Eksklusif: Blak-blakan Praz Teguh Soal Kasus Hanania Group, Bayar Rp819 Juta Hingga Kembalikan Uang Saku ke Polisi
RadarLokal — Kasus dugaan penipuan perjalanan ibadah umrah yang menyeret nama besar biro perjalanan Hanania Group kembali memasuki babak baru. Kali ini, giliran komika sekaligus presenter kondang, Praz Teguh, yang harus menyambangi Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Krimum) Polda Metro Jaya. Kehadiran Praz bukan tanpa alasan; ia dipanggil sebagai saksi kunci untuk memberikan klarifikasi mendalam terkait keterlibatannya dengan biro perjalanan yang kini tengah menjadi buah bibir masyarakat tersebut.
Langkah Kooperatif Praz Teguh di Tengah Pusaran Kasus
Kamis (11/6/2026) menjadi hari yang cukup panjang bagi Praz Teguh. Berdasarkan pantauan tim lapangan, pria yang dikenal dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos ini tiba di markas kepolisian sekitar pukul 11.00 WIB. Praz tidak datang untuk sekadar menyapa, melainkan untuk menjalani serangkaian pemeriksaan intensif yang berlangsung selama kurang lebih empat jam.
Keluar dari ruang penyidik sekitar pukul 15.00 WIB, raut wajah Praz tampak tenang namun serius. Hal pertama yang ia sampaikan kepada awak media bukanlah pembelaan diri, melainkan empati yang mendalam bagi para korban yang gagal berangkat ke tanah suci. Dalam kasus penipuan umrah ini, banyak jemaah yang harus kehilangan tabungan seumur hidup mereka tanpa kepastian keberangkatan.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat sore teman-teman semua. Pertama-tama saya mau turut berduka buat korban yang terdampak kasus ini. Semoga segera dapat haknya kembali dan bisa segera berangkat ke rumah Allah,” ujar Praz dengan nada bicara yang rendah, menunjukkan rasa simpatinya yang tulus terhadap situasi pelik yang menimpa para korban Hanania Group.
Bukan Endorsement: Praz Teguh Rogoh Kocek Rp819 Juta
Salah satu poin krusial yang ditegaskan Praz dalam pemeriksaannya adalah mengenai status keberangkatannya. Di tengah maraknya isu bahwa para artis mendapatkan fasilitas gratis atau endorsement dari biro perjalanan bermasalah, Praz dengan tegas membantah hal tersebut untuk kasus dirinya. Ia menjelaskan bahwa keberangkatannya ke tanah suci pada tahun 2024 lalu murni menggunakan dana pribadi yang jumlahnya fantastis.
Praz mengungkapkan bahwa ia membawa rombongan besar yang terdiri dari 24 orang. Total biaya yang ia gelontorkan mencapai angka Rp819 juta. Angka ini mencakup seluruh biaya akomodasi untuk keluarga dan kerabatnya. Meski membayar dalam jumlah besar, Praz mengakui adanya kebijakan diskon yang diberikan pihak penyelenggara karena kuantitas rombongan yang ia bawa.
“Tahun 2024 itu kita berangkat sebanyak 24 orang. Karena kita berangkat dalam jumlah besar, kita dapat diskon. Jadi kita kerja sama dengan Hanania. Kami membayar total Rp819 juta, dan itu posisi kami dapat potongan untuk empat orang,” jelasnya secara mendetail kepada penyidik. Praz juga menambahkan bahwa ia melakukan upgrade fasilitas secara mandiri, mulai dari kamar hotel hingga tiket pesawat kelas bisnis, tanpa ada campur tangan dana dari Hanania Group.
Mekanisme Barter Konten dan Integritas Sebagai Public Figure
Meskipun bukan bersifat endorsement penuh, Praz tidak menampik adanya kesepakatan profesional dalam bentuk barter konten. Diskon untuk empat orang yang ia terima dikompensasi dengan pembuatan konten promosi di media sosial pribadinya. Hal ini lazim dilakukan oleh para influencer, namun dalam konteks hukum, penyidik perlu memastikan apakah ada aliran dana ilegal yang masuk ke kantong sang komika.
Kejujuran Praz diuji saat ia membeberkan bahwa dirinya tidak menerima aliran dana segar dalam bentuk apa pun dari pihak Hanania. Namun, ia mengakui pernah menerima “uang saku” selama perjalanan tersebut. Sebagai bentuk komitmennya terhadap hukum dan untuk menjaga integritasnya, Praz memilih untuk mengembalikan seluruh uang saku tersebut kepada pihak berwajib hari itu juga.
“Tidak ada menerima aliran dana apa pun kecuali uang saku. Uang saku itu saya kembalikan hari ini kepada pihak berwajib. Begitu,” tegas Praz. Meskipun ia enggan merinci secara pasti berapa nominal uang saku yang ia terima dan kembalikan, langkah ini dinilai sebagai upaya proaktif untuk memutus rantai keterlibatan finansial dengan perusahaan yang sedang bermasalah.
Awal Mula Perkenalan dengan Hanania Group
Banyak pihak bertanya-tanya bagaimana seorang figur publik seperti Praz Teguh bisa memilih Hanania Group sebagai jasa travel umrahnya. Ternyata, referensi tersebut datang dari lingkaran terdekatnya. Selain informasi yang berseliweran di media sosial, rekomendasi personal dari sesama orang tua murid di sekolah anaknya menjadi salah satu faktor penentu.
Rekomendasi dari mulut ke mulut (word of mouth) memang seringkali menjadi senjata ampuh bagi biro perjalanan untuk menjaring nasabah, terutama jika figur yang merekomendasikan adalah orang yang dipercaya. Sayangnya, kredibilitas yang terlihat di permukaan tidak selalu mencerminkan kondisi kesehatan finansial perusahaan di belakang layar. Fenomena ini seringkali ditemukan dalam investasi bodong atau skema perjalanan yang tidak transparan.
Dampak Luas Kasus Hanania Group di Kalangan Selebriti
Praz Teguh bukanlah satu-satunya figur publik yang terseret dalam pusaran kasus Hanania Group. Sebelumnya, nama-nama besar seperti Paula Verhoeven hingga pasangan Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid juga sempat dimintai keterangan oleh Polda Metro Jaya. Hal ini menunjukkan betapa masifnya strategi pemasaran Hanania Group yang menyasar kalangan selebriti untuk membangun citra terpercaya.
Bagi jurnalis RadarLokal, fenomena ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat luas. Bahwa keterlibatan seorang publik figur dalam sebuah promosi tidak selalu menjadi jaminan keamanan 100 persen. Proses verifikasi mandiri terhadap legalitas biro perjalanan di Kementerian Agama tetap menjadi langkah proteksi yang paling utama sebelum menyetorkan sejumlah uang.
Harapan Untuk Masa Depan Penegakan Hukum
Kehadiran Praz Teguh di Polda Metro Jaya sebagai saksi diharapkan dapat mempercepat proses penyidikan dan mengungkap fakta-fakta yang selama ini masih tersembunyi. Dengan diserahkannya data-data keberangkatan serta pengembalian uang saku, penyidik kini memiliki tambahan bukti material untuk memetakan aliran dana dan tanggung jawab hukum dari pihak pengelola Hanania Group.
Masyarakat kini menanti langkah tegas kepolisian dalam menuntaskan kasus ini agar para jemaah yang menjadi korban mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya. Transparansi dari para saksi seperti Praz Teguh menjadi angin segar di tengah gelapnya kasus-kasus penipuan umrah yang kerap berulang di Indonesia.
Praz menutup sesi wawancara dengan menegaskan bahwa dirinya menyerahkan seluruh proses hukum kepada penyidik. Ia berkomitmen untuk terus kooperatif jika dikemudian hari tenaganya masih dibutuhkan untuk melengkapi berkas perkara. Sikap jantan Praz ini patut diapresiasi sebagai bentuk tanggung jawab moral seorang warga negara sekaligus tokoh masyarakat yang taat hukum.