Terseret Pusaran Kasus Hanania Travel, Cut Meyriska dan Roger Danuarta Beri Klarifikasi di Polda Metro Jaya
RadarLokal — Suasana di gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mendadak menjadi pusat perhatian publik saat pasangan selebritas ternama, Cut Meyriska dan Roger Danuarta, tampak hadir memenuhi panggilan penyidik. Kehadiran pasangan ini bukan tanpa alasan; mereka dimintai keterangan sebagai saksi dalam pusaran kasus dugaan kasus penipuan umrah yang melibatkan biro perjalanan Hanania Travel.
Mengenakan pakaian yang rapi namun tetap menunjukkan kesederhanaan, Cut Meyriska dan Roger menjalani proses pemeriksaan dengan sikap kooperatif. Bagi mereka, langkah hukum ini merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus upaya untuk membersihkan nama baik yang sempat dikaitkan dengan operasional biro perjalanan tersebut.
Kronologi Keterlibatan dalam Jaringan Hanania Travel
Duduk perkara keterlibatan pasangan ini berawal dari sebuah kerja sama profesional yang lazim dilakukan oleh figur publik di era digital saat ini. Dalam penjelasannya kepada awak media, Cut Meyriska menegaskan bahwa hubungan mereka dengan Hanania Travel murni didasarkan pada kesepakatan profesional di bidang pemasaran atau endorsement.
Sistem kerja yang disepakati adalah metode barter konten. Artinya, Cut Meyriska dan Roger Danuarta tidak menerima kompensasi berupa uang tunai atau uang saku tambahan sebagai imbalan promosi. Sebagai gantinya, mereka menyediakan jasa berupa pembuatan video dan foto dokumentasi perjalanan umrah yang kemudian digunakan oleh pihak travel untuk keperluan promosi di media sosial.
“Tidak ada aliran dana tunai untuk jasa kami. Ini benar-benar murni barter konten. Kami memberikan dokumentasi berupa video dan foto sesuai dengan kontrak yang telah disepakati sebelumnya,” ungkap Cut Meyriska dengan nada tenang saat ditemui di Polda Metro Jaya.
Transparansi Finansial: Pembayaran untuk Sang Buah Hati
Meskipun kerja sama utama mereka bersifat barter konten, ada fakta menarik yang diungkapkan oleh pasangan ini. Cut Meyriska menjelaskan bahwa tidak semua anggota rombongan mereka diberangkatkan secara cuma-cuma. Untuk keperluan keberangkatan anak mereka, Cut mengaku tetap merogoh kocek pribadi dan melakukan pembayaran secara resmi kepada pihak Hanania Travel.
Hal ini menjadi poin penting dalam pemeriksaan, karena menunjukkan bahwa mereka juga merupakan konsumen yang melakukan transaksi finansial dengan biro tersebut. Sebagai warga negara yang taat hukum, seluruh bukti transaksi perbankan telah diserahkan kepada tim penyidik untuk dipelajari lebih lanjut.
“Oh, kalau untuk anak aku, itu bayar. Kami sudah menunjukkan semua bukti transfernya kepada pihak kepolisian. Tadi semuanya sudah saya jelaskan secara mendetail, termasuk melampirkan bukti-bukti pendukung yang kami miliki,” tambahnya lagi.
Pemeriksaan Berjalan Singkat dan Efisien
Berbeda dengan pemeriksaan saksi pada umumnya yang terkadang memakan waktu seharian, proses tanya jawab yang dijalani oleh Roger dan Cut berlangsung relatif singkat. Efisiensi ini tercapai karena pasangan tersebut telah menyiapkan seluruh dokumen yang diperlukan sejak jauh-jauh hari.
Langkah proaktif dengan membawa surat kontrak kerja, bukti transfer, serta korespondensi digital dengan pihak travel mempermudah kinerja penyidik dalam memetakan posisi hukum pasangan ini. Roger Danuarta pun tampak mendampingi sang istri dengan setia selama proses tersebut berlangsung.
“Kami datang dengan persiapan matang. Semua tanda bukti dan surat kontrak sudah kami serahkan. Jadi, prosesnya berjalan sangat lancar dan tidak memakan waktu lama karena data yang dibutuhkan sudah lengkap,” tutur ibu dua anak tersebut.
Langkah Vetting dan Reputasi Biro Perjalanan
Menanggapi pertanyaan mengenai kewaspadaan dalam memilih mitra kerja, Cut Meyriska memberikan jawaban yang cukup reflektif. Ia mengungkapkan bahwa sebelum menyetujui kerja sama dengan Hanania Travel, timnya telah melakukan prosedur pengecekan latar belakang atau due diligence yang cukup ketat.
Berdasarkan data yang mereka peroleh saat itu, Hanania Travel merupakan perusahaan yang memiliki kredibilitas cukup baik di atas kertas. Perusahaan tersebut diketahui mengantongi akreditasi B dan bahkan sempat memecahkan rekor MURI. Hal-hal inilah yang kemudian menumbuhkan rasa percaya di hati mereka untuk menjalin kerja sama.
“Sebenarnya kalau dibilang kurang hati-hati, kami sudah melakukan pengecekan. Mereka punya akreditasi yang baik dan ada rekor MURI juga. Seharusnya secara logika itu sudah aman. Kami benar-benar tidak menyangka jika di kemudian hari akan muncul masalah seperti ini,” jelasnya dengan raut wajah yang sedikit kecewa.
Dampak Psikologis dan Reaksi Lingkaran Terdekat
Kasus yang mencuat ke permukaan ini tak pelak memberikan dampak psikologis bagi Cut Meyriska. Ia mengaku sangat terkejut saat mengetahui namanya ikut terseret dalam pemberitaan media terkait dugaan penipuan. Rasa syok tersebut semakin bertambah ketika banyak rekan dan sahabat yang menghubunginya untuk meminta klarifikasi.
Apalagi, banyak teman-teman di lingkaran sosial mereka yang ternyata juga sempat menggunakan jasa travel tersebut berdasarkan referensi atau promosi yang mereka lakukan. Hal inilah yang menjadi beban pikiran tersendiri bagi Cut Meyriska.
“Kaget banget, jelas kaget. Banyak teman-teman yang menghubungi dan bertanya-tanya karena mereka juga berangkat melalui biro tersebut. Kami merasa sangat prihatin dengan situasi yang terjadi saat ini,” pungkas Cut Meyriska mengakhiri sesi wawancara.
Hingga saat ini, pihak Polda Metro Jaya masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus ini untuk mencari tahu sejauh mana kerugian yang diderita oleh para jemaah lainnya. Kehadiran Cut Meyriska dan Roger Danuarta diharapkan dapat memberikan titik terang bagi penyidik dalam mengungkap kebenaran di balik operasional Hanania Travel yang kini tengah menjadi sorotan publik.