Misteri Munculnya ‘Kawanan Narnia’ di Depok: Empat Ekor Rusa Terlihat Berkeliaran di Permukiman Beji
RadarLokal — Suasana sunyi senyap di perbatasan antara Depok dan Jakarta Selatan mendadak berubah menjadi pemandangan surealis yang tak terduga. Di tengah dinginnya udara dini hari, tepatnya pada Selasa, 12 Mei 2026, sekitar pukul 03.00 WIB, warga yang masih terjaga dikejutkan oleh kehadiran tamu tak diundang yang seolah keluar dari halaman buku dongeng. Empat ekor rusa tampak tenang namun kebingungan, berjalan menyusuri jalanan aspal di kawasan permukiman penduduk.
Kejutan di Tengah Malam: POV Pemotor yang Tak Biasa
Kejadian ini mulai menarik perhatian publik setelah sebuah rekaman video pendek viral di berbagai platform media sosial. Video tersebut mengambil sudut pandang atau Point of View (POV) dari seorang pemotor yang tengah berboncengan. Dalam kegelapan malam yang hanya diterangi lampu kendaraan, siluet empat ekor hewan liar tersebut terlihat jelas menghalangi laju kendaraan mereka.
Interaksi antara manusia dan hewan ini terpotret dengan sangat natural. Alih-alih takut, salah satu dari kawanan rusa tersebut justru memberanikan diri mendekati motor, seolah ingin berkomunikasi. “Mau ke mana? Ayo pulang, pulang,” ujar sang perekam video dengan nada bicara yang mencerminkan rasa heran sekaligus gemas. Suara dua orang pria di atas motor tersebut terdengar saling bersahutan, mencoba menebak identitas dan jenis kelamin dari kawanan tersebut.
“Lakinya satu. Eh lakinya dua?” tanya pria pertama, mencoba mengamati tanduk atau postur tubuh hewan tersebut di tengah minimnya cahaya. Pria kedua kemudian menimpali dengan nada bercanda namun penuh keyakinan, “Ini sepertinya satu keluarga, suami istri sama anaknya nih.” Dialog sederhana ini memberikan gambaran betapa dekatnya jarak antara mereka dengan satwa yang biasanya hanya bisa ditemui di kebun raya atau hutan konservasi tersebut.
Fenomena ‘Narnia’ di Balik Labirin Beton Depok
Kehadiran rusa di tengah kota yang padat seperti Depok memicu imajinasi liar para netizen. Banyak yang berseloroh bahwa telah terbuka sebuah pintu menuju dunia fiksi Narnia di salah satu sudut Kota Depok. Sebagai informasi, Narnia merupakan dunia fantasi ciptaan penulis legendaris C.S. Lewis dalam seri novel The Chronicles of Narnia, di mana hewan-hewan dapat berbicara dan keajaiban adalah hal yang lumrah ditemui.
Komentar-komentar jenaka ini sebenarnya merefleksikan rasa tidak percaya masyarakat terhadap fenomena tersebut. Bagaimana mungkin hewan yang membutuhkan habitat hijau luas bisa muncul di tengah pemukiman padat di kawasan Kabeda, Beji? Kawasan ini memang dikenal sebagai daerah perbatasan yang unik, mempertemukan hiruk pikuk Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, dengan suasana pemukiman di Depok yang masih memiliki beberapa kantong lahan hijau.
Melacak Jejak Asal: Benarkah Mereka ‘Warga’ Kabeda?
Muncul spekulasi kuat di kalangan warga lokal mengenai asal-usul kawanan rusa ini. Perekam video sempat melontarkan pertanyaan retoris saat mencoba menggiring hewan-hewan tersebut, “Emang bukan orang Kabeda dia? Ini warga Kabeda bukan nih?” Pertanyaan ini merujuk pada sebuah kawasan di Beji yang memang memiliki fasilitas pemancingan serta taman hijau yang cukup luas.
Kawasan Kabeda seringkali dianggap sebagai oasis hijau di tengah pembangunan properti yang masif. Ada dugaan bahwa rusa-rusa tersebut mungkin merupakan hewan peliharaan atau penghuni taman yang berhasil lepas dari pagar pembatas. Namun, hingga saat ini, belum ada pihak pengelola setempat yang memberikan konfirmasi resmi mengenai hilangnya koleksi hewan mereka. Ketidakpastian ini menambah lapisan misteri bagi masyarakat yang mengikuti perkembangan fenomena unik ini.
Respons Otoritas dan Langkah Penyelamatan Satwa
Kejadian yang berlangsung pada pukul tiga pagi tersebut tidak hanya berhenti di media sosial. Pihak berwenang di Kota Depok segera mengambil langkah responsif setelah video tersebut menjadi perbincangan hangat. Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Tessy Haryati, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut dan segera berkoordinasi dengan pihak terkait.
“Kami akan segera meneruskan informasi ini ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Mengingat rusa termasuk dalam kategori hewan yang dilindungi, maka penanganan dan evakuasinya berada di bawah wewenang mereka,” jelas Tessy saat memberikan keterangan kepada media. Langkah ini diambil guna memastikan keselamatan hewan-hewan tersebut sekaligus menjaga keamanan warga sekitar.
Secara administratif, wilayah Depok berada di bawah pengawasan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, khususnya Bidang KSDA Wilayah I Bogor. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, Kepala Seksi KSDA Wilayah I Bogor, Stephanus Hanny, belum memberikan tanggapan resmi terkait rencana pencarian atau evakuasi kawanan rusa yang sempat terlihat bingung di jalanan tersebut.
Pentingnya Pelestarian Habitat di Tengah Urbanisasi
Munculnya satwa liar di area perkotaan seringkali menjadi sinyal tersembunyi mengenai kondisi lingkungan kita. Apakah ini tanda bahwa ruang terbuka hijau semakin menyempit, sehingga hewan-hewan ini terpaksa mencari ruang baru? Ataukah ini murni kecerobohan dalam pengelolaan taman hewan privat? Terlepas dari itu, insiden ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan tindakan gegabah jika kembali menemukan kawanan rusa ini di jalanan. Mengusir mereka dengan suara bising atau cahaya lampu yang terlalu terang justru dapat membuat hewan tersebut stres dan berlari ke arah jalan raya, yang berpotensi membahayakan pengguna jalan lainnya. Dalam video yang beredar, terlihat seorang pengemudi ojek online (ojol) dan pemotor lain bersikap bijak dengan mematikan lampu dan menuntun motor mereka secara perlahan untuk memberikan ruang bagi satwa dilindungi tersebut untuk kembali ke habitatnya.
RadarLokal akan terus memantau perkembangan situasi ini, termasuk hasil penelusuran BKSDA di lapangan. Kejadian ini menjadi pengingat unik bagi warga Depok bahwa di balik modernitas kota, alam terkadang masih menyisipkan kejutan kecil yang mengingatkan kita untuk selalu berdampingan dengan makhluk hidup lainnya secara harmonis.