Bukan Soal Cemburu, Ruben Onsu Ungkap Alasan Mendalam Larang Anak Terlibat di Live Sarwendah dan Giorgio Antonio

Nadia Safira | RADAR LOKAL
13 Jun 2026, 16:16 WIB
Bukan Soal Cemburu, Ruben Onsu Ungkap Alasan Mendalam Larang Anak Terlibat di Live Sarwendah dan Giorgio Antonio

RadarLokal — Dinamika kehidupan pasca-perceraian antara dua pesohor tanah air, Ruben Onsu dan Sarwendah, kembali menjadi buah bibir di tengah masyarakat. Namun, alih-alih persoalan harta gono-gini, kali ini sorotan tertuju pada prinsip pengasuhan anak di era digital. Ruben Onsu secara mengejutkan melontarkan keberatan keras terkait keterlibatan anak-anak mereka dalam aktivitas siaran langsung di media sosial yang dilakukan Sarwendah bersama pasangan barunya, Giorgio Antonio.

Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, Ruben memberikan pernyataan yang cukup menohok untuk meluruskan berbagai spekulasi liar yang beredar di jagat maya. Sebagaimana diketahui, Ruben Onsu selama ini dikenal sebagai sosok ayah yang sangat protektif terhadap tumbuh kembang buah hatinya. Keberatannya kali ini memicu perdebatan mengenai batasan privasi anak di bawah umur dalam konten digital orang tua yang telah berpisah.

Baca Juga Lelah Difitnah, Clara Shinta Resmi Polisikan Mantan Suami: Buktikan Rekening Koran Hingga SKCK
Lelah Difitnah, Clara Shinta Resmi Polisikan Mantan Suami: Buktikan Rekening Koran Hingga SKCK

Menepis Narasi Cemburu dan Kegagalan Move On

Sejak kabar kedekatan Sarwendah dengan Giorgio Antonio mencuat ke publik, setiap reaksi dari Ruben seringkali disalahtafsirkan sebagai bentuk kecemburuan atau ketidakmampuan untuk berpindah hati. Netizen dengan cepat berasumsi bahwa teguran Ruben adalah manifestasi dari rasa sakit hati melihat mantan istrinya telah menemukan tambatan baru.

Namun, pihak Ruben dengan tegas membantah anggapan tersebut. “Bukan karena Ruben cemburu, tapi ini murni karena ada anak-anak di sana. Anak-anak itu adalah darah daging Ruben yang dilibatkan dalam suatu lingkungan dan aktivitas yang menurut pemikiran Ruben sebagai seorang ayah, dirasa kurang tepat untuk saat ini,” ungkap Minola Sebayang dalam sesi jumpa pers daring yang dipantau oleh tim RadarLokal.

Baca Juga Kisah di Balik Honor Pertama Nagita Slavina: Dari Model Iklan Remaja hingga Menjadi ‘Sultan’ Andara
Kisah di Balik Honor Pertama Nagita Slavina: Dari Model Iklan Remaja hingga Menjadi ‘Sultan’ Andara

Minola menekankan bahwa Ruben sama sekali tidak memiliki niat untuk mencampuri urusan asmara mantan istrinya. Baginya, siapa pun pendamping Sarwendah saat ini adalah hak prerogatif sang mantan istri sebagai individu yang sudah merdeka secara hukum. Fokus utama Ruben hanyalah memastikan bahwa psikologis anak-anaknya tetap terjaga di tengah transisi keluarga yang tidak mudah ini.

Kekhawatiran Terhadap Dampak Psikologis Jangka Panjang

Keputusan untuk melarang anak muncul dalam konten siaran langsung (live) bersama Giorgio Antonio bukan diambil tanpa alasan yang kuat. Ruben melihat adanya risiko dampak psikologis yang mungkin tidak disadari secara instan, namun berpotensi membekas pada memori anak-anak. Muncul di depan ribuan penonton dalam konteks hubungan baru orang tua bisa menjadi beban mental tersendiri bagi anak-anak yang masih di bawah umur.

Baca Juga Rahasia Dustin Tiffani Tetap Wangi Seharian: Transformasi Gaya Hidup dan ‘Titah’ Sang Istri yang Tak Terduga
Rahasia Dustin Tiffani Tetap Wangi Seharian: Transformasi Gaya Hidup dan ‘Titah’ Sang Istri yang Tak Terduga

“Beliau melihat ini tidak baik bagi kondisi kejiwaan anak-anaknya. Kita harus memahami posisi Ruben sebagai seorang ayah yang ingin memberikan perlindungan maksimal. Ada kapasitas berbeda ketika seorang ayah menyatakan keberatan demi kepentingan terbaik anaknya,” tambah Minola dengan nada serius. Menurutnya, anak-anak membutuhkan ruang yang netral dan aman tanpa harus terseret dalam pusaran konten media sosial yang bersifat konsumtif.

Kekhawatiran ini sejalan dengan pandangan para ahli parenting yang sering mengingatkan agar anak tidak dijadikan instrumen dalam membangun narasi kehidupan baru orang tua setelah bercerai. Ruben merasa bahwa privasi anak-anak adalah hal sakral yang tidak boleh dikompromikan demi popularitas atau sekadar konten interaksi digital.

Baca Juga Anisa Rahma dan Anandito Dwis Jalani Pemeriksaan di Polda Metro Jaya: Ungkap Fakta Kerjasama Endorsement dengan Hanania Travel
Anisa Rahma dan Anandito Dwis Jalani Pemeriksaan di Polda Metro Jaya: Ungkap Fakta Kerjasama Endorsement dengan Hanania Travel

Pentingnya Batasan dalam Co-Parenting di Era Digital

Kasus ini membuka diskusi yang lebih luas mengenai bagaimana pola co-parenting atau pengasuhan bersama seharusnya dijalankan setelah perceraian, terutama bagi pasangan publik figur. Gaya pengasuhan yang sehat menuntut adanya komunikasi yang sinkron mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan terhadap anak di ruang publik.

Ruben Onsu, melalui perwakilannya, memberikan pesan yang sangat jelas: ia memberikan kebebasan penuh kepada Sarwendah untuk menjalani kehidupannya dan menjalin hubungan dengan siapa pun. Namun, kebebasan itu berhenti ketika melibatkan anak-anak dalam aktivitas yang dianggap tidak memberikan nilai positif bagi perkembangan mental mereka.

“Jangan dihubungkan dengan gagal move on atau cemburu buta. Kalau mau melakukan apa pun, Ruben tidak pernah melarang. Itu sudah ranah pribadi masing-masing. Tapi pesannya tegas: jangan libatkan anak di dalamnya jika itu berkaitan dengan hal-hal yang kurang tepat. Kalau kegiatannya positif dan edukatif, tentu saja silakan,” jelas Minola mengutip pesan kliennya.

Baca Juga Inspirasi Kurban Selebritas: Azizah Salsha Siapkan Sapi Terbaik untuk Rayakan Idul Adha
Inspirasi Kurban Selebritas: Azizah Salsha Siapkan Sapi Terbaik untuk Rayakan Idul Adha

Respon Publik dan Tekanan Media Sosial

Sebagai figur publik, setiap gerak-gerik Ruben dan Sarwendah selalu berada di bawah mikroskop netizen. Munculnya anak-anak dalam sesi live streaming seringkali mengundang komentar yang beragam, mulai dari pujian hingga kritik pedas. Ruben menyadari bahwa jejak digital bersifat abadi, dan ia tidak ingin di masa depan anak-anaknya merasa terbebani oleh konten-konten masa lalu yang melibatkan mereka secara tidak sengaja dalam dinamika asmara orang tuanya.

Keberatan Ruben ini juga menjadi pengingat bagi para orang tua lainnya bahwa hak anak atas privasi harus dihormati. Di tengah tren monetisasi konten yang melibatkan anggota keluarga, prinsip untuk memisahkan urusan pribadi dewasa dengan dunia anak-anak menjadi semakin krusial. Kabar artis tanah air sering kali memberikan pelajaran berharga tentang bagaimana menavigasi ego pribadi demi kepentingan buah hati.

Menatap Masa Depan Pengasuhan Anak

Meskipun kini telah menempuh jalan masing-masing, Ruben Onsu tetap berkomitmen untuk menjadi sosok ayah yang hadir secara utuh bagi anak-anaknya. Ia berharap agar masalah ini bisa diselesaikan dengan kepala dingin melalui dialog internal yang konstruktif antara dirinya dan Sarwendah. Kesepakatan mengenai batasan keterlibatan anak dalam media sosial diharapkan dapat menjadi panduan di masa mendatang.

Langkah Ruben ini mencerminkan kedewasaan dalam bersikap. Ia tidak menyerang hubungan pribadi mantan istrinya, melainkan berdiri teguh pada prinsip perlindungan anak. Ke depannya, publik berharap kedua belah pihak dapat menemukan titik temu yang paling ideal, sehingga anak-anak mereka tetap tumbuh dalam lingkungan yang stabil dan jauh dari hiruk-pikuk konflik orang tua di media sosial.

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan spekulasi mengenai kecemburuan Ruben Onsu dapat segera mereda. Fokus kini seharusnya beralih pada bagaimana memastikan hak-hak anak tetap terpenuhi dan privasi mereka tetap terlindungi di tengah eksposur media yang begitu masif. Bagi Ruben, cinta kepada anak melampaui segala bentuk sentimen pribadi terhadap masa lalu.

Nadia Safira

Nadia Safira

Content creator yang memiliki radar tajam terhadap isu viral dan gaya hidup. Menjaga konten Radar Hot tetap segar dan menghibur.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *