Revolusi AI dalam Genggaman: Mengapa 97 Persen Pengguna Galaxy S26 Kini Keranjingan Fitur Cerdas dan Editing Video?

Kevin Wijaya | RADAR LOKAL
06 Mei 2026, 08:11 WIB
Revolusi AI dalam Genggaman: Mengapa 97 Persen Pengguna Galaxy S26 Kini Keranjingan Fitur Cerdas dan Editing Video?

RadarLokal — Industri teknologi seluler tengah menyaksikan pergeseran paradigma yang luar biasa. Jika beberapa tahun lalu fitur kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) pada ponsel seringkali dianggap sebagai sekadar pelengkap atau gimik pemasaran, kini realitanya telah berubah total. Samsung baru saja mengungkap sebuah fakta mencengangkan mengenai perilaku pengguna perangkat flagship terbaru mereka, Galaxy S26 Series, yang menunjukkan betapa teknologi ini telah mendarah daging dalam rutinitas harian manusia modern.

Dalam sebuah acara bertajuk Galaxy S26 Series #You&AI Workshop yang digelar di Hanoi, Vietnam, Samsung Electronics Indonesia membagikan data internal yang cukup mengejutkan. Berdasarkan observasi selama hampir dua bulan sejak peluncuran globalnya, terungkap bahwa 97 persen pengguna Galaxy S26 Series telah mengadopsi dan aktif menggunakan fitur Galaxy AI. Angka ini bukan sekadar statistik di atas kertas, melainkan representasi dari transformasi gaya hidup digital yang semakin instan dan berkualitas.

Baca Juga Ambisi Besar Indonesia: Menapak Jalan Menuju Episentrum Kekuatan Satelit di Asia Pasifik
Ambisi Besar Indonesia: Menapak Jalan Menuju Episentrum Kekuatan Satelit di Asia Pasifik

Lonjakan Adopsi: Dari Kebutuhan Menjadi Gaya Hidup

Ilham Indrawan, selaku MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, menjelaskan bahwa tingkat adopsi ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya. Sebagai perbandingan, saat Galaxy S24 pertama kali diperkenalkan ke publik, tingkat penggunaan AI dalam tiga bulan pertama berada di angka 88 persen. Namun, pada seri S26, angka tersebut melesat hingga hampir menyentuh batas sempurna.

“Di S26, 97 persen orang yang menggunakan perangkat ini sekarang sudah mengintegrasikan fitur Galaxy AI ke dalam aktivitas mereka,” ungkap Ilham di hadapan para jurnalis dan pengamat teknologi di Hanoi. Hal ini mengindikasikan bahwa fitur-fitur AI yang dihadirkan Samsung kini terasa jauh lebih relevan, praktis, dan memberikan solusi nyata bagi tantangan yang dihadapi pengguna dalam komunikasi maupun pembuatan konten di smartphone flagship mereka.

Baca Juga Sennheiser HD 480 Pro: Revolusi Baru Monitor Studio dengan Akurasi Bass yang Tak Terbantahkan
Sennheiser HD 480 Pro: Revolusi Baru Monitor Studio dengan Akurasi Bass yang Tak Terbantahkan

Lima Fitur Unggulan yang Menjadi Primadona

Keberhasilan Samsung dalam menarik minat pengguna tidak lepas dari kurasi fitur yang memang menyasar kebutuhan fundamental. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat lima fitur utama yang paling sering diakses oleh pengguna. Pertama adalah Gemini, asisten cerdas yang membantu produktivitas. Kedua, Circle to Search yang memudahkan pencarian informasi hanya dengan melingkari objek di layar.

Tiga fitur lainnya berkaitan erat dengan estetika visual: Photo Assist yang membantu penyempurnaan foto secara otomatis, Audio Eraser untuk menghilangkan gangguan suara pada rekaman, dan Now Brief yang memberikan ringkasan informasi harian secara efisien. Kelima fitur ini telah mengubah cara pengguna berinteraksi dengan perangkat mereka, membuat segala proses yang dulunya rumit menjadi hanya beberapa kali ketukan saja.

Baca Juga Kilauan Takdir dari Tanah Somerset: Kisah Sopir Truk Temukan Cincin Emas Romawi Langka Senilai Ratusan Juta Rupiah
Kilauan Takdir dari Tanah Somerset: Kisah Sopir Truk Temukan Cincin Emas Romawi Langka Senilai Ratusan Juta Rupiah

Era Baru Konten Kreator: Penggunaan Fitur Pro Meningkat Drastis

Salah satu temuan paling menarik dari laporan RadarLokal kali ini adalah bagaimana pengguna Galaxy S26 mulai beralih ke mode penggunaan yang lebih profesional. Samsung mencatat bahwa sekitar 93 persen pemilik perangkat ini sangat aktif menggunakan fitur kamera. Menariknya, mereka tidak hanya sekadar mengambil foto secara otomatis atau ‘point and shoot’.

Penggunaan fitur Pro Camera dan Pro Video pada Galaxy S26 tercatat meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan dengan generasi Galaxy S25 Series. Hal ini menjadi bukti bahwa pengguna kini lebih berani mengeksplorasi pengaturan teknis seperti ISO, shutter speed, dan white balance secara manual. Munculnya fitur-fitur pendukung seperti Log Video dan Horizontal Lock di Galaxy S26 Ultra semakin memanjakan para videografer mobile untuk menciptakan karya yang terlihat sinematik langsung dari genggaman.

Baca Juga Fenomena Ikan Sapu-Sapu Berjalan di Daratan: Ancaman Invasif yang Lebih Tangguh dari Dugaan
Fenomena Ikan Sapu-Sapu Berjalan di Daratan: Ancaman Invasif yang Lebih Tangguh dari Dugaan

Editing Video: Bukan Lagi Pekerjaan Berat di PC

Dulu, mengedit video berkualitas tinggi membutuhkan perangkat komputer dengan spesifikasi tinggi. Namun, tren yang terjadi pada pengguna Galaxy S26 menunjukkan hal yang berbeda. Aktivitas editing video kini telah menjadi rutinitas harian yang dilakukan langsung di smartphone. Data menunjukkan bahwa rata-rata pengguna Galaxy S26 Ultra membuka aplikasi pengeditan video hingga 15 kali dalam seminggu.

Jika dirata-rata, ini berarti pengguna melakukan proses kreatif pengeditan setidaknya dua kali setiap hari. “Ini menunjukkan bahwa performa yang kami hadirkan di S26 Ultra sangat mumpuni untuk menangani beban kerja pengeditan video yang lebih tingkat lanjut (advance),” tambah Ilham. Keberadaan chipset yang kuat dan integrasi AI yang mulus memungkinkan pengguna untuk memotong, menyambung, hingga memberikan efek pada video 4K tanpa hambatan berarti.

Baca Juga OlloNi: Robot AI Sahabat Emosional yang Memiliki Memori dan Perasaan, Bukan Sekadar Mesin Pintar

Dominasi Nightography dan Keajaiban f/1.4

Bagi mereka yang gemar traveling, Galaxy S26 Ultra kini menjadi teman setia yang tak tergantikan. Peningkatan pada aspek perangkat keras, terutama penggunaan aperture utama yang kini mencapai f/1.4, memberikan dampak dramatis pada hasil tangkapan gambar di kondisi minim cahaya atau yang dikenal dengan istilah Nightography. Bukaan lensa yang lebih lebar ini memungkinkan cahaya masuk lebih banyak, menghasilkan foto malam hari yang tajam, minim noise, dan memiliki warna yang kaya.

Fitur Photo Assist yang berbasis pada perintah suara atau ‘prompting AI’ juga menjadi favorit para pelancong. Dengan fitur ini, mengedit foto hasil traveling, seperti menghapus objek yang mengganggu atau mengubah komposisi langit, dapat dilakukan semudah memberikan instruksi sederhana kepada ponsel. Hal ini sangat membantu pengguna untuk segera membagikan momen terbaik mereka ke media sosial tanpa harus menunggu waktu lama untuk proses editing manual.

Filosofi di Balik 47 Fitur Galaxy AI

Samsung tidak berhenti pada angka 97 persen adopsi saja. Perusahaan teknologi asal Korea Selatan ini terus memperluas ekosistem kecerdasan buatannya. Jika pada generasi sebelumnya fitur Galaxy AI hanya berjumlah sekitar 29 fitur, pada Galaxy S26 jumlahnya melonjak drastis menjadi 47 fitur. Ekspansi ini dilakukan bukan tanpa alasan.

Menurut pihak Samsung, setiap penambahan fitur didasarkan pada riset mendalam mengenai apa yang benar-benar dibutuhkan oleh konsumen dalam kehidupan sehari-hari. Fokusnya adalah menciptakan pengalaman pengguna yang lebih ‘helpful’ dan intuitif. Dengan teknologi AI yang semakin matang, smartphone bukan lagi sekadar alat komunikasi, melainkan asisten pribadi yang mengerti keinginan penggunanya sebelum mereka menyuarakannya.

Kesimpulan: Masa Depan Seluler Adalah Kecerdasan Terintegrasi

Loncatan besar yang ditunjukkan oleh pengguna Galaxy S26 Series ini memberikan gambaran jelas tentang masa depan industri smartphone. Kita sedang memasuki era di mana spesifikasi hardware tinggi saja tidak lagi cukup. Integrasi antara kekuatan pemrosesan perangkat keras dengan fleksibilitas kecerdasan buatan adalah kunci utama untuk memenangkan hati konsumen.

Dengan 97 persen pengguna yang sudah merasakan manfaat nyata dari AI, dapat dipastikan bahwa teknologi ini akan terus berkembang dan menjadi standar baru bagi setiap perangkat premium di masa mendatang. Bagi Anda yang ingin mengeksplorasi lebih lanjut tentang bagaimana teknologi ini mengubah cara kita bekerja dan berkarya, pastikan untuk selalu memantau perkembangan terbaru mengenai teknologi AI yang semakin cerdas dan personal.

Demikian laporan eksklusif dari RadarLokal mengenai tren penggunaan smartphone flagship terbaru di pasar global. Apakah Anda termasuk salah satu dari 97 persen pengguna yang sudah merasakan kemudahan Galaxy AI? Ataukah Anda masih lebih nyaman dengan cara-cara konvensional? Satu yang pasti, teknologi tidak akan menunggu siapa pun, dan Galaxy S26 telah membuktikan bahwa masa depan itu sudah ada di tangan kita hari ini.

Kevin Wijaya

Kevin Wijaya

Tech enthusiast yang selalu terdepan dalam mencoba gadget terbaru. Mengulas sisi menarik dunia digital di Radar Inet.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *