Membuka Jalan Menuju Pentas Dunia: Pertamina Mandalika Racing Series Jadi Kawah Candradimuka Pembalap Muda Indonesia

Sarah Amalia | RADAR LOKAL
27 Apr 2026, 12:56 WIB
Membuka Jalan Menuju Pentas Dunia: Pertamina Mandalika Racing Series Jadi Kawah Candradimuka Pembalap Muda Indonesia

RadarLokal — Deru mesin motor sport kembali memecah kesunyian di pesisir Lombok, menandai babak baru dalam sejarah balap motor tanah air. PT Pertamina (Persero) secara resmi mempertegas komitmennya dalam membangun ekosistem balap nasional melalui penyelenggaraan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Balap Motor Sportbike bertajuk Pertamina Mandalika Racing Series 2026. Ajang bergengsi ini dijadwalkan berlangsung pada 24-26 April 2026, bertempat di lintasan kelas dunia, Pertamina Mandalika International Circuit, Nusa Tenggara Barat.

Dukungan penuh dari perusahaan energi nasional ini bukan sekadar tentang branding di lintasan balap. Lebih dari itu, ini adalah investasi jangka panjang untuk mengasah bakat-bakat terpendam yang dimiliki oleh anak muda Indonesia. Melalui ajang ini, Pertamina ingin memastikan bahwa para talenta lokal memiliki panggung yang layak untuk menunjukkan kemampuan mereka sebelum melangkah ke level internasional yang lebih menantang.

Baca Juga Berburu Tidur Nyenyak dengan Diskon Fantastis: Transmart Full Day Sale Pangkas Harga Kasur Hingga Puluhan Juta!
Berburu Tidur Nyenyak dengan Diskon Fantastis: Transmart Full Day Sale Pangkas Harga Kasur Hingga Puluhan Juta!

Visi Strategis Pertamina dalam Dunia Motorsport

Muhammad Baron, VP Corporate Communication Pertamina, menegaskan bahwa keterlibatan aktif Pertamina dalam dunia motorsport merupakan bagian integral dari upaya perusahaan menciptakan ekosistem olahraga yang kompetitif. Menurutnya, Pertamina Mandalika Racing Series dirancang sebagai wadah strategis untuk melakukan pembinaan secara berkelanjutan.

“Pertamina Mandalika Racing Series menjadi wadah strategis untuk mengembangkan pembalap muda Indonesia sebagai pembekalan agar mampu bersaing di kancah internasional,” ungkap Baron dalam keterangan resminya. Ia menambahkan bahwa ajang ini diharapkan mampu melahirkan profil pembalap yang tidak hanya cepat di lintasan, tetapi juga memiliki mentalitas juara dan kedisiplinan profesional.

Langkah ini selaras dengan program Asta Cita yang diusung oleh pemerintah, khususnya dalam memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Dengan membangun generasi muda yang kompetitif di bidang olahraga, Indonesia diharapkan mampu melahirkan pahlawan-pahlawan olahraga baru yang siap mengharumkan nama bangsa di panggung global, bersaing dengan pembalap dari berbagai negara maju.

Baca Juga Menakar Ketahanan Perbankan Nasional: Mengapa Isu Bank Rush Akibat Konflik Timur Tengah Hanya Isapan Jempol?
Menakar Ketahanan Perbankan Nasional: Mengapa Isu Bank Rush Akibat Konflik Timur Tengah Hanya Isapan Jempol?

Kelas Penjenjangan: Dari Junior Hingga Profesional

Salah satu daya tarik utama dari seri pembuka Pertamina Mandalika Racing Series tahun ini adalah pembagian kelas yang sangat komprehensif. Panitia telah menyiapkan enam kelas yang dirancang untuk mengakomodasi berbagai tingkatan keahlian, mulai dari pembalap pemula hingga mereka yang sudah menyandang status profesional.

Empat kelas utama dalam Kejurnas kali ini mencakup National Sport 150 (NS150), National Sport 250 (NS250), dan Supersport 600 (SS600). Namun, perhatian khusus tertuju pada Indonesia Junior Talent Cup, sebuah kelas yang merupakan transformasi dari Junior Sport 150 U-15. Kelas ini menjadi pintu masuk utama bagi anak-anak muda berusia di bawah 15 tahun untuk merasakan sensasi berkompetisi di sirkuit internasional.

Baca Juga Membongkar Strategi Efisiensi Anggaran Makan Bergizi Gratis: Pesan Tegas Menkeu Purbaya Terkait Dana Rp 335 Triliun
Membongkar Strategi Efisiensi Anggaran Makan Bergizi Gratis: Pesan Tegas Menkeu Purbaya Terkait Dana Rp 335 Triliun

Tak berhenti di situ, penyelenggara juga menghadirkan kelas pendukung seperti Underbone 150 serta kategori baru yang sangat dinanti, yaitu Junior Sport 250 U-18. Kelas U-18 ini diposisikan sebagai jembatan atau tahap penjenjangan berikutnya bagi para pembalap muda sebelum mereka bertransisi sepenuhnya ke level balap profesional yang lebih berat. Dengan adanya struktur kelas yang rapi seperti ini, proses pembinaan atlet menjadi lebih terukur dan sistematis.

Antusiasme Luar Biasa: Rekor Peserta di Seri Pembuka

Geliat antusiasme para pecinta kecepatan di Indonesia terlihat jelas dari jumlah peserta yang mendaftar pada putaran pertama ini. Tercatat, sebanyak 102 starter dari berbagai penjuru tanah air telah memastikan diri untuk memacu kuda besi mereka di aspal Mandalika. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga Lonjakan Penumpang KRL Commuter Line: Revolusi Transportasi Publik Jabodetabek yang Tak Terbendung
Lonjakan Penumpang KRL Commuter Line: Revolusi Transportasi Publik Jabodetabek yang Tak Terbendung

Dari total tersebut, kategori Kejuaraan Nasional mendominasi dengan 79 starter. Secara rinci, kelas National Sport 150cc diikuti oleh 16 pembalap, sementara kelas paling kompetitif, National Sport 250cc, menarik minat 27 pembalap. Kelas bergengsi Supersport 600cc diikuti oleh 5 pembalap elit, dan kelas Indonesia Junior Talent Cup menjadi yang paling ramai dengan kehadiran 31 pembalap muda yang haus akan prestasi.

Sementara itu, di kelas pendukung, persaingan juga diprediksi akan berlangsung sengit dengan total 23 starter. Rinciannya terdiri dari 11 pembalap di kelas Underbone 150cc dan 12 pembalap di kelas Junior Sport 250 U-18. Baron mencatat bahwa tingginya partisipasi generasi muda ini adalah sinyal positif bagi masa depan balap motor Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa minat terhadap olahraga ekstrem ini terus tumbuh subur di kalangan remaja.

Baca Juga Badai Merah di Bursa: IHSG Terperosok 2,16% ke Level 7.378, Bagaimana Nasib Portofolio Anda?
Badai Merah di Bursa: IHSG Terperosok 2,16% ke Level 7.378, Bagaimana Nasib Portofolio Anda?

Sinergi Lintas Sektor untuk Kemajuan Sport Tourism

Penyelenggaraan Pertamina Mandalika Racing Series 2026 bukan merupakan kerja tunggal. Keberhasilan ajang ini merupakan buah dari sinergi yang kuat antara Pertamina, Kementerian Pariwisata RI, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi ini bertujuan untuk tidak hanya memajukan aspek olahraga, tetapi juga mendorong potensi *sport tourism* di kawasan Mandalika.

Dengan rencana pelaksanaan yang mencakup lima putaran sepanjang tahun 2026, Mandalika diharapkan menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Setiap seri balapan diproyeksikan akan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar, mulai dari sektor perhotelan, UMKM, hingga jasa transportasi di wilayah Lombok.

Pertamina meyakini bahwa dengan konsistensi dalam menyelenggarakan ajang balap berkualitas, citra Indonesia sebagai destinasi motorsport dunia akan semakin kokoh. Hal ini juga menjadi pembuktian bahwa infrastruktur yang telah dibangun di Mandalika benar-benar dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan nasional, khususnya dalam melahirkan generasi baru yang siap melaju kencang menuju podium dunia.

Harapan Besar dari Aspal Mandalika

Menjelang balapan seri pertama yang akan segera dimulai, harapan besar disematkan di pundak para pembalap muda. Pertamina Mandalika Racing Series bukan hanya soal siapa yang mencapai garis finis tercepat, melainkan tentang bagaimana setiap pembalap belajar mengendalikan adrenalin, memahami teknis kendaraan, dan menerapkan strategi balap yang cerdas.

Dengan dukungan infrastruktur sirkuit yang modern dan standar keamanan yang ketat, para pembalap muda ini memiliki kesempatan emas untuk mengasah jam terbang mereka. Melalui evaluasi berkala di setiap seri, diharapkan akan muncul bibit-bibit unggul yang nantinya dapat direkrut oleh tim-tim balap internasional atau bahkan mendapatkan jalur prestasi untuk berkompetisi di ajang seperti Asia Road Racing Championship (ARRC) hingga kejuaraan dunia MotoGP di masa depan.

Pertamina berkomitmen untuk terus mengawal perjalanan karir para pembalap muda ini. Melalui pembinaan yang berkelanjutan dan dukungan fasilitas yang mumpuni, mimpi melihat pembalap Merah Putih berkibar di kasta tertinggi dunia bukan lagi sekadar angan-angan, melainkan target nyata yang sedang dikerjakan dengan sungguh-sungguh dari atas aspal Sirkuit Mandalika.

Sarah Amalia

Sarah Amalia

Analis ekonomi muda yang hobi membedah tren pasar dan strategi UMKM. Pengisi utama kolom Radar Finance.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *