Lintasarta Menantang Arus: Strategi Investasi AI di Tengah Gejolak Ekonomi dan Krisis Komponen Global

Kevin Wijaya | RADAR LOKAL
09 Jun 2026, 22:14 WIB
Lintasarta Menantang Arus: Strategi Investasi AI di Tengah Gejolak Ekonomi dan Krisis Komponen Global

RadarLokal — Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang terus membayangi pasar domestik, sebuah langkah berani justru diambil oleh salah satu pemain besar di industri teknologi informasi Indonesia. Lintasarta, perusahaan penyedia solusi teknologi informasi dan komunikasi, menegaskan komitmennya untuk terus memacu investasi pada sektor kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Langkah ini terbilang cukup kontras dengan realita pasar saat ini, di mana pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan krisis memori global tengah melambungkan harga komponen esensial seperti RAM dan GPU ke titik yang cukup mengkhawatirkan.

Komitmen di Tengah Badai Ekonomi dan Krisis Komponen

Dunia teknologi saat ini sedang berada dalam pusaran badai ganda. Di satu sisi, permintaan akan komputasi tinggi untuk mendukung model AI generatif melonjak drastis. Di sisi lain, rantai pasok global masih tertatih akibat krisis memori yang menyebabkan harga perangkat keras melambung tinggi. Bagi perusahaan di Indonesia, beban ini bertambah berat dengan fluktuasi nilai tukar rupiah yang membuat biaya impor infrastruktur teknologi menjadi jauh lebih mahal.

Baca Juga Mengenal Svalbard Global Seed Vault: Menelusuri Benteng Terakhir Kemanusiaan di Ujung Dunia
Mengenal Svalbard Global Seed Vault: Menelusuri Benteng Terakhir Kemanusiaan di Ujung Dunia

Namun, bagi Lintasarta, hambatan tersebut bukanlah alasan untuk menarik diri dari perlombaan inovasi. Armand Hermawan, President Director dan CEO Lintasarta, mengungkapkan bahwa perusahaan telah memiliki visi jangka panjang sejak tahun 2025 dengan melakukan investasi besar-besaran pada unit pemrosesan grafis (GPU) Nvidia. GPU ini menjadi tulang punggung utama bagi pengembangan infrastruktur digital yang mumpuni untuk pengolahan data AI berskala besar.

Dalam sebuah acara bincang media di Jakarta, Armand menekankan bahwa investasi yang dilakukan Lintasarta bukanlah sebuah perjudian tanpa arah. Sebaliknya, setiap rupiah yang dikeluarkan telah diperhitungkan secara matang dengan mempertimbangkan dinamika pasar dan regulasi yang berlaku di tanah air.

Visi Armand Hermawan: Investasi Berbasis Kebutuhan Riil

“Investasi akan terus kita lakukan, namun tentu dengan prinsip kehati-hatian yang tinggi. Fokus utama kami adalah memastikan bahwa investasi ini berkorelasi langsung dengan kebutuhan pelanggan, tuntutan industri, serta kepatuhan terhadap regulasi yang ada,” ujar Armand dengan nada optimis di hadapan para jurnalis. Pernyataan ini mencerminkan strategi manajemen risiko yang disiplin namun tetap progresif dalam menangkap peluang di sektor ekonomi digital.

Baca Juga Kecanggihan Teknologi di Balik Perjalanan Suci: RadarLokal Pantau Pergerakan Bus Jemaah Haji Indonesia 24 Jam Nonstop
Kecanggihan Teknologi di Balik Perjalanan Suci: RadarLokal Pantau Pergerakan Bus Jemaah Haji Indonesia 24 Jam Nonstop

Strategi Lintasarta saat ini berfokus pada optimasi infrastruktur yang telah ada. Alih-alih hanya menjual perangkat atau ruang penyimpanan, Lintasarta tengah menggodok model bisnis yang lebih fleksibel dan terjangkau bagi pelaku usaha di Indonesia. Konsep seperti GPU-as-a-Service atau pembagian infrastruktur (infrastructure sharing) menjadi solusi cerdas bagi perusahaan yang ingin mencicipi kecanggihan AI tanpa harus terbebani oleh belanja modal (Capex) yang sangat besar di awal.

Lahirnya ‘Intelligent Core’: Evolusi Layanan Lintasarta

Untuk menjawab tantangan zaman, Lintasarta memperkenalkan sebuah terobosan yang mereka sebut sebagai Intelligent Core. Layanan ini bukan sekadar pembaruan produk, melainkan sebuah re-branding dan penyatuan visi layanan yang lebih holistik. Intelligent Core dibangun di atas empat pilar utama yang dikenal dengan istilah ‘4C’: Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI.

Baca Juga Misteri Bintang Kanibal: Enam Katai Merah Terdeteksi Menelan Planet dalam Sebuah Drama Kosmik
Misteri Bintang Kanibal: Enam Katai Merah Terdeteksi Menelan Planet dalam Sebuah Drama Kosmik

Keempat elemen ini digabungkan menjadi satu ekosistem solusi digital ujung-ke-ujung (end-to-end). Dengan integrasi ini, pelanggan tidak perlu lagi mencari vendor yang berbeda-beda untuk kebutuhan konektivitas maupun keamanan siber mereka. Semuanya telah terbungkus rapi dalam satu layanan yang saling bersinergi, memberikan efisiensi operasional yang jauh lebih tinggi bagi para pelaku bisnis.

Kedaulatan Data dan AI yang Berdaulat (Sovereign AI)

Salah satu poin menarik yang ditekankan dalam pengembangan Intelligent Core adalah prinsip kedaulatan atau sovereignty. Di era di mana data sering disebut sebagai ‘minyak baru’, isu kedaulatan data menjadi sangat krusial. Lintasarta menyadari bahwa perusahaan-perusahaan di Indonesia, terutama yang bergerak di sektor strategis, membutuhkan jaminan bahwa data mereka tetap berada dalam yurisdiksi yang aman dan dikelola oleh entitas lokal yang mengerti hukum serta budaya Indonesia.

Baca Juga Mengulas iPhone 17e: Investasi Gadget Rp 13 Jutaan yang Tak Sekadar Gengsi, Tapi Performa Hakiki
Mengulas iPhone 17e: Investasi Gadget Rp 13 Jutaan yang Tak Sekadar Gengsi, Tapi Performa Hakiki

Konsep Sovereign AI yang diusung Lintasarta memastikan bahwa pengembangan model kecerdasan buatan tetap mengacu pada nilai-nilai dan kepentingan nasional. Selain itu, aspek keandalan dan pengalaman pelanggan menjadi prioritas. Infrastruktur yang dibangun dirancang untuk memiliki performa tinggi (high performance) namun tetap efisien, sehingga mampu mendukung beban kerja AI yang sangat intensif tanpa mengorbankan stabilitas.

Menyasar Lima Industri Utama dengan Solusi Spesifik

Lintasarta tidak menerapkan pendekatan satu solusi untuk semua (one-size-fits-all). Sebaliknya, mereka telah memetakan kebutuhan spesifik dari lima industri utama: keuangan, pemerintahan, manufaktur, kesehatan, dan ritel. Setiap sektor memiliki tantangan yang berbeda, sehingga solusi yang ditawarkan pun disesuaikan secara unik.

Sektor keuangan, misalnya, menjadi salah satu fokus utama dengan hadirnya Secure Banking Stack. Solusi ini dirancang khusus untuk memenuhi standar ketat yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Di dalam paket solusi ini, terdapat integrasi infrastruktur digital yang tidak hanya cepat, tetapi juga dilengkapi dengan sistem deteksi penipuan (fraud detection) yang didukung oleh AI.

Baca Juga Miliarder di Balik Kemudi AI: Kisah Jensen Huang Menikmati Semangkuk Mie Pinggir Jalan Saat Kunjungan Kenegaraan
Miliarder di Balik Kemudi AI: Kisah Jensen Huang Menikmati Semangkuk Mie Pinggir Jalan Saat Kunjungan Kenegaraan

“Industri perbankan dan fintech memiliki standar teknologi yang sangat tinggi. Mereka membutuhkan layanan kelas satu, mulai dari pusat data yang mendukung operasional berbasis AI (AI-Ops), hingga sistem keamanan data yang sangat andal dengan SLA (Service Level Agreement) yang mumpuni. Melalui pilar 4C, kami mampu menyediakan semua itu dalam satu paket layanan yang terintegrasi,” pungkas Armand.

Menatap Masa Depan Digital Indonesia

Investasi yang dilakukan Lintasarta ini memberikan sinyal positif bagi ekosistem teknologi di Indonesia. Meskipun tantangan ekonomi seperti penguatan dolar dan mahalnya komponen RAM serta GPU tetap ada, keberanian untuk terus berinovasi menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain aktif dalam revolusi AI global.

Dengan fokus pada efisiensi, kedaulatan data, dan solusi yang terintegrasi, Lintasarta berupaya menjadi katalisator bagi transformasi digital di berbagai sektor. Ke depan, tantangan sesungguhnya adalah bagaimana memastikan bahwa adopsi teknologi AI ini benar-benar memberikan dampak nyata bagi produktivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Bagi pelaku industri, langkah Lintasarta ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap krisis ekonomi, selalu ada peluang bagi mereka yang berani berinvestasi pada teknologi masa depan. Transformasi digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan untuk tetap relevan di pasar yang terus berubah dengan sangat cepat.

Kevin Wijaya

Kevin Wijaya

Tech enthusiast yang selalu terdepan dalam mencoba gadget terbaru. Mengulas sisi menarik dunia digital di Radar Inet.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *