Perombakan Besar di Tubuh Telkom: Edwin Hidayat dan Anthony Leong Resmi Menjabat, Ini Daftar Lengkapnya!

Kevin Wijaya | RADAR LOKAL
08 Jun 2026, 18:11 WIB
Perombakan Besar di Tubuh Telkom: Edwin Hidayat dan Anthony Leong Resmi Menjabat, Ini Daftar Lengkapnya!

RadarLokal — Langkah strategis baru saja diambil oleh raksasa telekomunikasi tanah air, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) buku tahun 2025 yang digelar pada Senin, 8 Juni 2026, perseroan secara resmi mengumumkan perombakan signifikan pada jajaran dewan komisarisnya. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya penyegaran struktur pengawasan demi memperkuat posisi perusahaan di tengah persaingan industri digital yang kian dinamis.

Perubahan ini menandai berakhirnya masa jabatan beberapa nama besar di kursi pengawas. Salah satu sorotan utama adalah hengkangnya Silmy Karim dan Rionald Silaban dari jajaran komisaris. Sebagai gantinya, pemegang saham memberikan mandat kepada dua sosok yang dinilai memiliki kapabilitas mumpuni dalam menavigasi arah kebijakan perusahaan ke depan, yakni Antony Leong dan Edwin Hidayat Abdullah.

Baca Juga Mengintai di Balik Layar: Bahaya Sharenting dan Strategi Melindungi Privasi Anak di Era Digital
Mengintai di Balik Layar: Bahaya Sharenting dan Strategi Melindungi Privasi Anak di Era Digital

Sinergi Strategis dengan Kementerian Komdigi

Masuknya Edwin Hidayat Abdullah ke dalam jajaran komisaris Telkom membawa angin segar sekaligus sinyal kuat mengenai arah kebijakan transformasi digital yang akan ditempuh perusahaan. Edwin saat ini masih aktif menjabat sebagai Direktur Jenderal Ekosistem Digital di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Kehadirannya diharapkan mampu menjembatani visi pemerintah dengan langkah operasional Telkom dalam membangun infrastruktur telekomunikasi yang lebih inklusif.

Dengan latar belakang birokratis yang kuat di sektor digital, Edwin diprediksi akan memberikan perspektif mendalam mengenai regulasi dan pengembangan ekosistem digital nasional. Hal ini krusial bagi Telkom yang tengah bertransformasi dari perusahaan telekomunikasi konvensional menjadi pemain utama di industri digital global. Sementara itu, kursi Komisaris Utama masih tetap dipercayakan kepada Angga Raka Prabowo, yang dinilai berhasil menjaga stabilitas pengawasan perusahaan selama periode sebelumnya.

Baca Juga Alarm Bahaya Digital: Minimnya Adopsi 5G Bayangi Ambisi Indonesia Emas 2045
Alarm Bahaya Digital: Minimnya Adopsi 5G Bayangi Ambisi Indonesia Emas 2045

Penambahan Komisaris Independen: Memperkuat Tata Kelola Perusahaan

Tak hanya melakukan penggantian, RUPST kali ini juga melakukan penguatan pada fungsi pengawasan independen. Selain nama Edwin, sosok Anthony Leong juga resmi bergabung sebagai Komisaris Independen. Penunjukan Anthony menambah daftar panjang pakar yang bertugas memastikan implementasi Good Corporate Governance (GCG) berjalan maksimal di tubuh Telkom.

Struktur komisaris independen Telkom kini diisi oleh kombinasi praktisi dan akademisi berpengalaman seperti Deswandhy Agusman, Ira Noviarti, dan Rofikoh Rokhim. Kehadiran para komisaris independen ini sangat vital dalam menjaga independensi pengambilan keputusan, terutama dalam menghadapi proyek-proyek besar yang berkaitan dengan kedaulatan digital Indonesia. Dengan komposisi yang beragam, pengawasan terhadap jalannya roda perusahaan diharapkan menjadi lebih objektif dan transparan.

Baca Juga SpaceX Segera Melantai di Bursa Saham, Akankah Elon Musk Menjadi Triliuner Pertama di Dunia?
SpaceX Segera Melantai di Bursa Saham, Akankah Elon Musk Menjadi Triliuner Pertama di Dunia?

Stabilitas di Lini Eksekutif: Mandat Berlanjut bagi Dian Siswarini

Berbeda dengan jajaran komisaris yang mengalami perombakan, lini direksi Telkom justru menunjukkan stabilitas yang tinggi. Para pemegang saham tampaknya masih menaruh kepercayaan penuh pada kepemimpinan Dian Siswarini sebagai Direktur Utama. Di bawah komandonya, Telkom dianggap berhasil mencatatkan performa yang solid meskipun kondisi ekonomi global penuh dengan ketidakpastian.

Keputusan untuk mempertahankan jajaran direksi ini diambil untuk memastikan keberlanjutan program-program strategis yang sedang berjalan. Jaringan industri yang sedang diperkuat serta ekspansi bisnis ke sektor-sektor baru membutuhkan nakhoda yang sudah memahami seluk-beluk internal perusahaan secara mendalam. Tidak adanya perubahan di level direksi menunjukkan bahwa strategi besar yang dicanangkan manajemen saat ini sudah berada di jalur yang tepat (on the right track).

Baca Juga Misi Merah Putih di Vietnam: Timnas Esports Indonesia Siap Dominasi SEA Esports Nations Cup 2026
Misi Merah Putih di Vietnam: Timnas Esports Indonesia Siap Dominasi SEA Esports Nations Cup 2026

Daftar Lengkap Jajaran Komisaris Telkom Pasca RUPST 2025

Setelah melalui proses diskusi dan persetujuan pemegang saham, berikut adalah susunan terbaru Dewan Komisaris PT Telkom Indonesia yang akan bertugas mengawasi jalannya perusahaan:

  • Komisaris Utama: Angga Raka Prabowo
  • Komisaris: Rizal Mallarangeng
  • Komisaris: Ossy Darmawan
  • Komisaris: Edwin Hidayat Abdullah
  • Komisaris Independen: Anthony Leong
  • Komisaris Independen: Deswandhy Agusman
  • Komisaris Independen: Ira Noviarti
  • Komisaris Independen: Rofikoh Rokhim

Formasi ini mencerminkan keseimbangan antara keterwakilan pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas dan unsur independen yang mewakili kepentingan pemegang saham publik serta profesionalitas industri.

Susunan Direksi Telkom: Formasi Solid untuk Masa Depan

Berikut adalah jajaran direksi yang akan mendampingi Dian Siswarini dalam menjalankan operasional harian dan mengeksekusi visi strategis Telkom Indonesia:

Baca Juga Misi Ambisius di Balik Pelepasan 32 Juta Nyamuk Google: Membedah Teknologi ‘Debug’ yang Mengubah Wajah Kesehatan Global
Misi Ambisius di Balik Pelepasan 32 Juta Nyamuk Google: Membedah Teknologi ‘Debug’ yang Mengubah Wajah Kesehatan Global
  • Direktur Utama: Dian Siswarini
  • Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Arthur Angelo Syailendra
  • Direktur Human Capital Management: Willy Saelan
  • Direktur Wholesale & International Service: Budi Satria Dharma Purba
  • Direktur Enterprise & Business Service: Veranita Yosephine
  • Direktur Strategic Business Development & Portofolio: Seno Soemadji
  • Direktur Network: Nanang Hendarno
  • Direktur IT Digital: Faizal Rochmad Djoemadi
  • Direktur Legal & Compliance: Andy Kelana

Dengan tetap bertahannya tim direksi ini, diharapkan koordinasi antar departemen tetap harmonis, terutama dalam mempercepat integrasi layanan digital dan pengembangan infrastruktur jaringan 5G yang lebih luas di pelosok negeri.

Menatap Tantangan di Depan Mata

Perubahan pengurus dalam sebuah perusahaan publik sekelas Telkom adalah hal yang lumrah, namun tetap memiliki dampak strategis yang signifikan. Masuknya Edwin Hidayat Abdullah dan Anthony Leong dipandang sebagai langkah cerdas untuk memperkuat legitimasi dan kapabilitas Telkom dalam menghadapi tantangan kedaulatan data dan digitalisasi nasional. Pengalaman Edwin di kementerian diharapkan mampu menyelaraskan program BUMN Digital dengan target-target pemerintah pusat.

Di sisi lain, tantangan besar telah menanti. Telkom dituntut untuk terus berinovasi dalam penyediaan layanan internet cepat, penguatan keamanan siber, serta peningkatan kontribusi terhadap ekonomi digital Indonesia yang diprediksi akan terus meroket hingga 2030. Publik kini menantikan bagaimana sinergi antara wajah baru di dewan komisaris dan wajah lama di jajaran direksi ini akan membawa Telkom terbang lebih tinggi di kancah regional maupun global.

Sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, setiap gerak-gerik Telkom selalu menjadi barometer bagi industri teknologi tanah air. RUPST 2025 ini bukan sekadar urusan ganti kursi, melainkan pernyataan sikap bahwa Telkom siap untuk bertransformasi lebih jauh, lebih cepat, dan lebih tangguh dalam melayani kebutuhan digital jutaan rakyat Indonesia.

Kevin Wijaya

Kevin Wijaya

Tech enthusiast yang selalu terdepan dalam mencoba gadget terbaru. Mengulas sisi menarik dunia digital di Radar Inet.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *