Daus Mini Murka: Identitas Dicatut untuk Ujaran Kebencian di TikTok, Tantang Balik Pelaku ke Ranah Hukum

Nadia Safira | RADAR LOKAL
27 Jun 2026, 16:11 WIB
Daus Mini Murka: Identitas Dicatut untuk Ujaran Kebencian di TikTok, Tantang Balik Pelaku ke Ranah Hukum

RadarLokal — Kesabaran setiap orang tentu memiliki batas, tak terkecuali bagi komedian senior Daus Mini. Sosok yang dikenal jenaka dan jauh dari kabar miring ini mendadak naik pitam setelah mendapati namanya disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab di platform media sosial TikTok. Pencatutan nama ini bukan sekadar akun penggemar biasa, melainkan akun yang secara aktif menyebarkan narasi negatif dan memancing keributan di jagat maya.

Dunia digital yang seharusnya menjadi sarana hiburan kini justru berubah menjadi panggung fitnah bagi Daus. Pelaku yang menggunakan foto dan nama Daus Mini tersebut diduga gencar menyebarkan ujaran kebencian serta memprovokasi berbagai pihak. Yang lebih mengejutkan, sang pemilik akun palsu tersebut bersikap sangat arogan. Bukannya meminta maaf saat ditegur, ia justru menantang Daus Mini untuk melaporkannya ke pihak kepolisian.

Baca Juga Blak-blakan Keanu Angelo Terkait Kasus Hanania Travel: Ungkap Bukti Rekening Hingga Sistem Barter Umrah
Blak-blakan Keanu Angelo Terkait Kasus Hanania Travel: Ungkap Bukti Rekening Hingga Sistem Barter Umrah

Kronologi Awal Terungkapnya Akun Palsu

Daus menceritakan bahwa awalnya ia tidak ingin mengambil pusing soal keberadaan akun-akun yang mengatasnamakan dirinya. Sebagai seorang figur publik, ia memaklumi jika ada orang yang menggunakan identitasnya untuk tujuan hiburan atau sekadar iseng. Namun, seiring berjalannya waktu, laporan demi laporan dari rekan kerja dan para pengikut setianya mulai membanjiri kotak pesan pribadinya.

“Awal tahunya itu dari teman-teman juga di TikTok ini ya. Pertama ya saya juga, ah biarin aja gitu kan. Mungkin dia juga bercanda, tapi ini sudah berkali-kali,” ujar Daus saat ditemui tim RadarLokal di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Ia menyadari bahwa tindakan akun tersebut sudah melewati batas kewajaran ketika mulai menyentuh ranah sensitif yang bisa merusak nama baik yang telah ia bangun selama bertahun-tahun di industri hiburan.

Baca Juga Drama Hukum Erin dan Eks ART: Antara Tawaran Damai dan Tekad Melawan Pembunuhan Karakter
Drama Hukum Erin dan Eks ART: Antara Tawaran Damai dan Tekad Melawan Pembunuhan Karakter

Arogansi Pelaku: Menantang Lapor Polisi

Yang membuat Daus benar-benar meradang adalah respon dari pelaku saat mencoba diingatkan secara baik-baik. Bukannya menunjukkan itikad baik untuk menghapus atau mengubah nama akun tersebut, pelaku justru melontarkan kata-kata yang memancing emosi. Fenomena pencatutan nama ini menjadi semakin serius karena ada unsur tantangan terhadap hukum yang berlaku di Indonesia.

“Kita sudah menegur, sudah menasihatin, bahkan dia ada ucapan dari mulutnya menantang, gitu. ‘Laporin aja,'” kata Daus menirukan ucapan pelaku dengan nada kecewa. Sikap jemawa inilah yang akhirnya memantapkan hati Daus untuk membawa persoalan ini ke meja hijau. Baginya, diam bukan lagi emas jika menyangkut kehormatan dan potensi kerugian moral yang ditimbulkan oleh konten-konten negatif tersebut.

Baca Juga Berdamai Demi Keutuhan: Clara Shinta Resmi Cabut Gugatan Cerai Terhadap Alexander Assad
Berdamai Demi Keutuhan: Clara Shinta Resmi Cabut Gugatan Cerai Terhadap Alexander Assad

Modus Operandi: Mengadu Domba di Ruang Live Orang Lain

Berdasarkan penelusuran lebih lanjut, akun palsu tersebut memiliki pola operasi yang cukup licik untuk menghindari deteksi langsung namun tetap efektif dalam menyebarkan ujaran kebencian. Pelaku diketahui jarang melakukan siaran langsung (live) di akunnya sendiri. Sebaliknya, ia sering menyusup ke ruang-ruang siaran langsung milik pengguna lain dan mulai memprovokasi penonton maupun host dengan membawa isu-isu panas yang sedang viral.

“Dia ini tidak pernah live terbukanya, tidak pernah, tapi masuk ke room-room orang bahwasanya ngajak atau mengadu domba. Isinya tuh ujaran kebencian. Bahwasanya yang begini-begini… kan lagi ramai nih di sosial media ini tentang polemik ya,” jelas Daus. Dengan cara ini, pelaku seolah-olah berlindung di balik keramaian namun tetap berhasil mencoreng citra Daus Mini seolah-olah sang komedianlah yang sedang melakukan aksi provokasi tersebut.

Baca Juga Kisah Pilu Hera: Trauma Mendalam ART di Tengah Pusaran Konflik Hukum dengan Erin Taulany
Kisah Pilu Hera: Trauma Mendalam ART di Tengah Pusaran Konflik Hukum dengan Erin Taulany

Dampak Tiga Bulan Pencemaran Nama Baik

Aktivitas ilegal ini rupanya sudah berlangsung cukup lama. Daus menduga bahwa akun tersebut telah beroperasi setidaknya selama tiga bulan terakhir. Selama kurun waktu tersebut, banyak pihak yang salah paham dan mengira bahwa unggahan bernada negatif itu benar-benar berasal dari Daus Mini. Hal ini tentu sangat merugikan, mengingat Daus dikenal sebagai pribadi yang santun dan tidak pernah terlibat dalam konflik bernuansa SARA.

“Kalau saya tahunya ini kurang lebih tiga bulan ke belakangan ini. Jadi kan sudah lumayan lama. Tadinya mau biarin aja gitu kan. Mungkin dia buat iseng-iseng, tapi kok banyak yang ngasih tahu nih,” ucapnya lagi. Keberadaan konten-konten yang menyentuh isu sensitif di media sosial sangat berbahaya karena dapat memicu perpecahan dan merusak reputasi profesional seseorang dalam sekejap.

Baca Juga Kisah Romansa DJ Una dan Andi Agum: Berawal dari ‘Modus’ Hapus Foto Hingga Mantap Melangkah ke Pelaminan
Kisah Romansa DJ Una dan Andi Agum: Berawal dari ‘Modus’ Hapus Foto Hingga Mantap Melangkah ke Pelaminan

Langkah Hukum: Somasi dan Pengumpulan Bukti

Daus menegaskan bahwa kepribadian aslinya sangat jauh dari apa yang ditampilkan oleh akun palsu tersebut. Ia tidak pernah memiliki niat, apalagi melakukan tindakan yang menyebarkan kebencian. Untuk membersihkan namanya, ia kini telah mengambil langkah tegas dengan menggandeng tim kuasa hukum guna memproses masalah ini lebih lanjut.

“Ada yang pakai nama akun atas nama ini, tapi isinya kok begitu ya, negatif. Ujaran kebencian, SARA katanya, dan sebagainya. Padahal kan setahu kami yang namanya Daus Mini ya tidak seperti itu. Coba kirimin, gitu kan buktinya,” pungkas Daus. Saat ini, berbagai bukti berupa tangkapan layar dan rekaman aktivitas akun tersebut telah dikumpulkan sebagai materi laporan. Langkah ini diambil bukan hanya untuk memberikan efek jera kepada pelaku, tetapi juga sebagai edukasi bagi pengguna internet lainnya agar lebih bijak dalam menggunakan TikTok maupun platform digital lainnya.

Pesan untuk Masyarakat Digital

Melalui kejadian ini, Daus Mini berharap masyarakat lebih berhati-hati dan melakukan verifikasi ulang sebelum mempercayai konten yang mengatasnamakan seorang figur publik. Di era informasi yang begitu cepat, identitas digital menjadi aset yang sangat berharga sekaligus rentan untuk disalahgunakan. Daus berkomitmen untuk menuntaskan masalah ini melalui jalur hukum demi menjaga integritas dirinya dan melindungi para pengikutnya dari informasi menyesatkan.

Penyalahgunaan identitas orang lain untuk tujuan jahat dapat dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Daus Mini kini menunggu proses hukum berjalan dan berharap sang pelaku dapat segera mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan pihak berwajib.

Nadia Safira

Nadia Safira

Content creator yang memiliki radar tajam terhadap isu viral dan gaya hidup. Menjaga konten Radar Hot tetap segar dan menghibur.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *