Anisa Rahma dan Anandito Dwis Jalani Pemeriksaan di Polda Metro Jaya: Ungkap Fakta Kerjasama Endorsement dengan Hanania Travel

Nadia Safira | RADAR LOKAL
12 Jun 2026, 20:11 WIB
Anisa Rahma dan Anandito Dwis Jalani Pemeriksaan di Polda Metro Jaya: Ungkap Fakta Kerjasama Endorsement dengan Hanania

RadarLokal — Panggung hukum tanah air kembali diramaikan dengan pemanggilan figur publik terkait kasus yang menyita perhatian masyarakat luas. Pasangan selebritas, Anisa Rahma dan suaminya, Anandito Dwis, terlihat mendatangi gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Kehadiran mereka bukan tanpa alasan; keduanya dipanggil untuk memberikan kesaksian mendalam terkait dugaan kasus penipuan umrah yang melibatkan agen perjalanan Hanania Travel.

Langkah kaki pasangan ini menuju ruang penyidik menjadi sorotan kamera wartawan yang telah menunggu sejak pagi. Mengenakan pakaian yang rapi dan menunjukkan raut wajah kooperatif, Anisa dan Anandito menegaskan komitmen mereka untuk membantu kepolisian dalam mengusut tuntas polemik yang merugikan banyak calon jemaah tersebut. Sebagai sosok yang pernah bekerja sama dengan pihak travel, keterangan mereka dianggap krusial untuk memetakan alur operasional perusahaan yang kini bermasalah tersebut.

Baca Juga Pernikahan Agung El Rumi dan Syifa Hadju: Sterilisasi Ketat di Hotel Raffles Sambut Kedatangan Presiden Prabowo
Pernikahan Agung El Rumi dan Syifa Hadju: Sterilisasi Ketat di Hotel Raffles Sambut Kedatangan Presiden Prabowo

Pemeriksaan Intensif: 4 Jam dan Puluhan Pertanyaan Penyidik

Proses hukum yang dijalani pasangan ini ternyata memakan waktu yang cukup panjang. Sejak memasuki ruang pemeriksaan, Anisa Rahma dan Anandito Dwis harus berhadapan dengan rentetan pertanyaan yang diajukan oleh tim penyidik. Tak tanggung-tanggung, waktu sekitar empat jam dihabiskan di dalam ruangan guna memastikan setiap detail informasi tersampaikan dengan akurat dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

“Kami hadir di sini untuk memenuhi kewajiban sebagai warga negara dan kapasitas kami sebagai saksi. Intinya adalah memberikan penjelasan sejelas-jelasnya terkait hubungan kami dengan pihak Hanania,” ungkap Anandito Dwis saat memberikan pernyataan singkat di selasar Polda Metro Jaya, Jumat (12/6/2026). Ia menambahkan bahwa keterbukaan adalah kunci agar penyidikan polisi dapat berjalan lancar tanpa hambatan informasi.

Baca Juga Kisah di Balik Kejutan Romantis Giorgio Antonio untuk Sarwendah: Dari Gemerlap Eropa Menuju Negeri Sakura
Kisah di Balik Kejutan Romantis Giorgio Antonio untuk Sarwendah: Dari Gemerlap Eropa Menuju Negeri Sakura

Anisa Rahma sendiri mengakui bahwa proses tanya jawab tersebut berlangsung sangat mendalam. “Kurang lebih 4 jam kami di dalam, ditanya-tanya cukup detail. Ada sekitar 30-an pertanyaan yang harus dijawab satu per satu,” tuturnya. Penjelasan lebih rinci disampaikan oleh kuasa hukum mereka, Verdy, yang merincikan bahwa Anisa mendapatkan 32 pertanyaan, sementara Anandito menjawab 31 pertanyaan. Fokus utama penyidik adalah pada kontrak kerja, kewajiban yang telah dilakukan, hingga alur komunikasi dengan manajemen Hanania Travel.

Skema Barter Endorsement: Antara Promosi dan Tanggung Jawab

Salah satu poin utama yang diklarifikasi dalam pemeriksaan tersebut adalah status hubungan kerja antara sang artis dengan agen perjalanan. Anandito menjelaskan secara gamblang bahwa hubungan mereka dengan Hanania Travel murni bersifat profesional dalam bingkai kerjasama endorsement. Di industri kreatif saat ini, model kerjasama ini lazim dilakukan dengan sistem barter layanan atau fasilitas dengan publikasi di media sosial.

Baca Juga Eksklusif: Jennifer Coppen dan Justin Hubner Siap Menuju Pelaminan, Gelar Pesta Mewah Dua Hari di Bali
Eksklusif: Jennifer Coppen dan Justin Hubner Siap Menuju Pelaminan, Gelar Pesta Mewah Dua Hari di Bali

“Kerjasamanya adalah barter promo dan konten. Kami diberangkatkan untuk melaksanakan ibadah, dan sebagai timbal baliknya, kami memiliki kewajiban untuk membuat konten promosi bagi travel tersebut,” jelas Anandito. Hal ini diamini oleh Anisa yang mengonfirmasi bahwa mereka merupakan bagian dari strategi pemasaran travel tersebut untuk menarik minat jemaah lainnya melalui citra positif selebritas tanah air.

Verdy, selaku kuasa hukum, menambahkan konteks awal mula kerjasama ini terjalin pada tahun 2023. Kliennya menerima tawaran tersebut karena melihat peluang untuk beribadah sekaligus bekerja. Namun, yang menjadi catatan penting adalah bahwa fasilitas gratis yang diberikan hanya berlaku untuk pasangan tersebut. Kejelasan mengenai batasan fasilitas ini penting untuk membedakan mana yang merupakan hak endorsement dan mana yang merupakan biaya pribadi.

Baca Juga Babak Baru Perseteruan Panas: Doktif Desak Kepolisian Periksa Istri Richard Lee Terkait Dugaan Malapraktik Skincare
Babak Baru Perseteruan Panas: Doktif Desak Kepolisian Periksa Istri Richard Lee Terkait Dugaan Malapraktik Skincare

Biaya Mandiri Ratusan Juta Rupiah di Balik Fasilitas Endorse

Meskipun mendapatkan fasilitas sebagai endorser, Anisa Rahma dan Anandito menegaskan bahwa mereka tidak semata-mata ‘numpang’ secara gratis. Dalam perjalanan umrah tersebut, mereka juga memboyong keluarga besar yang biayanya ditanggung sepenuhnya secara mandiri. Hal ini sekaligus menepis anggapan bahwa seluruh anggota keluarga mereka diberangkatkan secara cuma-cuma oleh Hanania Travel.

“Kami memang diberangkatkan berdua sebagai bagian dari kontrak. Namun, kami juga membawa lima anggota keluarga lainnya, termasuk anak kami. Untuk mereka, kami membayar secara reguler sebagaimana jemaah lainnya. Total biaya yang kami keluarkan sendiri sekitar Rp100 juta,” tegas Anandito. Fakta ini menunjukkan bahwa posisi mereka di sini juga bisa dianggap sebagai konsumen yang mengeluarkan biaya umrah dalam jumlah besar.

Baca Juga Jeritan Hati Nur Rohmah: Menguak Tabir Tekanan Psikis dan Polemik Gaji di Kediaman Erin Taulany
Jeritan Hati Nur Rohmah: Menguak Tabir Tekanan Psikis dan Polemik Gaji di Kediaman Erin Taulany

Anisa mengungkapkan bahwa ia telah dua kali menggunakan jasa travel ini, yakni pada tahun 2023 dan terakhir pada awal tahun 2025. Pengalaman pertama yang tampak lancar membuat mereka menaruh kepercayaan untuk kembali menggunakan jasa yang sama dan bahkan berani mempromosikannya kepada publik. Namun, perkembangan situasi yang berakhir pada dugaan penipuan membuat mereka merasa perlu untuk meluruskan segala sesuatunya di hadapan hukum.

Komitmen Mendukung Korban dan Harapan Penuntasan Kasus

Sebagai figur publik yang memiliki banyak pengikut, Anisa dan Anandito menyadari beban moral yang mereka tanggung. Ada kekhawatiran bahwa promosi yang mereka lakukan mungkin telah memengaruhi orang lain untuk mendaftar di travel tersebut. Oleh karena itu, kehadiran mereka di Polda Metro Jaya juga merupakan bentuk pertanggungjawaban moral kepada para jemaah yang kini merasa dirugikan.

“Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Ibadah umrah adalah impian setiap Muslim, dan uang yang dikumpulkan untuk mencapainya bukanlah jumlah yang sedikit. Kami tidak ingin ada yang dirugikan, apalagi untuk niat ibadah,” kata Anisa dengan nada bicara yang penuh empati. Ia menekankan bahwa dukungan penuh diberikan kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas siapapun yang bertanggung jawab atas hilangnya dana para calon jemaah.

Penyidik kini tengah mendalami bukti-bukti berupa kontrak kerja sama, invoice pembayaran mandiri yang diserahkan oleh Anandito, serta jejak digital promosi yang pernah dilakukan. Langkah ini diambil untuk menentukan apakah ada unsur kesengajaan atau kelalaian dari pihak travel yang bisa dikategorikan sebagai tindak pidana penipuan atau penggelapan sesuai laporan kepolisian yang masuk.

Menanti Keadilan bagi Jemaah yang Tertunda

Harapan besar kini tertumpu pada proses hukum yang sedang berjalan. Anisa Rahma dan Anandito Dwis berharap kesaksian mereka dapat mempercepat proses penyidikan sehingga hak-hak jemaah yang tertunda keberangkatannya atau yang dananya belum kembali dapat segera dipenuhi. Skandal Hanania Travel ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat dan kalangan artis untuk lebih selektif dalam memilih dan mempromosikan biro perjalanan umrah.

“Semoga proses ini bisa memberikan keadilan. Kami mendukung penuh pengusutan ini agar para korban bisa mendapatkan haknya kembali. Amin,” tutup Anisa Rahma mengakhiri sesi wawancara. Dengan terus bergulirnya pemeriksaan saksi-saksi, termasuk rekan artis lainnya seperti Cut Meyriska dan Roger Danuarta, masyarakat menantikan titik terang dari kasus yang mencoreng industri jasa jemaah umrah di Indonesia ini.

Nadia Safira

Nadia Safira

Content creator yang memiliki radar tajam terhadap isu viral dan gaya hidup. Menjaga konten Radar Hot tetap segar dan menghibur.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *