Tragedi Gempa M 5,2 Guncang Guangxi China: Pasangan Lansia Tewas, Ribuan Warga Kehilangan Tempat Tinggal

Dimas Pratama | RADAR LOKAL
18 Mei 2026, 12:14 WIB
Tragedi Gempa M 5,2 Guncang Guangxi China: Pasangan Lansia Tewas, Ribuan Warga Kehilangan Tempat Tinggal

RadarLokal — Keheningan malam di wilayah Guangxi, China bagian selatan, seketika berubah menjadi kepanikan massal saat bumi berguncang hebat pada Senin (18/5). Gempa berkekuatan Magnitudo (M) 5,2 menghantam kawasan tersebut, meruntuhkan belasan bangunan dan merenggut nyawa warga yang tengah terlelap. Laporan terbaru mengonfirmasi bahwa tragedi ini telah menewaskan sedikitnya dua orang dan memaksa ribuan lainnya mengungsi dari rumah mereka yang kini telah menjadi puing.

Kronologi Guncangan di Tengah Malam

Berdasarkan data yang dihimpun oleh tim redaksi dari berbagai sumber otoritas setempat, gempa bumi tersebut terjadi pada pukul 00.21 waktu setempat (16.21 GMT). Pusat getaran berada di dekat kota Liuzhou, sebuah kawasan yang dikenal dengan aktivitas industrinya di Provinsi Guangxi. Gempa yang terjadi di kedalaman yang cukup dangkal ini memberikan efek guncangan yang sangat dirasakan oleh penduduk di gedung-gedung tinggi.

Baca Juga Diplomasi Senjata dan Bayang-Bayang Moskow: Mengapa Taliban Kini Berpaling ke Rusia?
Diplomasi Senjata dan Bayang-Bayang Moskow: Mengapa Taliban Kini Berpaling ke Rusia?

Saksi mata menggambarkan detik-detik mencekam saat getaran mulai terasa. Banyak warga yang sedang tertidur pulas terbangun karena suara gemuruh dan guncangan yang mengayunkan perabotan rumah. Dalam hitungan detik, kepanikan pecah di jalan-jalan kota saat ribuan orang berlarian keluar rumah demi menyelamatkan diri dari ancaman bangunan runtuh. Gempa bumi ini pun langsung memicu status darurat di wilayah tersebut.

Identitas Korban dan Proses Evakuasi yang Menegangkan

Duka mendalam menyelimuti pencarian korban di balik reruntuhan. Stasiun televisi pemerintah, CCTV, melaporkan bahwa dua korban tewas telah diidentifikasi sebagai pasangan suami istri. Sang suami merupakan pria berusia 63 tahun, sementara istrinya berusia 53 tahun. Keduanya ditemukan di bawah reruntuhan rumah mereka yang tidak mampu menahan beban getaran gempa.

Baca Juga Gagalkan Tawuran Berdarah di Kebon Jeruk, Polisi Sita Celurit Hingga Tembakau Sintetis
Gagalkan Tawuran Berdarah di Kebon Jeruk, Polisi Sita Celurit Hingga Tembakau Sintetis

Hingga berita ini diturunkan, tim penyelamat masih bekerja keras mencari satu orang warga yang dilaporkan hilang. Operasi pencarian ini melibatkan ratusan personel gabungan, mulai dari pemadam kebakaran, tim medis, hingga relawan lokal. Penggunaan anjing pelacak dikerahkan untuk mendeteksi keberadaan tanda-tanda kehidupan di balik tumpukan beton dan kayu yang hancur. Upaya ini menjadi balapan dengan waktu, mengingat struktur bangunan yang masih labil berisiko mengalami keruntuhan susulan.

Dampak Kerusakan: Belasan Bangunan Rata dengan Tanah

Otoritas penanggulangan bencana alam di China mencatat sedikitnya 13 bangunan runtuh sepenuhnya akibat guncangan M 5,2 tersebut. Selain itu, ratusan rumah lainnya mengalami kerusakan mulai dari retak pada dinding hingga kerusakan atap yang signifikan. Kerusakan infrastruktur ini membuat ribuan orang kehilangan tempat tinggal dalam sekejap.

Baca Juga Misteri Pocong Duduk di Teras Warga Depok Terbongkar: Benarkah Teror Gaib atau Sekadar Manipulasi Digital?
Misteri Pocong Duduk di Teras Warga Depok Terbongkar: Benarkah Teror Gaib atau Sekadar Manipulasi Digital?

Video amatir yang beredar di media sosial menunjukkan pemandangan memilukan di mana rumah-rumah tradisional di pinggiran kota rata dengan tanah. Sementara itu, di pusat kota Liuzhou, beberapa gedung perkantoran mengalami pecah kaca dan kerusakan pada bagian fasad. Pemerintah setempat segera mengambil tindakan tegas dengan mengevakuasi lebih dari 7.000 warga ke tempat pengungsian sementara yang lebih aman guna menghindari risiko jatuh korban lebih banyak akibat gempa susulan.

Respon Pemerintah dan Bantuan Darurat

Pemerintah China melalui kantor berita Xinhua menyatakan bahwa bantuan logistik telah mulai didistribusikan ke wilayah terdampak. Tenda-tenda darurat, selimut, bahan makanan, dan air bersih menjadi prioritas utama bagi warga yang kini mendekam di kamp pengungsian. Para pekerja darurat yang mengenakan helm pelindung terlihat menggunakan alat berat untuk membersihkan puing-puing yang menutup akses jalan utama agar bantuan dapat masuk lebih cepat.

Baca Juga Wajah Baru Integrasi Manggarai: Halte Transjakarta Ditutup Sementara, Proyek LRT Jakarta Terus Dikebut
Wajah Baru Integrasi Manggarai: Halte Transjakarta Ditutup Sementara, Proyek LRT Jakarta Terus Dikebut

Presiden Xi Jinping kabarnya telah memberikan instruksi khusus agar upaya penyelamatan dilakukan secara maksimal. Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga yang selamat dan memberikan perawatan medis bagi mereka yang mengalami luka-luka. Tim medis telah mendirikan posko kesehatan di beberapa titik strategis di wilayah Guangxi untuk menangani trauma fisik maupun psikologis para penyintas China.

China dan Tantangan Geologis yang Berulang

Kejadian gempa bumi di China bukanlah hal baru bagi negara dengan luas wilayah yang sangat besar ini. Secara geologis, daratan China berada di jalur pertemuan beberapa lempeng tektonik aktif, menjadikannya salah satu wilayah paling rawan gempa di dunia. Sejarah mencatat berbagai bencana gempa dahsyat yang pernah melanda negara tirai bambu ini dengan jumlah korban yang fantastis.

Baca Juga Gebrakan Bersih-Bersih Rezim Prabowo: Eks Pimpinan BGN dan Wamen Imipas Terjerat Kasus Korupsi, Ahmad Sahroni Angkat Bicara
Gebrakan Bersih-Bersih Rezim Prabowo: Eks Pimpinan BGN dan Wamen Imipas Terjerat Kasus Korupsi, Ahmad Sahroni Angkat Bicara

Sebagai perbandingan, pada Januari lalu, wilayah Tibet yang terpencil juga diguncang gempa hebat yang mengakibatkan sedikitnya 126 orang meninggal dunia. Kejadian di Guangxi ini kembali mengingatkan publik akan pentingnya standar keamanan bangunan yang tahan gempa, terutama di wilayah-wilayah pemukiman padat penduduk. Kurangnya infrastruktur yang mumpuni di daerah pedesaan seringkali menjadi faktor utama tingginya angka fatalitas saat gempa terjadi.

Langkah Antisipasi dan Mitigasi di Masa Depan

Melihat frekuensi gempa yang cukup tinggi, para ahli seismologi terus menekankan pentingnya sistem peringatan dini atau early warning system. Meskipun teknologi tersebut sudah mulai diterapkan di beberapa kota besar, jangkauannya ke wilayah pelosok masih menjadi tantangan besar. Edukasi mengenai protokol keselamatan saat gempa juga harus terus digalakkan agar masyarakat tahu apa yang harus dilakukan ketika evakuasi mandiri diperlukan.

Tragedi di Guangxi ini menjadi alarm keras bagi otoritas setempat untuk mengevaluasi kembali tata ruang dan kelayakan bangunan lama. Rehabilitasi bangunan yang sudah berumur tua di kawasan rawan gempa harus menjadi prioritas pemerintah agar di masa depan, guncangan dengan magnitudo yang sama tidak lagi memakan korban jiwa.

Kesimpulan dan Harapan

Bencana gempa M 5,2 di Guangxi China adalah pengingat betapa rentannya manusia di hadapan kekuatan alam. Duka bagi keluarga yang ditinggalkan merupakan duka bagi kita semua. Saat ini, harapan tertumpu pada tim penyelamat yang masih berjuang di lapangan untuk menemukan korban hilang dan memastikan ribuan pengungsi mendapatkan hak-hak dasar mereka di pengungsian.

Dunia internasional turut memantau perkembangan situasi di China selatan ini, sembari berharap proses pemulihan dapat berjalan cepat. Keberanian para petugas penyelamat dan ketabahan warga Guangxi dalam menghadapi cobaan ini menjadi cerminan kekuatan manusia di tengah kepungan bencana. Mari kita berharap agar tidak ada lagi nyawa yang melayang dan proses rekonstruksi wilayah terdampak dapat segera dilaksanakan.

Dimas Pratama

Dimas Pratama

Jurnalis lapangan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Fokus pada isu sosial dan kebijakan publik di Radar News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *