Polemik Memanas di Balik Film Dosa: Reza Aditya Beri Tanggapan Mengejutkan Usai Dilaporkan Ratu Sofya ke Polisi

Nadia Safira | RADAR LOKAL
09 Jun 2026, 12:12 WIB
Polemik Memanas di Balik Film Dosa: Reza Aditya Beri Tanggapan Mengejutkan Usai Dilaporkan Ratu Sofya ke Polisi

RadarLokal Panggung hiburan Tanah Air kembali dihangatkan oleh drama nyata yang jauh lebih pelik daripada naskah film manapun. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada sosok produser kenamaan, Reza Aditya, yang tengah berhadapan dengan langkah hukum serius dari aktris muda berbakat, Ratu Sofya. Perseteruan yang bermula dari lingkungan kerja ini kini resmi berpindah ke meja penyidik Polda Metro Jaya, menciptakan riak besar dalam promosi film terbaru mereka yang bertajuk “Dosa: Penebusan atau Pengampunan”.

Kabar mengenai laporan polisi ini seolah menjadi petir di siang bolong bagi sang produser. Saat ditemui oleh awak media di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Reza Aditya tampak masih berusaha mencerna situasi yang menimpanya. Dengan raut wajah yang menunjukkan keterkejutan murni, ia mengaku baru mengetahui kabar dirinya dipolisikan justru dari pertanyaan wartawan yang merubungnya.

Baca Juga Dilema Status Pernikahan Eza Gionino: Sah Secara Hukum Negara, Namun Putus Secara Agama
Dilema Status Pernikahan Eza Gionino: Sah Secara Hukum Negara, Namun Putus Secara Agama

Keterkejutan Sang Produser di Tengah Fokus Kerja

“Belum tahu, saya benar-benar sedang fokus ke pengerjaan film Dosa saja dulu. Beneran, saya tidak tahu kalau saya dilaporin. Ini baru tahu sekarang dari teman-teman media,” ungkap Reza Aditya dengan nada bicara yang masih tenang namun menyimpan keheranan mendalam. Baginya, prioritas utama saat ini seharusnya adalah kesuksesan karya layar lebar yang tengah digarapnya, namun kini ia terpaksa harus membagi konsentrasi dengan urusan hukum yang melibatkan salah satu pemain utamanya.

Dugaan yang dialamatkan kepada Reza bukan main-main. Ia dituding melakukan tindak pidana pencemaran nama baik dan fitnah. Tuduhan ini berakar dari sebuah pernyataan publik yang sempat dilontarkan Reza, yang menyebutkan bahwa Ratu Sofya pernah melayangkan somasi kepada ibu kandungnya sendiri, Intan Masthura. Pernyataan tersebut dianggap oleh pihak Ratu Sofya sebagai serangan personal yang tidak berdasar dan merusak reputasinya di mata publik.

Baca Juga Dilema Etika dan Kontrak: Mengapa Ratu Sofya Disomasi HAS Pictures Terkait Film ‘Dosa Penebusan’?
Dilema Etika dan Kontrak: Mengapa Ratu Sofya Disomasi HAS Pictures Terkait Film ‘Dosa Penebusan’?

Menanggapi poin spesifik mengenai tuduhan fitnah tersebut, Reza Aditya bersikap sangat diplomatis. Ia menegaskan bahwa dirinya adalah warga negara yang sadar hukum dan tidak akan lari dari tanggung jawab jika memang proses hukum mengharuskannya untuk memberikan keterangan di hadapan penyidik Polda Metro Jaya.

Sikap Kooperatif dan Kesiapan Menghadapi Hukum

“Oh, karena masalah itu? Tidak apa-apa. Sebagai warga negara yang baik, kalau memang saya dilaporkan, saya akan taat pada prosedur hukum yang berlaku. Saya akan datang memenuhi panggilan jika memang dipanggil oleh pihak kepolisian. Tapi kalau belum ada panggilan, ya saya akan tetap fokus syuting dan bekerja seperti biasa,” jelasnya lebih lanjut. Sikap tenang Reza ini seolah ingin menunjukkan bahwa dirinya tidak memiliki niat buruk sejak awal, meskipun situasi saat ini sudah terlanjur meruncing.

Baca Juga Ratapan Pilu dr Kamelia Usai Ammar Zoni Dibuang ke Nusakambangan: Trauma dan Harapan di Balik Jeruji Besi
Ratapan Pilu dr Kamelia Usai Ammar Zoni Dibuang ke Nusakambangan: Trauma dan Harapan di Balik Jeruji Besi

Perseteruan ini sebenarnya memiliki akar yang lebih kompleks dari sekadar satu pernyataan. Publik mencatat bahwa hubungan kerja antara produser dan aktris ini memang sudah lama merenggang. Munculnya isu mengenai honor yang belum terselesaikan hingga masalah komunikasi dalam promosi film menjadi bumbu penyedap yang memperkeruh suasana. Ratu Sofya sebelumnya sempat mengungkapkan rasa kecewanya karena merasa hak-haknya sebagai pemeran belum terpenuhi secara adil.

Namun, di balik ketegangan hukum yang sedang berlangsung, Reza Aditya secara mengejutkan masih menyimpan harapan untuk sebuah rekonsiliasi. Ia mengungkapkan keinginannya agar komunikasi dengan Ratu Sofya tidak terputus total. Baginya, dunia hiburan itu sempit, dan menjaga hubungan baik adalah investasi jangka panjang yang krusial.

Baca Juga Sinyal Damai dari Senayan: Herawati Siap Maafkan Erin Asal Hak dan Martabatnya Terpenuhi
Sinyal Damai dari Senayan: Herawati Siap Maafkan Erin Asal Hak dan Martabatnya Terpenuhi

Harapan di Balik Dinginnya Hubungan Komunikasi

“Penginnya kita tetap bisa menjalin komunikasi dengan baik ya, tapi memang saat ini ada keterbatasan dan situasi yang tidak memungkinkan. Seperti yang teman-teman lihat, mungkin tidak sekarang waktunya, mungkin nanti setelah badai ini mereda baru kita bisa bicara lagi sebagai rekan kerja,” tuturnya dengan nada penuh harap. Reza seolah ingin memisahkan antara persoalan hukum yang sedang berjalan dengan hubungan interpersonal mereka sebagai manusia.

Menariknya, di akhir sesi wawancara, Reza Aditya sempat melontarkan candaan yang cukup ironis untuk mencairkan suasana yang kaku. Saat ditanya kapan terakhir kali ia berinteraksi dengan sang aktris, ia memberikan jawaban yang tidak terduga. “Terakhir komunikasi saya tanya, ‘Sudah makan belum?’ Lalu dijawab sama dia, ‘Sudah’. I love you RS,” pungkasnya sambil berlalu, menyisakan tanda tanya besar bagi publik mengenai kedalaman hubungan mereka sebenarnya.

Baca Juga Drama 5 Tahun Istana Cinere: Alasan Anang Hermansyah Akhirnya Luluh dan Siap Lepas Rumah Mewahnya
Drama 5 Tahun Istana Cinere: Alasan Anang Hermansyah Akhirnya Luluh dan Siap Lepas Rumah Mewahnya

Kronologi Laporan Polisi dan Jeratan Pasal Pidana

Langkah hukum yang diambil Ratu Sofya bukanlah gertakan sambal semata. Pada Sabtu, 6 Juni 2026, ia bersama tim kuasa hukumnya resmi mendaftarkan laporan terhadap Reza Aditya dan co-produser Putri Maysita. Laporan ini merupakan puncak dari ketidakpuasan pihak Ratu Sofya terhadap pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan oleh pihak rumah produksi dalam sesi konferensi pers beberapa waktu lalu.

Menurut Zion Natongam Tambunan, kuasa hukum Ratu Sofya, pihaknya sudah memberikan kesempatan kepada Reza Aditya dan Putri Maysita melalui somasi tertutup. Somasi tersebut meminta agar pihak produser memberikan permintaan maaf secara terbuka dan mengklarifikasi pernyataan yang dianggap keliru. Namun, hingga batas waktu yang ditentukan berakhir, pihak Ratu Sofya merasa tidak ada iktikad baik atau respons positif dari pihak produser.

“Kami sudah menyerahkan sejumlah bukti kuat kepada penyidik, mulai dari rekaman pernyataan saat konferensi pers hingga bukti-bukti pendukung lainnya yang menunjukkan bahwa klien kami merasa dirugikan secara moril,” ujar Zion. Laporan tersebut kini tengah diproses dengan dugaan pelanggaran Pasal 433 juncto Pasal 441 KUHP yang mengatur tentang pencemaran nama baik dan fitnah. Jika terbukti bersalah, ancaman pidana yang membayangi tidak bisa dianggap remeh.

Dampak Terhadap Industri Film Nasional

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pelaku industri kreatif di Indonesia tentang pentingnya menjaga etika komunikasi profesional. Perselisihan internal antara pemain dan produser yang berakhir di kantor polisi seringkali berdampak buruk pada citra film itu sendiri. Penonton yang seharusnya fokus pada kualitas akting dan cerita, kini justru lebih banyak membicarakan gosip di balik layar.

Banyak pihak menyayangkan perseteruan ini, mengingat film “Dosa: Penebusan atau Pengampunan” diprediksi akan menjadi salah satu karya yang kuat di pasar. Namun, dengan adanya kasus ini, tantangan bagi departemen promosi tentu akan semakin berat. Bagaimana mereka akan menyatukan kembali para pemain dan produser dalam satu panggung promosi di masa depan masih menjadi tanda tanya besar.

Kini, publik hanya bisa menunggu bagaimana kelanjutan proses hukum di Polda Metro Jaya. Apakah akan ada mediasi yang berujung pada perdamaian, ataukah kasus ini akan terus bergulir hingga ke meja hijau? Satu yang pasti, drama di balik layar film “Dosa” ini telah membuktikan bahwa terkadang, kenyataan jauh lebih pahit dan dramatis daripada fiksi yang ditampilkan di layar perak.

Tetap pantau pembaruan kasus Ratu Sofya polisikan produser ini hanya di RadarLokal untuk mendapatkan informasi terkini dan mendalam dari sumber yang terpercaya.

Nadia Safira

Nadia Safira

Content creator yang memiliki radar tajam terhadap isu viral dan gaya hidup. Menjaga konten Radar Hot tetap segar dan menghibur.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *