Konflik Hak Asuh Ruben Onsu Memanas: Ungkap 3 Poin Pelanggaran Serius ke KPAI demi Masa Depan Thalia dan Thania

Nadia Safira | RADAR LOKAL
22 Jun 2026, 18:11 WIB
Konflik Hak Asuh Ruben Onsu Memanas: Ungkap 3 Poin Pelanggaran Serius ke KPAI demi Masa Depan Thalia dan Thania

RadarLokal — Gelombang ketegangan pasca-perceraian antara presenter kondang Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, kini memasuki babak baru yang cukup mengejutkan publik. Di tengah upaya menjaga privasi keluarga, sang presenter akhirnya memutuskan untuk mengambil langkah tegas demi melindungi kepentingan psikologis kedua buah hatinya, Thalia dan Thania Putri Onsu. Pada hari Senin (22/6/2026), Ruben menyambangi kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Menteng, Jakarta Pusat, untuk mengadukan serangkaian dugaan pelanggaran yang ia rasakan sangat merugikan perkembangan anak-anaknya.

Kehadiran Ruben tidak sendirian; ia didampingi oleh kuasa hukum senior, Minola Sebayang, yang membawa berkas tebal berisi bukti-bukti konkret. Langkah ini diambil bukan sekadar untuk memicu konflik, melainkan sebagai upaya pembelaan terhadap hak-hak dasar anak yang dinilai telah terabaikan. Ruben tampak serius saat memasuki gedung KPAI, mengisyaratkan bahwa permasalahan ini bukan lagi sekadar urusan domestik biasa, melainkan menyangkut masa depan generasi penerusnya.

Baca Juga Transformasi Enno Lerian: Dari Panggung Cilik Menuju Kesuksesan Gurita Bisnis Kuliner Bebek dan Puding Viral
Transformasi Enno Lerian: Dari Panggung Cilik Menuju Kesuksesan Gurita Bisnis Kuliner Bebek dan Puding Viral

Pembatasan Akses dan Pengabaian Akta 39

Poin utama yang menjadi keberatan besar bagi Ruben Onsu adalah adanya pembatasan akses yang sistematis terhadap kedua putrinya. Berdasarkan penuturan Minola Sebayang, terdapat sebuah kesepakatan tertulis yang tertuang dalam Akta 39. Dokumen legal ini sebenarnya telah mengatur secara rinci mengenai pembagian waktu hak asuh anak setelah keduanya tidak lagi bersama. Dalam kesepakatan tersebut, Ruben seharusnya mendapatkan hak untuk berkumpul bersama anak-anaknya selama dua hingga tiga hari dalam seminggu.

Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Ruben merasa hak tersebut terus-menerus terhambat oleh berbagai dalih yang tidak masuk akal. “Ada aturan yang memang bersifat tertulis, mengatur dan disepakati bahwa dalam satu minggu, anak-anak ini berkumpul bersama dengan ayahnya selama 2 sampai 3 hari. Perlu digarisbawahi, ini bukan sekadar bertemu di tempat publik, melainkan benar-benar berkumpul dan tinggal bersama ayahnya,” tegas Minola Sebayang saat memberikan keterangan di kantor KPAI Menteng.

Baca Juga Trauma Mendalam Tantri Kotak: Saat Kepercayaan Dikhianati Sahabat dan Perjuangan Melawan Rasa Bersalah
Trauma Mendalam Tantri Kotak: Saat Kepercayaan Dikhianati Sahabat dan Perjuangan Melawan Rasa Bersalah

Ketidakkonsistenan dalam menjalankan kesepakatan ini dianggap Ruben sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap hubungan batin antara ayah dan anak. Penundaan demi penundaan dengan berbagai alasan kondisi kesehatan atau kesibukan dinilai telah mengikis waktu berkualitas yang seharusnya dimiliki Ruben untuk mendampingi masa pertumbuhan Thalia dan Thania secara langsung.

Dugaan Eksploitasi Anak Lewat Konten Media Sosial Malam Hari

Selain masalah aksesibilitas, pihak Ruben Onsu juga menyoroti fenomena digital yang melibatkan anak-anak mereka. Di era modern ini, media sosial memang menjadi ladang bisnis yang menggiurkan, namun Ruben merasa ada batas-batas etika yang telah dilanggar. Ia mengadukan adanya dugaan eksploitasi anak melalui aktivitas siaran langsung atau live streaming di media sosial yang dilakukan pada jam-jam istirahat anak.

Baca Juga Bongkar Sifat Asli El Rumi Setelah Menikahi Syifa Hadju: Kesha Ratuliu Ungkap Rahasia Kebahagiaan Pasangan Fenomenal Ini
Bongkar Sifat Asli El Rumi Setelah Menikahi Syifa Hadju: Kesha Ratuliu Ungkap Rahasia Kebahagiaan Pasangan Fenomenal Ini

Thalia dan Thania sering kali terlihat ikut serta dalam aktivitas promosi atau interaksi digital di malam hari, di mana pada jam tersebut anak-anak seharusnya sudah tertidur lelap demi menjaga kesehatan fisik dan mental mereka. Apalagi, sebagai anak usia sekolah, rutinitas di pagi hari sangat bergantung pada kualitas istirahat di malam sebelumnya. “Ini yang tidak boleh terjadi. Kita melihat anak-anak diajak ikut live di malam hari, bukan di jam yang tepat. Harusnya mereka istirahat karena besok harus sekolah lagi,” beber Minola dengan nada menyayangkan.

Keterlibatan anak dalam aktivitas komersial atau konten media sosial secara berlebihan dikhawatirkan dapat memberikan beban psikis tersendiri bagi anak-anak. Ruben ingin memastikan bahwa kedua putrinya tumbuh dalam lingkungan yang wajar tanpa harus terbebani oleh tuntutan layar kamera di luar batas kewajaran usia mereka.

Baca Juga Mediasi Cerai Clara Shinta dan Muhammad Alex Assad: Harapan di Balik Pintu Sidang yang Tertutup
Mediasi Cerai Clara Shinta dan Muhammad Alex Assad: Harapan di Balik Pintu Sidang yang Tertutup

Ancaman Tekanan Psikis dan Upaya Doktrinasi

Poin ketiga yang tak kalah mengkhawatirkan bagi Ruben Onsu adalah adanya dugaan tekanan psikis yang terjadi di lingkungan rumah kediaman mantan istrinya. Ruben mulai merasakan adanya perubahan drastis pada sikap dan perilaku Thalia serta Thania. Ia merasa seolah-olah ada upaya doktrinasi yang bertujuan menjauhkan figur ayah dari kehidupan sehari-hari anak-anak tersebut.

Minola Sebayang mengungkapkan kekhawatirannya mengenai narasi negatif yang mungkin saja dikonsumsi oleh anak-anak di ruang tertutup. Jika di ruang publik saja sindiran dan hinaan terhadap Ruben sebagai ayah kandung sudah sering terdengar, maka kekhawatiran akan adanya perlakuan serupa di lingkungan privat menjadi sangat berdasar. “Kalau di ruang publik saja mereka tidak segan-segan melakukan sindiran atau hinaan kepada ayah kandung anak-anaknya sendiri, besar kemungkinan di ruang tertutup hal serupa sering dilakukan,” ungkap sang pengacara.

Baca Juga Dibalik Isu Panas Sarwendah dan Ruben Onsu: Tangis yang Pecah hingga Pesan Bijak Sang Sahabat
Dibalik Isu Panas Sarwendah dan Ruben Onsu: Tangis yang Pecah hingga Pesan Bijak Sang Sahabat

Kondisi ini, menurut pihak Ruben, berpotensi menciptakan rasa takut atau kebingungan pada anak-anak terhadap sosok ayahnya. Perlindungan anak tidak hanya bicara soal fisik, tetapi juga bagaimana menjaga kesehatan mental mereka agar tidak menjadi korban dalam ego orang tua yang berseteru. Ruben menduga ada pesan-pesan tertentu yang ditanamkan sehingga anak-anaknya merasa enggan untuk berkumpul dengannya sebagaimana mestinya.

Menanti Mediasi dan Keadilan bagi Anak

Langkah Ruben Onsu mengadu ke KPAI merupakan bentuk iktikad baik untuk mencari solusi melalui jalur mediasi sebelum melangkah ke proses hukum yang lebih keras. Lembaga negara ini diharapkan mampu menjadi penengah yang objektif demi mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak (the best interest of the child). Ruben menginginkan adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap pola pengasuhan yang saat ini berjalan.

Meski demikian, pihak kuasa hukum mengisyaratkan bahwa mereka tidak akan ragu untuk mengambil langkah hukum lebih lanjut. Jika proses di KPAI menemui jalan buntu atau tidak menunjukkan perubahan signifikan dari pihak mantan istri, gugatan mengenai peninjauan ulang hak asuh anak siap didaftarkan ke pengadilan. Bagi Ruben, perjuangan ini bukan tentang siapa yang menang atau kalah, melainkan tentang memastikan Thalia dan Thania tumbuh dengan kasih sayang yang seimbang dari kedua orang tuanya tanpa adanya intimidasi atau eksploitasi dalam bentuk apa pun.

Masyarakat kini menantikan bagaimana kelanjutan dari drama keluarga yang melibatkan publik figur ini. Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bagi para orang tua yang tengah menghadapi permasalahan keluarga agar tetap menempatkan kesejahteraan psikologis anak di atas kepentingan pribadi atau materi. Hingga berita ini diturunkan, pihak KPAI menyatakan akan mendalami laporan tersebut dan segera memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai klarifikasi lebih lanjut.

Nadia Safira

Nadia Safira

Content creator yang memiliki radar tajam terhadap isu viral dan gaya hidup. Menjaga konten Radar Hot tetap segar dan menghibur.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *