Jakarta Menuju Panggung Dunia: Pramono Anung Sambut Hangat Penambahan Jadwal Konser BTS sebagai Simbol Kepercayaan Global

Dimas Pratama | RADAR LOKAL
19 Jun 2026, 12:10 WIB
Jakarta Menuju Panggung Dunia: Pramono Anung Sambut Hangat Penambahan Jadwal Konser BTS sebagai Simbol Kepercayaan Globa

RadarLokal — Denyut nadi Jakarta sebagai megapolitan dunia kian kencang terasa seiring dengan semakin tingginya intensitas agenda internasional yang memilih ibu kota sebagai rumah mereka. Kabar terbaru yang membawa angin segar bagi industri hiburan dan ekonomi kreatif tanah air datang dari rencana penampilan grup mega bintang asal Korea Selatan, BTS. Keputusan promotor untuk menambah durasi konser BTS di Jakarta disambut dengan optimisme tinggi oleh Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Fenomena ini bukan sekadar tentang euforia musik, melainkan sebuah pernyataan tegas bahwa Jakarta telah meraih tingkat kepercayaan (trust) yang luar biasa di mata dunia internasional.

Sinyal Positif dari Panggung Hiburan Global

Dalam sebuah kesempatan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Pramono Anung mengungkapkan rasa bangganya atas perkembangan ini. Kehadiran panggung-panggung kelas dunia merupakan indikator valid bahwa stabilitas dan infrastruktur Jakarta dinilai mumpuni oleh para pemain industri global. Menurutnya, ketika sebuah grup sekaliber BTS memutuskan untuk menambah jadwal pertunjukan mereka, hal tersebut merupakan hasil dari evaluasi matang terhadap aspek keamanan, kenyamanan, dan antusiasme pasar di Jakarta.

Baca Juga Wajah Baru Kejari Jakarta Utara: Sinergi Kejaksaan dan Pemprov DKI dalam Transformasi Layanan Hukum Modern
Wajah Baru Kejari Jakarta Utara: Sinergi Kejaksaan dan Pemprov DKI dalam Transformasi Layanan Hukum Modern

“Saya merasa sangat senang karena saat ini dunia internasional memiliki trust atau kepercayaan yang besar terhadap Jakarta. Sebagai contoh konkret, pada bulan Desember mendatang, kita akan kedatangan bintang K-Pop dunia, BTS. Awalnya mereka dijadwalkan tampil selama dua hari, yakni pada 26 dan 27 Desember. Namun, karena kepercayaan terhadap Jakarta yang begitu tinggi, jadwal tersebut ditambah satu hari lagi menjadi tanggal 29 Desember. Jadi total mereka akan tampil pada 26, 27, dan 29 Desember,” ujar Pramono dengan nada penuh semangat saat menghadiri konferensi pers Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026.

Multiplier Effect: Menggerakkan Roda Ekonomi Melalui Konser

Pramono Anung menekankan bahwa dampak dari penambahan jadwal acara internasional seperti ini tidak boleh dilihat dari kacamata hiburan semata. Ada efek domino atau multiplier effect yang sangat signifikan bagi perekonomian kota. Ketika ribuan hingga puluhan ribu orang berkumpul di satu titik untuk sebuah gelaran akbar, maka berbagai sektor pendukung akan ikut kecipratan berkah ekonomi yang luar biasa.

Baca Juga Kontroversi Tudingan Amien Rais Terhadap Prabowo dan Teddy: Antara Kebebasan Berpendapat dan Fitnah Digital
Kontroversi Tudingan Amien Rais Terhadap Prabowo dan Teddy: Antara Kebebasan Berpendapat dan Fitnah Digital

Beberapa sektor yang diprediksi akan mengalami lonjakan pendapatan antara lain:

  • Sektor Perhotelan: Okupansi hotel di sekitar lokasi konser dipastikan akan mencapai angka maksimal, bahkan merembet ke area-area penyangga lainnya.
  • Transportasi: Mulai dari ojek online, taksi, hingga moda transportasi umum seperti MRT dan LRT akan mengalami kenaikan volume penumpang yang signifikan.
  • Kuliner dan UMKM: Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akan mendapatkan panggung untuk menjajakan produk mereka kepada para penonton yang datang dari berbagai penjuru daerah dan mancanegara.
  • Pariwisata Lokal: Wisatawan yang datang untuk konser biasanya menyempatkan diri untuk mengunjungi destinasi wisata lain di Jakarta, yang memperkuat pariwisata Jakarta secara keseluruhan.

“Kehadiran hiburan internasional ini akan memberikan kontribusi kepada ekonomi di Jakarta secara signifikan. Semua bergerak, mulai dari hotel hingga pedagang kecil di sekitar area acara,” tambah Pramono.

Baca Juga Menuju Munas dan Konbes NU 2026: PBNU Sampaikan Apresiasi Mendalam kepada Ponpes Al Falah Ploso Kediri
Menuju Munas dan Konbes NU 2026: PBNU Sampaikan Apresiasi Mendalam kepada Ponpes Al Falah Ploso Kediri

Ekonomi Kreatif sebagai Tulang Punggung Pertumbuhan Jakarta

Agenda konser BTS ini juga bertepatan dengan semangat Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026. Dalam pandangan Pramono, ekonomi kreatif adalah mesin baru yang akan menggerakkan pertumbuhan ekonomi Jakarta di masa depan. Di tengah pergeseran gaya hidup digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), Jakarta harus mampu beradaptasi dan menjadi pusat kreativitas yang inklusif.

Pramono mendorong agar kegiatan yang mendukung ekosistem kreatif seperti JKF dapat diselenggarakan lebih sering. Menurutnya, frekuensi acara yang tinggi akan membuat ekosistem menjadi lebih matang dan pelaku industri kreatif semakin terbiasa dengan standar internasional. “Kalau bisa, kegiatan seperti ini jangan hanya setahun sekali. Makin sering diadakan, maka akan semakin baik bagi pertumbuhan talenta dan ekonomi kita,” tuturnya.

Baca Juga Pengumuman Hasil UTBK SNBT 2026: Link Resmi, Cara Cek, dan Strategi Menghadapi Hasil Seleksi
Pengumuman Hasil UTBK SNBT 2026: Link Resmi, Cara Cek, dan Strategi Menghadapi Hasil Seleksi

Kolaborasi Strategis Antarlembaga

Kesuksesan Jakarta dalam menarik minat panggung dunia tidak lepas dari kolaborasi apik antara berbagai instansi. Jakarta Kreatif Festival 2026 sendiri merupakan buah dari sinergi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sektor perbankan, serta komunitas pelaku ekonomi kreatif. Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tetap berada di jalur yang positif.

Data menunjukkan bahwa pada triwulan I tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Jakarta tercatat menyentuh angka 5,59%. Angka ini merupakan sebuah capaian yang menggembirakan di tengah tantangan ekonomi global. Keberhasilan menyelenggarakan event internasional seperti konser BTS dan festival kreatif diharapkan mampu mempertahankan atau bahkan meningkatkan tren pertumbuhan tersebut pada kuartal-kuartal berikutnya.

Baca Juga Mencetak Patriot Muda: Ratusan Pelajar Beradu Fisik dan Mental dalam Seleksi Paskibra Gedung Joang 45
Mencetak Patriot Muda: Ratusan Pelajar Beradu Fisik dan Mental dalam Seleksi Paskibra Gedung Joang 45

Menjaga Keamanan dan Kenyamanan Penonton

Meski disambut dengan antusiasme tinggi, pemerintah tetap mewanti-wanti terkait aspek keamanan, terutama dalam hal transaksi tiket. Mengacu pada kasus-kasus sebelumnya, risiko penipuan tiket konser berskala besar tetap ada. Pramono mengimbau agar masyarakat selalu berhati-hati dan hanya melakukan pembelian melalui jalur resmi yang telah ditentukan oleh promotor.

Selain itu, kenyamanan fasilitas publik juga menjadi perhatian utama. Pramono sempat berkelakar mengenai penggunaan stadion besar seperti JIS untuk konser musik. Ia mempersilakan siapapun menggunakan fasilitas kota, asalkan aspek pemeliharaan seperti kondisi rumput dan kebersihan tetap menjadi prioritas utama. Hal ini sejalan dengan komitmen Jakarta untuk memberikan pelayanan terbaik bagi warga dan pendatang yang ingin menikmati hiburan di ibu kota.

Jakarta sebagai Global City yang Tangguh

Penambahan hari konser BTS pada akhirnya menjadi sebuah simbol kemenangan kecil bagi diplomasi budaya dan ekonomi Jakarta. Di saat banyak kota besar di dunia bersaing untuk menjadi tuan rumah bagi acara-acara bergengsi, Jakarta membuktikan bahwa dirinya masih memiliki daya tarik yang kuat. Kepercayaan dunia adalah aset yang tidak ternilai harganya, dan pemerintah berkomitmen untuk menjaga kepercayaan tersebut dengan terus memperbaiki layanan serta fasilitas kota.

Dengan visi menjadikan Jakarta sebagai Global City yang kompetitif, langkah-langkah strategis dalam mendukung ekonomi kreatif dan industri hiburan akan terus diperkuat. Jakarta bukan lagi sekadar pusat pemerintahan, melainkan panggung raksasa bagi kreativitas, inovasi, dan kolaborasi global yang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan seluruh warganya.

Penambahan durasi konser BTS ini diharapkan menjadi pembuka jalan bagi lebih banyak artis internasional lainnya untuk melirik Jakarta sebagai destinasi utama mereka di Asia Tenggara. Dengan persiapan yang matang dan dukungan penuh dari pemerintah serta masyarakat, Jakarta siap menyongsong masa depan sebagai pusat hiburan dan ekonomi kreatif kelas dunia.

Dimas Pratama

Dimas Pratama

Jurnalis lapangan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Fokus pada isu sosial dan kebijakan publik di Radar News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *