Dugaan Penipuan Hanania Travel: Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
RadarLokal — Kasus dugaan penipuan jasa perjalanan umrah yang menyeret nama PT Khazanah Tamma International, atau yang lebih dikenal sebagai Hanania Group, kini memasuki babak baru yang menyita perhatian publik secara luas. Pada Rabu, 10 Juni 2026, pasangan selebritas yang tengah menjadi sorotan, Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid, resmi mendatangi Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya untuk menjalani serangkaian pemeriksaan intensif sebagai saksi.
Kehadiran pasangan ini seolah menjadi magnet bagi awak media yang telah bersiap sejak pagi di area Mapolda Metro Jaya. Mengenakan pakaian formal namun tetap santai, Thariq dan Aaliyah tiba sekitar pukul 11.06 WIB. Langkah mereka tampak mantap, meski raut wajah serius tidak bisa disembunyikan saat mereka berjalan menembus kerumunan wartawan menuju ruang penyidik. Mereka tidak datang sendirian; pendampingan hukum yang kuat diberikan oleh pengacara kenamaan, Sangun Ragahdo.
Pemeriksaan Saksi di Tengah Badai Kasus Hanania Travel
Pemeriksaan terhadap Thariq dan Aaliyah ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam mengusut tuntas penipuan umrah yang diduga merugikan banyak jemaah. Hanania Travel, yang sebelumnya dikenal sebagai agen perjalanan prestisius, kini berada di bawah mikroskop penyidik setelah adanya laporan mengenai kegagalan pemberangkatan jemaah dan dugaan penyalahgunaan dana.
Sangun Ragahdo, selaku kuasa hukum, memberikan pernyataan singkat saat mendampingi kliennya masuk ke gedung pemeriksaan. Ia menegaskan bahwa kehadiran Thariq dan Aaliyah adalah bentuk kepatuhan terhadap hukum sebagai warga negara yang baik. “Kami hadir untuk memberikan klarifikasi yang diperlukan. Mengenai detail materinya, tentu kami belum bisa sampaikan secara gamblang sebelum proses pemeriksaan selesai. Ini adalah panggilan resmi dari penyidik, dan kami akan kooperatif sepenuhnya,” ujar Sangun di hadapan media.
Pihak kuasa hukum juga mengonfirmasi bahwa mereka telah menyiapkan dokumen-dokumen pendukung yang relevan dengan posisi klien mereka. Hal ini dilakukan untuk menghindari spekulasi liar yang berkembang di masyarakat terkait keterlibatan selebritas Indonesia dalam promosi agen travel tersebut. Bukti-bukti tersebut mencakup kontrak kerja sama hingga rincian aktivitas promosi yang pernah dilakukan.
Mencari Benang Merah Aliran Dana Endorsement
Penyelidikan yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya tidak hanya berfokus pada manajemen Hanania Travel semata, tetapi juga merambah ke arah strategi pemasaran mereka. Pihak kepolisian tengah mendalami sejauh mana aliran dana jemaah digunakan untuk membiayai jasa pemasaran yang melibatkan para pemengaruh (influencer) besar. Kasus Hanania Travel ini menjadi pengingat keras bagi para figur publik untuk lebih selektif dalam menerima kerja sama promosi.
Thariq Halilintar, dalam pernyataan singkatnya saat berjalan menuju ruang pemeriksaan, hanya menegaskan status kehadirannya hari ini. “Saya hadir di sini murni sebagai saksi,” ucapnya singkat namun tegas. Bagi Thariq dan Aaliyah, pemeriksaan ini sangat krusial untuk membersihkan nama baik mereka dari keterkaitan langsung dengan praktik curang yang diduga dilakukan oleh pihak manajemen travel.
Sederet Nama Besar dalam Pusaran Kasus
Kasus ini tidak hanya menyeret Thariq dan Aaliyah. Sejumlah nama beken di jagat media sosial Indonesia juga masuk dalam daftar panggil penyidik. Sejarah pemeriksaan menunjukkan bahwa pihak kepolisian sangat serius dalam membedah jaringan promosi Hanania Travel. Sebelumnya, komedian sekaligus influencer Keanu Angelo telah memberikan keterangannya pada 8 Juni 2026.
Daftar saksi yang dijadwalkan tidak berhenti di situ. Nama-nama seperti Sarah Gibson, Dara Arafah, hingga Audrey Jesselyn dijadwalkan ulang untuk menjalani pemeriksaan pada 12 Juni 2026 mendatang. Sementara itu, publik juga menyoroti ketidakhadiran Karin Novilda atau yang akrab disapa Awkarin, yang dikabarkan mangkir dari panggilan pertama penyidik tanpa keterangan yang jelas. Polda Metro Jaya menegaskan akan terus melakukan pemanggilan hingga seluruh keterangan yang dibutuhkan terkumpul lengkap.
Dampak Psikologis dan Kerugian Jemaah
Di balik gemerlapnya nama-nama selebritas yang diperiksa, terselip duka mendalam dari ribuan jemaah yang gagal berangkat ke tanah suci. Kasus ini kembali mencoreng citra bisnis perjalanan ibadah di Indonesia. Banyak jemaah yang telah menabung bertahun-tahun harus gigit jari karena dana mereka diduga diselewengkan oleh pihak Hanania Group.
Penyidik kini fokus memetakan aset dan aliran dana perusahaan PT Khazanah Tamma International. Dugaan penggelapan dana jemaah umrah ini disinyalir melibatkan nominal yang sangat besar, yang sebagian di antaranya diduga mengalir ke kantong-kantong promosi berbiaya tinggi. Kehadiran saksi-saksi dari kalangan artis diharapkan dapat membuka tabir mengenai nilai kontrak dan prosedur pembayaran yang dilakukan oleh pihak travel.
Menanti Kepastian Hukum dan Transparansi
Masyarakat kini menanti hasil akhir dari proses penyidikan ini. Apakah para selebritas ini hanya menjadi korban dari skema pemasaran yang manipulatif, ataukah ada kelalaian dalam proses kurasi kerja sama yang mereka lakukan? Sangun Ragahdo berjanji akan memberikan keterangan pers yang lebih komprehensif setelah seluruh agenda pemeriksaan hari ini tuntas.
“Kami membawa bukti-bukti konkret. Kami tidak ingin ada simpang siur informasi yang merugikan pihak manapun. Setelah semuanya jelas di hadapan penyidik, kami akan tunjukkan posisi klien kami secara transparan,” tutup Sangun sebelum menghilang di balik pintu lift gedung Ditreskrimum.
Dengan semakin banyaknya saksi yang diperiksa, diharapkan kasus ini segera menemukan titik terang. Penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku penipuan perjalanan ibadah sangat dinantikan untuk memberikan efek jera dan memberikan rasa keadilan bagi para korban yang telah dirugikan secara materil maupun spiritual. Kasus Hanania Travel ini menjadi catatan penting bagi industri travel umrah di Indonesia agar lebih mengedepankan amanah daripada sekadar pencitraan melalui tangan para selebritas.