Menembus Kedalaman 25 Meter: Perjuangan Tim SAR Selamatkan Remaja yang Terperosok Sumur Tua di Ponorogo

Dimas Pratama | RADAR LOKAL
08 Jun 2026, 04:10 WIB
Menembus Kedalaman 25 Meter: Perjuangan Tim SAR Selamatkan Remaja yang Terperosok Sumur Tua di Ponorogo

RadarLokal — Keheningan di Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, mendadak pecah oleh kepanikan yang luar biasa pada Minggu pagi. Sebuah aktivitas domestik yang mulanya tampak biasa saja, yakni membersihkan sebuah rumah tua, nyaris berujung pada tragedi memilukan. Seorang remaja berusia 15 tahun dilaporkan terperosok ke dalam sumur tua dengan kedalaman mencapai 25 meter, sebuah jarak yang setara dengan ketinggian gedung berlantai delapan.

Insiden ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Ponorogo mengenai potensi bahaya yang tersembunyi di balik bangunan-bangunan lama yang tidak terawat. Beruntung, berkat respon cepat tim penyelamat dan koordinasi warga yang sigap, nyawa remaja tersebut berhasil diselamatkan dalam sebuah operasi evakuasi yang menegangkan.

Baca Juga Menuju Munas dan Konbes NU 2026: PBNU Sampaikan Apresiasi Mendalam kepada Ponpes Al Falah Ploso Kediri
Menuju Munas dan Konbes NU 2026: PBNU Sampaikan Apresiasi Mendalam kepada Ponpes Al Falah Ploso Kediri

Pagi yang Berubah Menjadi Petaka di Desa Ngrupit

Peristiwa ini bermula saat Abimanyu (15), seorang remaja yang dikenal rajin, tengah membantu ayahnya membersihkan rumah milik keluarga mereka di Desa Ngrupit. Rumah tersebut bukanlah tempat tinggal sehari-hari mereka, melainkan properti lama yang selama ini dikontrakkan kepada pihak lain. Setelah sekian lama dihuni penyewa, keluarga tersebut memutuskan untuk merapikan kembali kondisi bangunan tersebut.

Di tengah hiruk-pikuk aktivitas membersihkan debu dan memindahkan barang, sebuah keheningan yang mencurigakan tiba-tiba terasa. Ayah korban yang semula bekerja berdekatan dengan putranya, menyadari bahwa Abimanyu tidak lagi terlihat di pandangan mata. Panggilan demi panggilan diteriakkan, namun tidak ada jawaban yang menyahut dari sudut-sudut rumah yang mulai bersih tersebut.

Baca Juga Perkuat Diplomasi Ekonomi dan Religi, KSP Dudung Abdurachman Matangkan Proyek Kampung Haji Bersama Dubes Arab Saudi
Perkuat Diplomasi Ekonomi dan Religi, KSP Dudung Abdurachman Matangkan Proyek Kampung Haji Bersama Dubes Arab Saudi

Kecemasan mulai menyelimuti sang ayah. Ia bersama beberapa warga sekitar mulai menyisir setiap jengkal area rumah. Pencarian yang awalnya difokuskan pada ruangan-ruangan gelap dan area halaman, akhirnya tertuju pada sebuah lubang sumur yang terletak di area yang kurang terpantau. Benar saja, saat melongok ke dasar lubang yang gelap, mereka menemukan sang putra tengah berjuang di dasar sumur yang masih terisi air.

Detik-Detik Penemuan dan Laporan ke BPBD

Kepanikan warga sempat memuncak saat menyadari betapa dalamnya sumur tersebut. Tanpa peralatan yang memadai, mustahil bagi warga untuk melakukan evakuasi darurat secara mandiri. Laporan resmi akhirnya masuk ke meja piket Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo sekitar pukul 09.00 WIB. Informasi mengenai adanya korban jatuh ke sumur dengan kedalaman ekstrem langsung memicu status siaga bagi tim Rescue.

Baca Juga Baleg DPR Godok Omnibus Law Ketenagakerjaan Baru: Transformasi Aturan Kontrak, Outsourcing, hingga Skema PHK
Baleg DPR Godok Omnibus Law Ketenagakerjaan Baru: Transformasi Aturan Kontrak, Outsourcing, hingga Skema PHK

Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, mengonfirmasi bahwa timnya segera meluncur ke lokasi kejadian setelah menerima koordinat pasti di Kecamatan Jenangan. “Laporan kami terima dengan detail kondisi korban yang terjepit di dasar sumur sedalam kurang lebih 25 meter. Ini bukan operasi biasa karena faktor kedalaman dan diameter sumur yang sangat terbatas,” jelas Masun saat memberikan keterangan kepada awak media.

Operasi Vertical Rescue: Pertarungan Melawan Ruang Sempit

Setibanya di lokasi, tim BPBD langsung melakukan asesmen lapangan. Tantangan terbesar yang dihadapi adalah diameter sumur yang kurang dari satu meter. Kondisi ini membuat pergerakan personel menjadi sangat terbatas dan berisiko tinggi. Tim memutuskan untuk menggunakan metode vertical rescue, sebuah teknik penyelamatan di medan vertikal menggunakan sistem tali-temali (roping system) yang kompleks.

Baca Juga Tragedi Maut Bus ALS di Muratara: Daftar Lengkap 16 Korban Tewas dan Update Investigasi Kepolisian
Tragedi Maut Bus ALS di Muratara: Daftar Lengkap 16 Korban Tewas dan Update Investigasi Kepolisian

Satu orang personel tim penyelamat yang memiliki kualifikasi khusus diturunkan ke dasar sumur dengan perlengkapan tabung oksigen dan alat bantu pernapasan, guna mengantisipasi adanya gas beracun yang sering mengendap di dasar sumur tua. Proses ini membutuhkan ketelitian tinggi; setiap tarikan tali dan penempatan pijakan harus diperhitungkan agar tidak memicu reruntuhan dinding sumur yang mungkin sudah rapuh.

Selama kurang lebih satu jam, suasana di sekitar lokasi tampak mencekam. Warga sekitar hanya bisa terdiam sembari memanjatkan doa, sementara petugas berjibaku dengan keringat dan keterbatasan ruang. Suara instruksi melalui radio komunikasi menjadi satu-satunya penghubung antara personel di bawah dan tim pendukung di permukaan berita Ponorogo.

Baca Juga Guncangan Hebat M 6,7 di Laut Tanimbar: Memahami Dampak dan Karakteristik Gempa Dalam di Maluku
Guncangan Hebat M 6,7 di Laut Tanimbar: Memahami Dampak dan Karakteristik Gempa Dalam di Maluku

Keajaiban di Dasar Sumur dan Penanganan Medis

Mukjizat seolah hadir di Desa Ngrupit. Setelah upaya keras, personel penyelamat berhasil menjangkau Abimanyu. Remaja tersebut ditemukan dalam kondisi sadar meskipun tampak sangat lemas dan mengalami syok berat akibat benturan serta suhu air yang dingin di dasar sumur. Tim segera memasang harness dan peralatan pengaman pada tubuh korban sebelum akhirnya ditarik perlahan menuju permukaan.

Tepat setelah berhasil diangkat ke atas, sorak sorai haru pecah dari pihak keluarga. Abimanyu segera diberikan pertolongan pertama oleh tim medis yang sudah bersiaga di lokasi. Tanpa membuang waktu, ia langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan komprehensif. Mengingat kedalaman jatuh yang mencapai 25 meter, potensi adanya cedera internal maupun patah tulang menjadi perhatian utama tim dokter.

Pihak medis menyatakan bahwa kondisi air di dasar sumur kemungkinan besar menjadi faktor penyelamat yang meredam benturan keras saat korban terjatuh. Namun, observasi ketat tetap dilakukan guna memastikan tidak ada trauma kepala atau komplikasi lainnya akibat insiden kecelakaan domestik tersebut.

Evaluasi Keamanan: Bahaya Tersembunyi di Properti Lama

BPBD Ponorogo menduga kuat bahwa insiden ini dipicu oleh kurangnya informasi mengenai kondisi sumur yang sedang dalam masa perbaikan atau perubahan struktur. Selama masa kontrak, pemilik rumah mungkin tidak memantau secara detail perubahan yang dilakukan oleh penyewa, termasuk penutupan lubang sumur yang tidak standar atau rapuhnya penutup lantai di sekitar area sumur.

“Kondisi bangunan yang lama tidak ditempati atau berpindah tangan dalam jangka waktu lama seringkali menyimpan risiko teknis. Dalam kasus ini, pemilik rumah mungkin tidak menyadari adanya perubahan pada bagian lantai atau area sekitar sumur yang membuatnya menjadi jebakan yang berbahaya,” tambah Masun dalam analisanya.

Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi warga lainnya di Ponorogo. Mengingat banyaknya rumah-rumah tua yang memiliki sumur tradisional di dalam area bangunan, pengecekan berkala terhadap kekuatan penutup sumur dan pemberian tanda peringatan menjadi hal yang mutlak dilakukan, terutama saat sedang dilakukan kegiatan renovasi atau pembersihan besar-besaran.

Himbauan Mitigasi dan Keselamatan Masyarakat

Melalui peristiwa ini, otoritas terkait mengeluarkan himbauan resmi kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada terhadap lingkungan domestik mereka. Mitigasi bencana tidak hanya soal menghadapi banjir atau tanah longsor, tetapi juga mencakup keselamatan di dalam rumah sendiri. Pastikan setiap lubang, baik itu septik tank maupun sumur, tertutup rapat dengan material yang kuat dan terlihat jelas.

Bagi warga yang membutuhkan bantuan terkait potensi bahaya di lingkungan mereka, BPBD Ponorogo selalu siap siaga memberikan bantuan teknis maupun evakuasi. Kesadaran akan keselamatan kerja dalam skala rumah tangga harus ditingkatkan agar kejadian serupa yang menimpa Abimanyu tidak terulang kembali di masa depan.

Kini, Desa Ngrupit kembali tenang, namun cerita tentang penyelamatan heroik dari kedalaman 25 meter ini akan terus diingat sebagai pengingat akan pentingnya kewaspadaan dan ketangguhan tim SAR dalam menjaga keselamatan warga di Bumi Reog.

Dimas Pratama

Dimas Pratama

Jurnalis lapangan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Fokus pada isu sosial dan kebijakan publik di Radar News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *