Sisi Gelap dan Kontroversi Errol Musk: Kisah Ayah Elon Musk yang Menjalin Hubungan dengan Anak Tirinya
RadarLokal — Nama Errol Musk mungkin tidak setenar sang anak, Elon Musk, yang kini dinobatkan sebagai manusia terkaya di planet bumi. Namun, di balik kesuksesan teknologi luar angkasa SpaceX dan revolusi otomotif Tesla, terdapat sosok ayah yang menyimpan segudang drama dan kontroversi yang sanggup membuat dahi berkerut. Baru-baru ini, Errol kembali menjadi sorotan publik internasional setelah muncul dalam sebuah video bersama aktivis sayap kanan, Tommy Robinson, di Moskow, Rusia. Pertemuan yang diunggah di platform X tersebut memicu gelombang rasa ingin tahu netizen mengenai siapa sebenarnya pria di balik kesuksesan klan Musk ini.
Siapa Sebenarnya Errol Musk?
Errol Musk bukan sekadar pensiunan biasa. Lahir pada 25 Mei 1946 di Afrika Selatan, ia merupakan seorang pengusaha sukses dan insinyur berbakat yang memiliki jejak panjang dalam dunia politik. Pada masa mudanya, Errol adalah sosok yang sangat berpengaruh di Pretoria. Ia tercatat pernah menjabat sebagai anggota Dewan Kota Pretoria dari tahun 1972 hingga 1983.
Karier politiknya dimulai sebagai anggota independen sebelum akhirnya ia melabuhkan pilihan ke Partai Federal Progresif pada tahun 1980. Kecerdasan Errol dalam bidang teknik dan bisnis diyakini menjadi salah satu faktor yang membentuk etos kerja keras Elon Musk. Namun, hubungan antara ayah dan anak ini jauh dari kata harmonis. Elon bahkan pernah menyebut ayahnya sebagai sosok yang “mengerikan” dalam sebuah wawancara emosional beberapa tahun silam.
Pernikahan dan Akar Keluarga Musk
Sebelum kontroversi keluarga ini meledak ke permukaan, Errol membangun rumah tangga dengan Maye Musk pada tahun 1970. Dari pernikahan yang berlangsung selama sembilan tahun tersebut, lahir tiga orang anak yang kini semuanya sukses di bidang masing-masing: Elon, Kimbal, dan Tosca Musk. Maye, yang merupakan seorang model dan ahli gizi ternama, akhirnya berpisah dengan Errol pada tahun 1979.
Setelah perceraiannya dengan Maye, Errol kemudian menikahi seorang janda bernama Heide Bezuidenhout pada tahun 1992. Pernikahan ini membawa dua anak baru ke dalam kehidupan Errol, yakni Alexandra dan Asha Musk. Namun, yang tidak disadari oleh banyak orang saat itu adalah kehadiran seorang balita berusia 4 tahun bernama Jana Bezuidenhout, putri Heide dari pernikahan sebelumnya. Jana inilah yang di kemudian hari akan menjadi pusat dari skandal yang mengguncang keutuhan keluarga Musk.
Skandal yang Mengguncang: Hubungan dengan Jana Bezuidenhout
Dunia seakan terhenti ketika kabar mengenai hubungan asmara antara Errol Musk dan Jana Bezuidenhout menyeruak ke publik. Jana, yang tumbuh besar sebagai putri sambung Errol selama 18 tahun pernikahan Errol dengan ibunya, mendadak berubah status menjadi pasangan hidup Errol. Hubungan ini memicu kemarahan besar dari anak-anak Errol lainnya, terutama Elon Musk, yang merasa tindakan ayahnya sangat tidak bermoral.
Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh tim RadarLokal, Errol mengaku bahwa hubungannya dengan Jana dimulai setelah ia bercerai dari Heide. Setelah bertahun-tahun tidak bertemu, Jana yang saat itu berusia sekitar 30 tahun kembali menghubungi Errol di tahun 2014 untuk meminta dukungan finansial karena sedang mengalami masa sulit. Errol, yang merasa kesepian, menyambut Jana dengan tangan terbuka.
“Rencana Tuhan atau Rencana Alam”
Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan The Sunday Times of London, Errol mendeskripsikan awal mula hubungannya dengan Jana dengan kalimat yang filosofis sekaligus kontroversial. “Kami adalah dua orang yang merasa kesepian dan tersesat. Satu hal mengarah ke hal lain. Anda bisa menyebutnya rencana Tuhan atau rencana alam,” ungkap pria yang kini berusia 78 tahun tersebut.
Logika Errol mengenai prokreasi memang cukup radikal. Ia secara terbuka menyatakan keyakinannya bahwa tujuan utama manusia hidup di bumi adalah untuk bereproduksi. Pandangan ini ia praktikkan secara nyata. Dari hubungannya dengan Jana, lahir dua orang anak. Anak pertama mereka adalah seorang putra bernama Elliot ‘Rushi’ Musk yang lahir pada 2017, disusul oleh seorang putri pada tahun 2019 yang identitasnya sempat dirahasiakan.
Dinamika Keluarga yang Rumit di Afrika Selatan
Hingga awal tahun 2025, Errol mengonfirmasi bahwa Jana dan kedua anak hasil hubungan mereka sebagian besar tinggal bersamanya di kediamannya di Afrika Selatan. Meskipun Errol memberikan dukungan finansial dan tempat tinggal, ia mengakui bahwa perbedaan usia yang mencapai 40 tahun membuat hubungan mereka tidak selalu berjalan mulus. Ia menyebutkan bahwa hidup bersama wanita yang jauh lebih muda memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam hal kesamaan minat dan energi.
Kehadiran anak-anak baru dari rahim Jana menciptakan lapisan kerumitan baru dalam pohon keluarga Musk. Elon Musk sendiri dikabarkan sangat terpukul dan marah dengan kenyataan bahwa saudara tirinya kini juga menjadi ibu dari adik-adik tirinya yang baru. Ketegangan ini menjadi salah satu alasan utama mengapa Elon memilih untuk menjauhkan diri dari ayahnya dan jarang berkomunikasi selama bertahun-tahun.
Dampak Terhadap Reputasi Global Elon Musk
Meskipun Elon Musk berusaha keras membangun citra sebagai visioner masa depan melalui teknologi masa depan, bayang-bayang perilaku ayahnya seringkali menjadi bahan serangan bagi para kritikusnya. Publik seringkali mengaitkan perilaku eksentrik Errol dengan beberapa keputusan kontroversial yang diambil oleh Elon di media sosial. Namun, secara profesional, Elon selalu menegaskan bahwa kesuksesannya adalah hasil dari usahanya sendiri, bukan karena dukungan dari ayahnya.
Errol sendiri tampaknya tidak terlalu peduli dengan opini publik maupun kemarahan anak-anaknya. Ia tetap aktif memberikan komentar-komentar pedas mengenai politik dunia dan ekonomi. Perjalanannya ke Moskow baru-baru ini juga menunjukkan bahwa ia masih memiliki pengaruh dan akses ke lingkaran politik tertentu, yang terus memicu spekulasi mengenai agendanya yang sebenarnya.
Kesimpulan: Sebuah Legenda yang Kelam
Kisah Errol Musk adalah pengingat bahwa di balik tirai kekayaan dan kekuasaan yang luar biasa, terdapat drama manusia yang sangat kompleks dan terkadang gelap. Sebagai seorang ayah dari tujuh orang anak (lima yang diakui publik dan dua dari hubungan dengan Jana), Errol tetap menjadi sosok yang enigmatik sekaligus memecah belah opini masyarakat.
Apakah Errol Musk adalah seorang jenius yang salah dimengerti atau sekadar pria tua yang terjebak dalam hasratnya sendiri? Yang pasti, kisahnya memberikan warna tersendiri dalam sejarah klan Musk. Bagi publik yang mengikuti perkembangan berita internasional, sosok Errol Musk akan selalu menjadi karakter yang menarik untuk diikuti, bukan karena prestasinya, melainkan karena keberaniannya menentang norma sosial yang berlaku demi apa yang ia sebut sebagai “rencana alam”.