Misteri Pocong Duduk di Teras Warga Depok Terbongkar: Benarkah Teror Gaib atau Sekadar Manipulasi Digital?

Dimas Pratama | RADAR LOKAL
24 Mei 2026, 10:10 WIB
Misteri Pocong Duduk di Teras Warga Depok Terbongkar: Benarkah Teror Gaib atau Sekadar Manipulasi Digital?

RadarLokal — Kota Depok kembali menjadi pusat perhatian publik setelah sebuah unggahan di media sosial mendadak viral dan memicu keresahan di tengah masyarakat. Bukan soal prestasi atau pembangunan, melainkan sebuah foto yang memperlihatkan sosok putih yang diduga kuat sebagai pocong tengah duduk santai di teras rumah salah seorang warga. Fenomena ini segera memicu perdebatan panas di jagat maya, memaksa aparat kepolisian untuk turun tangan guna mengungkap fakta di balik penampakan yang menggegerkan tersebut.

Kejadian yang diklaim terjadi di kawasan Jatijajar, Tapos, Depok ini, bukanlah yang pertama kalinya menghiasi lini masa warga Jabodetabek. Namun, detail foto yang terlihat begitu nyata membuat banyak orang terjebak dalam spekulasi liar mengenai adanya teror mistis di lingkungan mereka. Menanggapi situasi yang mulai tidak kondusif, tim investigasi dari Polsek Cimanggis segera melakukan penelusuran mendalam untuk memastikan apakah fenomena ini murni kejadian supranatural atau sekadar hoax pocong yang sengaja disebarkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Baca Juga Drama Vonis Bebas Kasus Kredit Sritex: Kejagung Bersikap, Mantan Bos Bank Melenggang Bebas
Drama Vonis Bebas Kasus Kredit Sritex: Kejagung Bersikap, Mantan Bos Bank Melenggang Bebas

Geger Sosok Putih di Jatijajar: Realita atau Rekayasa?

Berdasarkan pantauan tim RadarLokal di berbagai platform media sosial pada Minggu (24/5/2026), foto tersebut menunjukkan sebuah siluet putih yang menyerupai pocong sedang terduduk di teras rumah. Narasi yang menyertai unggahan itu menyebutkan bahwa peristiwa mencekam tersebut terjadi pada Sabtu dini hari, 23 Mei, sekitar pukul 01.00 WIB di Jalan Al Ikhlas. Dalam sekejap, informasi ini menyebar luas melalui grup-grup WhatsApp warga dan platform info Depok lainnya.

Ketakutan mulai merayap di kalangan penduduk setempat, terutama mereka yang sering beraktivitas pada malam hari. Suasana mencekam sempat menyelimuti lingkungan Jatijajar sebelum akhirnya pihak berwenang memberikan klarifikasi resmi. Kecepatan penyebaran informasi di era digital memang seringkali mengalahkan logika, di mana rasa takut lebih dahulu muncul sebelum fakta sempat diverifikasi.

Baca Juga Tragedi Memilukan di Bekasi Timur: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan Maut KA Argo Bromo Anggrek dan KRL
Tragedi Memilukan di Bekasi Timur: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan Maut KA Argo Bromo Anggrek dan KRL

Penelusuran Polsek Cimanggis: Menelusuri Jejak Digital yang Menyesatkan

Kapolsek Cimanggis, Kompol Jupriono, tidak tinggal diam melihat keresahan yang terjadi. Beliau bersama jajaran personelnya langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencari kebenaran. Langkah ini diambil guna meredam viral medsos yang kian tak terkendali. Setelah melakukan olah TKP dan mewawancarai sejumlah saksi kunci, polisi akhirnya menemukan titik terang.

“Kami telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi yang disebutkan dalam unggahan tersebut. Berdasarkan keterangan dari tokoh agama setempat, Bapak Ustaz Agus Salim, dapat kami pastikan bahwa foto pocong yang beredar itu sepenuhnya tidak benar atau hoax,” tegas Kompol Jupriono dalam keterangan resminya. Hasil investigasi mengungkapkan bahwa tidak ada satupun warga di Jalan Al Ikhlas yang melihat penampakan tersebut secara langsung pada jam yang disebutkan.

Baca Juga Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Lepas Pantai Miyagi Jepang, Infrastruktur Vital dan Reaktor Nuklir Dipastikan Aman
Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Lepas Pantai Miyagi Jepang, Infrastruktur Vital dan Reaktor Nuklir Dipastikan Aman

Dapur Rekayasa: Dari Obrolan Santai Menjadi Teror Visual

Lantas, dari mana asal foto tersebut? Penjelasan mengejutkan datang dari Ustaz Agus Salim yang menjadi saksi kunci dalam kasus ini. Ternyata, foto asli yang menjadi objek suntingan adalah momen biasa saat warga sedang bersantai di teras musala. Kejadian aslinya berlangsung setelah salat Maghrib sembari menunggu waktu salat Isya tiba. Saat itu, beberapa warga duduk mengobrol dengan santai di lingkungan rumah ibadah tersebut.

Namun, tangan-tangan jahil yang tidak bertanggung jawab mengambil foto tersebut dan melakukan manipulasi digital menggunakan aplikasi pengolah gambar. Sosok warga yang sedang duduk diubah sedemikian rupa hingga menyerupai pocong yang menyeramkan. “Itu adalah editan. Foto aslinya adalah warga yang sedang ngobrol nunggu salat Isya di teras musala, tapi kemudian diedit seolah-olah ada pocong di sana,” jelas Ustaz Agus Salim menyayangkan adanya tindakan tersebut yang telah memicu berita bohong.

Baca Juga Bareskrim Turun Tangan: Mengungkap Misteri di Balik ‘Blackout’ Massal yang Melumpuhkan Jambi hingga Aceh
Bareskrim Turun Tangan: Mengungkap Misteri di Balik ‘Blackout’ Massal yang Melumpuhkan Jambi hingga Aceh

Bukan yang Pertama: Rekam Jejak Hoax Pocong di Depok

Kota Depok sepertinya memiliki magnet tersendiri bagi para penyebar hoax bertema urban legend. Jika kita menarik garis waktu ke belakang, insiden serupa juga pernah menghebohkan warga di Pasir Putih, Sawangan, Depok pada bulan April sebelumnya. Kala itu, sebuah foto penampakan pocong di depan pintu rumah warga tersebar di grup WhatsApp RT, yang langsung memicu kepanikan massal di lingkungan keamanan lingkungan setempat.

Pada kasus di Sawangan, Kapolsek Bojongsari, Kompol Fauzan Thohari, juga harus turun tangan melakukan pengecekan ke lokasi bersama ketua RT setempat. Hasilnya pun identik: berita tersebut dinyatakan sebagai hoax setelah tidak ditemukan bukti otentik di lapangan. Pola yang berulang ini menunjukkan adanya kecenderungan oknum tertentu untuk sengaja menciptakan kegaduhan dengan memanfaatkan mitos-mitos lokal yang masih dipercayai oleh sebagian masyarakat.

Baca Juga Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Bolaang Mongondow Timur: Analisis Mendalam dan Langkah Mitigasi Warga
Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Bolaang Mongondow Timur: Analisis Mendalam dan Langkah Mitigasi Warga

Dampak Psikologis dan Pentingnya Literasi Digital

Penyebaran hoax bertema mistis seperti ini bukan hanya soal kebohongan semata, tetapi juga membawa dampak psikologis bagi warga, terutama anak-anak dan lansia yang lebih rentan terhadap rasa takut. Aktivitas ekonomi lokal seperti pedagang kaki lima malam hari pun bisa terdampak jika warga merasa tidak aman untuk keluar rumah. Oleh karena itu, pihak Polrestro Depok terus mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyerap informasi dari media sosial.

Kritisme dalam melihat sebuah konten visual sangat diperlukan di era teknologi AI dan aplikasi editing yang semakin canggih. Sebuah foto tidak lagi bisa dijadikan bukti mutlak tanpa adanya verifikasi dari pihak otoritas atau sumber berita yang kredibel seperti RadarLokal. Masyarakat diminta untuk selalu menerapkan prinsip “Saring Sebelum Sharing” agar tidak terjebak dalam pusaran informasi palsu yang merugikan.

Sanksi Hukum Bagi Penyebar Berita Bohong

Polisi memperingatkan bahwa menyebarkan berita bohong atau hoax yang menimbulkan keonaran di masyarakat memiliki konsekuensi hukum yang serius. Berdasarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), pelaku penyebar hoax dapat dijerat dengan sanksi pidana penjara maupun denda yang cukup besar. Pihak kepolisian akan terus memantau aktivitas digital untuk mencegah terulangnya kejadian serupa yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Masyarakat Jatijajar kini bisa bernapas lega setelah mengetahui bahwa teror pocong tersebut hanyalah isapan jempol belaka. Kepolisian berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk tidak mudah percaya pada konten-konten provokatif dan mistis yang tidak jelas asal-usulnya. Mari bersama-sama menciptakan ruang digital yang sehat dan aman bagi seluruh warga Depok dan sekitarnya.

Kesimpulannya, fenomena pocong di teras warga Depok ini adalah murni hasil manipulasi digital. Tidak ada ancaman gaib yang perlu dikhawatirkan. Tetap tenang, waspada, dan selalu verifikasi setiap kabar yang Anda terima melalui saluran resmi dan tepercaya.

Dimas Pratama

Dimas Pratama

Jurnalis lapangan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Fokus pada isu sosial dan kebijakan publik di Radar News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *