Aksi Cepat Rano Karno Benahi Jalan Mochtar Raya: Menjawab Keluhan Warga dan Ancaman Infrastruktur Tua di Jakarta
RadarLokal — Suara mesin kendaraan yang menderu di tengah kepungan genangan air menjadi pemandangan sehari-hari yang menyesakkan bagi warga di perbatasan Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Baru-baru ini, sebuah rekaman video yang memperlihatkan kondisi memprihatinkan Jalan Mochtar Raya, tepatnya di titik temu antara kawasan Joglo dan Pesanggrahan, mendadak viral di berbagai platform media sosial. Jalan yang seharusnya menjadi nadi transportasi warga justru berubah menjadi kubangan yang mengancam keselamatan para pengendara.
Kondisi jalan yang hancur dan tergenang air ini bukan hanya sekadar gangguan estetika kota, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan publik. Menanggapi situasi yang kian memanas di dunia maya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, memberikan respons cepat dan tegas. Beliau memastikan bahwa jajaran pemerintah daerah tidak akan menutup mata terhadap persoalan infrastruktur Jakarta yang mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan akibat faktor usia dan beban kendaraan.
Komitmen Pemprov DKI: Janji Perbaikan di Tengah Sorotan
Dalam sebuah kesempatan di kawasan Jakarta Pusat pada Sabtu (20/6/2026), Rano Karno menegaskan bahwa dirinya akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi yang dilaporkan oleh warga tersebut. Bagi Rano, laporan dari masyarakat melalui media sosial merupakan bentuk pengawasan publik yang sangat berharga bagi kinerja Pemprov DKI Jakarta.
“Nanti akan saya cek langsung. Kami sangat mengharapkan masyarakat memberikan informasi yang akurat kepada kami mengenai titik-titik kerusakan ini. Pasti akan kami perbaiki,” ujar Rano dengan nada optimis. Pernyataan ini seolah menjadi angin segar bagi pengguna jalan yang selama ini harus bertaruh nyawa melewati lubang-lubang dalam yang tertutup air keruh di kawasan Jakarta Selatan dan Barat tersebut.
Namun, Rano juga memberikan catatan bahwa perbaikan infrastruktur di kota sebesar Jakarta memerlukan strategi yang komprehensif. Masalah jalan rusak sering kali bukan hanya persoalan aspal yang tipis, melainkan terkait erat dengan sistem drainase yang berada di bawahnya. Kerusakan di Jalan Mochtar Raya disinyalir kuat dipicu oleh luapan air dari saluran yang tidak lagi mampu menampung debit air saat hujan turun.
Mengurai Akar Masalah: Infrastruktur yang Menua Puluhan Tahun
Satu hal menarik yang diungkapkan oleh Rano Karno adalah pengakuannya mengenai kondisi riil jaringan bawah tanah Jakarta. Ia tidak menampik bahwa banyak sekali titik di ibu kota yang rawan mengalami kerusakan permanen karena usia pipa dan saluran air yang sudah mencapai puluhan tahun. Hal ini menjadi tantangan besar dalam upaya perbaikan jalan yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Kita harus jujur bahwa saluran air kita di banyak titik sudah cukup tua, usianya mungkin sudah mencapai 30 hingga 40 tahun. Hal ini yang sering kali memicu terjadinya amblesan tanah atau yang kita kenal sebagai sinkhole,” jelas sosok yang akrab disapa Bang Rano tersebut. Fenomena sinkhole atau lubang amblasan ini memang menjadi momok menakutkan, seperti yang pernah terjadi di kawasan Lenteng Agung beberapa waktu lalu.
Menurut analisis teknis, ketika saluran air yang sudah tua pecah atau mengalami kebocoran di bawah tanah, aliran air tersebut perlahan-lahan akan menggerus lapisan tanah di bawah aspal. Tanpa penanganan yang tepat pada saluran airnya, perbaikan aspal di permukaan hanya akan menjadi solusi jangka pendek yang sia-sia karena jalan akan kembali rusak dalam waktu singkat.
Efek Domino Kerusakan Jalan di Perbatasan
Kawasan perbatasan seperti Joglo, Jakarta Barat dan Pesanggrahan sering kali menjadi titik yang paling terdampak ketika koordinasi antarwilayah sedikit melambat. Namun, Rano Karno menegaskan bahwa Pemprov DKI tidak membeda-bedakan wilayah dalam hal pelayanan publik. Ia bahkan mencontohkan keberhasilan penanganan infrastruktur di perbatasan daerah lain sebagai bukti keseriusan pemerintah.
“Saluran di wilayah perbatasan Depok saja yang sempat ambles sudah kami tangani dan perbaiki. Tentu dengan cakupan area Jakarta yang sangat luas, kami tidak bisa secara ajaib memperbaikinya sekaligus dalam satu waktu. Semua ada tahapannya, tapi prioritas tetap pada titik-titik yang membahayakan warga,” tambahnya lagi.
Warga sekitar melaporkan bahwa sempat ada upaya penyedotan genangan di Jalan Mochtar Raya pada pekan sebelumnya. Namun, bak siklus yang tak berujung, genangan air kembali muncul hanya beberapa hari setelahnya. Hal ini memperkuat dugaan Rano bahwa masalah utamanya terletak pada integritas saluran air bawah tanah yang sudah tidak optimal.
Pentingnya Keamanan Berkendara dan Partisipasi Warga
Selain fokus pada perbaikan fisik, Rano Karno juga mengimbau warga untuk tetap waspada saat melintasi jalan-jalan yang sedang dalam masa pemantauan. Keselamatan warga adalah prioritas tertinggi, terutama bagi para pekerja sektor informal seperti ojek online yang sangat bergantung pada kelayakan jalan raya.
Pengembangan tata ruang kota yang lebih modern memang menjadi target jangka panjang. Namun untuk saat ini, pemeliharaan rutin dan respons cepat terhadap keluhan warga adalah kunci. RadarLokal mencatat bahwa keterlibatan aktif warga dalam melaporkan jalan rusak melalui kanal resmi maupun media sosial sangat membantu pemerintah dalam memetakan prioritas anggaran perbaikan.
Rano berjanji bahwa tim dari dinas terkait akan segera diturunkan untuk mengevaluasi apakah perbaikan di Jalan Mochtar Raya cukup dengan penambalan aspal atau memerlukan pembongkaran total untuk penggantian pipa drainase yang sudah usang. “Kami akan pantau terus. Jangan sampai infrastruktur yang rusak mengganggu roda ekonomi dan aktivitas harian warga Jakarta,” pungkasnya.
Dengan adanya komitmen dari pucuk pimpinan Jakarta ini, masyarakat menaruh harapan besar agar Jalan Mochtar Raya segera kembali mulus. Perbaikan infrastruktur bukan sekadar tentang kenyamanan, melainkan tentang bagaimana pemerintah hadir di tengah-tengah persoalan terkecil warga, memastikan setiap jengkal aspal di Jakarta aman untuk dilalui.