Waskita Karya Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan, Target Tuntas Juni 2026

Sarah Amalia | RADAR LOKAL
20 Mei 2026, 20:12 WIB
Waskita Karya Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan, Target Tuntas Juni 2026

RadarLokal — Langkah nyata untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui sektor pendidikan kini tengah digencarkan di tanah Celebes. PT Waskita Karya (Persero) Tbk, salah satu raksasa konstruksi milik negara, sedang memacu akselerasi pembangunan proyek strategis bertajuk Sekolah Rakyat (SR) di Provinsi Sulawesi Selatan. Proyek ambisius ini bukan sekadar pembangunan fisik semata, melainkan sebuah misi besar pemerintah untuk menghadirkan keadilan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat di pelosok daerah.

Target Ambisius dan Sinergi Lintas Sektoral

Pembangunan Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan ini tersebar di lima titik krusial, yakni Kabupaten Tana Toraja, Sidrap, Wajo, Soppeng, dan Barru. Berdasarkan data terbaru, realisasi pengerjaan proyek ini telah menyentuh angka 62,07 persen. Angka ini mencerminkan progres positif di tengah berbagai tantangan teknis maupun alam di lapangan.

Baca Juga Optimalkan Libur Panjang Idul Adha: Panduan Lengkap Kelola Kebutuhan Digital Tanpa Hambatan
Optimalkan Libur Panjang Idul Adha: Panduan Lengkap Kelola Kebutuhan Digital Tanpa Hambatan

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, memberikan atensi khusus agar proyek ini rampung tepat waktu, yakni pada akhir Juni 2026. Instruksi ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya ketersediaan fasilitas pendidikan yang mumpuni sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Dalam keterangannya, Dody menegaskan bahwa Kementerian PU berkomitmen memastikan setiap bangunan tidak hanya selesai cepat, tetapi juga memiliki standar mutu yang tinggi.

“Pembangunan Sekolah Rakyat adalah manifestasi komitmen pemerintah dalam menciptakan generasi emas. Fasilitas ini harus dibangun dengan kualitas terbaik karena akan menjadi tempat bernaung para calon pemimpin bangsa,” ujar Dody dalam sebuah keterangan resmi yang diterima oleh RadarLokal.

Baca Juga Akselerasi Ekonomi RI: Strategi Berani Pemerintah Picu Pertumbuhan 5,61% di Kuartal I-2026
Akselerasi Ekonomi RI: Strategi Berani Pemerintah Picu Pertumbuhan 5,61% di Kuartal I-2026

Ribuan Tangan Bekerja: Menyerap Potensi Lokal

Dibalik deru mesin dan kerangka beton yang mulai menjulang, terdapat dedikasi dari sekitar 3.000 pekerja yang dikerahkan oleh Waskita Karya. Menariknya, strategi pembangunan infrastruktur ini juga mengedepankan aspek pemberdayaan masyarakat sekitar. Tercatat, sebanyak 41 persen dari total tenaga kerja merupakan warga lokal yang tinggal di sekitar lokasi proyek.

Direktur Operasi II Waskita Karya, Paulus Budi Kartiko, mengungkapkan bahwa tim di lapangan bekerja dalam sistem giliran (shift) siang dan malam demi mengejar tenggat waktu yang telah ditetapkan. Tantangan cuaca, seperti curah hujan yang tinggi di beberapa wilayah Sulawesi Selatan, menjadi dinamika tersendiri yang harus dihadapi para pekerja setiap harinya.

Baca Juga Revolusi Tata Kelola Tambang: ESDM Godok Skema Gross Split dan Cost Recovery untuk Maksimalkan Pendapatan Negara
Revolusi Tata Kelola Tambang: ESDM Godok Skema Gross Split dan Cost Recovery untuk Maksimalkan Pendapatan Negara

“Kami tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi konsistensi mutu tetap menjadi prioritas utama. Setiap jengkal bangunan harus sesuai dengan spesifikasi teknis yang ketat agar aman digunakan dalam jangka panjang,” jelas Paulus. Keterlibatan tenaga kerja lokal ini diharapkan mampu memberikan transfer pengetahuan teknis sekaligus menjadi stimulus ekonomi jangka pendek bagi warga sekitar.

Konsep Green Building dan Integrasi Teknologi

Sekolah Rakyat di Sulsel ini didesain dengan visi masa depan. Waskita Karya mengusung konsep green building atau bangunan hijau yang ramah lingkungan. Desain ini mencakup lima pilar utama: efisiensi energi, penghormatan terhadap kearifan lokal, keamanan dan ketahanan terhadap bencana, inklusivitas, serta kenyamanan maksimal bagi penghuninya.

Baca Juga Fenomena Lonjakan Impor Emas dan Perhiasan Australia ke Indonesia: Kenaikan Drastis 469 Persen di Tengah Fluktuasi Harga Global
Fenomena Lonjakan Impor Emas dan Perhiasan Australia ke Indonesia: Kenaikan Drastis 469 Persen di Tengah Fluktuasi Harga Global

Cakupan pekerjaan yang dilakukan Waskita sangat luas, mulai dari gedung sekolah tingkat SD, SMP, hingga SMA. Tak hanya ruang kelas, fasilitas pendukung lainnya juga dibangun secara lengkap, seperti asrama untuk siswa dan guru, sarana ibadah yang representatif, hingga ruang serbaguna untuk kegiatan ekstrakurikuler. Saat ini, proyek telah memasuki fase penyelesaian atau finishing arsitektural.

Paulus menambahkan bahwa integrasi teknologi juga menjadi bagian tak terpisahkan dari proyek Waskita Karya ini. Fasilitas pendidikan ini dirancang untuk mendukung metode pembelajaran digital yang demokratis dan dinamis. Harapannya, siswa di daerah tidak lagi tertinggal dalam penguasaan teknologi dibandingkan siswa di kota besar.

Dampak Nyata bagi Ekonomi Rakyat Sekitar

Kehadiran proyek besar ini membawa angin segar bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Salah satu cerita datang dari Irmawati (43), seorang pemilik warung kopi di lokasi proyek. Sejak pembangunan dimulai, omzet hariannya melonjak drastis seiring banyaknya pekerja yang mampir untuk sekadar melepas lelah atau bersantap siang.

Baca Juga AS Perketat Blokade Teknologi: Celah Ekspor Chip AI Nvidia ke China Lewat Jalur Belakang Resmi Ditutup
AS Perketat Blokade Teknologi: Celah Ekspor Chip AI Nvidia ke China Lewat Jalur Belakang Resmi Ditutup

“Penghasilan saya meningkat jauh. Dulu warung saya sepi, sekarang saya sampai harus menambah stok barang dagangan karena permintaannya banyak,” tutur Irma dengan wajah berseri. Baginya, Sekolah Rakyat bukan hanya soal bangunan megah, tetapi juga tentang harapan bagi masa depan anaknya. Ia sangat mendambakan anaknya kelak bisa mengenyam pendidikan di sekolah tersebut dengan fasilitas yang memadai tanpa harus pergi jauh ke kota.

Cerita Irma adalah satu dari sekian banyak potret bagaimana sebuah proyek infrastruktur mampu menggerakkan roda ekonomi lokal secara instan, bahkan sebelum gedung tersebut resmi dioperasikan.

Investasi Masa Depan yang Merata di Seluruh Negeri

Proyek Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan hanyalah satu bagian dari peta besar pembangunan pendidikan nasional. Sebagai informasi tambahan, Waskita Karya dipercaya menggarap proyek serupa di empat provinsi berbeda dengan total tenaga kerja mencapai hampir 10.000 orang. Serapan tenaga kerja terbesar berada di Jawa Timur dengan 3.635 pekerja, disusul Sumatera Selatan dengan 1.770 pekerja, dan Aceh sebanyak 1.073 pekerja.

Eskalasi pembangunan ini menunjukkan bahwa pemerintah serius dalam melakukan pemerataan fasilitas pendidikan gratis berasrama. Langkah ini diharapkan mampu menjadi solusi bagi keluarga kurang mampu untuk tetap menyekolahkan anak-anak mereka hingga jenjang pendidikan menengah atas tanpa terbebani biaya hidup yang tinggi.

Waskita Karya menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh Sekolah Rakyat siap digunakan pada tahun ajaran baru mendatang. Proyek ini dipandang sebagai bentuk investasi sosial jangka panjang. Menghadirkan negara lebih dekat ke ruang-ruang kelas adalah cara terbaik untuk menjamin masa depan generasi muda Indonesia yang lebih cerah, kompetitif, dan mandiri di kancah global.

Dengan selesainya proyek ini nantinya, Sulawesi Selatan diharapkan akan memiliki ikon pendidikan baru yang modern namun tetap membumi, menjadi mercusuar ilmu pengetahuan bagi anak-anak di pelosok, dan menjadi bukti bahwa pembangunan yang berkeadilan bukanlah sekadar slogan, melainkan realitas yang tengah diwujudkan.

Sarah Amalia

Sarah Amalia

Analis ekonomi muda yang hobi membedah tren pasar dan strategi UMKM. Pengisi utama kolom Radar Finance.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *