Transformasi Berani Mayang Lucyana: Dari Distorsi Rock Menuju Goyangan Koplo Lewat Single ‘Boncengan Baru’

Nadia Safira | RADAR LOKAL
17 Jun 2026, 12:12 WIB
Transformasi Berani Mayang Lucyana: Dari Distorsi Rock Menuju Goyangan Koplo Lewat Single 'Boncengan Baru'

RadarLokal — Industri musik tanah air kembali dikejutkan dengan gebrakan terbaru dari sosok Mayang Lucyana Fitri. Adik dari mendiang Vanessa Angel ini secara resmi mengumumkan langkah transformatif dalam karier bermusiknya dengan merambah genre musik rakyat yang tengah naik daun, yakni koplo. Melalui perilisan single terbarunya yang bertajuk ‘Boncengan Baru’, Mayang seolah ingin membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar musisi yang terpaku pada satu zona nyaman saja.

Keputusan ini tentu mengundang atensi besar dari publik, mengingat selama ini Mayang lebih dikenal dengan citra musik pop-rock yang kental. Kepiawaiannya dalam memetik gitar elektrik dan membawakan lagu-lagu dengan distorsi tinggi telah menjadi identitas yang melekat padanya selama beberapa tahun terakhir. Namun, lewat ‘Boncengan Baru’, ia mencoba meruntuhkan tembok pembatas tersebut dan melebur dalam irama gendang yang enerjik.

Baca Juga Vonis Berat Ammar Zoni: Kekecewaan Mendalam Dokter Kamelia dan Misteri di Balik Jeruji Salemba
Vonis Berat Ammar Zoni: Kekecewaan Mendalam Dokter Kamelia dan Misteri di Balik Jeruji Salemba

Proses Kreatif di Balik ‘Boncengan Baru’

Dalam sebuah konferensi pers yang digelar dengan penuh kehangatan di kawasan Warung Jati, Jakarta Selatan, Mayang berbagi cerita mengenai proses panjang di balik layar pembuatan karyanya ini. Ia mengungkapkan bahwa pengerjaan lagu tersebut memakan waktu kurang lebih dua bulan. Durasi ini mencakup segala aspek, mulai dari penggodaan aransemen musik, rekaman vokal, hingga tahap finalisasi video klip yang dikemas secara menarik.

“Alhamdulillah, akhirnya hari ini resmi rilis single ‘Boncengan Baru’. Jadi untuk seluruh proses penggarapannya memang memakan waktu sekitar dua bulan,” tutur Mayang dengan raut wajah sumringah. Baginya, waktu dua bulan tersebut adalah masa eksperimen di mana ia harus menyesuaikan karakter vokalnya yang biasanya ‘nge-rock’ agar bisa masuk ke dalam cengkok dangdut koplo yang khas.

Baca Juga Vicky Shu dan Luka di Balik Body Shaming: Kisah Haru Sang Penyanyi Bangkit Demi Buah Hati
Vicky Shu dan Luka di Balik Body Shaming: Kisah Haru Sang Penyanyi Bangkit Demi Buah Hati

Lagu ini bukan sekadar proyek iseng semata. Mayang menekankan bahwa ada dedikasi penuh yang ia tuangkan dalam setiap nada di ‘Boncengan Baru’. Tim produksi yang mendampinginya pun bekerja ekstra keras untuk memastikan transisi genre ini tetap berkualitas dan dapat diterima oleh telinga pendengar luas, baik penggemar lamanya maupun pecinta musik dangdut secara umum.

Alasan di Balik Perpindahan Genre: Eksplorasi Tanpa Batas

Banyak pihak bertanya-tanya, apa yang sebenarnya memicu Mayang untuk meninggalkan sejenak gitar elektriknya dan beralih ke genre yang jauh berbeda? Jawaban Mayang cukup sederhana namun bermakna mendalam: masa muda adalah waktu terbaik untuk bereksplorasi. Ia merasa bahwa sebagai seorang seniman muda, ia memiliki tanggung jawab untuk terus menantang dirinya sendiri.

Baca Juga Babak Baru Kehidupan Syifa Hadju dan El Rumi: Ferry Maryadi Ungkap Transformasi Sang Aktris Menjadi Istri Idaman
Babak Baru Kehidupan Syifa Hadju dan El Rumi: Ferry Maryadi Ungkap Transformasi Sang Aktris Menjadi Istri Idaman

“Selagi masih muda,” tegas Mayang singkat namun penuh keyakinan. Kalimat ini menggambarkan semangat api yang ada di dalam dirinya untuk tidak membatasi kreativitas. Mayang menyadari bahwa industri hiburan Indonesia sangat dinamis, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan berbagai genre adalah aset yang sangat berharga.

Eksplorasi ini juga merupakan bentuk pencarian jati diri bagi Mayang di tengah bayang-bayang nama besar keluarganya. Dengan mencoba sesuatu yang benar-benar berbeda dari apa yang pernah dilakukan sebelumnya, ia ingin menunjukkan bahwa ia memiliki kapasitas musikalitas yang luas. Koplo dipilih karena genre ini memiliki energi positif yang mampu membuat siapa saja yang mendengarnya merasa lebih bahagia dan ingin bergoyang.

Baca Juga Ironi Popularitas T2: Lagu Viral di Kalangan Gen Z, Tapi Sosok Tika-Tiwi Justru Jadi Misteri
Ironi Popularitas T2: Lagu Viral di Kalangan Gen Z, Tapi Sosok Tika-Tiwi Justru Jadi Misteri

Menanggapi Kritik Netizen dengan Kedewasaan

Tentu saja, sebuah perubahan besar tidak selalu disambut dengan tangan terbuka oleh semua orang. Sejak mulai mempromosikan cuplikan lagu ‘Boncengan Baru’ di media sosial, Mayang sudah mendapatkan beragam reaksi dari netizen. Ada yang mendukung penuh langkah beraninya, namun tidak sedikit pula yang melayangkan kritik pedas dan merasa kecewa dengan pilihannya.

Banyak penggemar setianya yang mengaku kaget karena mereka sudah terlanjur jatuh cinta dengan citra Mayang sebagai gitaris rock. Perubahan mendadak ini dianggap terlalu drastis bagi sebagian orang. Menanggapi hal tersebut, Mayang bersikap sangat tenang dan dewasa. Ia tidak merasa tersinggung dengan masukan yang datang kepadanya.

Baca Juga Aksi Tegas Maia Estianty Pasang Badan Lindungi El Rumi dari Tekanan Netizen Soal Momongan
Aksi Tegas Maia Estianty Pasang Badan Lindungi El Rumi dari Tekanan Netizen Soal Momongan

“Ada yang kritik, tapi dengan cara yang baik-baik sih. Ada yang bilang, ‘Maaf Mayang, kayaknya kamu nggak cocok deh di koplo, karena aku sudah terbiasa lihat kamu di pop-rock’,” ungkap Mayang menceritakan salah satu komentar yang ia terima. Alih-alih merasa terpuruk, ia justru menjadikan komentar-komentar tersebut sebagai bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas penampilannya di masa depan.

Ambisi Besar: Menuju Album Koplo yang Konsisten

Bagi Mayang, ‘Boncengan Baru’ hanyalah langkah awal dari perjalanan panjangnya di genre ini. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak akan berhenti hanya pada satu single koplo saja. Mayang memiliki visi jangka panjang untuk terus merilis karya-karya serupa dan bahkan sedang merencanakan sebuah proyek album yang didominasi oleh musik koplo.

“Pastinya nanti single koplo nggak berhenti di sini saja. Pasti nanti ada next-next single koplo aku yang lainnya dan insyaallah bakalan jadi album koplo,” pungkasnya optimis. Target ini menunjukkan bahwa Mayang sangat serius menekuni jalur ini dan bukan sekadar mengikuti tren sesaat.

Dengan semangat yang membara, Mayang Lucyana kini siap bersaing di kancah musik dangdut modern. Meskipun tantangan di depan mata cukup besar, keberaniannya untuk keluar dari zona nyaman patut diacungi jempol. Publik kini tinggal menunggu, sejauh mana ‘Boncengan Baru’ akan melaju di tangga lagu nasional dan apakah Mayang mampu membuktikan bahwa dirinya memang layak menyandang gelar penyanyi koplo masa depan.

Kesimpulan: Evolusi Seorang Musisi

Perjalanan karier Mayang Lucyana mengajarkan kita bahwa perubahan adalah hal yang niscaya dalam dunia seni. Dari seorang remaja yang lekat dengan gitar elektrik dan musik rock, kini ia bertransformasi menjadi sosok yang lebih luwes dengan irama koplo. Melalui ‘Boncengan Baru’, ia mengajak pendengar untuk melihat sisi lain dari bakatnya yang selama ini mungkin belum sepenuhnya tergali.

Keberanian untuk menerima kritik dan tetap fokus pada visi pribadi adalah kunci utama bagi Mayang dalam mengarungi industri musik yang kompetitif. Kita nantikan kejutan-kejutan selanjutnya dari musisi muda ini, seraya berharap bahwa karya-karyanya dapat terus memberikan warna baru bagi industri musik tanah air. Tetap pantau perkembangan terbaru Mayang hanya di RadarLokal untuk informasi terupdate seputar dunia selebritas dan hiburan nusantara.

Nadia Safira

Nadia Safira

Content creator yang memiliki radar tajam terhadap isu viral dan gaya hidup. Menjaga konten Radar Hot tetap segar dan menghibur.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *