Wajah Baru Manggarai: Menakar Ambisi KAI Menyulap Kawasan Transit Menjadi ‘The New SCBD’

Sarah Amalia | RADAR LOKAL
22 Mei 2026, 12:10 WIB
Wajah Baru Manggarai: Menakar Ambisi KAI Menyulap Kawasan Transit Menjadi 'The New SCBD'

RadarLokal — Wajah sibuk dan hiruk pikuk Stasiun Manggarai yang selama ini kita kenal nampaknya akan segera bertransformasi total dalam waktu dekat. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI baru saja mengungkap cetak biru ambisius untuk merombak kawasan tersebut menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang prestisius. Tidak main-main, Manggarai diproyeksikan untuk menjadi kawasan Central Business District (CBD) kedua di Jakarta, sebuah langkah besar yang digadang-gadang akan menyamai kemegahan Sudirman Central Business District atau yang lebih dikenal dengan sebutan SCBD.

Langkah revolusioner ini bukan sekadar wacana di atas kertas. Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, dalam sebuah pertemuan strategis di Menara BTN, Jakarta Pusat, menegaskan bahwa kawasan Manggarai memiliki potensi yang sangat masif. Dengan luas lahan mencapai 62 hektare, KAI berencana membangun ekosistem perkotaan modern yang mengedepankan efisiensi dan gaya hidup kontemporer melalui pendekatan pembangunan infrastruktur yang terintegrasi.

Baca Juga Strategi Purbaya Yudhi Sadewa Amankan Rupiah: Intervensi Bond Market Jadi Senjata Utama
Strategi Purbaya Yudhi Sadewa Amankan Rupiah: Intervensi Bond Market Jadi Senjata Utama

Visi Besar di Balik Transformasi Manggarai

Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa Manggarai tidak lagi hanya akan dipandang sebagai stasiun transit tempat bertemunya berbagai lini kereta api. Sebaliknya, kawasan ini akan dikembangkan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) yang menyatukan fungsi hunian, bisnis, dan hiburan dalam satu kesatuan yang koheren. Visi ini muncul untuk menjawab tantangan keterbatasan lahan di pusat kota Jakarta sekaligus memaksimalkan aset negara yang sangat strategis.

“Kawasan Manggarai ini kita mempunyai 62 hektare yang akan kita desain untuk menjadi CBD keduanya Jakarta, setara dengan SCBD. Jadi, nanti ke depannya itu tidak hanya seperti kawasan hunian vertikal biasa, tapi juga mencakup kawasan komersial, pusat bisnis, fasilitas olahraga, hingga area leisure,” ujar Bobby dengan penuh optimisme. Transformasi ini diharapkan dapat menciptakan magnet ekonomi baru yang akan mengubah peta kawasan bisnis di ibu kota.

Baca Juga Gebrakan Transmart Full Day Sale: Berburu Sepeda Impian dengan Diskon Spektakuler dan Promo Melimpah
Gebrakan Transmart Full Day Sale: Berburu Sepeda Impian dengan Diskon Spektakuler dan Promo Melimpah

Arahan Khusus Presiden Prabowo: Bukan Sekadar Hunian Biasa

Menariknya, rencana besar ini bukan hanya inisiatif sektoral dari KAI semata. Bobby mengungkapkan bahwa pengembangan kawasan Manggarai ini mendapatkan atensi khusus dan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Kepala Negara menginginkan agar Manggarai menjadi simbol kemajuan properti Indonesia yang berkelas dunia. Hal ini menunjukkan bahwa proyek ini masuk ke dalam radar proyek strategis nasional yang diprioritaskan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan.

Bahkan, Presiden Prabowo secara spesifik meminta adanya penambahan fasilitas mewah untuk meningkatkan nilai tawar kawasan tersebut. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya kehadiran convention hall berskala internasional serta hotel bintang lima di dalam kompleks Manggarai. “Bapak Presiden berpesan kepada saya, tolong itu didesain menjadi CBD Jakarta yang kedua, yang di situ kalau perlu ada convention hall bintang lima, hotel bintang lima, dan kawasan rekreasi yang juga berstandar bintang lima,” tambah Bobby menirukan pesan Presiden.

Baca Juga Nostalgia Kepemimpinan: Mengupas Strategi Jitu SBY Membawa Indonesia Keluar dari Jeratan Krisis Ekonomi 2008
Nostalgia Kepemimpinan: Mengupas Strategi Jitu SBY Membawa Indonesia Keluar dari Jeratan Krisis Ekonomi 2008

Membedah Konsep Transit Oriented Development (TOD) yang Revolusioner

Inti dari pengembangan Manggarai adalah penerapan konsep TOD yang sangat matang. Dengan luas 62 hektare, kawasan ini akan menjadi salah satu proyek hunian modern terbesar di tengah kota. Konsep TOD di sini berarti setiap penghuni nantinya tidak perlu lagi bergantung pada kendaraan pribadi untuk beraktivitas. Akses menuju transportasi publik seperti KRL Commuter Line, KA Bandara, hingga rencana integrasi moda lainnya akan berada dalam jangkauan langkah kaki.

Selain hunian vertikal berupa apartemen, KAI juga akan membangun pusat perkantoran yang mampu menampung ribuan pekerja. Kehadiran pusat perbelanjaan, area terbuka hijau, dan fasilitas olahraga akan membuat Manggarai menjadi kota mandiri mini yang dinamis. Ini adalah upaya untuk mengurangi kemacetan dengan membawa tempat tinggal lebih dekat ke simpul transportasi massal.

Baca Juga Gojek Beri Respons Terkait Pemangkasan Potongan Aplikator Jadi 8 Persen, Simak Ulasan Lengkapnya!
Gojek Beri Respons Terkait Pemangkasan Potongan Aplikator Jadi 8 Persen, Simak Ulasan Lengkapnya!

Detail Pembangunan: Menatap Tahap Pertama di Bulan Juli

Pengerjaan megaproyek ini akan dilakukan secara bertahap dan terukur. Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa tahap pertama pembangunan dijadwalkan akan dimulai pada kisaran bulan Juli hingga Agustus 2024. Fokus awal pembangunan akan berlokasi di lahan seluas 2,2 hektare, di mana di atas lahan seluas 8.000 meter persegi tersebut akan berdiri tiga menara apartemen megah.

Setelah tahap pertama berjalan, KAI akan segera melanjutkan ke tahap kedua yang lebih ambisius. Pada fase berikutnya, akan dibangun delapan menara tambahan di atas lahan seluas 1,6 hektare. Kecepatan pembangunan menjadi prioritas utama KAI, dengan target serah terima unit yang cukup singkat. “Kita harapkan dalam 13 bulan sejak dimulainya konstruksi, kita sudah bisa melakukan serah terima unit kepada para penghuni,” jelas Bobby. Kecepatan ini menunjukkan kesiapan manajerial KAI dalam mengeksekusi proyek berskala besar.

Baca Juga Anomali Harga Sawit di Tengah Lonjakan Dolar: Mentan Andi Amran Sulaiman Desak Kenaikan Harga TBS Hingga 10 Persen
Anomali Harga Sawit di Tengah Lonjakan Dolar: Mentan Andi Amran Sulaiman Desak Kenaikan Harga TBS Hingga 10 Persen

Hunian Nyaman untuk Keluarga Muda yang Bertumbuh

Salah satu poin penting yang ditekankan oleh KAI adalah kualitas hunian itu sendiri. Berbeda dengan apartemen subsidi pada umumnya yang memiliki ruang terbatas, apartemen di kawasan Manggarai dirancang dengan dimensi yang lebih manusiawi dan lapang. KAI menawarkan unit dengan ukuran 45 meter persegi hingga 54 meter persegi, sebuah ukuran yang sangat ideal bagi keluarga kecil yang sedang berkembang.

Bobby menekankan bahwa desain interior dan tata ruang apartemen ini telah dipikirkan secara matang untuk menunjang tumbuh kembang anak-anak. “Unit-unit ini kita rancang agar bisa digunakan oleh keluarga-keluarga yang sedang bertumbuh. Kami ingin menciptakan lingkungan yang sehat dan mendukung produktivitas penghuninya,” tuturnya. Hal ini menjadikan Manggarai bukan sekadar tempat singgah, melainkan sebuah rumah yang hangat di jantung kota.

Sinergi BUMN: Mempermudah Kepemilikan Hunian Lewat BTN

Untuk menyukseskan ambisi besar ini, KAI tidak berjalan sendirian. Sinergi antar-BUMN menjadi kunci utama, di mana KAI menggandeng PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN. Kerja sama ini mencakup dua aspek krusial: pembiayaan konstruksi untuk memastikan pembangunan berjalan lancar tanpa kendala modal, serta penyediaan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi masyarakat luas.

Dengan dukungan dari BTN, diharapkan masyarakat bisa mendapatkan akses pembiayaan yang mudah dan terjangkau untuk memiliki hunian di pusat bisnis baru ini. Langkah ini sejalan dengan misi pemerintah untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat di tengah meroketnya harga properti di Jakarta. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan kawasan-kawasan TOD lainnya di seluruh Indonesia.

Masa Depan Manggarai sebagai Episentrum Ekonomi Baru

Transformasi Manggarai diprediksi akan memberikan efek domino yang positif bagi perekonomian Jakarta. Selain menyerap ribuan tenaga kerja selama masa konstruksi, kawasan ini akan menjadi basis bagi berbagai bisnis kreatif dan startup yang menginginkan lokasi strategis dengan aksesibilitas tinggi. Kehadiran hotel bintang lima dan convention hall juga akan mendorong pertumbuhan industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) di kawasan tersebut.

Pada akhirnya, apa yang direncanakan KAI di Manggarai adalah sebuah langkah berani untuk mendefinisikan ulang cara kita tinggal dan beraktivitas di megapolitan seperti Jakarta. Jika proyek ini berhasil, Manggarai tidak lagi akan dikenal sebagai kawasan yang padat dan semrawut, melainkan sebuah simbol kemajuan urban yang modern, efisien, dan prestisius, sejajar dengan kawasan elit lainnya di dunia. Mari kita nantikan bersama bagaimana wajah baru Manggarai ini akan mewarnai cakrawala Jakarta di masa depan.

Sarah Amalia

Sarah Amalia

Analis ekonomi muda yang hobi membedah tren pasar dan strategi UMKM. Pengisi utama kolom Radar Finance.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *