Rahasia Ketenangan Dewi Perssik: Ritual Mengaji di Balik Layar Sebelum Sorotan Kamera Dimulai

Nadia Safira | RADAR LOKAL
16 Jun 2026, 02:13 WIB
Rahasia Ketenangan Dewi Perssik: Ritual Mengaji di Balik Layar Sebelum Sorotan Kamera Dimulai

RadarLokal — Di balik gemerlap lampu studio yang menyilaukan dan keriuhan panggung hiburan tanah air, seorang Dewi Perssik ternyata memiliki sisi spiritual yang sangat kental. Sebelum riasan wajahnya sempurna dan sebelum aba-aba ‘action’ bergema di dalam studio, pedangdut yang dikenal dengan julukan Depe ini selalu menyempatkan diri untuk bersimpuh dan melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Kebiasaan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah kebutuhan jiwa untuk menghadapi kerasnya industri televisi.

Kegiatan tadarus ini dilakukan Dewi Perssik secara konsisten sebelum memulai syuting program live televisi yang ia pandu. Baginya, setiap pagi yang ia jumpai adalah sebuah kesempatan kedua yang diberikan oleh Sang Pencipta. Saat ditemui di Studio Pagi-pagi Ambyar, kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Dewi berbagi cerita mengenai ketenangan yang ia dapatkan melalui ritual religius tersebut.

Baca Juga Mengenal April DA7: Kisah Haru di Balik Boneka Penawar Luka dan Perjuangan Menjemput Masa Kecil yang Hilang
Mengenal April DA7: Kisah Haru di Balik Boneka Penawar Luka dan Perjuangan Menjemput Masa Kecil yang Hilang

Wujud Syukur Atas Nafas dan Kesehatan

Bagi Dewi Perssik, bisa terbangun dalam kondisi sehat di pagi hari adalah sebuah mukjizat kecil yang sering kali terlupakan oleh banyak orang. Dalam pandangannya, kesehatan dan kesempatan untuk bekerja kembali adalah anugerah besar yang harus disambut dengan ucapan syukur yang mendalam. Ia meyakini bahwa memulai hari dengan mengingat Tuhan akan memberikan energi positif yang berbeda dibandingkan dengan langsung terjun ke kesibukan duniawi.

“Ya, kan pagi kita bisa bangun berarti kita tandanya dapat anugerah dari Allah, dikasih kesehatan, itu bentuk rasa syukur,” ungkap Dewi dengan nada bicara yang tenang. Penjelasan ini seolah memberikan gambaran bahwa di balik sosoknya yang energik di atas panggung, terdapat kedalaman spiritual yang menjadi fondasi utamanya sebagai seorang selebriti Indonesia yang tetap eksis hingga saat ini.

Baca Juga Sentuhan Magis Manoj Punjabi: Alasan di Balik Perubahan Ending Ikonik Remake Children of Heaven
Sentuhan Magis Manoj Punjabi: Alasan di Balik Perubahan Ending Ikonik Remake Children of Heaven

Surah Yasin Sebagai Perisai Diri

Dalam menjalankan rutinitas mengajinya, Dewi Perssik secara khusus menyebutkan bahwa ia sering membaca Surah Yasin. Dalam tradisi Islam, Surah Yasin sering disebut sebagai ‘jantung’ dari Al-Qur’an. Dewi merasa bahwa dengan membaca surah tersebut, dirinya merasa lebih terlindungi dari segala bentuk marabahaya, baik yang terlihat maupun yang bersifat batiniah.

“Itu wajib dong. Kita itu, setidaknya walaupun usahakan kita tidak membaca Al-Qur’an secara keseluruhan, paling nggak kita membaca jantungnya Al-Qur’an, yaitu Surat Yasin. Itu untuk melindungi kita dari segala marabahaya,” jelasnya lebih lanjut. Fokus pada aspek perlindungan ini menjadi sangat relevan mengingat tekanan kerja dalam program live sering kali memicu stres dan kecemasan tinggi.

Baca Juga Buntut Foto Hijab Editan, Tessa Kaunang Layangkan Somasi Tegas Terhadap Sandy Tumiwa
Buntut Foto Hijab Editan, Tessa Kaunang Layangkan Somasi Tegas Terhadap Sandy Tumiwa

Dengan melakukan tadarus Al-Quran, Dewi merasa mentalnya lebih siap menghadapi kritik, dinamika di lapangan, hingga kelelahan fisik yang mendera. Ini adalah sebuah bentuk self-care yang sangat spiritual, yang membantu menjaga stabilitas emosinya di depan kamera.

Dukungan Lingkungan Kerja yang Positif

Kebiasaan positif Dewi Perssik ternyata tidak dilakukan dalam kesendirian. Rekan kerjanya, Rian Ibram, turut menyaksikan dan mendukung penuh apa yang dilakukan oleh Depe. Rian menambahkan bahwa berdoa dan bersyukur di pagi hari adalah kunci untuk menjalani hari dengan lebih tenang dan terarah. Lingkungan kerja yang saling mendukung sisi spiritual seperti ini sangat jarang ditemukan di industri hiburan yang serba cepat.

Baca Juga Dilema Etika dan Kontrak: Mengapa Ratu Sofya Disomasi HAS Pictures Terkait Film ‘Dosa Penebusan’?
Dilema Etika dan Kontrak: Mengapa Ratu Sofya Disomasi HAS Pictures Terkait Film ‘Dosa Penebusan’?

“Dengan lebih tenang. Ya, karena pagi hari itu paling penting guys. Kenapa harus berdoa? Karena itu salah satu bentuk syukur,” ujar Rian Ibram mempertegas pernyataan Dewi. Kehadiran Rian yang juga menjunjung tinggi nilai-nilai syukur menciptakan atmosfer kerja di Pagi-pagi Ambyar menjadi lebih harmonis dan bermakna.

Sinergi antara sesama presenter ini menunjukkan bahwa profesionalitas di televisi tidak harus mengorbankan sisi religius. Justru, dengan membawa nilai-nilai ketuhanan ke dalam ruang kerja, kualitas interaksi antar personel menjadi lebih tulus dan hangat.

Filosofi Hidup: Mengikat yang Ada, Mendatangkan yang Belum Ada

Salah satu poin menarik dari percakapan dengan Dewi Perssik adalah mengenai prinsip hidup yang ia pegang teguh. Sebuah kalimat filosofis meluncur dari bibirnya: “Mengikat yang ada dan mendatangkan yang belum ada.” Prinsip ini bukan sekadar kata-kata mutiara, melainkan sebuah strategi hidup untuk tetap rendah hati sekaligus tetap berambisi dalam kebaikan.

Baca Juga Eksklusif: Detail Kemewahan Syifa Hadju di Wedding Vow Bali, Berlian 14 Karat Hingga Sentuhan Hian Tjen
Eksklusif: Detail Kemewahan Syifa Hadju di Wedding Vow Bali, Berlian 14 Karat Hingga Sentuhan Hian Tjen

Mengikat yang ada berarti menjaga segala nikmat, kesehatan, dan prestasi yang telah diraih agar tidak hilang begitu saja karena kelalaian. Sementara itu, mendatangkan yang belum ada adalah bentuk doa dan ikhtiar untuk meraih impian-impian baru yang lebih besar dengan restu Tuhan. Prinsip ini pun diamini oleh Rian Ibram sebagai pedoman kolektif mereka dalam berkarier.

Penerapan filosofi ini sangat terasa dalam bagaimana Dewi mengelola kesehatan mental dan spiritualnya. Ia tidak ingin terjebak dalam euforia kesuksesan semata, namun tetap ingin terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari.

Ikhtiar Menghadapi Ujian Hidup

Dewi Perssik menyadari sepenuhnya bahwa hidup sebagai publik figur tidak selamanya mulus. Berbagai ujian, gosip, hingga konflik sering kali menghampiri. Namun, dengan kebiasaan mengaji sebelum bekerja, ia merasa memiliki ‘pegangan’ yang kuat. Baginya, manusia mustahil bisa lepas dari ujian, tetapi manusia bisa memilih cara untuk menghadapinya.

“Kan nggak mungkin manusia itu tidak diuji, tapi kita bisa melewati ujian dengan perlindungan Tuhan,” tuturnya bijak. Kalimat ini mencerminkan kedewasaan berpikir seorang Dewi Perssik yang telah makan asam garam kehidupan di dunia hiburan. Ia memandang setiap masalah bukan sebagai beban, melainkan sebagai bagian dari skenario Tuhan yang harus dihadapi dengan doa dan usaha maksimal.

Inspirasi di Tengah Rutinitas

Apa yang dilakukan oleh Dewi Perssik ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang, tidak hanya bagi mereka yang bekerja di industri hiburan. Di tengah rutinitas yang padat, meluangkan waktu sejenak untuk berkomunikasi dengan Sang Pencipta dapat menjadi sumber kekuatan yang luar biasa. Kegiatan positif seperti ini membuktikan bahwa kesuksesan materi haruslah dibarengi dengan kekayaan spiritual agar tercipta keseimbangan hidup.

Sebagai seorang jurnalis, melihat sisi lain dari Dewi Perssik ini memberikan perspektif baru bahwa popularitas tidak selalu menjauhkan seseorang dari agama. Justru bagi sebagian orang, semakin tinggi pohon menjulang, semakin kuat pula akar spiritual yang harus ditanamkan agar tidak tumbang saat diterjang angin kencang.

Dewi Perssik telah membuktikan bahwa dengan menjaga hubungan baik dengan Tuhan melalui tadarus dan syukur, ia mampu bertahan dan tetap bersinar di tengah persaingan dunia hiburan yang sangat kompetitif. Semoga kebiasaan baik ini terus istiqomah dijalankan dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

Nadia Safira

Nadia Safira

Content creator yang memiliki radar tajam terhadap isu viral dan gaya hidup. Menjaga konten Radar Hot tetap segar dan menghibur.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *