Kabar Gembira! Sufmi Dasco Jamin Pemadaman Listrik Bergilir Berakhir Pekan Ini Setelah Rapat Intensif

Sarah Amalia | RADAR LOKAL
23 Jun 2026, 18:11 WIB
Kabar Gembira! Sufmi Dasco Jamin Pemadaman Listrik Bergilir Berakhir Pekan Ini Setelah Rapat Intensif

RadarLokal — Gelombang keresahan masyarakat akibat pemadaman listrik bergilir yang menyelimuti wilayah Pulau Jawa belakangan ini akhirnya menemui titik terang. Kabar menyejukkan ini datang langsung dari pimpinan parlemen yang memastikan bahwa gangguan pasokan energi yang menghambat aktivitas warga akan segera berakhir dalam hitungan hari. Kepastian ini menjadi angin segar bagi jutaan rumah tangga dan pelaku usaha yang sempat terhimpit oleh gelapnya ketidakpastian operasional.

Komitmen DPR RI: Titik Akhir Pemadaman Listrik

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa pihaknya telah bergerak cepat merespons keluhan publik. Melalui koordinasi lintas sektoral yang melibatkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PT PLN (Persero), DPR melakukan langkah intervensi strategis untuk membedah akar permasalahan pemadaman tersebut. Dasco memberikan garansi bahwa mulai minggu ini, masyarakat tidak perlu lagi khawatir akan jadwal pemadaman yang mengganggu ritme kehidupan sehari-hari.

Baca Juga Rencana Audit Peserta PPS Bikin Gaduh, APINDO Ingatkan DJP Jaga Kepercayaan Dunia Usaha
Rencana Audit Peserta PPS Bikin Gaduh, APINDO Ingatkan DJP Jaga Kepercayaan Dunia Usaha

“Kemarin kami sudah duduk bersama dalam rapat intensif. Kami memanggil pihak (Kementerian) ESDM, manajemen PLN, Kejaksaan Agung, hingga Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Kami mengurai satu per satu benang kusut yang menjadi penyebab krisis ini. Insyaallah, pemadaman listrik itu tidak akan terjadi lagi di minggu-minggu ini maupun di masa mendatang,” ungkap Dasco dengan nada optimis saat menghadiri acara Rakernas KSPI di Jakarta Pusat pada Selasa (23/6/2026).

Langkah tegas ini diambil karena DPR menyadari bahwa listrik bukan sekadar fasilitas, melainkan nadi utama penggerak peradaban modern. Dasco menekankan bahwa kebijakan energi nasional harus berpihak pada kepentingan rakyat kecil dan stabilitas industri. Ia mengaku sangat prihatin melihat kondisi masyarakat yang harus berjuang di tengah keterbatasan energi, yang jika dibiarkan, akan memicu efek domino yang merugikan semua lapisan sosial.

Baca Juga Harga Emas Antam Terkoreksi Tajam: Penurunan Rp 20 Ribu Per Gram Jadi Sinyal Bagi Investor
Harga Emas Antam Terkoreksi Tajam: Penurunan Rp 20 Ribu Per Gram Jadi Sinyal Bagi Investor

Sinergi Antarlembaga untuk Stabilitas Nasional

Kehadiran Badan Intelijen Negara (BIN) dan Kejaksaan dalam rapat tersebut menunjukkan bahwa masalah pemadaman listrik kali ini dipandang sebagai isu serius yang menyangkut ketahanan nasional. RadarLokal mencatat bahwa pelibatan lembaga-lembaga ini bertujuan untuk memastikan tidak ada hambatan administratif, hukum, maupun potensi sabotase dalam rantai pasok energi primer bagi pembangkit listrik di tanah air.

Dasco berpendapat bahwa persoalan listrik adalah masalah fundamental yang berkaitan langsung dengan produktivitas industri. Jika sektor industri terganggu, maka dampaknya akan langsung dirasakan oleh para buruh. Penurunan jam kerja atau penghentian operasional pabrik akibat ketiadaan daya listrik dapat mengancam kesejahteraan pekerja, sebuah risiko yang tidak ingin diambil oleh pemerintah di tengah upaya pemulihan ekonomi nasional.

Baca Juga Strategi ‘Benteng’ Purbaya: Menghidupkan Kembali Dana Stabilisasi Obligasi demi Menjaga Otot Rupiah
Strategi ‘Benteng’ Purbaya: Menghidupkan Kembali Dana Stabilisasi Obligasi demi Menjaga Otot Rupiah

Ancaman Terhadap Laju Ekonomi Makro

Pernyataan senada juga datang dari kursi pemerintahan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memaparkan pandangannya mengenai kaitan erat antara ketersediaan energi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurutnya, pemadaman yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir merupakan hambatan nyata bagi aktivitas produksi yang sedang berada dalam tren positif.

“Tentu saja dampaknya sangat signifikan. Listrik adalah input utama dalam proses produksi. Jika pasokannya terputus secara bergilir, maka jadwal produksi berantakan, biaya operasional membengkak karena penggunaan genset, dan pada akhirnya memicu kerugian bagi pelaku usaha,” ujar Airlangga di kantornya. Ia menambahkan telah melakukan komunikasi intensif dengan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, guna mendesak PLN agar segera menuntaskan masalah teknis maupun non-teknis yang menghambat distribusi listrik.

Baca Juga Transformasi Digital Dunia Audit: Pendaftaran SMART-AUDIT ATLAS Batch 6 Resmi Dibuka, Siapkan Diri Menjadi Auditor Profesional Berbasis Data
Transformasi Digital Dunia Audit: Pendaftaran SMART-AUDIT ATLAS Batch 6 Resmi Dibuka, Siapkan Diri Menjadi Auditor Profesional Berbasis Data

Nasib UMKM di Tengah Krisis Listrik

Dampak pemadaman listrik ternyata tidak hanya memukul pemain besar di industri manufaktur, tetapi juga menghantam sektor ekonomi kerakyatan. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, memberikan gambaran nyata betapa rapuhnya bisnis kecil saat menghadapi pemadaman listrik tanpa pemberitahuan yang jelas.

Maman mencontohkan para pedagang di daerah yang menggantungkan hidupnya pada produk-produk beku atau yang mudah rusak. “Bayangkan mereka yang jualan es atau frozen food. Begitu listrik mati dalam waktu lama, dagangan mereka cair dan rusak. Mereka tidak bisa berjualan, modal habis, dan omzet merosot tajam. Dampak sosialnya sangat luas, merembet ke mana-mana,” tutur Maman dengan penuh empati.

Baca Juga Diplomasi Lingkaran Utama: Bagaimana Prabowo Menyeimbangkan Relasi dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping
Diplomasi Lingkaran Utama: Bagaimana Prabowo Menyeimbangkan Relasi dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping

Kondisi ini menunjukkan bahwa bisnis kecil seringkali menjadi pihak yang paling rentan saat terjadi gangguan infrastruktur dasar. Tanpa adanya jaminan pasokan listrik yang stabil, upaya pemerintah untuk menaikkan kelas UMKM akan menghadapi tantangan yang sangat berat di lapangan.

Solusi Jangka Panjang: Rantai Pasok dan BLU Batu Bara

Sebagai mantan anggota legislatif yang pernah berkecimpung di komisi terkait, Maman Abdurrahman memberikan catatan kritis terhadap manajemen energi di Indonesia. Ia kembali mengingatkan pentingnya perbaikan dalam tata kelola rantai pasok batu bara, yang seringkali menjadi pemicu utama krisis listrik di Pulau Jawa.

Salah satu solusi konkret yang diusulkan adalah pembentukan Badan Layanan Umum (BLU) Batu Bara. Lembaga ini nantinya akan berperan sebagai penyeimbang antara harga batu bara untuk kebutuhan ekspor dan kebutuhan domestik (Domestic Market Obligation/DMO). Dengan adanya mekanisme penyesuaian biaya, diharapkan para pengusaha tambang tetap mendapatkan keadilan harga, sementara PLN mendapatkan kepastian pasokan tanpa terpengaruh fluktuasi harga global secara ekstrem.

“Dulu kami sudah menyarankan adanya BLU Batu Bara ini. Tujuannya agar ada prinsip keadilan dalam distribusi. Jangan sampai demi mengejar keuntungan ekspor, kebutuhan energi di dalam negeri justru dikorbankan. Ini yang harus dibereskan oleh PLN dan ESDM secara permanen agar masalah krisis listrik seperti ini tidak terus berulang setiap tahunnya,” pungkas Maman.

Menatap Masa Depan Energi yang Lebih Cerah

Dengan adanya jaminan dari Sufmi Dasco Ahmad dan perhatian serius dari jajaran menteri kabinet, masyarakat kini menanti bukti nyata di lapangan. Komitmen untuk menghentikan pemadaman bergilir pada minggu ini menjadi ujian bagi profesionalisme PLN dalam mengelola sumber daya energi nasional. Masyarakat berharap, langkah-langkah darurat yang diambil saat ini dapat diteruskan menjadi strategi mitigasi yang lebih matang di masa depan.

Keamanan energi adalah fondasi bagi Indonesia yang ingin melompat menjadi negara maju. Tanpa listrik yang andal, inovasi digital dan digitalisasi UMKM hanya akan menjadi wacana di atas kertas. Kini, bola panas ada di tangan PLN untuk membuktikan bahwa mereka mampu memenuhi mandat negara untuk menerangi seluruh pelosok negeri tanpa terkecuali, demi kesejahteraan rakyat dan stabilitas ekonomi bangsa.

Sarah Amalia

Sarah Amalia

Analis ekonomi muda yang hobi membedah tren pasar dan strategi UMKM. Pengisi utama kolom Radar Finance.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *