Tragedi Berdarah Sisingaan di Bekasi: Pesta Seni Berujung Maut, Tiga Nyawa Melayang Akibat Sengatan Listrik
RadarLokal — Suasana kemeriahan seni tradisional Sisingaan yang biasanya dipenuhi tawa dan sorak-sorai warga mendadak berubah menjadi duka mendalam di kawasan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Sebuah insiden memilukan terjadi ketika rombongan pertunjukan seni ini tengah beraksi di jalanan, namun keceriaan tersebut seketika terhenti oleh arus listrik yang merenggut nyawa.
Peristiwa tragis ini terjadi tepatnya di Kampung Cibeureum RT 03/RW 03, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Pada Selasa siang yang seharusnya dipenuhi dengan atraksi budaya, lima orang anggota rombongan penarik gerobak sound system Sisingaan tersengat aliran listrik bertegangan tinggi. Laporan terkini menyebutkan bahwa tiga orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara dua lainnya harus berjuang melawan maut akibat luka bakar serius.
Kronologi Detik-Detik Mencekam di Tengah Kerumunan
Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh tim RadarLokal di lapangan, insiden ini bermula saat kelompok seni tersebut sedang mengarak Sisingaan mengelilingi pemukiman warga. Sisingaan merupakan seni tradisional Jawa Barat yang melibatkan patung singa yang digotong, biasanya diiringi oleh musik dari pengeras suara besar yang diletakkan di atas gerobak besi.
Saksi mata menyebutkan bahwa rombongan tersebut baru saja selesai beristirahat sejenak dan hendak melanjutkan perjalanan. Gerobak sound system yang memiliki ketinggian lebih dari dua meter tersebut didorong oleh beberapa pemuda. Saat melintasi area yang terdapat kabel jaringan listrik melintang rendah, salah satu personel yang berada di atas gerobak diduga mencoba mengangkat kabel tersebut agar gerobak bisa lewat.
Naas, tindakan yang dimaksudkan untuk memperlancar jalur tersebut justru menjadi pemicu malapetaka. Arus listrik dari kabel tersebut diduga langsung merambat melalui tubuh korban menuju kerangka gerobak yang terbuat dari besi konduktor. Dalam hitungan detik, aliran listrik menyambar para pemuda yang tengah memegang erat besi gerobak tersebut.
Teriakan Histeris Warga dan Kepanikan Massal
Kejadian mengerikan ini sempat terekam oleh kamera amatir warga dan kini menjadi viral di berbagai platform media sosial. Dalam video tersebut, terlihat jelas bagaimana para korban tiba-tiba kaku dan kemudian terkapar di aspal jalanan. Warga yang awalnya antusias menonton pertunjukan seni tradisional tersebut langsung berteriak histeris saat menyadari apa yang sedang terjadi.
“Ya Allah… ya Allah, tolong!” teriak seorang wanita dalam rekaman video tersebut, menggambarkan kepanikan luar biasa yang terjadi di lokasi. Beberapa penonton mencoba mendekat untuk memberikan pertolongan, namun rasa takut akan adanya sisa arus listrik membuat suasana menjadi sangat tegang. Para korban terlihat tergeletak tak berdaya di atas panasnya aspal sebelum akhirnya dievakuasi oleh warga sekitar ke fasilitas kesehatan terdekat.
Identitas Korban dan Penanganan Medis
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Sumarni, dalam pernyataan resminya mengonfirmasi rincian korban dalam tragedi ini. Beliau menyatakan bahwa pihak kepolisian sangat berduka atas insiden yang menimpa para pelaku seni di Bekasi tersebut. Adapun identitas ketiga korban meninggal dunia adalah G (18 tahun), J (20 tahun), dan R (29 tahun). Ketiganya merupakan pemuda yang berada di garis depan saat menarik gerobak maut tersebut.
Sementara itu, dua korban lainnya, yakni R (18 tahun) dan RM (22 tahun), berhasil selamat namun menderita luka bakar yang cukup parah di beberapa bagian tubuh. Saat ini, kedua korban selamat tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Radjak Cibeureum, Cikarang Utara. Kombes Sumarni juga secara langsung menjenguk para korban selamat sebagai bentuk kepedulian dan memastikan mereka mendapatkan perawatan medis yang maksimal.
Investigasi Mendalam dan Olah TKP oleh Tim Inafis
Pihak kepolisian dari Polres Metro Bekasi tidak tinggal diam. Segera setelah laporan diterima, petugas langsung diterjunkan untuk mengamankan lokasi kejadian. Garis polisi (police line) telah dipasang di sekitar titik tersengat listrik untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut agar tidak ada warga yang mendekat ke area yang dianggap masih berisiko.
Tim Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System) Polres Metro Bekasi juga telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara menyeluruh. Petugas mengumpulkan bukti-bukti awal, termasuk memeriksa kondisi gerobak sound system dan posisi kabel listrik yang diduga menjadi penyebab utama kecelakaan. Polisi juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi mata yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung untuk merekonstruksi peristiwa tersebut secara akurat.
Pentingnya Keselamatan dalam Gelaran Budaya
Tragedi ini menjadi pengingat pahit bagi masyarakat dan para penyelenggara acara mengenai pentingnya standar keselamatan (K3) dalam setiap kegiatan publik. Penggunaan peralatan elektronik besar seperti sound system di area terbuka yang padat dengan jaringan kabel listrik memerlukan kewaspadaan ekstra. Ketinggian atribut parade harus selalu diperhitungkan agar tidak bersentuhan dengan instalasi kabel PLN yang melintang di jalan raya.
Dugaan sementara bahwa salah satu personel mencoba mengangkat kabel listrik dengan tangan kosong menunjukkan kurangnya edukasi mengenai bahaya listrik statis dan arus tinggi. Diharapkan ke depannya, setiap rombongan seni atau pawai budaya di Cikarang dan sekitarnya dapat melakukan survei rute terlebih dahulu atau berkoordinasi dengan pihak terkait guna meminimalkan risiko kecelakaan serupa.
Kasus ini kini dalam penanganan penuh Kepolisian Resor Metro Bekasi. Pihak keluarga korban meninggal dunia dikabarkan sangat terpukul, mengingat para korban masih berusia muda dan sedang berupaya melestarikan budaya bangsa melalui seni Sisingaan. RadarLokal akan terus memantau perkembangan kondisi korban luka dan hasil investigasi akhir dari kepolisian terkait insiden memilukan ini.