Transformasi 17 Tahun The Virgin: Gebrakan Rockdut Hingga Debut Layar Lebar Berhijab

Nadia Safira | RADAR LOKAL
14 Mei 2026, 22:13 WIB
Transformasi 17 Tahun The Virgin: Gebrakan Rockdut Hingga Debut Layar Lebar Berhijab

RadarLokal — Tujuh belas tahun bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah unit musik untuk tetap berdiri tegak di tengah gempuran tren yang silih berganti. Namun, bagi duo ikonik The Virgin, angka tersebut hanyalah sebuah permulaan bagi babak baru yang lebih berani dan menyegarkan. Menandai usia “Sweet Seventeen” mereka di belantika industri musik Indonesia, grup yang digawangi oleh Dara dan Mita ini membawa kabar mengejutkan yang jauh dari sekadar nostalgia lagu-lagu lama.

Dalam sebuah pertemuan hangat di kawasan Studio TransTV, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (14/5/2026), atmosfir optimisme terpancar jelas dari wajah keduanya. Seolah ingin menghapus memori kelam tentang isu keretakan yang sempat berembus kencang sejak tahun 2016, The Virgin kini tampil dengan energi yang sepenuhnya baru. Isu bubar yang dahulu sempat membuat para “Virginity”—sebutan untuk penggemar setia mereka—cemas, kini dipastikan hanya sekadar kesalahpahaman masa lalu.

Baca Juga Luka Hati di Balik Meja Hijau: Gideon Tengker Terus Desak Kasus Dugaan Pemalsuan Surat oleh Nagita Slavina dan Rieta Amilia
Luka Hati di Balik Meja Hijau: Gideon Tengker Terus Desak Kasus Dugaan Pemalsuan Surat oleh Nagita Slavina dan Rieta Amilia

Menepis Rumor dan Mengukuhkan Eksistensi

Banyak grup musik yang memutuskan untuk jalan masing-masing setelah satu dekade bersama, namun The Virgin memilih jalan yang berbeda. Mita menegaskan bahwa hubungan profesional dan personal antara dirinya dengan Dara telah melewati berbagai ujian waktu. Eksistensi mereka selama 17 tahun tanpa pergantian personel adalah bukti soliditas yang jarang ditemukan dalam sejarah duo musik Indonesia.

“Kami ingin membuktikan bahwa The Virgin masih ada dan akan terus berkarya. Fase ini adalah fase paling fresh bagi kami. Kami tidak ingin hanya dikenal lewat kesuksesan masa lalu, tapi juga lewat inovasi yang kami bawa sekarang,” ungkap Dara dengan nada penuh keyakinan. Langkah awal dari pembuktian tersebut adalah melalui eksplorasi musikalitas yang belum pernah mereka sentuh sebelumnya.

Baca Juga Rahasia Sukses Aldi Taher: Kekuatan Doa Ibu Sebagai “Senjata Pamungkas” Penembus Langit
Rahasia Sukses Aldi Taher: Kekuatan Doa Ibu Sebagai “Senjata Pamungkas” Penembus Langit

Lahirnya Rockdut: Eksperimen Berani Melawan Arus

Jika selama belasan tahun publik mengenal The Virgin melalui distorsi gitar pop-rock yang kental, kali ini mereka melakukan manuver tajam. Mereka memperkenalkan genre yang mereka sebut sebagai “Rockdut”. Sebuah perkawinan antara energi rock yang agresif dengan cengkok serta irama musik dangdut yang membumi. Sebuah eksperimen yang awalnya lahir dari gurauan internal, namun berakhir menjadi sebuah proyek serius di bawah naungan label mereka.

“Awalnya memang cuma bercanda, tapi saat kita diskusikan dengan tim label, mereka justru melihat potensi besar. Akhirnya musik kami kemas dengan gaya khas The Virgin, mencampurkan elemen pop-rock dengan aransemen tim dangdut. Hasilnya sangat segar. Liriknya pun sengaja kami buat lebih nyeleneh dan tidak melulu bicara soal cinta yang sendu,” jelas Dara. Perubahan ini menjadi semacam penyegaran bagi telinga pendengar yang mungkin sudah terlalu terbiasa dengan pakem lama mereka.

Baca Juga Momen Haru Ressa Rossano: Menanti Pertemuan Perdana dengan Aisha di Singapura
Momen Haru Ressa Rossano: Menanti Pertemuan Perdana dengan Aisha di Singapura

Mita pun memberikan pengakuan yang cukup mengejutkan. Ia tak menampik bahwa di masa lalu, dirinya sempat memandang sebelah mata terhadap genre dangdut. Namun, pengalaman di panggung-panggung off-air perlahan meruntuhkan ego musikalitasnya. Antusiasme penonton saat mereka membawakan lagu dangdut secara spontan menjadi momen pencerahan bagi sang gitaris bertangan dingin tersebut.

“Lucunya, dulu kita kayak yang anti banget sama dangdut, eh sekarang malah ketagihan. Ternyata dunianya sangat asyik dan tidak ribet. Masyarakat kita itu unik, walaupun kadang gengsi mengaku suka, tapi begitu musiknya diputar, jempolnya tetap goyang otomatis,” tambah Mita sembari tertawa lepas, menggambarkan betapa cairnya proses kreatif mereka saat ini.

Merambah Layar Lebar Lewat Genre Thriller

Gebrakan The Virgin tidak berhenti di urusan tarik suara saja. Keduanya kini tengah bersiap melebarkan sayap ke dunia seni peran secara lebih serius. Dara dan Mita didapuk menjadi pemeran utama dalam sebuah film layar lebar bertajuk Tanah Sengketa. Berbeda dengan citra mereka yang energik di panggung, film ini mengusung genre thriller-suspense yang menegangkan, dijadwalkan akan menghiasi bioskop tanah air mulai Juni mendatang.

Baca Juga Ridho Illahi dan Anindya Caroline: Memilih Jejak Spiritual di Tanah Suci Ketimbang Kemewahan Resepsi
Ridho Illahi dan Anindya Caroline: Memilih Jejak Spiritual di Tanah Suci Ketimbang Kemewahan Resepsi

Film ini tidak hanya sekadar menyajikan ketegangan, namun juga membawa misi edukasi. Tanah Sengketa dirancang untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai persoalan pertanahan yang sering kali menjadi konflik rumit di Indonesia. Bagi The Virgin, terlibat dalam proyek film dengan bobot cerita seperti ini adalah sebuah tanggung jawab sekaligus kehormatan besar.

Tantangan Berhijab dan Akting yang Mendalam

Salah satu aspek yang paling menarik perhatian dari keterlibatan mereka dalam film Tanah Sengketa adalah penampilan baru mereka di depan kamera. Untuk pertama kalinya dalam karier profesional mereka, Dara dan Mita akan tampil mengenakan hijab sebagai bagian dari pendalaman karakter. Perubahan visual ini tentu menjadi tantangan tersendiri, mengingat selama ini mereka dikenal dengan gaya tomboy dan chic yang sangat ikonik.

Baca Juga Meniti Cahaya Lewat ‘Malaikat Bintangku’, Inilah Perjuangan Emosional Eva SEA dalam Debut Dangdut Koplo
Meniti Cahaya Lewat ‘Malaikat Bintangku’, Inilah Perjuangan Emosional Eva SEA dalam Debut Dangdut Koplo

“Ini adalah tantangan yang benar-benar baru buat aku dan Dara. Perdana kami berakting dengan mengenakan hijab di layar lebar. Selain harus mendalami karakter yang kuat secara emosional karena genrenya thriller, kami juga harus menyesuaikan gestur dengan penampilan tersebut,” tutur Mita memberikan sedikit bocoran mengenai proses syuting yang mereka jalani.

Penampilan ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi para penggemar mengenai fleksibilitas The Virgin sebagai seniman. Mereka ingin menunjukkan bahwa identitas seni mereka tidak terbatas pada satu tampilan atau satu genre saja, melainkan terus berkembang seiring kedewasaan mereka di industri kreatif.

Menjaga Komitmen dan Warisan Musikalitas

Meskipun jadwal mereka kini semakin padat dengan promosi film dan eksplorasi genre baru, The Virgin memastikan bahwa mereka tidak akan melupakan akar musik yang telah membesarkan nama mereka. Komitmen untuk merilis karya musik secara konsisten setiap tahun menjadi janji yang ingin mereka tepati kepada para penggemar. Bagi mereka, produktivitas adalah kunci utama untuk tetap relevan di tengah arus musisi baru yang terus bermunculan lewat platform streaming musik.

Dara dan Mita menyadari bahwa lagu “Cinta Terlarang” akan selalu menjadi identitas yang melekat kuat pada diri mereka. Namun, mereka tidak ingin terjebak dalam zona nyaman. Dengan usia 17 tahun, mereka merasa memiliki kebebasan lebih untuk bereksperimen tanpa kehilangan esensi asli The Virgin.

“Insyaallah, setiap tahun pasti akan ada karya baru dari kami. Harapannya, orang tetap mengingat The Virgin bukan cuma karena lagu-lagu lama kami, tapi karena kami terus ada dan berinovasi. Bertahan selama 17 tahun dengan personel yang tetap sama itu adalah pencapaian luar biasa buat kami, dan kami ingin merayakannya dengan terus berkarya,” tutup Dara mengakhiri pembicaraan.

Langkah The Virgin di usia ke-17 ini menunjukkan bahwa bagi musisi sejati, waktu bukanlah penghalang, melainkan katalisator untuk bertransformasi. Dari panggung pop-rock menuju goyangan Rockdut, dan dari video klip musik menuju layar lebar dengan penampilan yang lebih bersahaja, The Virgin membuktikan bahwa mereka masih memiliki banyak kejutan untuk diberikan kepada publik Indonesia.

Nadia Safira

Nadia Safira

Content creator yang memiliki radar tajam terhadap isu viral dan gaya hidup. Menjaga konten Radar Hot tetap segar dan menghibur.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *