Sinergi Hijau di Pesisir Jakarta: Langkah Konkret Koarmada RI dan CT Arsa Foundation dalam Melestarikan Mangrove di Muara Angke

Dimas Pratama | RADAR LOKAL
25 Apr 2026, 12:12 WIB
Sinergi Hijau di Pesisir Jakarta: Langkah Konkret Koarmada RI dan CT Arsa Foundation dalam Melestarikan Mangrove di Muar

RadarLokal — Suasana di pesisir Jakarta Utara, tepatnya di kawasan Rumah Apung Muara Angke, mendadak riuh dengan semangat perubahan pada Sabtu pagi yang cerah. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas nelayan, sekelompok relawan dari CT Arsa Foundation bersama jajaran prajurit Koarmada RI berkumpul dengan satu misi mulia: memberikan napas baru bagi bumi melalui aksi nyata pembersihan lingkungan dan penanaman bibit mangrove.

Kolaborasi Strategis untuk Kelestarian Pesisir

Kegiatan yang bertajuk “Gebrag Literasi Spesial Hari Bumi” ini bukan sekadar seremoni belaka. Ini adalah wujud nyata dari sinergi antara lembaga filantropi dan institusi militer dalam menjawab tantangan perubahan iklim yang kian nyata. Langkah konkret yang diinisiasi oleh CT Arsa Foundation ini mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya dari Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI, Laksdya TNI Denih Hendrata.

Baca Juga Terbongkar! Aliran Dana Rp 211,2 Miliar dalam Pusaran Bisnis Narkoba Jaringan ‘The Doctor’
Terbongkar! Aliran Dana Rp 211,2 Miliar dalam Pusaran Bisnis Narkoba Jaringan ‘The Doctor’

Melalui pesan yang disampaikan oleh Asisten Teritorial Pangkoarmada RI, Laksma TNI Budi Mulyadi, ditekankan bahwa menjaga ekosistem pesisir adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. Kolaborasi ini dianggap sebagai jembatan penting untuk menyentuh lapisan masyarakat pra-sejahtera sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir Jakarta yang kian terancam oleh polusi dan abrasi.

Literasi Lingkungan: Memahami Realitas, Mengambil Tindakan

Salah satu poin menarik dari kegiatan ini adalah penggabungan aspek edukatif dan sosial. Dalam pandangan Laksdya Denih Hendrata, literasi tidak boleh lagi dimaknai secara sempit hanya sebatas kemampuan membaca buku di perpustakaan. Lebih jauh dari itu, literasi adalah kunci perubahan perilaku manusia terhadap dunianya.

Baca Juga Horor di Laut Somalia: Tanker Minyak Dibajak Kelompok Bersenjata, Sinyal Bahaya Bagi Jalur Perdagangan Dunia
Horor di Laut Somalia: Tanker Minyak Dibajak Kelompok Bersenjata, Sinyal Bahaya Bagi Jalur Perdagangan Dunia

“Pengetahuan adalah kunci perubahan. Literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi juga tentang memahami bagaimana realitas yang ada di sekitar kita dan bertindak berdasarkan pengetahuan tersebut,” ujar Laksdya Denih dalam sambutan tertulisnya. Dengan memahami betapa krusialnya peran hutan mangrove, masyarakat diharapkan tidak lagi melihat aksi menanam pohon sebagai beban, melainkan sebagai kebutuhan untuk bertahan hidup.

Menanam Harapan di Lumpur Muara Angke

Penanaman bibit mangrove di kawasan Rumah Apung Muara Angke membawa simbolisme yang kuat. Mangrove dikenal sebagai pelindung alami dari ancaman intrusi air laut dan peredam gelombang yang efektif. Namun, di balik fungsi ekologisnya, setiap bibit yang ditanam oleh CT Arsa Foundation dan Koarmada RI adalah benih harapan bagi komunitas lokal.

Baca Juga Sopir Angkot Rusak Kaca Mobil di Jakarta Timur: Peluang Restorative Justice di Tangan Korban
Sopir Angkot Rusak Kaca Mobil di Jakarta Timur: Peluang Restorative Justice di Tangan Korban

Kawasan Jakarta Utara, yang kerap berhadapan dengan masalah banjir rob dan tumpukan sampah, memerlukan intervensi hijau secara berkelanjutan. Melalui aksi penanaman mangrove ini, diharapkan akan terbentuk sabuk hijau yang mampu memperbaiki kualitas air dan menyediakan habitat bagi berbagai biota laut. “Kita tidak hanya menanam mangrove, tapi juga menanam harapan. Masa depan yang lebih baik tidak datang dengan sendirinya, melainkan dibangun melalui tangan-tangan yang mau berbagi dan saling menjaga,” tambah Laksma Budi Mulyadi saat meninjau langsung lokasi penanaman.

Bela Negara Melalui Pelestarian Lingkungan

Menariknya, Koarmada RI juga mengaitkan aksi lingkungan ini dengan prinsip bela negara. Di era modern, definisi bela negara telah bertransformasi. Ia tidak lagi selalu identik dengan memanggul senjata atau berada di medan tempur fisik. Menjaga kedaulatan lingkungan adalah salah satu bentuk pengabdian kepada tanah air yang paling relevan saat ini.

Baca Juga Dilema Tarif Transjakarta: Setelah 21 Tahun Bertahan di Angka Rp 3.500, Kini Kenaikan Mulai Dikaji
Dilema Tarif Transjakarta: Setelah 21 Tahun Bertahan di Angka Rp 3.500, Kini Kenaikan Mulai Dikaji

“Bela Negara tidak harus panggung senjata. Jadi bisa dilakukan apa saja, termasuk terhadap lingkungan dan masyarakat,” tegas Laksma Budi. Dengan menjaga kelestarian lingkungan, secara tidak langsung kita sedang menjaga kekuatan fondasi negara. Generasi muda yang tumbuh di lingkungan yang sehat akan memiliki kualitas hidup yang lebih baik, yang nantinya akan menjadi pilar pendukung kekuatan nasional.

Sentuhan Sosial dan Layanan Kesehatan untuk Warga

Selain aksi hijau, kegiatan ini juga menyentuh aspek kemanusiaan melalui pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga sekitar. CT Arsa Foundation menunjukkan komitmennya bahwa kesehatan masyarakat adalah bagian integral dari pembangunan berkelanjutan. Warga Muara Angke, yang sebagian besar menggantungkan hidup dari laut, mendapatkan layanan medis yang mungkin sulit mereka akses sehari-hari.

Baca Juga Gebrakan BNPP: Bedah 15.000 Rumah di Perbatasan Indonesia, Bukti Keadilan dari Pelosok Negeri
Gebrakan BNPP: Bedah 15.000 Rumah di Perbatasan Indonesia, Bukti Keadilan dari Pelosok Negeri

Interaksi antara relawan, prajurit TNI AL, dan warga lokal menciptakan harmoni sosial yang hangat. Hal ini membuktikan bahwa masalah lingkungan tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan harus melibatkan pendekatan holistik yang menyentuh sisi ekonomi, kesehatan, dan edukasi sekaligus.

Komitmen Berkelanjutan untuk Masa Depan

RadarLokal mencatat bahwa kolaborasi antara CT Arsa Foundation dan Koarmada RI ini diharapkan tidak berhenti sampai di sini. Ada harapan besar agar kegiatan serupa dapat dikembangkan dan dipertahankan di lokasi-lokasi lain yang membutuhkan perhatian serupa. Transformasi dari “kewajiban menjaga lingkungan” menjadi “kebutuhan menjaga lingkungan” adalah target jangka panjang yang ingin dicapai dari aksi sosial ini.

Sebagai penutup, kegiatan di Muara Angke ini menjadi pengingat bagi kita semua di Hari Bumi ini: bahwa bumi yang kita pijak saat ini adalah titipan untuk generasi mendatang. Kerja sama strategis antara pihak swasta, yayasan sosial, dan militer seperti yang ditunjukkan oleh CT Arsa dan Koarmada RI adalah cetak biru yang patut dicontoh dalam upaya kita mewariskan dunia yang lebih hijau, lebih bersih, dan lebih sehat.

Semoga setiap bibit mangrove yang tertanam di lumpur pesisir Jakarta hari ini, tumbuh menjadi benteng kokoh yang melindungi kehidupan, selaras dengan semangat kolaborasi yang telah dibangun dengan tulus.

Dimas Pratama

Dimas Pratama

Jurnalis lapangan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Fokus pada isu sosial dan kebijakan publik di Radar News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *