menyingkap Rahasia Madagaskar: Pulau Tertua di Bumi yang Kini Berada di Ambang Kepunahan Massal

Visi Masa Depan dan Keamanan Perangkat

Langkah selanjutnya yang tengah digarap oleh sang pengembang adalah fitur ‘Rest Mode’. Jika fitur ini berhasil diimplementasikan, pengguna tidak perlu lagi mengulang proses booting Linux dari awal setiap kali menyalakan konsol. Cukup dengan menidurkan konsol, sistem Linux akan tetap terjaga di latar belakang dan siap digunakan kembali dalam hitungan detik.

Mengenai risiko, Andy Nguyen memberikan jaminan yang cukup menenangkan bagi para pemula. Menurutnya, selama instruksi diikuti dengan benar, risiko konsol mengalami kerusakan total atau bricking sangatlah kecil. Namun, ia tetap menyarankan agar trik ini hanya dicoba oleh mereka yang setidaknya memiliki pemahaman dasar mengenai baris perintah (command line) Linux agar tidak kebingungan saat menghadapi kendala teknis.

Kesimpulan: Sebuah Demonstrasi Kekuatan

Apa yang dilakukan oleh Andy Nguyen bukan sekadar tentang membajak sistem, melainkan sebuah demonstrasi tentang apa yang bisa dicapai oleh rasa ingin tahu manusia terhadap batasan teknologi. PS5 yang kini bisa menjalankan Linux dan melibas game sekelas GTA V adalah bukti bahwa di bawah desain futuristiknya, tersimpan potensi komputasi yang sangat masif. Bagi para pembaca RadarLokal yang memiliki PS5 dengan firmware lawas, mungkin inilah saatnya untuk melihat konsol Anda dari perspektif yang berbeda.

Kevin Wijaya

Kevin Wijaya

Tech enthusiast yang selalu terdepan dalam mencoba gadget terbaru. Mengulas sisi menarik dunia digital di Radar Inet.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *