Perjuangan Ruben Onsu Temui Thalia dan Thania: Antara Kerinduan Seorang Ayah dan Tembok Prosedur yang Menghimpit

Nadia Safira | RADAR LOKAL
19 Jun 2026, 14:11 WIB
Perjuangan Ruben Onsu Temui Thalia dan Thania: Antara Kerinduan Seorang Ayah dan Tembok Prosedur yang Menghimpit

RadarLokal — Di balik gemerlap lampu studio dan tawa yang sering ia bagikan di layar kaca, presenter kondang Ruben Onsu menyimpan lara yang mendalam terkait kehidupan pribadinya. Ayah tiga anak ini kembali menjadi sorotan publik setelah secara terbuka mengungkapkan keluh kesahnya mengenai sulitnya mendapatkan akses untuk bertemu dengan kedua putri kandungnya, Thalia Putri Onsu dan Thania Putri Onsu. Persoalan ini mencuat ke permukaan di tengah proses pasca-perceraian yang masih menyisakan riak konflik dengan mantan istrinya, Sarwendah.

Bagi seorang ayah, menghabiskan waktu bersama anak adalah sebuah keharusan, namun bagi Ruben, hal tersebut kini terasa seperti kemewahan yang sulit digapai. Dalam sebuah pertemuan dengan awak media di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Ruben tidak lagi mampu menyembunyikan rasa frustrasinya. Ia menegaskan bahwa keinginannya sebenarnya sangat sederhana: hanya ingin menikmati momen privat bersama anak-anaknya tanpa adanya hambatan birokrasi keluarga yang melelahkan.

Baca Juga Jon Mathias Ungkap Bukti Kuat: Masih Sah Jadi Pengacara Ammar Zoni Meski Isu Pemecatan Berhembus
Jon Mathias Ungkap Bukti Kuat: Masih Sah Jadi Pengacara Ammar Zoni Meski Isu Pemecatan Berhembus

Hasrat Sederhana yang Terbentur Realita

Ruben Onsu mengungkapkan bahwa selama ini ia merasa ada banyak tangan tak terlihat dan hambatan yang membuat kualitas pertemuannya dengan sang buah hati menjadi tidak maksimal. Narasi yang ia bangun bukan lagi soal perebutan harta atau popularitas, melainkan murni soal hubungan batin antara orang tua dan anak yang kini terasa berjarak. Ia merindukan momen-momen kecil seperti jalan-jalan santai tanpa perlu merasa diawasi atau dibatasi oleh prosedur yang rumit.

“Yang saya mau, saya maunya saya jalan sama anak-anak saya saja. Itu saja, itu yang tidak pernah dapat poinnya. Saya mau jalan sama anak saya saja, sudah itu saja. Jadi itu yang terasa agak susah sekarang,” tutur Ruben dengan nada bicara yang sarat akan beban emosional. Baginya, setiap detik yang terbuang tanpa kehadiran Thalia dan Thania adalah kerugian besar yang tidak bisa digantikan oleh materi apa pun dalam industri hiburan tanah air.

Baca Juga Adhisty Zara Resmi Menikah dengan Tsaqib: Benarkah Foto ‘Baby Bump’ Jadi Kode Kehamilan?
Adhisty Zara Resmi Menikah dengan Tsaqib: Benarkah Foto ‘Baby Bump’ Jadi Kode Kehamilan?

Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru dalam dunia selebriti, namun kasus Ruben Onsu menarik perhatian karena selama ini ia dikenal sebagai sosok family man yang sangat dekat dengan anak-anaknya. Ketidakmampuannya untuk sekadar membawa anak-anaknya pergi secara privat menimbulkan tanda tanya besar di benak publik mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik pintu tertutup kediaman mereka sebelumnya.

Melenceng dari Kesepakatan Hukum

Secara legalitas, pembagian hak asuh dan waktu pertemuan sebenarnya sudah diatur dengan jelas oleh pengadilan sejak perceraian mereka pada tahun 2024. Ruben menjelaskan bahwa sudah ada jadwal rutin yang seharusnya ditaati oleh kedua belah pihak demi kepentingan terbaik anak-anak. Menurut ketetapan hukum tersebut, Thalia dan Thania memiliki waktu tinggal yang terbagi secara proporsional antara ayah dan ibunya dalam hitungan mingguan.

Baca Juga Kabar Terbaru Anang dan Ashanty Berhaji: Atta Halilintar Jadi ‘Garda Terdepan’ Jaga Keluarga di Jakarta
Kabar Terbaru Anang dan Ashanty Berhaji: Atta Halilintar Jadi ‘Garda Terdepan’ Jaga Keluarga di Jakarta

“Sebenarnya sepertinya tidak perlu ada kata damai yang muluk-muluk, tinggal ditaati saja apa yang sudah ada. Jadi keputusan pengadilan itu kan memang ada empat hari bersama beliau (Sarwendah), dan ada tiga hari bersama saya. Sesederhana itu aturannya,” jelas presenter yang kerap menghiasi layar kaca dalam program Brownis tersebut. Namun, realita di lapangan ternyata jauh dari hitam di atas putih keputusan pengadilan.

Dalam praktiknya, Ruben merasa kesepakatan tersebut sering kali goyah karena berbagai alasan mendadak. Istilah “belok-belok” digunakan Ruben untuk menggambarkan bagaimana jadwal yang sudah disusun rapi sering kali berubah secara sepihak, yang pada akhirnya membuat pertemuan dengan anak-anak menjadi tidak menentu. Hal ini tidak hanya mengecewakan Ruben secara pribadi, tetapi juga dikhawatirkan dapat berdampak pada psikologis anak-anak yang membutuhkan kestabilan figur ayah dalam hidup mereka.

Baca Juga Rahasia Glowing Dustin Tiffani: Intip Ritual Skincare Unik Bareng Sang Istri Sebelum Terlelap
Rahasia Glowing Dustin Tiffani: Intip Ritual Skincare Unik Bareng Sang Istri Sebelum Terlelap

Tembok Perizinan di Sekolah: Ayah Kandung yang Terasa Asing

Salah satu poin yang paling menyayat hati dalam curahan hati Ruben adalah pengalamannya saat mencoba menemui kedua putrinya di sekolah. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat netral bagi orang tua untuk memberikan dukungan moral bagi anak-anaknya, justru menjadi medan perjuangan baru bagi Ruben. Meskipun ia memegang status sah sebagai ayah kandung, Ruben mengaku tetap menemui kendala perizinan yang mengharuskan adanya persetujuan dari pihak mantan istri terlebih dahulu.

“Kemarin mencoba menghubungi, ya memang ternyata harus ada persetujuan dulu,” ucapnya singkat. Kendala administratif ini seolah mempertegas adanya tembok tinggi yang memisahkan dirinya dengan darah dagingnya sendiri. Situasi ini memicu diskusi luas di masyarakat mengenai sejauh mana batasan hak asuh anak pasca-perceraian dan bagaimana ego orang tua terkadang tanpa sengaja mengabaikan hak anak untuk mendapatkan kasih sayang yang utuh dari kedua orang tuanya.

Baca Juga Bocoran Resepsi Mewah El Rumi dan Syifa Hadju: Ahmad Dhani Siapkan Musisi Internasional Berinisial B sebagai Kejutan Utama
Bocoran Resepsi Mewah El Rumi dan Syifa Hadju: Ahmad Dhani Siapkan Musisi Internasional Berinisial B sebagai Kejutan Utama

Masalah hak asuh anak memang sering kali menjadi bagian paling pelik dalam proses perpisahan. Banyak pengamat menilai bahwa dalam kasus ini, perlu adanya mediasi yang lebih mendalam agar komunikasi yang tersumbat bisa kembali lancar. Ruben sendiri tampak sudah berada di titik jenuh untuk berdebat secara langsung dan memilih untuk menempuh jalur yang lebih formal guna menuntut haknya sebagai seorang ayah.

Harapan pada Jalur Hukum dan Masa Depan

Hingga saat ini, kemelut mengenai jadwal pertemuan dan hak asuh ini masih terus bergulir. Ruben Onsu tidak ingin melangkah tanpa dasar hukum yang kuat, sehingga ia menyerahkan detail teknis dan langkah-langkah selanjutnya kepada kuasa hukumnya, Minola Sebayang. Ia berharap melalui campur tangan profesional, benang kusut yang selama ini menghalangi jalannya untuk bertemu anak-anak bisa segera terurai.

“Nanti biar Bang Minola yang jawab ya. Kalau itu sudah pasti ada, kita sudah atur sama Bang Minola sendiri. Insyaallah mudah-mudahan selesai dari itu bisa lebih baik lagi,” pungkas Ruben dengan nada penuh harapan. Ia meyakini bahwa keterlibatan pengacara bukan untuk memperkeruh suasana, melainkan untuk memastikan bahwa hak-hak yang telah dijamin oleh undang-undang dapat terpenuhi tanpa ada pihak yang merasa dirugikan.

Publik kini menunggu bagaimana kelanjutan dari drama keluarga ini. Banyak yang berharap agar konflik antara Ruben Onsu dan Sarwendah dapat segera menemui titik terang demi kebahagiaan Thalia Putri Onsu dan Thania. Sebab, pada akhirnya, anak-anaklah yang paling membutuhkan kehadiran kedua orang tuanya secara harmonis, meskipun bangunan rumah tangga mereka telah runtuh. Perjuangan Ruben ini menjadi pengingat bagi banyak orang bahwa di balik ketenaran dan kekayaan, hal yang paling berharga tetaplah waktu berkualitas bersama keluarga tercinta.

Nadia Safira

Nadia Safira

Content creator yang memiliki radar tajam terhadap isu viral dan gaya hidup. Menjaga konten Radar Hot tetap segar dan menghibur.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *