Wajah Baru Rasuna Said: Antusiasme Tinggi Warga dan Komitmen Hijau Jakarta di Tangan Pramono Anung

Dimas Pratama | RADAR LOKAL
07 Jun 2026, 10:11 WIB
Wajah Baru Rasuna Said: Antusiasme Tinggi Warga dan Komitmen Hijau Jakarta di Tangan Pramono Anung

RadarLokal — Pagi itu, kawasan Kuningan yang biasanya dipadati oleh deru mesin kendaraan dan kesibukan para pekerja kantoran, mendadak berubah menjadi lautan manusia yang penuh energi. Langkah-langkah kaki pelari dan kayuhan sepeda mengisi aspal Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Di tengah kerumunan itu, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, hadir bukan sekadar untuk seremoni, melainkan untuk merasakan langsung denyut nadi warga dalam gelaran Car Free Day (CFD) yang kini menjadi ikon baru di wilayah tersebut.

Kehadiran Pramono tidak sendirian. Ia didampingi oleh sosok publik figur yang dikenal vokal terhadap isu lingkungan, Cinta Laura. Kehadiran keduanya seolah memberikan sinyal kuat bahwa car free day bukan hanya tentang olahraga pagi, melainkan sebuah platform transformasi sosial dan lingkungan bagi warga Jakarta. Dalam tinjauan tersebut, Pramono menangkap satu pesan utama dari publik: keberlanjutan.

Baca Juga Tragedi Gempa M 5,2 Guncang Guangxi China: Pasangan Lansia Tewas, Ribuan Warga Kehilangan Tempat Tinggal
Tragedi Gempa M 5,2 Guncang Guangxi China: Pasangan Lansia Tewas, Ribuan Warga Kehilangan Tempat Tinggal

Suara Rakyat di Aspal Rasuna Said: 95 Persen Setuju Lanjut

Sejak dimulai pukul 05.30 hingga 09.00 WIB, CFD Rasuna Said mencatat antusiasme yang luar biasa. Berdasarkan interaksi langsung dengan masyarakat, Pramono mengungkapkan fakta menarik. Sebagian besar warga merasa kehadiran ruang terbuka hijau temporer di jantung bisnis ini sangatlah vital. Data yang dihimpun menunjukkan angka kepuasan yang fantastis.

“Tadi saya secara khusus ingin mendengarkan masukan, saran, dan juga pendapat dari masyarakat yang datang. Sebagian besar, hampir 95 hingga 96 persen lebih, mereka mengharapkan Pramono Anung memastikan Car Free Day ini menjadi kontinu dan dilakukan terus-menerus,” ujar Gubernur di sela-sela kegiatannya pada Minggu (7/6/2026).

Keputusan waktu pelaksanaan yang dimulai lebih pagi ini juga merupakan hasil evaluasi matang. Pemprov Jakarta mempertimbangkan kenyamanan jemaat gereja di sekitar area yang membutuhkan akses jalan untuk ibadah pagi. Dengan penyesuaian ini, harmoni antara kegiatan publik dan kebutuhan religi dapat berjalan beriringan tanpa saling mengganggu.

Baca Juga Genting! Hubungan AS-Iran di Titik Nadir: Dari Kematian Khamenei hingga Ancaman ‘Kuburan Kapal’ di Teluk Oman
Genting! Hubungan AS-Iran di Titik Nadir: Dari Kematian Khamenei hingga Ancaman ‘Kuburan Kapal’ di Teluk Oman

Menyempurnakan Infrastruktur: PR Bagi Pemprov Jakarta

Meskipun mendapatkan dukungan mayoritas, Pramono tidak menutup mata terhadap keluhan kecil yang muncul. Sekitar 4 hingga 5 persen warga memberikan catatan kritis terkait kondisi infrastruktur di sepanjang jalur Rasuna Said. Mereka menyoroti penataan jalan dan area pedestrian yang dirasa belum sepenuhnya nyaman bagi pejalan kaki.

Pramono menjelaskan bahwa ketidaknyamanan tersebut disebabkan oleh proyek penataan yang memang sedang berjalan. “Kenapa ada yang mengeluh? Karena mereka melihat sepanjang jalan, terutama di sisi timur, pengerjaannya belum 100 persen selesai. Masih ada penanaman pohon yang sedang berlangsung. Semuanya dijadwalkan rampung dan diresmikan pada 22 Juni mendatang,” jelasnya secara detail.

Penghijauan menjadi fokus utama dalam pembangunan Jakarta di koridor ini. Pemerintah berkomitmen menjadikan Rasuna Said sebagai koridor hijau yang teduh, sehingga warga tidak hanya bisa berolahraga di hari Minggu, tetapi juga merasa nyaman saat bermobilitas di hari kerja.

Baca Juga Dilema Donald Trump: Iran Sodorkan Pilihan Antara Kesepakatan Pahit atau Risiko Operasi Militer yang ‘Mustahil’
Dilema Donald Trump: Iran Sodorkan Pilihan Antara Kesepakatan Pahit atau Risiko Operasi Militer yang ‘Mustahil’

Seni Menata Pedagang: Belajar dari Pengalaman Sudirman-Thamrin

Isu pedagang kaki lima (PKL) selalu menjadi tantangan tersendiri dalam setiap penyelenggaraan CFD. Belajar dari insiden yang sempat viral di kawasan Sudirman-Thamrin, Pramono memberikan instruksi khusus kepada Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo. Ia meminta agar penataan pedagang dilakukan dengan pendekatan yang lebih humanis dan terorganisir sejak dini.

“Saya meminta dilakukan pembenahan dari awal. Memang jalur utama Car Free Day tidak diperbolehkan untuk siapa pun berdagang demi kenyamanan pengguna jalan. Namun, cara penegakannya harus lebih soft, jangan sampai menimbulkan polemik di ruang publik,” tegas Pramono. Pengaturan ini bertujuan agar ekonomi lokal tetap bisa bergerak tanpa mengorbankan ketertiban dan kebersihan area utama.

Baca Juga Membongkar Sisi Gelap Gemerlap Daan Mogot: Kasus Prostitusi Anak di Karaoke Jakarta Barat
Membongkar Sisi Gelap Gemerlap Daan Mogot: Kasus Prostitusi Anak di Karaoke Jakarta Barat

Cinta Laura dan Misi Besar ‘Pilah Sampah’

Salah satu sorotan utama dalam CFD kali ini adalah kampanye gerakan pilah sampah. Bersama Cinta Laura yang didapuk sebagai Ambassador Pilah Sampah, Pramono menekankan bahwa kebersihan kota bukan hanya tanggung jawab petugas oranye, melainkan cerminan budaya warganya. Ia ingin Gerakan Pilah Sampah menjadi sebuah gaya hidup yang mendarah daging, bukan sekadar menggugurkan kewajiban regulasi.

Pramono menegaskan bahwa kebijakan ini didorong oleh Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026. Namun, ia tak ingin aturan tersebut hanya menjadi macan kertas. “Kami ingin ini menjadi gerakan bersama. Bukan gerakan musiman karena ada Ingub, tapi gerakan kolektif yang melibatkan seluruh lapisan, mulai dari Horeka (Hotel, Restoran, Kafe) hingga masyarakat di tingkat terkecil,” tambahnya.

Baca Juga Siasat Licin ‘Boy’ Terbongkar: Menyingkap Tabir Peredaran Obat Keras Ilegal Berkedok Toko Plastik di Kalideres
Siasat Licin ‘Boy’ Terbongkar: Menyingkap Tabir Peredaran Obat Keras Ilegal Berkedok Toko Plastik di Kalideres

Target ambisius ditetapkan: sebelum hari ulang tahun Jakarta, budaya memilah sampah dari sumbernya harus sudah terinternalisasi dengan baik di tengah masyarakat. Hal ini krusial mengingat beban lingkungan hidup Jakarta yang semakin berat dari tahun ke tahun.

Tanggung Jawab Individu: Pesan dari Sang Duta

Cinta Laura, dengan gaya bicaranya yang lugas, mengajak warga untuk berhenti saling menyalahkan dan mulai berkaca pada perilaku masing-masing. Baginya, sampah adalah persoalan mindset. Banyak warga yang mengeluh lingkungan kotor atau TPA yang overload, namun enggan mengubah kebiasaan membuang sampah sembarangan atau mencampurkan berbagai jenis limbah.

“Kitalah bagian dari masalahnya, dan kitalah yang harus mengubah tingkah laku kita,” kata Cinta dengan penuh penekanan. Ia menjelaskan bahwa dengan memilah sampah secara mandiri, warga membantu sistem pengolahan sampah bekerja lebih optimal. Sampah yang terpilah memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan jauh lebih mudah untuk didaur ulang.

Cinta juga menyasar generasi muda sebagai motor penggerak perubahan ini. Menurutnya, kesadaran akan sampah Jakarta harus menjadi bagian dari identitas anak muda yang modern dan bertanggung jawab. Kehadirannya di CFD Rasuna Said diharapkan mampu memicu efek domino positif bagi para pengikutnya dan warga yang hadir.

Harapan Baru untuk Jakarta yang Lebih Sehat

Menutup peninjauannya, Pramono Anung optimis bahwa CFD Rasuna Said akan menjadi standar baru bagi ruang publik di Jakarta. Dengan dukungan masyarakat yang mencapai 95 persen, program ini dipastikan akan terus dikembangkan dengan berbagai penyempurnaan di masa mendatang.

Warga yang hadir hari itu pulang dengan membawa pesan yang jelas: Jakarta sedang berbenah menuju kota yang lebih hijau, bersih, dan ramah bagi manusianya. Dan semuanya dimulai dari langkah kecil di hari Minggu pagi, di bawah bayang-bayang gedung pencakar langit Rasuna Said, dengan komitmen untuk tetap menjaga kebersihan dan ketertiban bersama.

Kini, publik menanti bagaimana janji penyempurnaan pedestrian dan penghijauan tersebut akan terealisasi pada akhir Juni nanti. RadarLokal akan terus mengawal perkembangan transformasi ruang publik ini demi kenyamanan seluruh warga Jakarta.

Dimas Pratama

Dimas Pratama

Jurnalis lapangan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Fokus pada isu sosial dan kebijakan publik di Radar News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *