Skandal Ruang Penyimpanan: Google Chrome Diam-Diam ‘Titip’ File AI 4GB di Komputer Pengguna

Kevin Wijaya | RADAR LOKAL
07 Mei 2026, 08:12 WIB
Skandal Ruang Penyimpanan: Google Chrome Diam-Diam 'Titip' File AI 4GB di Komputer Pengguna

RadarLokal — Jagat maya kembali dikejutkan dengan temuan teknis yang cukup mengusik kenyamanan para pengguna setia peramban Google Chrome. Tanpa ada pemberitahuan resmi atau permintaan persetujuan di muka, Google dilaporkan telah menyusupkan file raksasa berukuran sekitar 4GB ke dalam direktori instalasi perangkat pengguna. Fenomena ini pertama kali terendus oleh sejumlah praktisi teknologi yang menyadari adanya penyusutan drastis pada kapasitas penyimpanan hard drive mereka secara misterius.

Misteri Folder OptGuideOnDeviceModel yang Rakus Ruang

Laporan yang dihimpun oleh tim redaksi RadarLokal menunjukkan bahwa file jumbo tersebut tersembunyi di dalam sebuah folder bernama “OptGuideOnDeviceModel”. Folder ini bukanlah file sampah biasa, melainkan berisi data Large Language Model (LLM) dari Gemini Nano. Bagi Anda yang belum familiar, Gemini Nano adalah model kecerdasan buatan (AI) paling ringkas besutan Google yang dirancang untuk berjalan langsung di perangkat (on-device).

Baca Juga Revolusi Kecerdasan Buatan: Bagaimana AI Mengubah Smart TV Menjadi Sahabat Personal di Ruang Keluarga
Revolusi Kecerdasan Buatan: Bagaimana AI Mengubah Smart TV Menjadi Sahabat Personal di Ruang Keluarga

Masalah utamanya bukan sekadar soal inovasi teknologi, melainkan metode distribusinya yang dianggap “gerilya”. Banyak pengguna mengeluhkan aktivitas disk yang mendadak sibuk (disk usage high) meskipun mereka tidak sedang melakukan pembaruan sistem. Setelah ditelusuri, Google Chrome ternyata sedang sibuk mengunduh data AI tersebut di latar belakang. Ironisnya, proses ini tetap berjalan meskipun pengguna tidak merasa pernah mengaktifkan fitur AI tertentu.

Distribusi Masif pada Berbagai Sistem Operasi

Temuan ini tidak hanya menyerang pengguna sistem operasi tertentu. Berdasarkan investigasi lebih lanjut, pengguna Windows 11, Mac berbasis Apple Silicon (M1, M2, M3), hingga pengguna distro Linux seperti Ubuntu, melaporkan hal yang serupa. Pada platform Windows, folder misterius ini bersarang jauh di dalam direktori sistem, tepatnya di %LOCALAPPDATA%GoogleChromeUser DataOptGuideOnDeviceModel.

Baca Juga Momen Haru Perpisahan Casemiro: Kisah Sang Jenderal yang Mencintai Manchester United Sampai Akhir
Momen Haru Perpisahan Casemiro: Kisah Sang Jenderal yang Mencintai Manchester United Sampai Akhir

Yang lebih menjengkelkan bagi para pengguna adalah sifat dari folder ini yang sangat persisten. Beberapa pengguna yang mencoba menghapus folder tersebut secara manual guna menghemat ruang penyimpanan mendapati bahwa tindakan mereka sia-sia. Dalam hitungan waktu singkat, Chrome akan mendeteksi hilangnya file tersebut dan secara otomatis memulai kembali proses unduhan dari awal. Hal ini memicu perdebatan mengenai hak privasi data dan kendali penuh pengguna atas perangkat keras mereka sendiri.

Ironi Teknologi: File Jumbo untuk Fitur yang Tersembunyi

Salah satu poin yang paling dikritik adalah relevansi dari file 4GB tersebut. Secara fungsional, sebagian besar fitur AI populer di Google Chrome—seperti ringkasan pencarian atau integrasi Gemini di address bar—sebenarnya masih mengandalkan pemrosesan di server awan (cloud) milik Google. Data jumbo yang diunduh ke PC pengguna tersebut rupanya hanya digunakan untuk mendukung fitur-fitur minor, seperti bantuan penulisan (writing assistance) yang bahkan letaknya tersembunyi jauh di dalam menu pengaturan.

Baca Juga 20 Tahun Evolusi Google Translate: Dari Eksperimen Sederhana Hingga Menjadi Jembatan Bahasa Berbasis AI Gemini
20 Tahun Evolusi Google Translate: Dari Eksperimen Sederhana Hingga Menjadi Jembatan Bahasa Berbasis AI Gemini

Hal ini memicu pertanyaan besar: Mengapa Google harus mengorbankan ruang penyimpanan jutaan orang untuk fitur yang jarang digunakan? Alexander Hanff, seorang ilmuwan komputer sekaligus pengacara privasi ternama, menyoroti bahwa tindakan ini mencerminkan sikap arogan perusahaan teknologi besar. Dengan jumlah pengguna Chrome yang mencapai miliaran, pemaksaan unduhan 4GB per perangkat secara global bisa mengakibatkan transfer data yang mencapai satuan exabyte.

Dampak Lingkungan dan Gugatan Hukum

Dampak dari kebijakan diam-diam Google ini ternyata bukan hanya soal teknis, melainkan juga menyentuh aspek lingkungan. Hanff memperkirakan bahwa transfer data sebesar itu memerlukan konsumsi energi listrik yang sangat masif di pusat data dan jaringan telekomunikasi global. Estimasi kasarnya, jejak emisi karbon yang dihasilkan bisa mencapai angka 6.000 hingga 60.000 metrik ton CO2. Sebuah angka yang sangat kontras dengan kampanye ramah lingkungan yang sering digaungkan oleh perusahaan-perusahaan besar Silicon Valley.

Baca Juga Sumatra Gelap Gulita: Ribuan BTS Tumbang Akibat Blackout, RadarLokal Bedah Dampak Krisis Digital Terkini
Sumatra Gelap Gulita: Ribuan BTS Tumbang Akibat Blackout, RadarLokal Bedah Dampak Krisis Digital Terkini

Lebih jauh lagi, Hanff secara resmi telah melayangkan tuduhan bahwa Google melanggar regulasi privasi Eropa (GDPR). Alasannya jelas, mengunduh data dalam jumlah besar tanpa persetujuan eksplisit merupakan bentuk pelanggaran terhadap transparansi penggunaan sumber daya pengguna. Hingga saat ini, pihak Google tampaknya belum menyebarkan unduhan ini ke seluruh pengguna secara merata, melainkan baru menyasar perangkat-perangkat modern yang dianggap memiliki spesifikasi mumpuni untuk menjalankan teknologi AI lokal.

Langkah Antisipasi: Cara Menghentikan Unduhan Otomatis di Chrome

Bagi Anda yang merasa keberatan dengan pemborosan ruang penyimpanan ini, ada cara teknis untuk menghentikan paksa aktivitas Chrome tersebut. Meskipun menghapus folder tidak efektif, Anda bisa mematikan pemicunya melalui menu eksperimental Chrome. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda ikuti:

Baca Juga Strategi ‘All-In’ Intel: Melawan Dominasi AMD Lewat Optimasi Software dan Arsitektur Masa Depan
Strategi ‘All-In’ Intel: Melawan Dominasi AMD Lewat Optimasi Software dan Arsitektur Masa Depan
  • Buka browser Google Chrome Anda.
  • Ketikkan alamat chrome://flags pada kolom URL dan tekan Enter.
  • Di kolom pencarian yang muncul, ketikkan kata kunci “Enables optimization guide on device”.
  • Cari menu berlabel “Enables optimization guide on device on Android” atau yang berkaitan dengan on-device model.
  • Ubah status dari “Default” atau “Enabled” menjadi “Disabled”.
  • Klik tombol “Relaunch” atau mulai ulang browser untuk menerapkan perubahan.

Langkah ini akan memberikan sinyal kepada sistem Chrome untuk tidak mengunduh atau menjalankan model bahasa lokal di perangkat Anda. Cara ini juga bisa digunakan sebagai indikator apakah perangkat Anda sudah termasuk dalam daftar target unduhan otomatis tersebut atau belum.

Kesimpulan: Inovasi vs Kendali Pengguna

Fenomena masuknya file AI Gemini Nano ke dalam sistem pengguna tanpa izin ini menjadi pengingat penting bagi kita semua. Di tengah perlombaan Google Chrome dengan browser kompetitor lainnya untuk menjadi yang paling cerdas, seringkali batasan antara inovasi dan kenyamanan pengguna menjadi kabur. Sebagai pengguna, kita dituntut untuk lebih jeli dalam memantau kesehatan perangkat kita, karena seringkali “fitur masa depan” justru datang dengan harga yang harus dibayar oleh sumber daya pribadi kita sendiri.

RadarLokal akan terus memantau perkembangan masalah ini, terutama terkait respons resmi dari Google maupun langkah hukum yang mungkin diambil oleh para aktivis privasi di tingkat internasional. Tetap waspada dan periksa kembali folder instalasi Anda secara berkala.

Kevin Wijaya

Kevin Wijaya

Tech enthusiast yang selalu terdepan dalam mencoba gadget terbaru. Mengulas sisi menarik dunia digital di Radar Inet.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *