Misteri Suksesi Takhta Thailand: Berpulangnya Putri Bajrakitiyabha dan Masa Depan Monarki

Dimas Pratama | RADAR LOKAL
13 Jun 2026, 06:20 WIB
Misteri Suksesi Takhta Thailand: Berpulangnya Putri Bajrakitiyabha dan Masa Depan Monarki

RadarLokal — Langit Bangkok diselimuti duka mendalam seiring dengan pengumuman resmi dari Biro Rumah Tangga Kerajaan mengenai berpulangnya Putri Bajrakitiyabha Mahidol. Sang Putri, yang selama ini dipandang sebagai ‘Cahaya Harapan’ bagi masa depan monarki Thailand, mengembuskan napas terakhirnya di usia 47 tahun. Kepergian sosok yang akrab disapa Putri Bha ini tidak hanya meninggalkan kesedihan bagi rakyatnya, tetapi juga menyisakan teka-teki besar mengenai siapa yang akan melanjutkan takhta kerajaan Thailand di masa depan.

Perjalanan Panjang Sang Pejuang Reformasi

Putri Bajrakitiyabha bukan sekadar anggota keluarga kerajaan biasa yang hidup di balik tembok istana. Lahir pada 7 Desember 1978, ia adalah buah hati tunggal dari pernikahan pertama Raja Maha Vajiralongkorn dengan Putri Soamsawali. Sejak muda, Putri Bha telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam bidang pendidikan dan kemanusiaan. Ia mengantongi gelar doktor hukum dari Cornell University, sebuah pencapaian yang menempatkannya sebagai salah satu intelektual terkemuka di lingkungan istana.

Baca Juga Gencatan Senjata Berdarah: Israel Kembali Gempur Lebanon, 10 Nyawa Melayang di Tengah Kesepakatan Damai
Gencatan Senjata Berdarah: Israel Kembali Gempur Lebanon, 10 Nyawa Melayang di Tengah Kesepakatan Damai

Kariernya membentang luas dari ranah hukum hingga diplomasi internasional. Beliau pernah mengabdikan diri di misi Thailand untuk PBB di New York sebelum akhirnya kembali ke tanah air untuk bekerja di kantor Jaksa Agung. Namun, warisan terbesarnya terletak pada advokasi reformasi sistem peradilan pidana. Putri Bha dikenal sangat vokal dalam memperjuangkan hak-hak narapidana perempuan, mengingat Thailand memiliki salah satu populasi narapidana wanita tertinggi di dunia. Melalui program ‘Kamlangjai’ atau Inspire Project, ia berusaha memberikan kesempatan kedua bagi mereka yang terpinggirkan oleh sistem hukum yang kaku.

Detik-Detik Terakhir dan Koma yang Memilukan

Tragedi yang menimpa Putri Bha bermula pada Desember 2022. Saat itu, ia sedang melatih anjing-anjing peliharaannya untuk sebuah kompetisi militer di Nakhon Ratchasima ketika tiba-tiba jatuh pingsan akibat serangan jantung. Laporan medis menyebutkan bahwa infeksi mikoplasma pada jantung menyebabkan detak jantung yang sangat tidak teratur, yang berujung pada hilangnya kesadaran secara mendalam.

Baca Juga Kemenangan Diplomasi Buruh: Desk Ketenagakerjaan Polri Tuntaskan Polemik PHK 103 Karyawan di Cikarang
Kemenangan Diplomasi Buruh: Desk Ketenagakerjaan Polri Tuntaskan Polemik PHK 103 Karyawan di Cikarang

Selama lebih dari tiga tahun, tim medis terbaik Thailand berupaya keras untuk mempertahankan hidup sang Putri melalui alat bantu medis. Rakyat Thailand tak henti-hentinya memanjatkan doa, mengenakan pakaian berwarna oranye (warna yang identik dengan sang Putri), dan berharap akan adanya keajaiban. Namun, takdir berkata lain. Istana mengumumkan bahwa kondisi Putri Bha terus memburuk akibat infeksi perut yang parah, hingga akhirnya ia meninggal dunia dengan tenang di Istana Agung Bangkok.

Guncangan pada Struktur Suksesi Kerajaan

Kematian Putri Bha telah memicu gelombang spekulasi mengenai suksesi takhta yang kini menjadi tanda tanya besar. Dalam tradisi monarki Thailand, garis suksesi biasanya mengutamakan ahli waris laki-laki. Namun, amandemen konstitusi tahun 1974 membuka celah bagi seorang putri untuk naik takhta jika Raja tidak menunjuk ahli waris laki-laki secara resmi. Selama ini, banyak pihak yang memandang Putri Bha sebagai kandidat terkuat, baik untuk menjadi Ratu yang berkuasa maupun sebagai wali bagi adik tirinya.

Baca Juga Menutup ‘Gerbang Maut’ di Tebet: Akhir Perjalanan Perlintasan Ilegal demi Keselamatan Nyawa
Menutup ‘Gerbang Maut’ di Tebet: Akhir Perjalanan Perlintasan Ilegal demi Keselamatan Nyawa

Raja Vajiralongkorn sendiri, yang kini telah menginjak usia 73 tahun, belum memberikan pernyataan resmi mengenai siapa yang akan menggantikannya. Ketidakpastian ini menciptakan dinamika politik yang sensitif di dalam negeri, mengingat peran Raja sangat sentral dalam stabilitas nasional Thailand.

Dilema Ahli Waris: Antara Pangeran Dipangkorn dan Saudara yang Terbuang

Hingga saat ini, Pangeran Dipangkorn Rasmijoti yang berusia 21 tahun dianggap sebagai ahli waris sah yang tersisa di Thailand. Namun, di balik pintu-pintu tertutup, muncul keraguan mengenai kapasitas sang Pangeran untuk memimpin monarki yang kompleks di tengah arus modernisasi dan tuntutan reformasi dari kalangan muda. Politik Thailand yang dinamis membutuhkan sosok yang kuat dan memiliki legitimasi moral tinggi, kualitas yang sebelumnya dianggap melekat pada diri Putri Bha.

Baca Juga Skandal Extra-legal Revenge: Jejak Balas Dendam Oknum TNI Terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Skandal Extra-legal Revenge: Jejak Balas Dendam Oknum TNI Terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Di sisi lain, publik tidak bisa melupakan keberadaan empat putra Raja dari pernikahan keduanya. Namun, keempat putra tersebut telah dicabut gelar bangsawannya sejak tahun 1996 dan kini menetap di Amerika Serikat. Meskipun salah satu dari mereka, Vacharaesorn Vivacharawongse, baru-baru ini melakukan kunjungan yang mengejutkan ke Thailand, status mereka dalam garis suksesi tetap tidak diakui secara resmi oleh istana.

Upacara Penghormatan Terakhir di Istana Agung

Jenazah Putri Bha kini disemayamkan di Istana Agung Bangkok, tempat yang menjadi saksi bisu sejarah panjang Dinasti Chakri. Pemakaman akan dilakukan dengan penghormatan tertinggi sesuai tradisi kerajaan yang sangat sakral. Ribuan warga diperkirakan akan memadati jalanan Bangkok untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang mereka cintai.

Baca Juga Dilema Donald Trump: Iran Sodorkan Pilihan Antara Kesepakatan Pahit atau Risiko Operasi Militer yang ‘Mustahil’
Dilema Donald Trump: Iran Sodorkan Pilihan Antara Kesepakatan Pahit atau Risiko Operasi Militer yang ‘Mustahil’

Bagi banyak loyalis, Putri Bha adalah simbol kesinambungan antara tradisi kuno dan nilai-nilai modern. Ia mampu berkomunikasi dengan baik kepada generasi muda yang mulai mempertanyakan peran monarki, sekaligus tetap menjaga marwah institusi kerajaan. Kehilangannya terasa seperti kehilangan kompas yang bisa menuntun kerajaan melewati masa-masa sulit.

Masa Depan Monarki di Persimpangan Jalan

Analisis dari para pakar berita internasional menunjukkan bahwa Thailand kini berada di persimpangan jalan yang krusial. Tanpa adanya figur pemersatu seperti Putri Bha, Raja Vajiralongkorn harus segera mengambil keputusan tegas mengenai masa depan takhta untuk menghindari ketidakstabilan politik. Tantangan monarki ke depan tidaklah mudah; selain isu suksesi, ada tekanan besar untuk melakukan reformasi internal agar tetap relevan di mata rakyat.

Sejarah akan mencatat Putri Bajrakitiyabha sebagai salah satu putri paling cemerlang yang pernah dimiliki Thailand. Meski raganya telah tiada, gagasan-gagasannya tentang reformasi hukum dan keadilan sosial tetap akan hidup. Kini, mata dunia tertuju pada Raja Vajiralongkorn, menanti langkah apa yang akan diambil sang penguasa untuk memastikan kelangsungan dinasti di tengah awan ketidakpastian yang ditinggalkan oleh sang putri tercinta.

Dimas Pratama

Dimas Pratama

Jurnalis lapangan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Fokus pada isu sosial dan kebijakan publik di Radar News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *