Transformasi Strategis PT Dirgantara Indonesia: Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris demi Perkuat Ekosistem Aviasi Nasional

Sarah Amalia | RADAR LOKAL
27 Mei 2026, 12:11 WIB
Transformasi Strategis PT Dirgantara Indonesia: Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris demi Perkuat Ekosistem Aviasi Nasio

RadarLokal — PT Dirgantara Indonesia (PTDI), sang mercusuar industri kedirgantaraan tanah air, baru saja melakukan manuver strategis yang cukup signifikan dalam struktur internalnya. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang digelar pada Selasa, 26 Mei 2026, perusahaan pelat merah ini secara resmi merombak susunan pengurus, mulai dari jajaran Direksi hingga Dewan Komisaris. Perubahan ini bukan sekadar pergantian wajah, melainkan sebuah upaya revitalisasi untuk menjawab tantangan industri kedirgantaraan yang kian dinamis dan penuh kompetisi di kancah global.

Penyegaran Nomenklatur: Fokus pada Teknologi dan Manajemen Risiko

Salah satu poin paling krusial dalam keputusan RUPS tersebut adalah perubahan nomenklatur jabatan di kursi Direksi. Perubahan ini mencerminkan fokus baru PTDI dalam memisahkan dan mempertajam fungsi-fungsi strategis di perusahaan. Jabatan yang sebelumnya dikenal sebagai Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan kini dipecah menjadi Direktur Niaga & Pengembangan yang tetap dipercayakan kepada Moh Arif Faisal. Sementara itu, aspek teknologi kini mendapatkan atensi khusus dengan dibentuknya posisi baru, yakni Direktur Teknologi & Manajemen Risiko yang kini dijabat oleh Ony Arifianto.

Baca Juga Waspada! Modus Penipuan Terbaru Berkedok Tebak Gambar Hingga Nonton Drama China Mulai Menjamur
Waspada! Modus Penipuan Terbaru Berkedok Tebak Gambar Hingga Nonton Drama China Mulai Menjamur

Tidak hanya itu, posisi keuangan pun mengalami penyesuaian. Dhias Widhiyati kini mengemban amanah sebagai Direktur Keuangan & SDM, sebuah posisi yang sebelumnya mencakup manajemen risiko. Dengan pergeseran ini, manajemen risiko kini berdiri berdampingan dengan direktorat teknologi. Langkah ini dinilai strategis mengingat industri manufaktur pesawat terbang memiliki profil risiko yang tinggi, sehingga memerlukan pengawasan yang lebih spesifik dan terintegrasi dengan pengembangan teknologi terbaru.

Wajah Baru di Jajaran Dewan Komisaris

Penyegaran organisasi juga merambah ke kursi Dewan Komisaris. RUPS menetapkan Bagus Puruhito sebagai Wakil Komisaris Utama yang baru, menggantikan posisi yang sebelumnya ditinggalkan oleh Bonar H Hutagaol. Masuknya Bagus Puruhito diharapkan mampu memberikan perspektif baru dalam pengawasan strategis perusahaan, mengingat pengalamannya yang luas di sektor keamanan dan operasional udara. Selain itu, Erwin Dimas juga resmi diangkat sebagai anggota Komisaris, melengkapi jajaran pengawas yang dikomandoi oleh M Tonny Harjono sebagai Komisaris Utama.

Baca Juga Gaji Ke-13 ASN 2026 Segera Cair: Intip Jadwal, Besaran, dan Daftar Lengkap Penerimanya
Gaji Ke-13 ASN 2026 Segera Cair: Intip Jadwal, Besaran, dan Daftar Lengkap Penerimanya

Kehadiran figur-figur berpengalaman di jajaran komisaris ini diyakini akan memperkuat fungsi check and balance di tubuh PTDI. Dalam sebuah entitas sebesar PTDI, peran komisaris bukan hanya sebagai pengawas formalitas, melainkan sebagai penasihat strategis yang memastikan tata kelola perusahaan tetap berada pada jalur yang benar demi mencapai target-target jangka panjang.

Lonjakan Laba 345%: Fondasi Kokoh Menuju 2026

Di balik perombakan kursi kepemimpinan ini, PTDI sebenarnya tengah berada dalam tren positif yang sangat menggembirakan. Dalam laporan yang disampaikan, terungkap bahwa capaian kinerja PTDI sepanjang tahun buku 2025 menjadi batu pijakan yang sangat kokoh. Perusahaan berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih yang fantastis, yakni mencapai 345,97% dibandingkan dengan realisasi tahun 2024. Lonjakan laba ini menjadi bukti bahwa strategi efisiensi dan penguatan kapabilitas bisnis yang dijalankan selama ini mulai membuahkan hasil manis.

Baca Juga Rupiah Terpuruk di Level Rp 17.300: Mengurai Dilema Bank Indonesia di Tengah Badai Global dan Beban Fiskal
Rupiah Terpuruk di Level Rp 17.300: Mengurai Dilema Bank Indonesia di Tengah Badai Global dan Beban Fiskal

Moh. Arif Faisal, Direktur Niaga & Pengembangan PTDI, menegaskan bahwa performa impresif ini merupakan hasil kolaborasi kolektif dalam ekosistem holding pertahanan nasional yang dikenal sebagai DEFEND ID. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari penguatan di sisi engineering, kapasitas produksi, serta kemampuan perusahaan dalam beradaptasi dengan kebutuhan pasar global yang terus berubah.

Sinergi DEFEND ID dan Ambisi Kemandirian Bangsa

Sebagai bagian dari Holding DEFEND ID, PTDI memiliki tanggung jawab besar untuk mendukung kemandirian pertahanan nasional. Indonesia, yang selama ini dikenal sebagai salah satu pasar potensial bagi produsen pesawat dunia, kini perlahan mulai bergeser menjadi pemain yang turut aktif dalam proses produksi. Sinergi dengan pemain global seperti Airbus menjadi salah satu bukti bahwa kapabilitas teknis insinyur Indonesia telah diakui di level internasional.

Baca Juga Gebrakan Transmart Full Day Sale: Berburu Sepeda Impian dengan Diskon Spektakuler dan Promo Melimpah
Gebrakan Transmart Full Day Sale: Berburu Sepeda Impian dengan Diskon Spektakuler dan Promo Melimpah

Dengan susunan pengurus yang baru, PTDI berkomitmen untuk terus memperkuat penguasaan teknologi dirgantara. Fokus utama perusahaan ke depan adalah memastikan bahwa setiap produk yang keluar dari hanggar PTDI memiliki daya saing tinggi, baik dari sisi harga maupun kualitas teknologi yang diusung. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai hub industri aviasi di kawasan Asia Tenggara.

Harapan Besar pada Kepemimpinan Baru

Publik tentu menaruh harapan besar pada pundak Gita Amperiawan selaku Direktur Utama dan jajarannya. Tantangan di depan mata tidaklah mudah. Selain harus mempertahankan momentum pertumbuhan laba, manajemen baru juga dihadapkan pada proyek-proyek besar pengembangan pesawat nasional yang memerlukan konsistensi dan inovasi tiada henti. Pengembangan teknologi pesawat terbang masa depan, termasuk pesawat tanpa awak (drone) dan optimalisasi pesawat N219, menjadi agenda yang sangat dinanti perkembangannya.

Baca Juga Harga Emas Terjun Bebas: Analisis Mendalam Penurunan Tajam di Pekan Pertama Juni 2026
Harga Emas Terjun Bebas: Analisis Mendalam Penurunan Tajam di Pekan Pertama Juni 2026

Berikut adalah ringkasan susunan pengurus terbaru PT Dirgantara Indonesia pasca-RUPS 2026:

Jajaran Direksi:

  • Direktur Utama: Gita Amperiawan
  • Direktur Niaga & Pengembangan: Moh Arif Faisal
  • Direktur Produksi: Dena Hendriana
  • Direktur Keuangan & SDM: Dhias Widhiyati
  • Direktur Teknologi & Manajemen Risiko: Ony Arifianto

Jajaran Komisaris:

  • Komisaris Utama: M Tonny Harjono
  • Wakil Komisaris Utama: Bagus Puruhito
  • Komisaris Independen: Yusron Ihza
  • Komisaris: Erwin Dimas

Melalui perubahan ini, PTDI diharapkan dapat bergerak lebih lincah dan adaptif. Keberhasilan merombak nomenklatur direksi menunjukkan bahwa perusahaan ini sangat serius dalam menangani manajemen risiko sekaligus tidak ingin tertinggal dalam perlombaan teknologi dirgantara global. Dengan semangat inovasi nasional, PTDI kini siap terbang lebih tinggi membawa nama baik Indonesia di kancah kedirgantaraan dunia.

Sarah Amalia

Sarah Amalia

Analis ekonomi muda yang hobi membedah tren pasar dan strategi UMKM. Pengisi utama kolom Radar Finance.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *