Dibalik Meja Hijau: Sam Altman Ungkap Kelakuan ‘Nyeleneh’ Elon Musk dan Babak Baru Perseteruan OpenAI

Kevin Wijaya | RADAR LOKAL
22 Mei 2026, 22:15 WIB
Dibalik Meja Hijau: Sam Altman Ungkap Kelakuan 'Nyeleneh' Elon Musk dan Babak Baru Perseteruan OpenAI

RadarLokal — Ketegangan di ruang sidang sering kali memunculkan fakta-fakta unik yang selama ini tersimpan rapat di balik pintu ruang rapat eksklusif para petinggi teknologi Silicon Valley. Dalam sebuah kesaksian yang mengejutkan sekaligus menggelitik, CEO OpenAI, Sam Altman, membeberkan sisi lain dari seorang Elon Musk yang jarang diketahui publik saat keduanya masih berada di satu meja yang sama. Di tengah diskusi krusial mengenai masa depan teknologi dan pendanaan bernilai miliaran dolar, Musk justru dilaporkan sibuk dengan ponselnya, bukan untuk memantau pasar saham, melainkan asyik memamerkan meme kepada orang-orang di sekitarnya.

Laporan yang dihimpun dari berbagai sumber hukum menyebutkan bahwa kejadian tersebut berlangsung pada tahun 2018. Saat itu, OpenAI berada di persimpangan jalan yang sangat menentukan. Altman bersaksi bahwa meskipun Musk telah meninggalkan dewan direksi perusahaan pada tahun tersebut, dirinya tetap rajin memberikan pembaruan informasi kepada Musk mengenai perkembangan OpenAI. Namun, alih-alih menunjukkan kekhawatiran mendalam soal bagaimana perusahaan akan mendanai kebutuhan komputasi raksasa yang diperlukan untuk melatih kecerdasan buatan, Musk justru bersikap sangat santai.

Baca Juga Menguak Keajaiban Malam Sapa Vietnam dalam Lensa Galaxy S26 Ultra: Revolusi Nightography yang Sesungguhnya
Menguak Keajaiban Malam Sapa Vietnam dalam Lensa Galaxy S26 Ultra: Revolusi Nightography yang Sesungguhnya

Meme di Tengah Rapat Penting: Gaya Unik Elon Musk

Dalam narasi yang disampaikan Altman di persidangan, ia menggambarkan sebuah pertemuan spesifik di tahun 2018. Pertemuan tersebut membahas rencana kerja sama dengan Microsoft, sebuah kemitraan yang belakangan ini sangat dikritik dan dibenci oleh Musk. Ironisnya, menurut Altman, pada saat itu Musk tampak sangat ‘positif’ dan antusias. Bukannya memberikan kritik tajam atau analisis mendalam, orang terkaya di dunia tersebut malah menghabiskan waktu dengan melakukan percakapan panjang lebar sembari menunjukkan berbagai meme lucu dari ponselnya kepada peserta rapat.

Kejadian ini memberikan gambaran kontras yang mencolok. Di satu sisi, Musk saat ini memposisikan dirinya sebagai kritikus paling vokal terhadap arah komersialisasi OpenAI. Namun di sisi lain, kesaksian Altman menunjukkan bahwa di masa lalu, Musk seolah tidak keberatan atau bahkan abai terhadap struktur pendanaan yang mulai condong ke arah profit demi mengejar kemajuan teknologi Kecerdasan Buatan (AI).

Baca Juga Tren Belanja Gadget dan Fashion Melonjak Drastis Jelang Libur Sekolah: Lazada Siapkan Kejutan di 6.6 Super Wow Sale
Tren Belanja Gadget dan Fashion Melonjak Drastis Jelang Libur Sekolah: Lazada Siapkan Kejutan di 6.6 Super Wow Sale

Insiden Lucu: Ketika ‘Meme’ Membingungkan Ruang Sidang

Persidangan yang awalnya terasa kaku dan formal mendadak berubah menjadi cair karena sebuah insiden teknis yang tak terduga. Saat Altman menyebutkan kata “meme” berulang kali dalam kesaksiannya, juru stenografi pengadilan tampak mengalami kesulitan. Pegawai pengadilan yang bertugas mencatat setiap kata dalam persidangan tersebut tampaknya tidak terbiasa dengan terminologi internet populer itu atau bingung bagaimana mengejanya dalam konteks hukum formal.

Kebingungan sang stenografer memicu tawa halus di ruang sidang, menciptakan momen komedi di tengah kasus hukum yang mempertaruhkan reputasi besar. Hal ini juga menunjukkan adanya kesenjangan budaya antara dunia teknologi yang bergerak sangat cepat dengan sistem hukum konvensional yang terkadang masih asing dengan istilah-istilah digital masa kini.

Baca Juga Bocoran Eksklusif: Menakar Kekuatan Kacamata Pintar Samsung ‘Jinju’ yang Siap Guncang Dominasi Meta Ray-Ban
Bocoran Eksklusif: Menakar Kekuatan Kacamata Pintar Samsung ‘Jinju’ yang Siap Guncang Dominasi Meta Ray-Ban

Perseteruan Ideologis: Antara Visi Kemanusiaan dan Profit

Kasus hukum antara Elon Musk dan OpenAI ini telah bergulir cukup lama dan menjadi pusat perhatian dunia teknologi. Musk menuduh Altman dan rekan-rekannya telah mengkhianati janji awal pendirian OpenAI sebagai organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk kebaikan umat manusia. Musk berargumen bahwa dengan menerima investasi besar dari Microsoft dan menutup kode sumber (closed source) dari model AI terbaru mereka, OpenAI telah berubah menjadi anak perusahaan de facto dari raksasa teknologi tersebut.

Di pihak lain, pihak Altman membela diri dengan menyatakan bahwa kebutuhan sumber daya untuk menciptakan Artificial General Intelligence (AGI) tidak mungkin dipenuhi hanya melalui donasi. Mereka membutuhkan ribuan chip pemroses grafis (GPU) yang mahal dan konsumsi energi listrik yang luar biasa besar, yang hanya bisa didanai melalui struktur bisnis yang berorientasi laba. Konflik ini bukan sekadar masalah uang, melainkan perang ideologi tentang siapa yang berhak mengendalikan masa depan AI.

Baca Juga MacBook Neo Resmi Mendarat di Indonesia: Inilah Era Baru Laptop Murah Apple dengan Performa Pro

Kejujuran Sam Altman di Bawah Sumpah

Salah satu momen paling krusial dalam persidangan adalah ketika Steven Molo, pengacara dari pihak Elon Musk, melakukan pemeriksaan silang terhadap Sam Altman. Molo mencoba melakukan taktik provokasi untuk memancing reaksi emosional dari Altman. Sang pengacara berulang kali mempertanyakan integritas Altman dan mencoba menjebaknya dalam kontradiksi pernyataan di masa lalu.

Namun, Altman tetap tenang dan menunjukkan ketenangannya sebagai seorang pemimpin perusahaan teknologi papan atas. Ketika ditanya apakah ia merasa telah berbohong dalam proses transisi OpenAI, Altman menjawab dengan lugas, “Saya percaya saya adalah orang yang jujur.” Meskipun Molo terus berupaya mencari celah subjektivitas dari pernyataan tersebut, Altman tidak terpancing dan tetap konsisten pada keyakinannya.

Baca Juga Review Xiaomi 17T Pro: Lonjakan Spektakuler Sang Master Telefoto Berbaterai Monster
Review Xiaomi 17T Pro: Lonjakan Spektakuler Sang Master Telefoto Berbaterai Monster

Akhir Babak: Kemenangan OpenAI di Pengadilan

Setelah melalui rangkaian pemeriksaan yang panjang dan saling serang di media massa, persidangan ini berakhir dengan kemenangan di pihak OpenAI. Pengadilan tampaknya tidak menemukan cukup bukti kuat bahwa perubahan struktur perusahaan melanggar kesepakatan hukum yang mengikat dengan Musk. Kemenangan ini memberikan kelegaan bagi tim OpenAI untuk terus melanjutkan pengembangan model bahasa besar mereka tanpa gangguan hukum lebih lanjut dari mantan pendirinya.

Kekalahan ini menjadi pil pahit bagi Musk, yang belakangan ini meluncurkan perusahaan AI saingannya sendiri, xAI, dengan produk Grok. Banyak pengamat menilai bahwa serangan hukum Musk terhadap OpenAI lebih didasari oleh persaingan bisnis dan rasa kecewa karena ia tidak lagi memiliki kendali atas perusahaan yang ikut ia dirikan tersebut.

Masa Depan AI dan Hubungan yang Retak

Drama di ruang sidang ini hanyalah puncak gunung es dari keretakan hubungan dua tokoh paling berpengaruh di dunia teknologi saat ini. Sam Altman dan Elon Musk dulu dikenal sebagai rekan visioner yang ingin menyelamatkan dunia dari ancaman AI yang tak terkendali. Namun kini, keduanya berada di kubu yang berseberangan dengan pandangan yang sangat berbeda mengenai cara mencapai tujuan tersebut.

Dengan berakhirnya kasus ini, fokus industri kini kembali beralih pada perkembangan teknologi itu sendiri. OpenAI diprediksi akan semakin melesat dengan dukungan Microsoft, sementara Elon Musk terus berupaya mengejar ketertinggalan melalui xAI dengan gaya kepemimpinannya yang eksentrik, yang mungkin masih melibatkan banyak meme dalam prosesnya.

Bagi publik, kisah ini memberikan pelajaran berharga bahwa di balik kecanggihan algoritma dan visi masa depan yang megah, dunia teknologi tetap digerakkan oleh dinamika manusia yang penuh dengan ego, persaingan, dan terkadang, humor yang tidak pada tempatnya.

Kevin Wijaya

Kevin Wijaya

Tech enthusiast yang selalu terdepan dalam mencoba gadget terbaru. Mengulas sisi menarik dunia digital di Radar Inet.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *