Membangun Integritas Generasi Muda, MPR Gelar LCC Empat Pilar di Kalimantan Tengah dengan Semangat Kebangsaan

Dimas Pratama | RADAR LOKAL
13 Jun 2026, 18:17 WIB
Membangun Integritas Generasi Muda, MPR Gelar LCC Empat Pilar di Kalimantan Tengah dengan Semangat Kebangsaan

RadarLokal — Suasana penuh semangat dan antusiasme menyelimuti Kalawa Convention Hall di Palangka Raya saat puluhan pelajar terbaik dari berbagai penjuru Bumi Tambun Bungai berkumpul. Bukan sekadar kompetisi biasa, ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah ini menjadi kawah candradimuka bagi pembentukan karakter generasi penerus bangsa yang cerdas dan berintegritas.

Anggota MPR RI dari Kelompok DPD RI, Habib Said Abdurrahman, yang hadir membuka acara tersebut, menegaskan bahwa LCC ini merupakan manifestasi dari upaya sosialisasi empat pilar yang dirancang secara edukatif. Melalui format kompetisi, nilai-nilai luhur bangsa tidak lagi terasa kaku atau membosankan untuk dipelajari oleh anak muda.

Baca Juga Komitmen Tanpa Kompromi: Polda Sumsel Bongkar Kepemilikan Senjata Api Ilegal di Musi Banyuasin
Komitmen Tanpa Kompromi: Polda Sumsel Bongkar Kepemilikan Senjata Api Ilegal di Musi Banyuasin

Filosofi di Balik Kompetisi: Lebih dari Sekadar Menang-Kalah

Menurut Habib Said, ajang ini memiliki dimensi yang jauh lebih luas daripada sekadar adu kecerdasan intelektual. LCC Empat Pilar dirancang untuk menguji sejauh mana para siswa memahami Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Namun, yang lebih krusial adalah bagaimana nilai-nilai tersebut diinternalisasi dalam perilaku sehari-hari.

“Lomba ini tidak hanya menguji pengetahuan peserta mengenai teori-teori kebangsaan, tetapi juga melatih daya nalar, ketajaman berpikir secara spontan, serta kemampuan untuk bekerja sama dalam tim di bawah tekanan kompetisi yang sehat,” ungkap Habib Said dalam sambutannya yang penuh inspirasi.

Baca Juga Jadwal Libur dan Cuti Bersama Idul Adha 2026: Panduan Lengkap Libur Panjang Enam Hari
Jadwal Libur dan Cuti Bersama Idul Adha 2026: Panduan Lengkap Libur Panjang Enam Hari

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi sarana pembentukan karakter agar para peserta tumbuh menjadi individu yang memiliki komitmen kuat terhadap persatuan bangsa. Di tengah gempuran ideologi asing dan polarisasi, integritas menjadi harga mati yang harus dimiliki oleh setiap pemuda Indonesia.

Menghadapi Tantangan Zaman di Era Gen Z dan Gen Alpha

Dunia saat ini sedang mengalami pergeseran besar dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi. Habib Said menyoroti tantangan yang dihadapi oleh Generasi Z dan Generasi Alpha, yang tumbuh berdampingan dengan algoritma media sosial dan arus informasi yang tanpa batas. Dalam konteks inilah, pemahaman terhadap Empat Pilar MPR RI menjadi tameng atau filter yang sangat krusial.

Baca Juga Tragedi di Tol Layang BORR: Misteri Kematian AA dan Jejak Pelaku yang Terhenti di Jalur Cepat
Tragedi di Tol Layang BORR: Misteri Kematian AA dan Jejak Pelaku yang Terhenti di Jalur Cepat

“Pancasila harus tetap menjadi kompas atau pedoman dalam berpikir dan bertindak. Tanpa fondasi yang kuat, generasi muda kita akan mudah terombang-ambing oleh arus informasi yang belum tentu benar kebenarannya,” tegasnya. Ia juga menekankan pentingnya konstitusi (UUD 1945) sebagai dasar kesadaran hukum bagi warga negara agar mereka memahami hak serta kewajibannya dalam kehidupan bernegara.

Habib Said juga mengajak para peserta untuk merawat semangat Bhinneka Tunggal Ika. Di provinsi seperti Kalimantan Tengah yang kaya akan keragaman budaya, toleransi bukan sekadar slogan, melainkan napas kehidupan yang harus dijaga demi keutuhan NKRI.

Proses Seleksi yang Ketat dan Transparan

Perjalanan menuju babak final tingkat provinsi ini bukanlah hal yang mudah. Habib Said mengungkapkan bahwa sembilan sekolah yang berlaga saat ini merupakan hasil dari proses penyaringan yang sangat ketat. Sebanyak 129 sekolah dari berbagai pelosok kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah telah mengikuti seleksi terbuka yang dilakukan secara daring (online).

Baca Juga Membongkar Sisi Gelap Gemerlap Daan Mogot: Kasus Prostitusi Anak di Karaoke Jakarta Barat
Membongkar Sisi Gelap Gemerlap Daan Mogot: Kasus Prostitusi Anak di Karaoke Jakarta Barat

Meskipun sempat mengalami penundaan selama kurang lebih tiga minggu, Habib Said menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil demi kualitas yang lebih baik. Penundaan itu merupakan bagian dari evaluasi sistem untuk memastikan bahwa dari sisi teknis maupun substansi, lomba ini berjalan secara objektif dan transparan.

“Proses seleksi ini membuktikan komitmen kami untuk mengedepankan prinsip kesetaraan kesempatan bagi seluruh sekolah, baik yang berada di pusat kota maupun di daerah terpencil. Mereka yang ada di sini hari ini adalah representasi generasi muda terbaik yang siap berkompetisi dengan semangat kecintaan terhadap negeri,” imbuhnya.

Daftar Finalis dan Harapan Menuju Panggung Nasional

Sembilan sekolah yang berhasil menunjukkan taringnya dalam seleksi daring dan melaju ke tingkat provinsi adalah:

Baca Juga Tragedi Maut di Bojongsari: Penumpang Motor Tewas Terlindas, Sopir Truk Melarikan Diri
Tragedi Maut di Bojongsari: Penumpang Motor Tewas Terlindas, Sopir Truk Melarikan Diri
  • SMAN 2 Sampit
  • SMAN 2 Danau Sembuluh
  • SMAN 1 Pangkalan Bun
  • SMAN 1 Dusun Tengah
  • SMAN 2 Katingan Kuala
  • SMAN 1 Kuala Kurun
  • SMAN 1 Buntok
  • MAN Barito Utara
  • SMAN 3 Palangka Raya

Pemenang dari kompetisi di tingkat provinsi ini nantinya akan memegang mandat besar, yakni mewakili Kalimantan Tengah dalam ajang Grand Final LCC Empat Pilar MPR RI 2026 di tingkat nasional yang akan diselenggarakan di Jakarta. Persaingan diprediksi akan semakin ketat karena mereka akan bertemu dengan perwakilan-perwakilan terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia.

Dukungan Lintas Sektoral untuk Pendidikan Kebangsaan

Acara pembukaan ini juga dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, beserta jajaran Sekretariat Jenderal MPR RI. Kehadiran mereka menunjukkan betapa pentingnya agenda ini dalam skala prioritas lembaga legislatif tersebut. Selain itu, perwakilan dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah dan Kantor DPD RI Kalimantan Tengah juga turut memberikan dukungan penuh.

Habib Said memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru pembina, kepala sekolah, serta dewan juri yang telah bekerja keras mempersiapkan para siswa. Menurutnya, keberhasilan pendidikan nilai kebangsaan tidak mungkin tercapai tanpa kolaborasi yang solid antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat.

“Kami berharap, melalui kompetisi ini, tidak hanya lahir para juara di atas kertas, tetapi lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang memiliki kecerdasan emosional, spiritual, dan nasionalisme yang tinggi. Mari kita jadikan Kalimantan Tengah sebagai barometer lahirnya pemuda-pemudi yang cinta tanah air dan berdedikasi bagi kemajuan bangsa,” pungkas Habib Said dengan penuh optimisme.

Dengan berakhirnya seremoni pembukaan, genderang persaingan resmi ditabuh. Para peserta kini siap mengerahkan segala kemampuan terbaik mereka untuk memperebutkan tiket menuju Jakarta, sembari membawa misi mulia menjaga tegaknya pilar-pilar bangsa di tanah air tercinta.

Dimas Pratama

Dimas Pratama

Jurnalis lapangan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Fokus pada isu sosial dan kebijakan publik di Radar News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *